Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Setelah satu jam mengudara, akhirnya pesawat pun mendarat dengan mulus di bandar udara internasional Incheon. Ya mereka sudah sampai kembali di kota Seoul.


Vandy berjalan dengan menggandeng tangan putrinya berjalan keluar bandara. Anggun merasa sedih karena di kacang in sama suami dan juga putranya. Anggun mengikuti langkah kaki suaminya itu.


" Daddy" panggil Kiran.


" Hmmm"


" Mommy nggak ikut satu mobil sama kita?"


" Nggak sayang. Kita satu mobil sama Om Aldi dan Om Gio"


" Terus mommy. Biarkan dia sama Oppa-Oppa gaje nya itu"


" Tapi mereka tampan Daddy"


Untung kamu anak Daddy sayang, kalau nggak udah Daddy karungin kamu.


" Daddy lebih tampan dari Oppa-Oppa mommy itu"


" Tentu saja, karena Daddy cinta pertama Kiran"


" Tidak, cinta pertama princess adalah Affin" kata Daffin.


" Tidak!. Cinta pertama aku, Daddy" kata Kiran.


" Affin"


" Daddy"


" Affin"


" Daddy bukan Affin"


" Nggak boleh, cinta pertama princess harus Affin"


" Stop!, cinta pertama princess tetap Daddy" kata Vandy.


" Papa, Om Vandy jahat" adu Daffin.


" Daffin berhenti merengek, papa sedang marah ni" kata Aldi.


Daffin pun berhenti, dia tidak ingin membuat papanya tambah marah. Setelah semua tenang, mereka masuk kedalam mobil.


Para cewek cantik itu di cuekin para suami dan juga kekasih mereka. Bahkan mereka tidak diperbolehkan satu mobil. Benar-benar apes nasib mereka.


" Sakit banget di cuekin singa jantan" kata Anggun.


" Sok jual mahal banget sih mereka itu" kata Sinta.


" Iya, ntar kalau kita pake lingerie, ilang sudah gengsi mereka" kata Sisil.


Melodi cs hanya menjadi pendengar yang baik untuk camer mereka. Mereka juga tidak bisa membantu, karena mereka juga berada dalam situasi yang sama dengan camer mereka, sama-sama diacuhkan sama orang terkasih.


Mobil yang di tumpangi Vandy melaju meninggalkan bandara, disusul sama mobil yang lain di belakang.


Mereka sampai di hotel tempat mereka menginap kemarin. Ketiga suami tampan itu turun dari mobil, kemudian mereka masuk kedalam hotel, disusul sama Kenzo cs, Kiran dan juga Daffin.


Vandy pergi ke kamarnya, begitu juga dengan kedua sahabatnya. Kenzo yang mengerti keadaan kedua orang tuanya, membawa Kiran ke kamarnya. Begitu juga dengan Daffin, dia ikut dengan Abangnya.


Kiran dan Daffin tidak protes, karena mereka juga sudah mengerti dengan situasi yang di alami kedua orang tua mereka. Jadi tanpa di jelaskan mereka sudah tua, tapi mereka tau kalau orang tua mereka hanya ngambek dan nanti pasti akan berbaikan lagi.


" Adek sama Daffin mau makan apa?" tanya Kenzo setelah mereka sampai di kamar hotel.


" Adek mau ramen, boleh nggak Bang?"


" Affin mau Ramen juga"

__ADS_1


" Boleh sayang. Tunggu di sini, Abang buatkan dulu"


" Sekalian buat kita berdua ya Ken" titah Gian.


" Ogah gue, kalian bikin sendiri" kata Kenzo.


" Ya elah pelit amat" kata Gian.


" Ken, biar gue aja yang buatkan ramen untuk princess" tawar Tristan.


" Nggak usah, Lo bikin untuk Gian aja" tolak Kenzo.


" Ogah gue. Dia punya tangan, suruh bikin sendiri" kata Tristan.


" Ayolah Munaroh, bantu Ani sekali ini saja" pinta Gian dengan nada manja.


" Ck.. jangan sok manja gitu, jijik gue" kata Tristan.


" Makanya buatin, ya.. ya" kata Gian sambil mengedip-ngedipkan matanya pada Tristan.


" Najis" kata Tristan sambil melempar bantal ke arah Gian.


Tawa Gian pun pecah, dia sangat suka menggoda si bontot Tristan. Entah kenapa melihat Tristan kesal, Gian sangat senang.


Walaupun jengkel dan kesal sama Gian, Tristan tetap membuatkan ramen untuk sahabatnya yang gendeng itu.


Di kamar Vandy.


Anggun sedang menunggu suaminya yang sedang berada di kamar mandi. Anggun sudah menyiapkan kata-kata romantis untuk suaminya itu.


Sudah 20 menit Anggun menunggu suaminya, tapi belum ada juga tanda-tanda suaminya itu akan keluar.


Dia mandi atau ngeluarin telor sih.


Anggun berjalan menuju kamar mandi.


" Ya mandilah, masa ngadon" kata Vandy.


" Tumben mandinya lama banget?"


" Harus lama lah, kan mau ketemu sama calon mommy anak-anak"


" Apa!, kamu nggak serius kan Mas?" rengek Anggun.


Vandy susah payah menahan tawanya, mendengar sang istri merengek seperti Kiran.


" Serius, emang kamu pikir aku seperti becanda" kata Vandy sambil membuka pintu kamar mandi.


Anggun bisa mencium aroma wangi tubuh sang suami. Vandy menggigit bibir bawahnya menahan tawanya. Bisa-bisanya istrinya itu mengendus-endus aroma tubuhnya.


" Kamu ngapain sih?"


Bukannya menjawab pertanyaan suaminya, Anggun malah nanya balik. " Kok Mas wangi banget sih?"


" Kan aku sudah bilang tadi, aku mau ketemu sama Eonni-Eonni cantik"


" Nggak boleh" kata Anggun sambil memeluk tubuh kekar suaminya.


" Kenapa nggak boleh?"


" Karena kamu suami aku"


" Kalau aku suami kamu, maka kamu nggak akan berani ketemu sama si Mimin itu. Bahkan kamu bilang dia calon Daddy untuk anakku!" kata Vandy yang sudah mulai kesal.


Deg.


Anggun kaget mendengar nada bicara suaminya yang sudah mulai meninggi. " Maaf" hanya kata itu yang mampu dia ucapkan sekarang. Karena kendati nya emang dia bersalah.

__ADS_1


" Sudahlah" kata Vandy sambil berlalu pergi menuju lemari pakaian.


Vandy tidak ingin lama-lama menatap istrinya, karena nanti dia bisa luluh. Dan rencana mengerjai istri bisa gagal total.


Sebenarnya Vandy tidak tega melihat istrinya seperti itu. Tapi di sisi lain, dia juga ingin istrinya memahami perasaannya. Jangan cuma hanya mementingkan perasaan dan kesenangan sendiri.


Kalau istrinya meminta izin tadi, dia akan mengizinkan. Tapi yang membuat dia sedih, kenapa istrinya harus berbohong dan menyuruh putrinya untuk memanggil Daddy pada laki-laki itu. Walaupun Vandy tau sang istri hanya bercanda, tapi tetap aja sakit.


Di kamar Aldi.


Sinta memperhatikan suaminya yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk yang di lilitkan di pinggangnya.


Ya Allah godaan apalagi ini?, Kenapa suami hamba tambah tampan dan macho begitu.


" Hapus air liur kamu " kata Aldi.


Sontak Sinta mengusap sudut bibirnya. Aldi pun susah payah menahan tawanya. Sinta pun tersadar dari kebodohannya.


" Bee?"


" Hhmm"


" Apa kamu mau keluar?"


" Hhmm"


" Sendiri"


" Hhmm"


" Bee!, kenapa sih jawabnya kek nyanyi Nissa Sabyan terus"


" Aku lagi irit ngomong sama kamu"


" Kenapa?"


" Kamu udah lupa sama kesalahan yang sudah kamu lakukan"


" Tapi kan aku udah minta maaf"


" Kalau semua urusan bisa di selesaikan dengan meminta maaf, terus untuk apa gunanya kantor polisi"


" Aku ikut ya" pinta Sinta.


" Nggak!"


" Apa kamu mau jalan sama cewek?"


" Hhhmm"


" Berhenti menjawab dengan hhhmm"


Aldi berjalan menuju lemari pakaian yang ada di kamar itu. Aldi bisa melihat wajah istrinya yang emosi melalui kaca yang ada di lemari itu.


Maafkan suami mu ini ya mama anak-anak. Aku melakukan ini untuk membuat kamu berhenti memikirkan Oppa-Oppa gaje itu.


To be continue..


Sore Readers kezayangan.. kemarin ada yang nanya gini.


Q: " Author asli mana sih?"


A: " Author asli Padang "


Udah tau kan jawabannya. Kalau Readers kezayangan berasal dari kota mana aja nih?, tulis si komentar ya.😉😉


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2