Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Siang hari seperti biasanya, Kenzo, Gian dan Tristan pergi pemotretan. Sekarang mereka bertiga sudah berada diruang make up. Selesai di make up mereka bertiga langsung keruang studio.


Alex juga sudah berada diruang studio. Mereka berempat pun mulai melakukan pemotretan. Mereka mengambil tempat yang sudah ditentukan.


Cekrek.. cekrek.. cekrek..


Bunyi jepretan kamera terdengar memenuhi ruangan studio itu. Sang fotografer sangat puas dengan hasil yang foto mereka berempat.


" Sekarang coba Kenzo dan Alex berdua" kata sang fotografer.


Kenzo dan Alex pun mengambil posisi mereka masing-masing. Alex tidak senang karena melakukannya berdua dengan Kenzo. Begitu juga sebaliknya. Kenzo tetap masang wajah datar dan cueknya.


Cekrek.. cekrek.. cekrek


Terdengar kembali suara kamera. Setelah mengambil beberapa foto dengan bermacam gaya juga, akhirnya sesi pemotretan pun selesai juga.


Kenzo dan kedua sahabatnya pergi keruang ganti. Mereka bertiga mengganti pakaian dengan seragam sekolah kembali. Sampai diruang ganti mereka bertiga bertemu kembali dengan Alex.


Alex berjalan menghampiri Kenzo dan kedua sahabatnya. Alex berdiri tepat didepan Kenzo, kemudian Alex mendorong Kenzo hingga terjatuh.


" Ken!" teriak Gian dan Tristan.


Gian dan Tristan membantu Kenzo berdiri, Kenzo menatap Alex dengan tajam. Setelah berdiri kembali, Kenzo membalas mendorong Alex dengan kuat sampai jatuh.


" Alex!" teriak Kia.


Kia berlari menghampiri anaknya. Kia pun membantu putranya berdiri.


" Kamu nggak apa-apa?, mana yang saki?" tanya Kia pada putranya itu.


" Badan aku sakit semua mami" kata Alex pura-pura sedih.


" Tenang sayang, mami akan balas anak itu"


Kia sangat emosi melihat putranya didorong oleh Kenzo. Tanpa menunggu lama Kia melayangkan sebuah tamparan keras kepipi Kenzo.


Plaakk..


Karena kuatnya tamparan dari Kia, sehingga menyebabkan sudut bibir Kenzo berdarah.


" Dasar nenek sihir!" teriak Gian.


Kenzo tidak menangis, dia menahan rasa sakit dibibir dan pipinya. Kenzo menatap Kia dengan tatapan membunuh.

__ADS_1


" Dasar anak kurang ajar, berani kamu menatap saya seperti itu!" bentak Kia.


Kenzo mengepalkan tangannya menahan emosi. Jari-jarinya terlihat memutih, karena ditekan terlalu kuat. Gian dan Tristan baru pertama kali melihat Kenzo seperti itu pun cemas.


Gian dan Tristan cepat menarik tangan Kenzo pergi dari sana. Mereka berdua tidak ingin terjadi hal yang buruk pada Kenzo. Karena yang mereka lawan tadi orang dewasa.


Mereka berdua membawa Kenzo ketaman yang ada didekat perusahaan itu. Mereka bertiga duduk dikursi panjang yang ada ditaman itu.


" Apa ini sakit?" tanya Gian sambil memegang pipi Kenzo yang sudah mulai membiru.


" Tidak " jawab Kenzo.


" Kamu jangan sok kuat, kalau sakit bilang aja" kata Gian.


" Benaran ini nggak sakit" kata Kenzo.


" Bohong!, udah sakit kek gitu masih aja sok kuat" kata Gian.


" Aku memang kuat" kata Kenzo.


" Ya.. ya kau kuat, sangat kuat malah" kata Gian.


" Ken, mendingan kita obat dulu lukanya" saran Tristan.


" Jangan sampai mommy aku tau" kata Kenzo.


" Makanya kita harus cepat obati" kata Gian.


" Yuk, kita cari obat untuk luka di apotek" ajak Tristan.


Mereka bertiga pun berjalan mencari apotek. Setelah berjalan cukup jauh, mereka bertiga pun menemukan opotek. Mereka bertiga masuk kedalam apotek.


Setelah membeli obat luka dan kapas, mereka bertiga pun pergi meninggalkan apotek. Tapi sebelum itu mereka membayar obat luka terlebih dahulu.


Kenzo, Gian dan Tristan kembali ketaman dekat kantor Rangga tadi. Sampai disana, Gian dan Tristan membantu Kenzo mengobati luka disudut bibirnya.


Kenzo meringis menahan perih terkena obat merah. Setelah luka disudut bibir Kenzo diobati, Gian menghubungi asisten Rangga, karena mereka bertiga mau pulang.


Tak berapa lama asisten Rangga pun datang. Mereka bertiga naik keatas mobil, setelah memasang seatbelt, mobil pun melaju kesekolah Kenzo.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai. Kenzo, Gian dan Tristan turun dari mobil. Asisten Rangga pun pergi meninggalkan sekolah itu.


Mereka bertiga menunggu jemputan diparkiran. Tak berapa lama orangtua mereka pun datang menjemput mereka bertiga. Anggun turun dari mobil, diikuti sama kedua sahabatnya.

__ADS_1


Kenzo tersenyum pada mommynya. Anggun pun membalas senyuman putranya itu. Tapi Anggun merasa ada yang aneh dengan wajah putranya itu.


Kenapa wajah abang lebam begitu, nanti pas dirumah aku tanya.


Gian dan Tristan berpamitan sama Anggun dan juga Kenzo. Setelah itu Kenzo dan mommynya juga pergi meninggalkan sekolah dan kembali kerumah mereka.


Mereka pun sampai dirumah, Kenzo bergegas turun dari mobil. Karena dia takut ditanya sama mommy nya. Kenzo langsung berlari menaiki tangga menuju kamarnya.


Sampai dikamar Kenzo langsung kekamar mandi. Kenzo melihat pipinya yang tambah membiru. Dengan hati-hati Kenzo memegang pipinya.


" Aaww" ringis Kenzo


Kenzo merasakan sakit yang teramat, padahal saat ditaman tadi pipinya tidak terlalu sakit. Tapi sekarang kenapa jadi sakit.


Kenzo mengganti seragamnya dengan baju santai. Selesai mengganti bajunya Kenzo langsung berbaring diatas kasur. Kenzo berharap dengan istirahat rasa sakit dipipinya akan berkurang.


Anggun yang penasaran dengan apa yang terjadi sama putranya pun segera pergi kekamar Kenzo. Anggun mengetuk pintu kamar putranya.


Tok


Tok


Tok


" Abang"


Karena tidak ada jawaban dari Kenzo, Anggun pun membuka pintu kamar Kenzo. Dengan perlahan Anggun membuka handle pintu. Setelah pintu terbuka, Anggun melihat putranya sudah tertidur.


Tumben abang tidur.


Anggun menghampiri bed putranya itu. Anggun duduk dipinggir bed putranya. Dipandangi wajah putranya itu. Mata Anggun tertuju pada pipi dan bibir putranya.


Kenapa dengan pipi dan bibirnya?, apakah dia terjatuh?, tidak mungkin karena jatuh. Apa dia berkelahi dengan temanya?, aku harus tanyakan disaat dia bangun nanti. Anggun bermonolog.


Anggun membelai rambut Kenzo. Perlahan Anggun memegang pipi Kenzo yang lebam itu. Setelah itu berpindah kebibir Kenzo. Karena kulit Kenzo yang putih, jadi lebam dipipinya sangat jelas terlihat.


Ini pasti sakit banget ya sayang.


Anggun menangis melihat keadaan putranya itu. Anggun teringat akan kejadian waktu dipesta pernikahan adik iparnya dulu, dimana ada seorang wanita berani menjewer telinga Kenzo sampai merah.


Anggun akan mencari tau kebenarannya nanti disaat putranya sudah bangun. Anggun menarik selimut hingga leher Kenzo, setelah itu dia mengecup kening sang anak. Anggun keluar dari kamar Kenzo, membiarkan putranya beristirahat.


To be continue...

__ADS_1


Happy Reading Guys... 😉😉😉


__ADS_2