Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Malam hari.


Vandy sedang menikmati waktu santai bersama keluarga kecilnya. Ya hanya malam hari Vandy bisa berkumpul seperti ini.


" Adek ada PR nggak?" tanya sang daddy.


" Ada, tapi adek udah selesai mengerjakannya kok Daddy" jawab Kiran.


" Princess Daddy memang pintar" puji Vandy.


" Tentu saja, kan adek mau jadi pebisnis terkenal seperti Daddy" kata Kiran.


" Apa adek nggak mau jadi dokter atau guru gitu?" tawar Vandy.


" Yang jadi guru sama dokter sudah banyak, tapi yang jadi pebisnis hanya sedikit" kata Kiran.


" Apa adek mau menggantikan daddy mengurus perusahaan keluarga?" tanya Vandy.


" Nggak, adek mau bikin perusahaan sendiri" kata Kiran.


" Sekolah aja yang benar dulu, jangan memikirkan perusahaan dulu" kata Anggun.


" Iya mommy, tapi kalau nggak di pikirkan sekarang, kapan lagi" kata Kiran sambil tersenyum pada sang mommy.


" Tu denger bang, adek aja udah memikirkan perusahaan, lah abang" kata Vandy.


" Abang nggak minat terjun ke dunia bisnis Dad" kata Kenzo.


" Terus siapa yang akan membantu Daddy, kalau bukan abang" kata Vandy.


" Abang akan bantu Daddy, tanpa harus duduk di kursi kebesaran Daddy" kata Kenzo.


" Abang selalu saja begitu. Apa kamu nggak kasihan sama Daddy yang sudah tua ini" kata Vandy.


" Tumben Daddy mau ngaku kalau udah tua" kata Kenzo.


" Ya kali ini daddy merasa tua nggak apalah"


" Ck.. kalau udah tua, ya tua aja. Jangan merasa muda lagi" kata Anggun.


" Sayang, kamu kok tega sih sama Mas"


Kenzo tersenyum melihat perdebatan kedua orang tuanya. Kenzo ingin hubungan dia dan kekasihnya nanti seperti mommy dan daddy nya. Walaupun mereka sering berdebat, tapi itulah yang membuat hubungan mereka selalu harmonis.


" Abang sama adek mau nggak punya adek kecil?" tanya Vandy sama kedua anaknya.


" No!" jawab Kenzo dan Kiran bersamaan.


Anggun tertawa mendengar jawaban dari kedua anaknya. " Makanya jangan nanya yang aneh-aneh" kata Anggun.


" Aneh-aneh gimana?, lagi pula kan lucu kalau kita punya baby lagi" kata Vandy.


" Kalau kamu mau mengandung nggak masalah" kata Anggun.


" Mana bisa seperti itu" kata Vandy.


" Makanya jangan bilang mau punya baby lagi. Kamu itu nggak muda lagi Mas"


" Umur boleh nggak muda lagi, tapi kekuatan masih boleh di adu" kata Vandy.


Anggun hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan suaminya itu. " Abang sama adek istirahat gih, udah malam" kata sang mommy.


" Siap mommy" jawab Kenzo dan Kiran.


Kenzo dan Kiran menaiki tangga menuju kamar mereka masing-masing. Sesampainya di kamar Kenzo berjalan menuju kamar mandi. Ya Kenzo akan menggosok gigi dan membersihkan wajahnya dulu, setelah itu dia baru tidur.

__ADS_1


Selesai menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Kenzo langsung menuju tempat tidurnya. Sebelum tidur Kenzo mengirimkan pesan pada sang kekasih.


Isi pesan.


Kenzo: " Yank"


Melodi: " Ya sayang"


Kenzo: " Lagi apa?"


Melodi: " Baring aja, kamu?"


Kenzo: " Sama, kirim foto dong"


Melodi:



Kenzo: " Nona muda cantik nya memang beda๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ"


Melodi: " Tuan muda bisa aja mujinya. Kan jadi tambah ๐Ÿ’“"


Kenzo: " Ternyata bukan hanya cantik, tapi nona muda juga bisa membuat orang diabetes, karena ucapannya๐Ÿ˜œ"


Melodi: " Emoticonnya meresahkan banget ya yank๐Ÿ˜’"


Kenzo: " Emoticon limited edition sayang ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚"


Melodi: " ๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด"


Kenzo: " Masa aku di tinggal bobok si yank๐Ÿ˜ฉ"


Melodi: " ๐Ÿ˜ด๐Ÿ˜ด"


Pesan pun berakhir.


Kenzo meletakkan ponselnya di atas nakas, setelah itu dia memastikan lampu kamar dan mengganti dengan lampu tidur. Kenzo menarik selimut sampai dada, kemudian dia mulai memejamkan matanya. Tak butuh waktu lama, Kenzo pun terlelap.


Pagi hari.


Kenzo sedang bersiap untuk pergi ke sekolah. Sebelum keluar dari kamarnya, Kenzo melihat penampilannya kembali di cermin. Setelah memastikan tidak ada yang kurang barulah dia keluar dari kamarnya.


Kenzo berjalan menuruni anak tangga. Tak berapa lama Kiran pun keluar dari kamarnya, dan dia melihat abangnya berjalan menuruni tangga.


" Abang"


Kenzo menoleh kebelakang, tampaklah sang adik sedang tersenyum kepadanya. Akhirnya mereka berdua berjalan bersama menuju ruang makan.


" Tumben Abang sama adek datangnya barengan?" kata sang mommy.


" Iya, biasanya adek udah duduk anteng di meja makan" kata sang daddy.


" Adek bangunnya agak telat, makanya bisa bareng turunnya sama Abang" kata Kiran.


Anggun mengambilkan nasi beserta lauk untuk suami dan kedua anaknya. Anggun melayani suami dan kedua anaknya dengan sangat telaten. Mereka mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.


Selesai sarapan Kenzo berpamitan sama mommy dan daddy-nya. Kenzo mencium kedua tangan orang tuanya, kemudian iikuti sama Kiran.


" Abang sama adek berangkat dulu ya Mom, Dad. Assalamualaikum" kata Kenzo.


" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan. Abang jangan ngebut bawa motornya" pesan sang mommy.


" Siap Mom"


Ya hari ini Kiran diantarkan sama Kenzo ke sekolah. Karena Vandy ada meeting pagi ini dengan investor luar negeri.

__ADS_1


Kiran memakai helm ke kepalanya, setelah itu barulah dia naik keatas motor Abangnya. Kenzo melajukan motornya menuju sekolah adeknya.


Jarak rumah ke sekolah adiknya tidak terlalu jauh. Hanya butuh waktu 10 menit, Kenzo sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah sang adik.


Ibuk-ibuk yang pergi mengantarkan anak mereka ke sekolah yang sama dengan Kiran, terpesona melihat Kenzo.


" Tampan banget anak muda itu?"


" Iya, adeknya juga cantik"


" Andai aja aku punya anak cewek, udah gue jodohkan sama anak muda itu"


" Bukankah dia salah satu model terkenal dan tertampan di kota ini?"


" Benar, nggak nyangka bisa ketemu disini"


Banyak lagi ucapan dan pujian yang Kenzo dengan dari mulut ibuk-ibuk itu. Tapi Kenzo tidak menghiraukannya.


Kiran turun dari motor sport abangnya. Kemudian Kiran berpamitan dengan abangnya, dengan mencium tangan sang Abang.


" Adek belajarnya yang rajin ya"


" Pasti dong. Abang juga ya"


" Hhmm"


Setelah adiknya sudah tak tampak lagi, barulah Kenzo melajukan motornya kembali menuju sekolahnya.


Kenzo pun sampai di parkiran sekolahnya. Seperti biasa kedua sahabatnya sudah menunggu kedatangannya.


" Lo mengantarkan princess dengan selamat kan?" tanya Tristan setelah Kenzo membuka helmnya.


" Tentu saja, dia kan adek gue" kata Kenzo.


" Tumben Lo yang mengantarkan Kiran ke sekolah" kata Gian.


" Daddy gue ada meeting, jadi nggak bisa nganterin adek gue" kata Kenzo.


Mereka bertiga berjalan menuju kelas. Pesona ketiga cowok tampan itu sudah tidak di ragukan lagi. Setiap mereka lewat, semua mata pasti tertuju pada mereka bertiga.


Bagi siswi cewek, kehadiran ketiga cowok tampan itu bagaikan vitamin A. Itu makanya mereka betah memandang ketiga cowok tampan itu.


Kenzo cs tiba di kelasnya. Mereka bertiga langsung menuju tempat duduk masing-masing.


" Yank" panggil Kenzo pada sang kekasih.


" Hhmm"


" Semalam aku kok di tinggal tidur?" kata Kenzo.


" Udah ngantuk"


" Yang benar ngantuk"


" Hhmm"


" Kok jawabnya kek lagu Nissa Sabyan terus" kata Kenzo.


" Biarin"


Begini ni, kalau nona muda sedang ngambek.


To be continue..


Happy Reading ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š

__ADS_1


__ADS_2