
Selesai latihan, Kenzo cs, Melodi dan Keyra kembali kekelas mereka. Karena sebentar lagi bel berbunyi.
" Ian" panggil Kenzo.
Gian terus berjalan duluan bersama Tristan. Karena dia tau Kenzo pasti akan menuntut balas, kejadian di ruang seni.
" Ian, berhenti nggak lo?!" hardik Kenzo.
Gian tetap teguh, dia terus berjalan. Bahkan dia mempercepat langkahnya menuju kelas. Dia tidak tau apa yang akan terjadi nanti, kalau Kenzo berhasil menangkapnya.
" Ian, kalau lo nggak berhenti sekarang?, gue akan kasih hukuman sedikit, tapi kalau lo masih terus berpura-pura tuli?, terima hukuman lo dua kali lipat?!" kata Kenzo.
Gian sedikit goyah, dia agak memperlambat jalannya. Dia masih memikirkan hukuman yang akan dia ambil.
Kenzo tersenyum melihat Gian memperlambat jalannya. Kenzo pun menggunakan kesempatan itu. Tapi baru dua langkah, Kenzo menghentikan langkahnya. Karena ada yang menghadangnya.
" Minggir! " kata Kenzo.
" Nggak" kata cewek itu.
" Jangan uji kesabaran gue" kata Kenzo lagi.
Cewek itu menarik tangan Kenzo kebelakang sekolah. Kenzo membiarkan saja, karena dia ingin tau apa yang akan dilakukan cewek itu.
Sampai di belakang sekolah, cewek itu baru melepaskan tangan Kenzo. Dia tersenyum kearah Kenzo.
" Kesabaran gue sudah habis Ken" kata cewek itu.
Kenzo mengerutkan alisnya, Dia tidak mengerti apa maksud ucapan cewek yang ada di hadapannya ini.
" Lo hanya milik gue Ken" kata cewek itu lagi.
Nih cewek lagi ngigo kali ya.
" Kenapa diam Ken, ayo bicaralah"
Karena tidak ada respons dari Kenzo. Cewek itu pun membuka kancing bajunya satu persatu. Kenzo kaget melihat apa yang di lakukan sama cewek itu.
Dua kancing baju sudah terlepas, sehingga menampakkan pakaian dalam bagian atas milik si cewek itu.
" Ck.. melakukan hal menjijikkan seperti itu di depan gue" kata Kenzo.
" Gue yakin lo akan suka dengan permainan gue nanti"
" Ck..gue nggak tertarik dengan tubuh murah*n lo itu"
Cewek itu emosi mendengar ucapan Kenzo barusan. Dia memeluk tubuh Kenzo, saat bibirnya akan menyentuh bibir Kenzo, Kenzo dengan cepat mendorong tubuh cewek itu.
Karena kuatnya dorongan dari Kenzo, cewek itu pun tersungkur kebelakang. Kenzo menatap cewek itu dengan tatapan membunuh.
" Berani sekali kau menyentuh ku!" kata Kenzo.
" Nggak usah munafik!, gue tau lo juga pengin kan?!"
Kenzo berjongkok di hadapan cewek itu. Kenzo mencengram kuat pipi cewek itu. Sehingga cewek itu meringis kesakitan.
" Sa-sakit" ringis cewek itu.
" Walaupun lo telanjang sekalipun di depan gue, gue tidak akan pernah tertarik sama tubuh lo. Malahan gue jijik melihatnya"
__ADS_1
" G-gue nggak percaya"
" Gue juga nggak maksa lo untuk percaya. Ini peringatan pertama dan terakhir untuk lo. Kalau lo masih melakukan hal menjijikkan seperti ini lagi. Maka gue nggak akan segan lagi untuk membuat kau hancur!"
Kenzo pergi meninggalkan cewek itu. Dia benar-benar emosi. Kenzo berjalan menuju toilet. Sampai di toilet Kenzo membersihkan tubuhnya. Dia merasa jijik di sentuh cewek tadi.
Selesai mandi, Kenzo tidak memakai seragamnya kembali, karena baju tadi sudah di sentuh sama cewek tadi.
Kenzo mengambil ponselnya di dalam saku celananya. Kenzo mencari nomor Gian, setelah ketemu Kenzo langsung menghubungi Gian.
" Hallo" terdengar suara di seberang telepon.
" Cepat antarkan hoodie gue "
" Lo dimana?"
" Toilet "
Tut.
Panggilan pun berakhir.
Kenzo tau, pasti sahabatnya itu sedang mengumpat, tapi dia tidak peduli. Kenzo masih mengurung diri di dalam toilet.
Tak berapa lama Gian pun datang, membawa hoodie milik Kenzo.
" Ken"
Kenzo membuka pintu kamar mandi.
" Lo kenapa ngos-ngosan gitu?" tanya Kenzo sambil memakai hoodie nya.
" Habis di kejar singa gue" jawab Gian.
" Lo mandi di toilet?" tanya Gian.
" Hhhmm"
" Kenapa?" tanya Gian lagi.
" Tubuh gue kena najis tadi, jadi gue harus bersuci" kata Kenzo.
Gian tau maksud Kenzo, pasti sudah ada yang berani menyentuh Kenzo. " Siapa?" tanya Gian.
" Nanti lo juga akan tau. Yuk kekelas" ajak Kenzo.
" Bilang dulu" kata Gian dengan nada manja.
" Ck..berhenti bersikap sok manja seperti itu Ian"
" Ayolah Ken kasih tau" rengek Gian.
" Lo seperti adek gue aja kalau merengek seperti itu" kata Kenzo sambil berjalan keluar toilet.
Gian pun mengekor di belakang. Sepanjang jalan Gian terus mendesak Kenzo untuk memberi tau siapa cewek itu, tapi Kenzo tetap diam.
Mereka pun sampai di depan kelas. Semua siswi cewek menatap heran pada Kenzo. Tapi Kenzo tidak mempedulikan itu. Kenzo dan Gian berjalan menuju meja mereka masing-masing.
" Ken" panggil Melodi.
__ADS_1
" Hhhmm"
" Kenapa kamu memakai hoodie"
" Lagi pengin aja"
Melodi pun tidak bertanya lagi. Tak berselang lama guru pun masuk kedalam kelas. Proses belajar mengajar pun segera dimulai.
Waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang. Murid-murid pun bersiap untuk pulang kerumah mereka masing-masing. Begitu juga dengan Kenzo cs.
Hari ini Kenzo cs tidak ada pemotretan, mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing.
Kenzo cs berjalan menuju parkiran. Sesampainya di parkiran, Gian melihat seorang cewek sedang mengambil sepedanya yang terparkir di sebelah motor Gian.
" Keyra" panggil Gian.
Keyra yang mendengar seseorang memanggil namanya pun menoleh kearah suara. " Gian"
" Jadi ini sepeda kamu?" tanya Gian.
" Iya. Aku duluan ya" pamit Keyra.
" Hati-hati bawa sepedanya" pesan Gian.
" Cie..cie hati-hati" ledek Kenzo dan Tristan.
" Emang ada yang salah" kata Gian.
" Tidak, cuma gue geli mendengarnya" kata Kenzo.
" Nggak usah di denger kalau geli" kata Gian.
" Nggak usah ngomong dekat gue, biar gue nggak denger" kata Kenzo tak mau kalah.
Tiba-tiba ide jahil Gian pun datang. Dia tersenyum licik pada Kenzo.
" Melodi" panggil Gian.
Sontak Kenzo melihat kebelakang. Tapi saat Kenzo melihat kebelakang dia tidak melihat sosok Melodi. Dia pun tersadar kalau Gian sedang mengerjainya.
" Gian!"
Gian pun segera melajukan motornya. Kenzo tidak tinggal diam, dia pun melajukan motornya dan mengejar Gian. Tristan pun mengikuti kedua sahabatnya itu dari belakang.
Kejar-kejaran antara Gian dan Kenzo pun masih berlanjut. Gian menambah laju kecepatan motornya, dia tidak ingin tertangkap. Kenzo juga menambah laju kecepatan motornya.
" Gian berhenti!" teriak Kenzo.
Gian terus melajukan motornya, dia tidak menghiraukan panggilan Kenzo. Tristan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd kedua sahabatnya.
Karena asik main kejar-kejaran, Kenzo cs tidak menyadari ada lampu merah. Mereka bertiga terus melajukan motor mereka dan menerobos lampu merah.
Polisi yang kebetulan bertugas di sana, langsung mengejar Kenzo cs. Tristan yang berada di belakang pun menambah laju kecepatan motornya.
" Polisi guys" teriak Tristan.
" Sial!" umpat Kenzo.
Mereka bertiga tidak ingin berurusan dengan polisi. Sekarang yang ada di dalam pikiran mereka adalah, gimana cara meloloskan diri dari kejaran polisi. Tanpa menunggu lama mereka bertiga pun melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading.. 😚😚