
Diruang persalinan Aldi sedang menemani sang istri. Aldi sudah memakai topi untuk melindungi kepalanya nanti. Ya tadi sebelum masuk Aldi minta dicarikan topi sama Vandy.
" Bee"
" Hhhmm"
" Kenapa kamu pake topi?" tanya Sinta sambil menahan rasa sakit dipinggangnya.
" Untuk melindungi kepala aku honey" jawab Aldi.
" Melindungi dari apa?, ini kan didalam ruangan Bee"
" Melindungi dari tangan jahil kamu honey"
" Oh!, jadi kamu pikir tangan aku jahil?! "
" Ng-nggak, tangan kamu sangat anteng"
Dokter Linda pun masuk kedalam ruang persalinan.
" Maaf terlambat nona" ucap Dokter Linda.
Alhamdulillah selamat.
" Nggak apa-apa Dok"
" Baiklah, saya lihat dulu sudah pembukaan berapa?"
Linda pun mengecek jalan lahir baby, seperkian detik Linda tersenyum. " Sudah waktunya nona, baby nya sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kedua orangtuanya" kata Linda.
" Maksud dokter?" tanya Aldi.
" Istri bapak akan segera melahirkan" kata Linda.
Linda meminta suster untuk mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan. Setelah semua peralatan sudah siap Linda pun memulai pekerjaannya.
" Siap nona Sinta "
" Siap Dok"
" Tarik napas dalam-dalam, kemudian dorong!"
Sinta pun mengikuti instruksi yang diberikan dokter Linda, Sinta pun mulai mengejan.
"Aaaaarrrrggghh" teriak Aldi dan Sinta.
" Kenapa anda juga berteriak tuan?" tanya Linda.
" Tangan saya sakit Dok" jawab Aldi.
Linda melirik kearah Sinta, kemudian Linda pun tersenyum. " Tahan sebentar ya tuan, ini demi anaknya" kata Linda.
Aldi pun menganggukkan kepalanya pasrah. Linda pun memberikan instruksi lagi. Sinta mulai menarik nafas dan." Aaaaaarrrrrggghhh" teriakan Aldi bersamaan dengan keluarnya sang bayi.
"Oek.. oek.. oek"
" Selamat nona, tuan bayi kalian laki-laki yang sangat tampan seperti papanya" puji Linda sambil memberikan bayinya pada Aldi.
__ADS_1
" Alhamdulillah terima kasih Dok" ucap Aldi sambil mengambil putranya dari Linda.
Aldi mengadzani putranya. Selesai mengadzani sang putra, Aldi memberikan kembali pada Linda, supaya putranya dibersihkan.
" Terima kasih sayang sudah melahirkan putra yang sangat tampan" kata Aldi sambil mengecup kening sang istri.
" Sama-sama Bee. Ini pasti sakit ya" kata Sinta sambil mengelus lembut tangan Aldi.
" Tadi emang sakit, tapi pas melihat putra kita lahir rasa sakitnya langsung hilang" kata Aldi.
" Maaf" ucap Sinta sedih.
" Hei, aku nggak apa-apa Bee. Ini udah nggak sakit lagi kok, jadi kamu jangan bersedih ya" kata Aldi menenangkan sang istri.
" Sebaiknya luka ditangan anda juga diobati tuan" saran Linda.
" Baik Dok"
" Kami akan pindah nona keruang rawat bersama bayi kalian" kata Linda.
Aldi pun keluar untuk mengobati lukanya. Sampai diluar ruang persalinan, kedua sahabatnya masih setia menunggu.
" Ada kejadian apa didalam Al?" tanya Vandy.
" Iya, tadi kita seperti mendengar suara teriakan loe" kata Gio.
" Gue korban KDRT lagi" kata Aldi sambil melihatkan bekas gigitan sang istri.
Vandy dan Gio pun tidak dapat menahan tawa mereka.
" Dasar teman luknut kalian berdua. Gue teraniaya kalian bahagia" kata Aldi.
" Gue tinggal dulu ya Al, mau kasih kabar ke istri gue dulu" kata Vandy
" Gue juga mau kasih kabar ke istri gue " kata Gio.
Vandy dan Gio pun bergegas pergi meninggalkan Aldi yang mematung setelah mendengar ucapan kedua sahabatnya tadi. Seperkian menit.
" Dasar teman nggak ada akhlak kalian berdua. Gue lagi sakit begini malah ditinggal" gerutu Aldi.
Aldi terpaksa membersihkan lukanya sendiri, karena kedua sahabatnya sudah kabur. Aldi tidak habis pikir, kenapa dia bisa punya teman seperti Vandy dan Gio.
Vandy dan Gio kembali keruang rawat Anggun. Setelah tadi Vandy memberi tau suster kalau Sinta dibawa keruang rawat istrinya.
" Gimana Mas? " tanya Anggun setelah suaminya duduk disofa.
" Sinta melahirkan dengan selamat sayang. Mas juga sudah bilang sama susternya untuk membawa Sinta kesini" kata Vandy.
" Terus baby nya laki-laki atau perempuan?" tanya Anggun lagi.
" Laki-laki sayang" jawab Vandy.
Sinta dan bayinya dibawa keruang rawat Anggun. Ya itu permintaan dari Anggun, supaya nanti dia gampang melihat babynya Sinta dan Aldi. Lagi pula ruangan tempat Anggun dirawat itu sangat luas dan juga besar.
Anggun tersenyum melihat Sinta dan babynya yang baru sampai. Suster meletakkan box baby Sinta disebelah box baby Anggun. Bed Sinta diletakkan disebelah box baby nya.
Anggun turun dari ranjangnya dibantu sama sang suami. Anggun berjalan menghampiri box bayi Sinta, begitu juga dengan Sisil dan Gio.
__ADS_1
" Masya Allah tampan banget baby loe Sin" puji Anggun dan Sisil.
" Makasih kesayangan aku"
" Siapa nama baby nya Sin?" tanya Anggun.
" Belum ada Nggun, tunggu papa nya dulu" jawab Sinta.
" Emang suami loe kemana Sin?" tanya Vandy.
" Gue disini" jawab Aldi yang baru datang entah dari mana.
Aldi menghampiri istrinya. Semua mata menatap kearah tangan Aldi yang diperban. Aldi yang seakan tau arti tatapan para sahabatnya pun bicara.
" Ini ada insiden kecil saat melahirkan tadi" kata Aldi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Insiden apa?" tanya Sisil penasaran.
" Aldi digigit nyamuk gede sweety " jawab Gio.
" Cepat kasih nama untuk anak loe Al" kata Vandy.
" O ia gue hampir lupa. Nama putra kedua gue Daffin Putra Hermansyah" kata Aldi.
" Panggilannya Daffin " kata Anggun dan Vandy berbarengan.
" Ini sebenarnya anak siapa sih" kata Aldi.
" Iya, kok malah kalian berdua yang semangat" kata Gio.
Mereka semua pun tertawa bersama, akibat tawa mereka baby Kiran pun menangis. Vandy segera menghampiri baby nya, kemudian menggendongnya.
" Sayang, sepertinya dedek haus" kata Vandy.
" Gue permisi dulu ya guys" pamit Anggun.
Sisil membantu Anggun berjalan sampai ke bed nya, Karena Vandy sedang menggendong baby Kiran.
" Makasih ya Sil" kata Anggun.
" Sama-sama Nggun"
Setelah mengantarkan Anggun, Sisil kembali ketempat Sinta. Karena Anggun akan menyusui baby Kiran, jadi Vandy menarik kain gorden pembatas yang ada disana.
Vandy tau Aldi dan Sinta juga punya privasi, makanya Vandy memberi pembatas dengan kain gorden diruangan itu.
Setelah perutnya kenyang, baby Kiran pun tertidur kembali. Vandy menidurkan Kiran kedalam box nya. Dengan hati-hati Vandy membaringkan tubuh mungil Kiran.
Vandy membuka kembali gorden pembatasnya. Vandy kembali bergabung bersama Aldi dan Gio. Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol.
Sore hari Sinta dan Gio pun pamit pulang. Karena mereka berdua tau, Anggun dan Sinta butuh istirahat. Besok siang mereka akan datang lagi untuk melihat baby Kiran dan juga baby Daffin.
To be continue..
Welcome baby Daffin.
__ADS_1
Happy Reading.. 😉😉