Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Film Favorit


__ADS_3

Diana membawa menantunya keruang keluarga, diikuti sama suami dan putranya. Diana dan Anggun duduk disofa yang ada disana.


" Sayang sebentar lagi usia kandungan kamu udah masuk 7 bulan. Kamu mau mengadakan acara 7 bulanannya dimana?" tanya Diana


" Aku pengen ngadain acara nya dirumah kami Ma, biar adil" jawab Vandy


" Mama nggak nanya sama kamu. Mama nanya menantu Mama" kata Diana


" Tapi bagus juga tu Ma ide Vandy, jadi kita nggak rebutan sama besan" ucap Dwipangga


" Ok, nanti biar Mama dan Mama mertua kamu yang menyiapkan semua keperluan nya" kata Diana


" Vanya kemana Ma, kok dari tadi nggak keliatan?" tanya Anggun.


Belum Diana menjawab Vanya udah datang.


" Hadir kakak ipar" jawab Vanya, entah datang darimana.


" Karena semua nya udah ngumpul, sekarang kita makan dulu, karena Papa sudah lapar" ucap Dwipangga


Mereka pun menuju meja makan. Anggun melayani suami nya dimeja makan. Tapi seperti biasa Vandy makan nya akan disuapi sama Anggun.


" Kek anak kecil aja makan pake disuapin" ejek Vanya


" Bilang aja kamu iri Dek" balas Vandy


" Ck.. Vanya nggak iri, cuman males liat kakak yang sok manja gitu"


" Manja sama istri sendiri nggak apa-apa kali Dek. Iya kan sayang"


" Hmmmm"


" Tuh liat, kakak ipar kek malas gitu jawab nya, itu tanda nya kakak ipar malas suapin kakak"


" Mana ada, kalau orang iri emang gitu"


Anggun dan yang lain hanya mendengarkan perdebatan antara kakak beradik itu. Mereka menikmati makan malam mereka dengan penuh kebisingan yang diciptakan kakak beradik itu.


Selesai makan Anggun membawa piring kotor kedapur. Belum sempat Anggun membawa piring-piring itu sudah dihentikan sama Mama mertuanya.


" Anggun sayang, kamu duduk aja, biar Mama sama Vanya yang beresin piring kotor nya" ucap Diana


" Nggak apa-apa Ma, Anggun masih bisa kok" kata Anggun


" Nggak boleh, kamu duduk manis aja disini ya" kata Diana


" Benar itu kakak ipar, biar Vanya aja yang bawa piring kotornya" ucap Vanya.


Akhirnya Anggun pun mengala. Dia hanya duduk manis melihat mertua dan adik iparnya membawa piring kotor kedapur.


" Yuk, kita pindah duduk disofa" ajak Dwipangga.


Mereka bertiga pindah duduk kesofa ruang keluarga. Vandy menggandeng tangan istrinya menuju ruang keluarga.


" Pa, apa adek udah bawa pacarnya kerumah?" tanya Vandy


" Sudah, Papa suka sama kepribadian Marko.Papa sama Mama juga merestui hubungan mereka" jawab Dwipangga


" Bener itu Pa, Anggun juga merestui mereka" kata Anggun


" Merestui apa nih?" tanya Diana yang baru selesai cuci piring


" Merestui hubungan Vanya sama Kak Marko Ma" jawab Anggun


" Marko anak nya baik, Vanya pasti bahagia sama dia" kata Diana


" Benar itu Ma" ucap Anggun


" Kok kamu senang banget sayang" kata Vandy


" Emang kamu nggak senang liat Vanya bahagia"


" Senang dong"

__ADS_1


" Secepat nya aja Ma mereka dinikah kan" kata Anggun


" Rencana nya sih gitu, tapi Mama serahkan aja sama mereka" kata Diana


Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol. Anggun dan Vandy memutuskan untuk tidur disana.


Vandy membawa istrinya kekamar, karena Anggun sudah merasa ngantuk. Sampai dikamar rasa kantuk Anggun hilang.


" Mas"


" Iya sayang"


" Temenin nonton"


" Tadi bilang nya udah ngantuk, tapi kok pengen nonton?"


" Iya tadi emang ngantuk, tapi sekarang udah nggak lagi"


" Mau nonton apa?"


" Drakor"


" Drakor lagi, yang lain aja deh sayang"


" Nggak! aku mau nya nonton drakor"


" Ya udah" pasrah


Vandy menyalahkan televisi dan mencari acara favorit istrinya itu. Setelah dapat, Vandy berbaring dengan menjadikan paha istrinya sebagai bantal. Anggun sibuk nonton, sedangkan Vandy sibuk mengelus perut sang istri.


Di tempat lain


Gio dan Sisil sedang menikmati waktu santai mereka dengan nonton film kartun. Ya dari tadi Sisil merengek minta nonton film masha and the bear.


" Sweety tidur yuk" ajak Gio


" Bentar lagi Oppa"


" Ini juga kemauan Baby, Oppa"


" Habis satu film ini kita tidur ya"


Sisil mengangguk kan kepala nya.


Gio yang sudah tidak minat nonton lagi, mengambil HP nya dan mengirim chat digrup khusus para suami aja, yang diberi nama CPM ( Calon Papa Muda)


Chat Grup CPM.


Gio: " Assalamualaikum, udah pada molor ya"


Aldi: " Wa'alaikum salam ya ahli kubur"


Gio: " Wah baru datang udah cari ribut aja ni bocah 😤😤"


Aldi: " Bukan bocah, tapi calon Bapak bocah gue 😂😂"


Vandy: " Berisik amat sih kalian 😏😏"


Aldi: " Woi dateng-dateng udah sensi, ucap salam dulu napa 😌😌"


Gio: " Iya, nggak sopan banget lo 😒😒"


Vandy: " Assalamualaikum penghuni grup"


Aldi: " Wa'alaikum salam, nah begitu kan cakep 😉😉"


Gio: " Wa'alaikum salam, gitu kan bagus 😁😁"


Vandy: " Gue emang udah cakep dari lahir kali Al 😎😎"


Aldi: " Kumat lagi deh narsis nya 😒😒"


Gio: " Bro istri kalian udah pada tidur belum?"

__ADS_1


Vandy: " Belum, istri gue lagi nonton drakor"


Aldi: " Sama dong kek bini gue, lagi nonton drakor"


Gio: " Kalian masih bagus nonton drakor, lah bini gue nonton Masha and the bear 😔😔"


Aldi: " 😂😂😂 Bagus itu bro"


Gio: " Bagus gundul mu 😒😒"


Vandy: " Gue tidur duluan ya bro, mau tengokin Baby dulu 😌😌"


Aldi: " Gue juga bro, udah lama puasa soalnya 😁😁"


Vandy: " Bye bobok manja dulu😴😴😴"


Gio: " Nggak setia kawan banget kalian 😩😩"


Chat pun berakhir.


Selesai chat Gio membujuk istrinya kembali untuk tidur. Karena dia juga pengen kayak Vandy dan Aldi yang sedang menggarap sawah sekarang.


" Sweety tidur yuk"


" Emang Oppa udah ngantuk?"


" Udah dari tadi Sweety"


" Ya udah, Oppa duluan aja tidurnya, aku masih mau nonton"


" Aku mau tidur sama kamu, Sweety" ucap Gio manja


" Aku belum ngantuk Oppa"


" Ya deh, aku tidur duluan ya" merajuk


Gio membaringkan tubuhnya diatas kasur, dan menarik selimut sampai kekepala nya. Dia merasa sedih dan kecewa, tapi dia juga tak mau memaksa istrinya.


Belum sempat Gio memejamkan matanya, Sisil sudah menyusul suaminya. Sisil membaringkan tubuhnya disamping sang suami.


" Katanya belum ngantuk"


" Tadi emang belum ngantuk, tapi sekarang udah"


" Sweety"


" Hhmmm"


" Boleh kah"


Sisil menganggukkan kepalanya.


" Tapi pelan-pelan ya Oppa"


" Siap Sweety"


Gio pun mulai melancarkan asik nya menggarap sawah. Gio melakukan permainan nya dengan sangat lembut. Gio menyelesaikan permainan nya lebih cepat dari biasanya. Karena Gio tidak ingin Baby nya kenapa-kenapa.


Setelah 30 menit Gio pun menumpahkan laharnya, dan tumbang disamping sang istri.


" Thank's Sweety"


" Hhhmmm"


Karena kelelahan Sisil pun terlelap, Gio menatap wajah istrinya yang sudah terlelap. Gio mencium kening sang istri, setelah itu beralih keperut, Gio mengelus perut sang istri yang masih rata dan menciumnya. Gio memeluk tubuh sang istri. Gio memejamkan matanya, tak berapa lama Gio pun terlelap dengan memeluk sang istri.


To be continue


Hy Readers ku tersayaaaaang....


Jangan lupa like, komen dan votenya ya


Happy Reading Guys... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2