Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Melepas Rindu


__ADS_3

Malam hari Anggun sedang menidurkan Kenzo. Setelah Kenzo terlelap Anggun membaringkan nya didalam box bayi. Anggun membaringkan nya pelan-pelan.


Vandy memeluk tubuh istrinya dari belakang. Karena rambut istrinya sedang diikat, otomatis leher jenjang istrinya terekspos. Vandy mencium tekuk leher istrinya, seketika tubuh Anggun seperti tersengat aliran listrik. Vandy tersenyum melihat reaksi tubuh istrinya.


Vandy mencium kembali tekuk istrinya dan tidak hanya itu, Vandy mencium titik-titik sensitif dari istrinya. Suara desahan pun lolos dari mulut Anggun.


Bisa-bisa nya mulut ini mengeluarkan suara seperti itu.


Vandy semakin semangat karena mendengar desahan sang istri. Vandy membalikkan tubuh istrinya sehingga posisi mereka sekarang saling berhadapan. Anggun menutup matanya tak berani menatap mata suaminya karena malu.


" Kenapa mata nya ditutup? buka mata nya" titah Vandy


Anggun menggelengkan kepalanya, tanda tidak setuju.


" Kenapa nggak mau, hhhmm?"


" Malu Mas"


" Kenapa harus malu, Mas suka malah mendengar nya. Sayang bolehkah Mas melakukannya?"


Anggun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Karena tak dipungkiri dirinya juga merindukan sentuhan suaminya itu.


Setelah mendapatkan persetujuan dari istrinya, Vandy menuntun tubuh istrinya keatas ranjang. Vandy memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya.


Anggun menikmati setiap sentuhan dari suaminya itu. Tanpa menunggu lama Vandy pun membuka semua pakaian istrinya, dan terlihat tubuh putih nan mulus milik istrinya.


Vandy mengecup bibir istrinya, terus turun keleher, tak lupa Vandy meninggalkan stempel kepemilikan disana. Vandy menciumi setiap inci tubuh istrinya, tak ada yang terlewatkan satu pun. Setelah tubuh istrinya rileks, barulah Vandy membuka semua pakaiannya.


Vandy mencoba memasukan milik nya kedalam inti milik istrinya. Walaupun istrinya sudah melahirkan, tapi inti milik istrinya itu masih aja susah untuk ditembus. Setelah bersusah payah akhirnya gawang itu gol juga.


Suara lenguhan dan desahan menggema dikamar itu. Untung kamar mereka itu kedap suara, jadi orang lain tidak bisa mendengar suara merdu yang keluar dari mulut Anggun.


Setelah 1 jam lama nya, akhirnya Vandy pun tumbang disamping Anggun. " Terimakasih sayang" ucap Vandy sambil mengecup kening sang istri.


Anggun hanya bisa menganggukkan kepala nya, karena dia sudah tidak ada tenaga lagi. Anggun begitu lelah karena permainan suaminya tadi. Tak berselang lama Anggun pun terlelap.


Vandy memeluk tubuh istrinya, dan tak berselang lama Vandy pun terlelap menyusul sang istri kedunia mimpi.


Pagi hari Anggun sudah bangun dari tidurnya. Anggun melihat suaminya masih tertidur dengan lelapnya. Anggun bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah 15 menit Anggun keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang melilit ditubuhnya. Anggun berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaian nya.


Setelah berganti pakaian, Anggun menghampiri box baby nya. Anggun tersenyum karena Kenzo masih terlelap. " Tumben kamu belum bangun Nak" ucap Anggun sambil mencium pipi Kenzo.


Anggun berjalan keluar kamar nya, setelah itu pergi kebawah menuruni tangga. Anggun pergi kedapur, karena Pagi ini dia ingin memasak sarapan untuk suaminya.


Pagi ini Anggun akan masak nasi goreng untuk sarapan suaminya itu. Pertama Anggun menggoreng telur untuk pelengkap nasi goreng nya nanti. Setelah itu Anggun baru memulai membuat nasi goreng nya. Tangan Anggun sangat cekatan mengaduk nasi goreng nya.


Saat Anggun sedang asik mengaduk-ngaduk nasi goreng nya, tiba-tiba bik Mirna datang.


" Non ngapain pagi-pagi udah didapur?"

__ADS_1


" Anggun lagi bikin nasi goreng Bik"


" Kenapa non yang bikin, non kan bisa suruh bibik"


" Nggak apa-apa Bik, Anggun pengen masakin sarapan buat Mas Vandy"


" Ada yang bisa bibik bantu non?"


" Makasih Bik, nanti tolong taruh kepiring terus ditata dimeja makan ya Bik"


" Baik non"


Vandy baru bangun dari tidurnya. Vandy mengedipkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam mata nya. Vandy menoleh kesamping ternyata istrinya sudah tidak ada.Vandy melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi.


Setelah 10 menit Vandy pun keluar dari kamar mandi. Vandy berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaian nya. Vandy mengambil pakaian kantornya, karena hari ini dia akan pergi kekantor.


Vandy keluar dari walk in closet nya setelah memakai pakain kantornya. Vandy melihat pantulan dirinya dicermin. " Perfect" ucap Vandy sambil tersenyum.


Selesai masak, Anggun kembali kekamarnya untuk membangunkan suaminya. Sampai didepan pintu kamarnya, saat pintu kamarnya terbuka, Anggun melihat suaminya sudah bangun dan sudah berpakaian rapi.


" Mas udah bangun"


Vandy menoleh kearah istrinya. " Iya, kamu dari mana sayang, pagi-pagi udah menghilang?" tanya Vandy


" Aku habis masak Mas" jawab Anggun merapikan dasi suaminya


" Makasih sayang"


Sebelum mereka keluar dari kamar, Vandy menghampiri box baby nya, tampaklah Kenzo yang tertidur pulas. Vandy menciumi seluruh wajah Kenzo, berharap Kenzo akan bangun dari tidurnya.


" Udah Mas, nanti dia bangun"


" Iya sayang"


Setelah gagal membangunkan baby nya, Vandy dan istrinya turun kebawah untuk sarapan. Sampai dimeja makan, seperti biasa Anggun melayani suaminya itu dengan telaten.


Selesai makan Vandy berangkat kekantor. Anggun mengantarkan suaminya sampai kemobil.


" Sayang Mas pergi kekantor dulu ya" pamit Vandy


Anggun bersalaman dan mencium punggung tangan suaminya. Vandy mengecup kening dan bibir istrinya.


" Mas berangkat ya, Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan Mas"


Mobil yang dikendarai Vandy melaju meninggal kan kediamannya. Suasana jalan Pagi ini belum terlalu ramai oleh kendaraan yang berlalu lalang.


Setelah menempuh perjalan selama 15 menit, akhirnya Vandy pun sampai dikantornya. Vandy melihat mobil Aldi sudah ada disana. Vandy memakirkan mobilnya disebelah mobil Aldi.


Vandy berjalan dengan gaya cool nya. Sampai dilobi seperti biasanya para karyawan membungkuk kan sedikit badan mereka, memberi hormat kepada CEO mereka.

__ADS_1


" Gila, pak Vandy semakin tampan aja " ucap karyawan A


" Iya, hot daddy " kata karyawan B


Vandy berjalan acuh tak acuh, Vandy tidak menghiraukan ucapan para karyawan yang mengagumi nya. Dia lebih suka kalau istrinya yang bilang seperti itu.


Vandy masuk kedalam lift khusus CEO, Vandy tidak perlu repot-repot menekan tombol lift nya, karena lift itu akan langsung otomatis menuju lantai 30.


Ting


Pintu lift terbuka, Vandy melangkahkan kakinya keluar lift. Sebelum pergi keruangannya, Vandy terlebih dahulu pergi keruang asisten,sekaligus sahabatnya, atau lebih tepatnya keruangan Aldi.


Vandy membuka pintu dan langsung masuk kedalam ruangan sahabatnya itu. Vandy duduk disofa yang ada diruangan itu.


" Kalau mau masuk itu yang sopan dan baca salam" ucap Aldi


" Suka-suka gue, yang bos disini kan gue"


" Justru karena itu, lo harus kasih contoh yang baik kepada bawahan lo"


" Ck.. tumben bijak banget kata-kata lo"


" Gue juga baru nyadar Van. Seger amat tu wajah"


" Iya dong"


" Pasti karena dapat jatah tadi malam"


" Hhhmmm"


" Berapa ronde semalam"


" Kepo banget lo"


" Maklum Van, efek puasa"


" Sabar, orang sabar cepat dipanggil tuhan"


" Sialan lo, teman nggak ada akhlak lo"


"Ya udah selamat bekerja, gue mau keruangan gue dulu"


" Siap bos"


" O iya, bonus lo sama Gio udah gue transfer"


" Wah thank's bro"


Vandy keluar dari ruangan Aldi, dan pergi keruangan nya. Sampai diruangannya Vandy pun duduk dikursi kebesarannya yang sudah lama dia tinggalkan. Vandy siap memulai pekerjaan nya.


To be continue...

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2