
Pagi hari Marko sudah bangun dari tidurnya. Marko melihat istrinya masih terlelap. Marko tersenyum membayangkan kejadian semalam.
Marko berjalan kekamar mandi, tapi sebelum itu, dia memungut lingerie yang sudah tidak berbentuk lagi karena ulah nya semalam. Marko tidak menyangka kalau istrinya akan merayu nya dengan memakai lingerie.
Setelah memungut lingerie itu, Marko memasukkan kedalam tong sampah. Marko masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Vanya terbangun dari tidurnya, badan Vanya terasa remuk akibat ulah suaminya semalam. Vanya tidak menyangka kalau suaminya itu benar-benar tidak melepaskannya.
Vanya mendengar pintu kamar mandi terbuka, dan keluarlah sosok tampan dari sana. Marko tersenyum kearah sang istri, Vanya pun membalas senyuman sang suami.
Marko berjalan menghampiri sang istri. Marko mencium kening istrinya kemudian beralih kebibir merah sang istri.
" Morning kiss sayang"
Marko berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya. Vanya bangun dari tempat tidur dan bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Saat Marko keluar dari walk in closet, dia tidak melihat istrinya. Samar-samar Marko mendengar bunyi gemericik air dari kamar mandi, itu menandakan sang istri sedang berada dikamar mandi.
Marko duduk diatas kasur sambil memainkan game yang ada diponselnya. Saat Marko sedang asik memainkan game nya, pintu kamar mandi terbuka.
Vanya heran melihat suaminya yang hanya memakai baju santai dan bermain game. Vanya melihat kearah jam dinding, sudah jam 8 pagi, tapi suaminya belum bersiap pergi kekantor.
" Kak"
" Hhhmmm"
" Kakak kenapa belum bersiap?" tanya Vanya
" Bersiap kemana sayang"
" Kekantor lah, masa ke mall"
" Sekarang kan weekend sayang"
" Oh iya ya, pantas aja "
Vanya berjalan kearah walk in closet, untuk memakai pakaiannya. Setelah memakai pakaiannya Vanya mengajak suaminya untuk sarapan.
" Sarapan yuk" ajak Vanya
" Yuk"
Marko menarok HP nya diatas nakas. Marko berjalan dengan menggandeng tangan sang istri.
Mereka berdua pun kebawah untuk pergi sarapan. Dimeja makan mama dan papa nya sudah menunggu disana. Marko dan Vanya duduk dikursi tempat biasa mereka duduk.
Diana tersenyum melihat putri dan menantunya. Diana yakin pasti putrinya itu berhasil merayu suaminya.
Nggak sia-sia rencana ku. Sekarang nunggu hasilnya aja lagi.
" Mama kenapa senyam-senyum begitu?" tanya Dwipangga
" Lagi senang aja Pa" kata Diana
" Senang kenapa?"
" Karena sebentar lagi kita akan punya 3 cucu"
" Uhuk.. uhuk" Vanya tersedak sama nasi yang dia makan.
Marko dengan cepat memberikan air minum kepada istrinya itu. " Pelan-pelan dong sayang makannya"
Vanya meneguk air minum yang diberikan suaminya itu. " Makasih Kak"
" Maksud mama Anggun hamil anak kembar" kata Dwipangga
__ADS_1
" Bukan papa"
" Terus"
" Putri kita Pa"
Semua orang melihat kearah Vanya.
" Kenapa kakak liatin aku begitu"
" Apa benar yang dibilang mama sayang"
" Nggak Kak, aku belum hamil"
" Mudah-mudahan cepat hadir ya sayang"
" Aamiin, kita berdoa aja ya"
" Makanya kamu harus gencar terus biar cepat jadi" kata Dwipangga pada Marko
" Pasti Pa" kata Marko
" Makanya semalam Vanya mama suruh pake lingerie Pa" kata Diana
Seketika wajah Vanya memerah karena malu. Bisa-bisa nya mamanya membahas yang begituan.
" Pantas aja si Marko wajah nya seger banget pagi ini" kata Dwipangga
Marko hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan mertunya. Marko tidak menyangka mertuanya mempunyai sifat yang konyol juga.
***
Anggun, suami dan putranya sedang bersantai digazebo. Vandy berbaring diatas paha sang istri. Kenzo sedang sibuk dengan robotnya yang dibongkar pasang dari tadi.
" Abang" panggil Vandy
" Cita-cita nya mau jadi apa?" tanya Vandy
" Model" jawab Kenzo
" Model?" tanya Vandy lagi
" Hhhmm, model"
Vandy dan Anggun cukup kaget mendengar ucapan anaknya itu. Kalau anak-anak lain ditanya cita-cita mereka apa, pasti mereka akan menjawab Dokter, guru, dan polisi. Tapi putra nya malah memilih jadi model.
" Kenapa model?" tanya Anggun
" Pengen beda dari yang lain aja mommy" jawab Kenzo sambil tersenyum.
" Apa abang tidak ingin jadi dokter atau pebisnis seperti daddy mungkin" kata Anggun
" No, abang hanya ingin jadi model, tidak mau yang lain"
Anggun dan Vandy hanya tersenyum mendengarkan ucapan putranya itu. Apapun cita-cita yang diinginkan putranya, Anggun dan Vandy akan selalu mendukungnya.
" Ken " panggil Gian
Kenzo melihat Gian sedang berlari kearahnya. Gian tersenyum kepada Kenzo.
" Ngapain kamu kesini?" tanya Kenzo
" Main lah" jawab Gian
Tak berapa lama Aldi dan Sinta juga sudah ada disana.
__ADS_1
" Tumben kalian kesini?" tanya Vandy
" Gue kangen sama lo Van" kata Aldi sambil memeluk Vandy
" Lepasin gue Al, gue masih normal" kata Vandy
Bukan melepaskan Vandy, Aldi malah mempererat pelukannya pada Vandy.
" Sayang bantuin dong" kata Vandy sama istrinya.
" Suami lo kenapa Sin?" tanya Anggun
" Nggak tau gue Nggun, dari semalam suami gue bilang begitu" kata Sinta
Vandy susah payah melepaskan pelukan Aldi. Tapi tetap nggak bisa, entah punya kekuatan dari mana Aldi bisa memeluk dia seerat itu.
" Al sadar, nyebut Al" kata Vandy
Aldi tidak menghiraukan ucapan Vandy. Dia tetap memeluk tubuh Vandy.
" Sayang, tolong ambilkan air segelas" titah Vandy
Anggun memberikan segelas air kepada suaminya. Susah payah Vandy mengangkat gelasnya, karena pelukan Aldi. Akhirnya Vandy pun berhasil meneguk air minumnya. Setelah itu Vandy menyemburkan airnya kewajah Aldi.
Pelukan Aldi pun melonggar, Vandy pun mengambil kesempatan itu untuk menjauhi Aldi.
" Lo kok nyembur gue sama air sih" kata Aldi sambil mengusap wajahnya dengan tisu.
" Karena lo kek kemasukan demit" kata Vandy
" Mana ada demit setampan gue" kata Aldi
" Lo kenapa sih Al, meluk-meluk suami gue kayak tadi?" tanya Anggun
" Kangen gue sama suami lo Nggun" jawab Aldi
" Kita itu ketemu tiap hari loh Al dikantor" kata Vandy
" Gue juga nggak tau Van, pengen aja gue meluk lo" kata Aldi
" Gue tau kalau gue ini tampan Al, tapi lo harus ingat gue masih normal" kata Vandy
" Ck.. kumat lagi narsis nya" kata Sinta
" Van ntar gue tidur sama lo ya" kata Aldi
" Apa! nggak-nggak, lo jangan aneh-aneh dong Al" kata Vandy
" Lo gitu banget sama gue" kata Aldi
" Sin, suami lo salah minum obat kek nya nih" kata Vandy
" Sialan, lo pikir gue sakit" kata Aldi
" Habis nya lo aneh gitu" kata Vandy
Anggun benar-benar heran melihat tingkah suami sahabatnya itu. Anggun merasa ada yang salah dengan Aldi. Karena nggak biasanya Aldi memeluk suaminya seperti tadi.
" Apa jangan-jangan Aldi..?"
To be continue..
Aldi yang aneh kata Vandy
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya..
Happy Reading Guys..😉😉