
Melodi cs sedang mencari keberadaan kekasih mereka. Melodi cs melihat Kenzo cs sedang naik salah satu wahana. Mereka menunggu ketiga cowok tampan itu di kursi panjang yang ada di sana.
Kenzo cs, adiknya dan Daffin turun dari wahana, setelah wahana Itu berhenti. Mereka akan menaiki wahana yang lain. Hari ini Kenzo akan mengajak adiknya bermain sepuasnya.
Sebelum mereka naik ke wahana berikutnya, Melodi cs sudah menghadang mereka terlebih dahulu. Sontak Kenzo cs menghentikan langkah mereka.
" Minggir!, kita mau lewat" kata Kenzo.
" Nggak, sebelum kamu ngomong dan maafin aku" kata Melodi.
" Kamu jangan kekanak-kanakan gini dong"
" Bukan aku yang kekanak-kanakan, tapi kamu"
" Princess sama Daffin naik wahana itu dulu ya, ntar Abang nyusul" kata Kenzo pada adiknya.
" Ok Bang"
Daffin sangat senang, akhirnya dia bisa berduan dengan princess. Karena daritadi mereka tidak bisa berduan gara-gara Tristan si pengganggu.
" Kita bicara di sana aja" ajak Kenzo.
Kenzo cs berjalan lebih dulu, Melodi cs mengekor di belakang. Ketiga cewek cantik itu sudah bertekad kalau masalah mereka harus kelar hari ini.
Kenzo cs duduk agak berjauhan, karena mereka punya privasi masing-masing. Jadi mereka tidak bisa mendengar pembicaraan satu sama yang lainnya.
" Buruan ngomong" kata Kenzo pada kekasihnya itu.
" Yank. Aku minta maaf, karena udah bohongin dan juga tidak bisa jaga perasaan kamu. Jujur aku cuma mengidolakan mereka yank, nggak ada niatan lain" terang Melodi.
" Kamu kan bisa minta izin sama aku. Walaupun aku nggak suka melihat kamu ngobrol sama cowok lain, tapi aku juga nggak akan ngelarang kamu untuk ketemu idola kamu itu" jelas Kenzo.
" Iya aku minta maaf, aku cuma takut kamu nggak ngizinin aku. Habisnya waktu aku bilang mau ketemu Oppa-Oppa aja kamu udah ngamuk duluan"
" Terus aku yang salah gitu?"
" Ya penyebab aku berbohong kan kamu"
" Katanya mau minta maaf dengan tulus, tapi ngomongnya masih nyolot" kata Kenzo.
" Maaf. Kamu mau kan yank maafin aku"
" Ya aku maafin. Aku juga minta maaf sama kamu, karena udah diamin kamu" kata Kenzo.
" Nggak apa-apa, aku udah maafin kamu. Lagian kamu diamkan aku karena kamu marah dan kecewa sama aku. Jadi kita udah baikan nih?" tanya Melodi.
" Hhmm"
" Makasih sayang" ucap Melodi sambil memeluk Kenzo.
Kenzo kaget karena kekasihnya itu tiba-tiba memeluknya. " Main peluk aja, belum sah ini"
" Nggak apa-apa, khilaf dikit" kata Melodi.
" Kalau gitu, aku juga khilaf" kata Kenzo sambil membalas pelukan kekasihnya.
Mereka berdua pun tertawa bersama. Akhirnya mereka bisa menyelesaikan masalah mereka. Melodi berjanji dia tidak akan berbohong soal idolanya lagi.
Di tempat Gian dan Keyra.
Gian hanya diam, dia menunggu kekasihnya itu bicara. Tapi sampai sekarang, kekasihnya itu belum juga buka suara.
" Katanya mau ngomong?" tanya Gian.
" Honey, aku minta maaf soal yang tadi di gunung Hallasan. Aku tau yang aku lakukan itu salah, tapi aku bohong kek gitu kan karena kamu juga"
" Kok aku?"
" Emang, coba kalau kamu izinin aku untuk ketemu sama Oppa-Oppa itu, kan aku nggak akan bohong" kata Keyra.
" Jadi aku yang salah gitu?"
" Iya. Kamu nggak tau betapa senangnya aku saat kamu bilang mau ke Korea. Terus aku berdoa supaya bisa ikut kamu juga, Alhamdulillah Allah mengabulkan doa aku. Jadi aku bisa nemenin kamu dan juga bertemu sama Oppa-Oppa yang ada di Drakor yang sering aku tonton itu. Tapi harapan aku sirna saat kamu bilang aku nggak boleh ketemu sama mereka"
Kok kesannya jadi gue yang salah ya. Padahal kan dia yang sudah bohong sama gue. Gumam Gian dalam hati.
" Terus?"
" Kamu juga harus minta maaf sama aku"
__ADS_1
" Kenapa aku juga harus minta maaf?"
" Jadi kamu nggak mau?" tanya Keyra yang matanya sudah mulai berkaca-kaca.
Kenapa kesannya gue yang jadi tersangka.
" Honey, aku benar-benar minta maaf. Maaf karena sudah mengecewakan kamu, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Aku juga udah memaafkan kamu" ucap Keyra tulus.
" Kapan aku minta maaf?"
" Aku tau kamu pasti akan minta maaf"
" Ya itu karena kamu yang paksa aku" gumam Gian yang masih bisa di dengar sama Keyra.
" Oh jadi kamu terpaksa?" tanya Keyra.
" Nggak honey, aku nggak pernah terpaksa mencintai kamu" kata Gian.
" Jadi kita baikan, ya?"
" Hhhmm" kata Gian sambil menganggukkan kepalanya.
" Makasih honey" ucap Keyra sambil memeluk tubuh Gian.
Gian dengan senang hati membalas pelukan kekasihnya itu. " Khilaf bareng ni ceritanya kita honey" kata Gian.
" Hu'um"
Mereka pun tertawa bersama. Akhirnya masalah mereka bisa di selesaikan dengan baik dan juga berakhir dengan damai.
Di tempat Tristan dan Dira.
Sama dengan kedua sahabatnya, Tristan juga tidak bicara. Mereka masih saling membisu, tanpa ada yang mau memulai bicara.
" Sampai kapan kita mau kayak orang bisu gini?" tanya Dira.
" Selamanya mungkin" jawab Tristan.
" Kok kamu jahat banget sih" kata Dira.
" Kenapa jadi aku yang jahat?" tanya Tristan.
" Terserah kamu aja deh" kata Tristan pasrah.
" My lovely " panggil Tristan.
Apa?, dia manggil gue apa tadi, kok gue berasa tuli mendadak ya.
" Kok kamu nggak nyaut sih?" tanya Dira.
" Emang kamu manggil aku, kok aku nggak denger"
" Ck.. pura-pura nggak denger. Tuli beneran bau rasa"
" Ciri-ciri pacar durhaka kek begini ni" kata Tristan.
" Kita baikan ya my lovely"
" Kalau salah itu minta maaf dulu, baru bisa bilang baikan" kata Tristan.
" Nggak perlu, aku tau kamu pasti maafkan aku"
" Pede sekali anda" kata Tristan.
" Ya harus pede dong. Kalau mau jadi kekasihnya seorang Tristan" kata Dira.
" Kamu itu minta maafnya yang bener dong?"
" Iya. My lovely , aku minta maaf bener-bener. udah kan?"
" Au ah gelap" kata Tristan sambil beranjak dari tempat duduknya.
" Ya elah, gitu aja ambekan" kata Dira.
" Gimana nggak ngambek, kamu nya kek gitu"
" Iya, aku serius ni minta maafnya. Jadi kamu duduk yang manis dulu"
Mau nggak mau Tristan pun mendengarkan permintaan kekasihnya yang Gresek itu.
__ADS_1
" My lovely, aku minta maaf karena udah bohongin kamu tadi. Aku janji nggak akan ngulangin lagi. Dan kalau aku mau ketemu sama Oppa-Oppa lagi, aku akan minta izin sama kamu"
" Jadi kamu masih mau ketemu sama Oppa-Oppa gaje itu"
" Ya kan kalau kamu ngizinin " kata Dira.
" Kalau aku nggak ngizinin?"
" Ya nggak jadi ketemu sama Oppa-Oppa"
" Nah gitu dong"
" Jadi udah baikan nih?"
"Udah"
" Nggak ngambek lagi"
" Kagak"
" Uluh-uluh manisnya pacar aku" kata Dira sambil memeluk Tristan.
" Belum halal woy, main peluk aja" kata Tristan.
" Nggak apa-apa, ntar lagi juga halal" kata Dira.
Mereka pun tertawa bersama. Kerena masalah mereka sudah kelar dengan berbuah manis. Tristan dan Dira pergi ke tempat teman-temannya.
Kiran dan Daffin juga selesai bermain. Kenzo cs dan pasangannya juga sudah berdamai. Mereka semua pun memutuskan untuk pergi ke tempat orang tua mereka yang sudah dari tadi menunggu di cafe.
Sesampainya di depan cafe, orang-orang banyak berkumpul seperti sedang menyaksikan sesuatu. Kenzo yang penasaran membawa adiknya ke depan.
Alangkah kagetnya mereka berdua melihat Daddy mereka sedang berkelahi dengan delapan laki-laki berbadan kekar. Di salah satu kursi Kenzo melihat tantenya Sinta dan juga Sisil, tapi dia tidak melihat keberadaan sang mommy.
Mata Kenzo terus menyusuri para pengunjung yang ada di sana. Kenzo sedikit lega karena dia melihat mommy-nya duduk di kursi yang tidak jauh dari tempat dia berdiri.
Kenzo dan Kiran berjalan menghampiri mommy mereka. Namun saat mereka sudah sampai di pertengahan jalan, Kenzo dan Kiran melihat dua orang pria akan menusuk mommy mereka.
" Mommy!" teriak Kenzo dan Kiran.
Karena suara riuh orang-orang yang ada di sana, Anggun tidak bisa mendengar teriakkan kedua anaknya.
Kenzo sadar dia tidak akan cepat sampai di dekat mommy-nya, karena banyak orang yang menghalangi jalan mereka. Kenzo mengambil pot bunga yang ada di sana.
Kenzo langsung melemparkan pot bunga itu ke arah laki-laki yang memegang pisau itu. Pot bunga itu tepat mengenai kepala target, hingga target terjatuh.
" Aaaaaa!" teriak pengunjung yang melihat salah satu pria itu tumbang dengan darah segar keluar dari kepalanya.
Anggun langsung menoleh ke belakang. Alangkah kagetnya dia melihat dua orang yang dia hajar tadi berada di belakangnya, yang satu sudah terkapar di lantai.
" Mommy nggak apa-apa?" tanya Kenzo setelah berhasil melewati kerumunan orang.
" Mommy baik-baik aja sayang. Apa ini kerjaan abang?"
" Hhhmm"
" Good boy" kata Anggun sambil membelai kepala putranya.
Salah satu laki-laki berbadan kekar itu masih ada di sana, dia akan melanjutkan pekerjaan temannya yang gagal tadi. Tapi keberuntungan tidak memihak kepadanya, baru mau mengambil pisau, Gian dan Tristan sudah memukul tengkuk laki-laki itu, hingga dia pingsan.
" Beraninya main belakang" kata Gian.
" Iya, jangan-jangan dia ada bibit pelakor" kata Tristan.
" Kok pelakor?"
" Yang suka main belakang kan pelakor " kata Tristan.
" Benar. Dia kan laki jadi bukan pelakor, tapi pebinor" kata Gian.
Kenzo hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan kedua sahabatnya yang agak sakit itu. Tapi dia juga bersyukur karena berkat bantuan sahabatnya teman laki-laki itu bisa terkapar tidak sadarkan diri.
Kiran melirik abangnya. Kenzo tau, pasti adeknya itu mendengar ucapan Gian dan juga Tristan.
Please jangan tanya kan tentang pelakor dan pebinor.
To be continue..
Happy Reading 😚😚
__ADS_1