
Jam makan siang
Anggun dan kedua sahabatnya menunggu suami mereka diparkiran. Karena mereka akan pergi makan bakso Kang Mamad. Tak berapa lama tiga lelaki tampan itu pun datang.
" Lama banget si kalian?" kata Sinta.
" Vandy ni Honey pake acara ketoilet dulu" kata Aldi.
" Enak aja lo nyalahin gue. Gio noh yang bikin lama" ucap Vandy.
" Lah kok jadi gue sih Van" kata Gio.
" Sudah-sudah kalian bertiga sama-sama salah. Buruan berangkat baby gue udah lapar dari tadi nih karena nunggu kalian." ucap Anggun.
Mereka semua masuk kedalam mobil Vandy. Karena takut diamuk singa yang lagi hamil. Vandy melajukan mobilnya menuju tempat Kang Mamad.
" Sin, Sil ntar malam kebioskop yuk" kata Anggun.
" Yuk kita kan udah lama nggak pergi nonton" kata Sisil.
" Para suami ikut nggak Nggun" kata Sinta.
" Nggak kita pergi bertiga aja" kata Anggun.
" Kok gitu sayang Mas kan pengen nonton juga" ucap Vandy.
" Dedek bayi cuma mau nonton sama Aunty nya" kata Anggun.
Ck.. selalu anak gue yang dijadikan alasan. Tapi nggak apa-apa Daddy akan ikut sembunyi-sembunyi.
Tidak terasa Mobil Vandy pun sampai ditempat penjual bakso. Vandy memakirkan mobilnya dengan baik. Mereka pun turun dari dalam mobil.
Siang hari suasana di warung Kang Mamad sangat rame jadi mereka tidak kebagian tempat duduk.
" Penuh Nggun" ucap Sinta.
" Tenang aja" kata Anggun.
Anggun berjalan menghampiri Kang Mamad.
" Kang ada tikar nggak?."
" Ada Neng."
Kang Mamad mengambil tikar dan memberikan tikar itu pada Anggun.
" Pinjam dulu ya Kang."
" Iya Neng."
Anggun menggelar tikarnya dibawah pohon besar yang ada didekat sana.
" Guys sini" panggil Anggun.
Vandy dan yang lain pun duduk diatas tikar yang sudah digelar Anggun tadi. Sinta memesan bakso dan minuman dingin buat mereka berenam. Sambil menunggu pesanan datang mereka pun mengobrol-ngobrol ringan.
" Al ntar malam kita buntutin mereka kebioskop" bisik Vandy.
" Setuju" kata Aldi.
" Apa yang setuju" kata Gio.
" Gue sama Vandy mau buntutin istri-istri kita nonton. Lo mau ikut nggak?."
" Ikut dong" kata Gio.
Vandy dan kedua sahabatnya tersenyum jahil karena mereka akan jadi penguntit ntar malam.
" Kita bikin Grup yuk biar kita lebih gampang chatnya" kata Sisil.
" Boleh juga tu" kata Anggun.
Sisil pun membuat Grup yang beranggotakan mereka berenam. Grup itu dikasih nama BKC ( Bukan Keluarga Cemara). Sisil pun mengirim chat.
ππGrup BKCππ
Sisil: " Selamat datang di Grup BKC guys."
Anggun: " Wooww keren nama Grup nya Sil sukaππ."
Sinta: " Makan dulu ntar lanjut lagiππ."
Anggun menyimpan HP nya dan mulai memakan bakso pesanan dia tadi. Anggun menambahkan cabe kedalam baksonya.
" Sayang cabe nya jangan banyak-banyak ntar sakit perut" kata Vandy.
" Hhmmm."
__ADS_1
Vandy sedikit ngeri melihat kuah bakso milik istrinya yang merah karena cabe. Vandy mengambil tisu dan menghapus keringat diwajah istrinya.
" Makasih Mas."
" Apa itu nggak pedas sayang?."
" Nggak kok ini malah kurang pedas."
Apa?! dia bilang kurang pedas kuah bakso yang udah merah kayak darah gitu masih kurang pedas. Mungkin itu karena ngidam juga kali ya.
Dua mangkok bakso pun sudah berpindah kedalam perut Anggun. Tapi perutnya masih belum kenyang. Anggun melihat bakso suaminya masih banyak.
" Mas"
" Iya sayang."
" Baksonya buat aku boleh nggak?" tanya Anggun.
" Boleh" jawab Vandy sambil memberikan bakso miliknya.
" Makasih Mas."
Vandy hanya tersenyum melihat nafsu makan istrinya itu. Mungkin karena Anggun sedang hamil jadi nafsu makannya lebih banyak dari biasanya.
Selesai makan Anggun memanggil Kang Mamad untuk menghitung semua pesanan mereka. Tak lama Kang Mamad pun datang.
" Kang berapa semuanya?" tanya Anggun.
" 175 ribu aja Neng."
" Mas bayar ya" kata Anggun pada suaminya.
Vandy mengambil dua lembar uang pecahan 100 ribu dari dompetnya dan memberikan kepada istrinya.
" Ni Kang uangnya kembaliannya buat Akang aja" kata Anggun sambil memberikan uang 200 ribu.
" Terimakasih Neng."
" Sama-sama Kang."
" Neng Sinta dan Neng Sisil kenalkan atuh sama Akang suaminya."
" O iya lupa Kang. Kenalin Bee ini Kang Mamad" kata Sinta pada suaminya.
" Aldi."
Sisil pun mengenalkan Gio pada Kang Mamad. Mereka pun saling berkenalan.
" Sama suami Anggun nggak mau kenalan Kang" ucap Anggun.
" Kalau sama suami Neng Anggun teh Akang sudah kenal."
" Mana tau Akang mau kenalan lagi. Emang Akang masih ingat nama suami Anggun?."
" Masih atuh Neng."
" Siapa?" tanya Anggun.
" Den Pandy" jawab Kang Mamad.
Sontak Anggun dan yang lainnya ketawa karena mendengar jawaban Kang Mamad.
" Vandy Kang bukan Pandy" kata Anggun.
" Iya Akang juga mau bilang begitu tapi susah bilangnya."
" Nggak apa-apa Kang. Kalu gitu kita pamit dulu ya salam buat istri sama anak Akang" kata Anggun.
" Iya Neng nanti Akang sampaikan."
Mereka pun pergi berlalu meninggalkan warung bakso Kang Mamad. Mereka berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil. Mobil Vandy pun melaju pergi menuju kantornya.
Saat diperjalanan menuju kantor Anggun merasa lapar lagi. Vandy menghentikan mobilnya disebuah Minimarket. Anggun turun dari mobil dan masuk kedalam Minimarket.
" Van kita kenapa berhenti disini?" tanya Aldi.
" Istri gue mau beli cemilan Al" jawab Vandy
" Waah kuat makan juga si Anggun" kata Gio.
" Anggun kan lagi hamil jadi wajar dia sering lapar" kata Sisil.
Anggun pun datang dengan menenteng kantong kresek ditangannya. Vandy pun melajukan mobilnya kembali menuju perusahaannya.
Malam hari.
Seperti janji ketiga cewek cantik itu tadi Siang kalau mereka akan pergi kebioskop. Anggun sudah siap dengan memakai baju kaos warna putih. Gaya Anggun malam ini sangat sederhana hana tapi tidak mengurangi kadar kecantikannya. Anggun berjalan menuruni tangganya.
__ADS_1
Diruang tamu Vandy dan kedua sahabatnya sedang membahas rencana untuk menguntit para istri mereka. Saat mendengar ada langkah kaki mereka pun menghentikan obrolan mereka.
Anggun menyandarkan tubuhnya kedinding.
Vandy terpesona melihat kecantikan istrinya itu. Walaupun istrinya hanya memakai make up yang tipis itu tidak mengurangi kadar kecantikan istrinya.
" Istri Mas cantik sekali" puji Vandy sambil berjalan menghampiri istrinya itu.
" Mas juga tampan hari ini" puji balik Anggun.
" Tumben mereka kesini?" tanya Anggun.
" Iya mereka boring dirumah jadi main kesini. Sekalian nemenin aku dirumah" jawab Vandy.
Sinta dan Sisil pun datang menjemput Anggun.
" Aku pergi dulu ya Mas Assalamualaikum" ucap Anggun sambil mencium punggung tangan suaminya.
" Wa'alaikum salam. Hati-hati dijalan sayang."
Anggun masuk kedalam mobil Sinta. Mobil Sinta pun pergi meninggalkan rumah mewah itu. Setelah mobil Sinta sudah tak terlihat lagi. Aldi pun mengambil mobilnya. Aksi menguntit istri pun dimulai.
Mobil Sinta pun sampai di sebuah Mall terbesal dikota itu. Tiga istri cantik itu pun keluar dari dalam mobil. Mereka berjalan memasuki Mall itu. Semua mata tertuju pada ketiga cewek cantik itu. Tapi mereka tidak ambil pusing. Mereka tetap berjalan menuju gedung bioskop.
Mobil Aldi sampai diparkiran Mall terbesar dikota itu. Aldi memakirkan mobilnya tidak jauh dari mobil sang istri. Ketiga suami tampan itu pun keluar dari dalam mobil. Mereka bertiga berjalan memasuki Mall tersebut. Tak jauh berbeda dari istri mereka, ketiga suami tampan itu pun mendapatkan tatapan nakal dari pengunjung terutama mata para cewek-cewek.
" Misi menguntit dimulai" kata ketiga suami tampan itu.
Vandy memakai masker dan kaca mata hitamnya agar tidak dikenali sang istri dan mempermudah dia untuk menguntit istrinya.
Aldi juga memakai maskernya tapi Aldi lupa membawa kacamatanya.
Gio juga memakai masker sambil mendengarkan musik lewat headsetnya.
Ketiga suami tampan itu berjalan kegedung bioskop menyusul istri mereka. Mereka pun sampai didepan pintu bioskop. Ketiga suami tampan itu melihat istri mereka sedang mengantri. Ketiga suami tampan itu pun ikut masuk keantrian.
Pintu bioskop pun terbuka. Ketiga cewek cantik itu pun masuk diikuti para ketiga cowok tampan itu.
Anggun dan kedua sahabatnya duduk dikursi yang ada ditiket mereka. Vandy dan kedua sahabatnya duduk diseberang kursi istrinya. Film pun mulai diputar dilayar besar yang ada didepan mereka.
Saat film sedang berlangsung Vandy sibuk memandang wajah istrinya. Anggun sadar ada orang yan menatapnya dari tadi. Anggun menoleh kearah Vandy. Saat istrinya melihat kearahnya Vandy memalingkan wajahnya.
" Cowok itu kenapa liatin gue terus sih." gerutu Anggun.
" Lo kenapa" tanya Sinta.
" Itu cowok yang pakai baju kaos warna putih dari tadi liatin gue mulu" kesal Anggun.
" Udah biarin aja" kata Sinta.
Anggun pun melanjutkan acara nontonnya. Baru beberapa menit Anggun melihat layar besar yang ada didepannya Anggun melihat Vandy melihat kearah lagi. Anggun pun berjalan menghampiri suaminya itu.
Sebelum Anggun sampai Vandy lebih dulu pergi dan mengajak kedua sahabatnya.
" Wajah cowok itu kok familir banget" gumam Anggun.
Anggun mengejar ketiga cowok tampan itu. Sampai dipintu bioskop.
" Tunggu!."
Sontak Vandy dan kedua sahabatnya menghentikan langkah mereka.
Mamp*s gue. Kalau ketahuan bisa gawat.
Saat Anggun berjalan menghampiri ketiga cowok tampan itu. Anggun mencium aroma parfum yang sangat dia kenal.
" Mas."
Deg
Vandy tidak tau lagi harus gimana. Tapi Vandy tidak ingin istrinya tau kalau dia menguntit. Vandy mencari akal tapi otaknya seperti tidak bekerja saat ini. Akhirnya Vandy pun menyerah.
" Sa-sayang."
" Jadi ini beneran kamu Mas" sambil memeluk suaminya.
Vandy kaget karena mendapatkan pelukan dari istrinya. Dia fikir istrinya akan marah dan memberikan ceramah panjang lebar. Ternyata dia salah istrinya memeluknya. Vandy membalas pelukan istrinya itu. Misi menguntit pun gagal.
To be continue
__ADS_1
Happy reading Guys.. ππ