
Kenzo dan Gian saling lirik. Mereka berdua bingung melihat Tristan dan cewek yang ada didepan mereka sekarang.
" Kalian berdua sudah saling kenal?" Tanya Gian.
" Enggak"
" Udah"
Jawab cewek itu dan Tristan berbarengan. Gian tambah pusing melihat Tristan dan cewek itu.
" Yang benar yang mana?" tanya Gian lagi.
" Yang benarnya, gue nggak kenal sama ni cewek" kata Tristan.
" Kamu bohong banget sih tampan" kata cewek itu.
Kenzo dan Gian melongo mendengar ucapan cewek itu.
" Sorry. Apa tadi gue nggak salah dengar. Elo bilang dia tampan?" kata Gian.
" Nggak, karena dia memang tampan" kata cewek itu.
Tristan menarik kuat tangan cewek itu, menjauh dari kedua sahabatnya itu. Bukannya kesakitan, cewek itu malah tersenyum. Setelah di rasa cukup jauh, Tristan menghentikan langkahnya.
Tristan belum melepaskan pegangan tangannya. Cewek itu sangat senang dan bahagia. Tristan melirik cewek yang ada di samping nya itu.
" Lo kenapa senyum-senyum begitu?" tanya Tristan.
" Kita berasa kek mau nyebrang jalan" kata cewek itu sambil melirik kearah tangan mereka.
Tristan mengikuti tatapan cewek itu. Alangkah kagetnya Tristan karena tangannya dengan tidak tau malu masih memegang tangan gadis itu.
" Astagfirullah" ucap Tristan sambil melepaskan tangannya.
" Kok di lepas sih" protes cewek itu.
" Bukan mahram" kata Gian.
Cewek itu tersenyum mendengar ucapan Tristan.
" Lo kesambet"
" Nggak" kata cewek itu sambil menggelengkan kepalanya.
" Terus kenapa Lo senyum-senyum"
" Nggak apa-apa"
" Dengar ya cewek aneh, gue tau kalau gue ini tampan. Tapi tolong jangan nguntit gue terus" kata Tristan.
" Aku nggak nguntit kamu?"
" Terus ngapain kamu disini?"
" Ini kan acara aku, jadi wajar dong aku ada disini"
Seketika tawa Tristan pun pecah. " Becanda kamu nggak lucu" kata Tristan.
" Siapa yang bercanda" kata gadis itu sambil meninggalkan Tristan.
" Hei, kamu mau kemana?" tanya Tristan sambil mengejar cewek itu.
Cewek itu terus saja berjalan, dia tidak menghiraukan Tristan. Cewek itu kembali ke tempat Kenzo dan Gian berada.
" Kok lo baliknya sendiri, Tristan mana?" tanya Gian.
" Aku tinggal, yuk ke sana, acara segera di mulai"
Cewek itu berjalan ke tempat teman-temannya, diikuti sama Kenzo dan Gian di belakang. Cewek itu memperkenalkan Kenzo dan Gian pada teman-temannya.
" Daebak, Lo bisa ngundang mereka kesini?" kata temen cewek itu.
" Wah ternyata lebih tampan yang aslinya ya, daripada di foto nya"
__ADS_1
" Kok mereka cuma berdua, yang satu lagi kemana?"
" Toilet " jawab Gian asal.
Kenzo tidak menghiraukan cewek-cewek yang ada di depannya. Matanya tertuju pada cewek yang memakai dress warna putih.
Kenapa dia pake baju yang kek gitu sih.
Kenzo berjalan menghampiri cewek yang memakai dress putih itu. Kenzo membuka jasnya. " Apa kamu nggak kedinginan pake baju kek gini?" tanya Kenzo sambil memakaikan jasnya ke tubuh Melodi.
Melodi melirik orang yang punya jas itu. Melodi kaget sambil menutup mulutnya dengan tangannya. " Kenzo"
Kenzo tersenyum pada cewek cantik yang ada di hadapannya. " Kenapa?"
" Nggak apa-apa. Kamu sendirian ke sini?"
" Enggak, sama Gian dan Tristan juga. Kamu?" tanya balik Kenzo.
" Sama Keyra"
" Tapi aku nggak liat Keyra?, kemana dia?"
" Ke toilet"
" Oh"
Tak berselang lama Keyra kembali dari toilet berbarengan sama Gian yang juga baru gabung dengan Kenzo dan Melodi.
" Kalian di sini juga?" tanya Keyra.
" Iya, kita di undang sama walikota" jawab Gian.
" Tumben kalian cuma berdua, Tristan mana?" tanya Keyra lagi.
" Enggak usah tanya tu bocah" kata Gian.
" Apa kalian udah bertemu sama putrinya walikota?" tanya Melodi pada Kenzo dan Gian.
" Belum, kami juga nggak tau putrinya yang mana?" kata Kenzo.
Kenzo dan Gian melihat kearah orang yang di tunjuk Melodi. Alangkah kagetnya mereka melihat siapa cewek itu.
" Bukannya itu cewek yang ngajak kita dan yang di tarik tangannya sama Tristan tadi?" kata Gian.
" Hhmm" jawab Kenzo sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya.
" Bearti Tristan kenal sama anak walikota dong" kata Gian.
" Maybe " kata Kenzo.
" Awas aja tu bocah kalau ke sini, gue jadiin perkedel dia" kata Gian.
MC pun naik ke atas panggung, dan itu tandanya acara akan segera di mulai. Kenzo dan yang lain pun fokus menyimak rangkaian acara yang di bicarakan MC itu.
Tristan pusing mencari kedua sahabatnya itu. Dia tidak menyerah begitu saja, Tristan terus mencari. Mata Tristan tertuju pada dua pasang kekasih yang duduk di dekat lampu taman.
" Ck.. pantas susah di cari ternyata mereka mojok di bawah lampu"
Tristan menghampiri kedua sahabatnya yang nggak ada akhlak itu. Berani-berani nya mereka meninggalkan cowok tampan sendirian. Ntar di culik tante-tante malam.
" Di cariin kemana-mana, ternyata kalian mojok di mari" gerutu Tristan setelah duduk di kursi sebelah Keyra.
" Ken, lo dengar suara orang lagi ngedumel nggak sih?" tanya Gian.
" Dengar. Tapi suaranya aja, orangnya nggak ada" jawab Kenzo.
" Ck.. emang lo berdua pikir gue demit" protes Tristan.
" Tu kan suaranya ada lagi. Merinding gue" kata Gian.
" Ian!" teriak Tristan.
Untung bunyi musik lebih kencang dari teriakan Tristan. Kalau tidak, sudah di pastikan mereka akan jadi pusat perhatian lagi.
__ADS_1
" Eh, ada Tian ternyata" kata Gian.
" Lo berdua emang sahabat nggak ada akhlak ya" kata Tristan.
" Jangan esmosi gitu dong, minum dulu" kata Gian sambil memberikan segelas jus pada Tristan.
Tristan mengambil gelas yang berisi jus itu, kemudian dia meneguknya sampai habis.
" Haus banget ya Om" goda Gian pada Tristan.
" Iya, ada lagi nggak. Om masih haus soalnya" kata Tristan.
" Maruk banget sih Om" kata Gian lagi.
Kenzo dan yang lain hanya mendengarkan perdebatan Gian dan juga Tristan. Mereka tidak fokus lagi pada acara ulang tahun itu.
" Baiklah sekarang kita akan mendengarkan sepatah kata dari Bapak walikota. Kenapa bapak kita persilakan"
" Selamat malam semuanya"
" Malam Pak"
" Terima kasih karena kalian sudah mau datang ke acara ini. Terutama untuk tamu kehormatan putri saya ketiga model tampan yang ada di sana"
Sontak semua orang menoleh ke arah meja Kenzo cs. Gian dan Tristan tersenyum pada mereka semua, tapi tidak dengan Kenzo. Dia hanya memasang wajah datarnya.
" Saya tidak akan banyak-banyak bicara. Saya akan memperkenalkan putri saya pada kalian semua. Mungkin diantara kalian sudah ada yang kenal dan mungkin juga ada yang belum. Baiklah perkenalkan putri saya. ' Anindira Maheswari"
Tristan kaget melihat cewek aneh naik ke atas panggung. Dia tidak menyangka kalau cewek aneh itu putri walikota.
" Nggak usah sok kaget gitu" kata Gian.
" Maksud lo?" tanya Tristan.
" Lo udah kenal tu cewek kan"
" Kagak"
" Bohong!, tadi lo narik tangan tu cewek" kata Gian.
" Karena cewek aneh itu selalu buntutin gue. Gue beneran nggak kenal sama dia"
" Berisik lo berdua" kata Kenzo.
" Ian yang mulai duluan Ken" kata Tristan.
" Enak aja Lo nyalahin gue" protes Gian.
" Diam!" bentak Kenzo.
Gian dan Tristan mengunci mulut mereka rapat-rapat, kalau tidak anak sultan ngamuk benaran.
Acara di lanjutkan dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Setelah itu dilanjutkan dengan memotong kue tart nya.
Potongan kue pertama di berikan kepada kedua orangtuanya. Saat potongan kedua cewek itu turun dari panggung. Semua orang bertanya-tanya kepada siapa potongan kue kedua akan di berikan.
" Nih untuk kamu" kata cewek itu.
" Untuk gue" kata Tristan.
Cewek itu menyuapi kue itu kedalam mulut Tristan. Mau tak mau Tristan pun menerima kue itu. Semua orang yang ada di sana kaget, begitu juga dengan Kenzo dan Gian.
" Ken, apa gue nggak salah liat" kata Gian.
" Kagak" jawab Kenzo.
" Apa mereka berdua pacaran?" tanya Gian.
" Maybe " jawab Kenzo.
Setelah menyuapi Tristan, cewek itu pun kembali ke atas panggung. Tristan belum bisa mencerna apa yang terjadi barusan, dia masih kaget.
To be continue..
__ADS_1
Segini dulu ya.. ðŸ¤ðŸ¤
Happy Reading 😚😚