Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Tamu Misterius 2


__ADS_3

Wiguna dan pak Ujang pun berjalan meninggalkan kebun belakang di ikuti sama Anggun dan yang lainnya. Karena jarak pintu utama ke pintu gerbang cukup jauh otomatis Wiguna memakai mobil golf yang ada disana.



Tidak berapa lama mereka pun sampai di taman, pak ujang pun berjalan menuju pintu gerbang. Pak Ujang pun membuka pintu gerbang dan menyuruh perempuan itu masuk. Pak Ujang pun membawa perempuan itu ke taman dimana Wiguna dan yang lainnya menunggu disana.


Setelah dipersilakan masuk, perempuan itu begitu takjub melihat halaman dan taman bunga yang ada disana.


"Silahkan lewat sini nona ucap pak Ujang."



Sesampai nya ditaman, perempuan itu pun sangat terpesona dengan ketampanan cowok-cowok yang ada disana. Setelah mengantarkan perempuan itu, pak Ujang pun pamit undur diri.


" Silahkan duduk nyonya ucap Wiguna."


" Ternyata Tuan Wiguna sangat tampan apalagi dengan pakaian santai seperti ini gumam perempuan itu."


Perempuan itu pun duduk disamping Anggun dan teman-temannya. Anggun yang melihat cara perempuan itu menatap papa nya pun merasa geram.


" Kalau boleh tau Anda siapa dan ada perlu apa anda mencari saya tanya Wiguna."


" Perkenalkan nama saya Wulan tuan, maksud kedatangan saya kesini mau menjemput anak saya jawab perempuan itu."


Ya perempuan yang datang itu ibu kandung nya Aska.


Deg


Wiguna dan Anggun pun kaget mendengar ucapan perempuan itu. Tetapi Wiguna kembali memasang wajah datar nya, bahkan terlihat sedang menahan emosinya.


" Maaf anak mana yang anda maksud nyonya Wulan? tanya Wiguna."


" Pasti nya tuan Wiguna tau anak yang saya maksud."


" Apa anda yakin ingin membawa Aska pergi tanya Wiguna lagi."


" Of course jawab Wulan dengan sombong nya."


Wiguna pun mengambil HP dari saku celana nya, dan dia pun menelpon Robert Asistennya.


" Hallo tuan" terdengar suara Robert dari seberang telpon.


"Tolong kamu kerumah saya sekarang dan bawa berkas-berkas milik Aska serta pengacara saya ucap Wiguna."


Panggilan pun berakhir.


Setelah Wiguna menelpon asistennya, dia pun menelpon Istrinya.


" Hallo pah" terdengar suara lembut dari seberang telpon.


" Mah, tolong bawa Aska ketaman dekat gerbang ya, ada hal penting yang mau papa bicarakan."


" Iya pah."


Sambungan telpon pun terputus.


Kiara yang mendengar suara suami nya yang seperti orang menahan emosi pun menjadi khawatir.


" Aska ikut sama mama yuk sayang."


" Kita mau kemana mah?."


" Kita mau ketaman yang didepan disana ada kak Anggun dan teman-temannya."


" Wah benarkah mah ucap Aska dengan mata yang berbinar."

__ADS_1


" Benar dong sayang, yuk sekarang Aska bersiap."


Ditaman.


Anggun yang melihat papa nya yang sedang menahan emosi pun menghampiri papa nya.


" Papa nggak apa-apa tanya Anggun."


"Papa baik-baik aja kok sayang, kamu tenang aja yah jawab Wiguna sambil menenangkan putri nya."


Wulan yang melihat interaksi Wiguna dan Anggun pun semakin berambisi ingin mendapatkan Wiguna." Gue harus bisa mendapatkan Wiguna walaupun harus menjadi istri kedua nya gumam Wulan dalam hati."


Ditempat lain.


Setelah Robert menerima telpon dari Tuannya, Robert pun mengambil berkas-berkas yang diperlukan tuannya dan menelpon pengacara keluarga Wiguna.


Robert pun mengambil kunci mobilnya dan berlalu meninggalkan Apartemennya.


Setelah menempuh 15 menit perjalanan akhirnya Robert dan juga pengacara. Sampai dipintu gerbang kediaman Wiguna, Robert membunyikan klakson mobilnya.


Pak Ujang yang mendengar bunyi klakson mobil pun dengan cepat membuka pintu gerbang. Setelah pintu gerbang terbuka, mobil Robert pun masuk dengan perlahan.


" Siang pak Ujang, Tuan ada dirumah tanya Robert."


" Ada, Tuan sudah menunggu Pak Robert ditaman jawab pak Ujang."


Robert pun memakirkan mobilnya, setelah mobilnya terparkir dengan baik, Robert dan Rian pun turun dari mobil, kemudian berjalan menuju taman.


Sesampai disana Robert dan Rian kaget karena ada begitu banyak tamu disana.


" Siang Tuan ucap Robert dan Rian."


" Silahkan duduk, kamu sudah bawa yang saya minta tadi tanya Wiguna."


" Sudah tuan jawab Robert."


Robert pun mengambil amplop yang dimaksud Tuannya dan memberikannya pada Wulan.


" Silahkan anda liat dan baca isi yang ada didalam amplop ini nyonya ucap Robert."


Wulan pun mengambil amplop itu dan membuka isi nya. Wulan pun membaca tulisan yang ada dikertas itu. Setelah membaca isi tulisan itu, wajah Wulan pun berubah merah karena menahan amarah.


" Lancang sekali anda mengadopsi anak saya ucap Wulan dengan nada tinggi."


" Pelankan suara anda nyonya ucap Robert."


Wiguna yang melihat kemarahan Wulan pun tersenyum licik.


" Saya mengadopsi Aska itu sudah lama, kenapa anda baru mencari dia sekarang? tanya Wiguna dengan santai."


Wulan yang mendengar ucapan Wiguna pun terdiam.


" Kenapa anda diam saja nyonya ucap Wiguna."


" Saya akan laporkan anda kepada pihak yang berwajib karena sudah mengadopsi anak saya tanpa seijin saya ucap Wulan."


" Silahkan, saya akan merasa senang anda melaporkan saya, karena dengan begitu saya juga bisa menjebloskan anda kepenjara ucap Wiguna dengan lantang."


" Waah calon mertua gue memang keren gumam Vandy dalam hati."


Wulan pun tertawa mendengar ucapan Wiguna.


" Bukan saya yang akan masuk penjara tapi anda ucap Wulan emosi."


Anggun dan para sahabat nya masih diam dan menyimak pembicaraan papa nya dengan Wulan, dan dia akan ikut bicara diwaktu yang tepat nanti nya.

__ADS_1


" Saya tau apa yang anda lakukan kepada Aska dulu sewaktu dia tingal bersama anda ucap Wiguna."


Sebelum Wulan menjawab Kiara datang dengan membawa Aska. Kiara dan Aska belum menyadari kalau disana ada Wulan.


" Papa ucap Aska sambil berlari kearah Wiguna."


Wiguna yang melihat Aska berlari kearahnya pun tersenyum dan memeluk putra kecilnya itu.


Wulan yang melihat interaksi antara Wiguna dan Aska pun semakin yakin kalau dia bisa menjadi istri Wiguna dengan memanfaatkan Aska.


" Aska pangil Wulan."


Aska yang mendengar suara orang yang selama ini menyiksa nya pun bergetar ketakutan.


" Pa.. papa, Aska takut ucap Aska terbata."


Wiguna yang melihat anaknya ketakutan pun memper erat pelukannya.


" Tenang sayang ada papa, mama, dan kakak disini ucap Wiguna sambil menenangkan putra kecilnya."


Anggun dan Kiara yang melihat Aska ketakutan pun ikut memeluk Aska.


Setelah Aska mulai tenang Kiara pun bertanya pada suami nya.


" Siapa perempuan itu pah, kenapa putra kita bisa ketakutan seperti ini setelah mendengar suara perempuan itu tanya Kiara pada suaminya."


" Dia ibu kandung nya Aska mah jawab Wiguna."


" Jadi dia itu perempuan yang kejam itu, kenapa dia bisa ada disini pah tanya Kiara emosi."


Ya gimana nggak emosi Kiara tau betapa kejamnya perempuan yang ada didepannya sekarang.


" Dia mau mengambil Aska mah jawab Wiguna."


" Apa...!! kaget Kiara. Papa jangan biarkan itu terjadi pah ucap Kiara."


" Tenang aja mah, papa akan jebloskan dia kepenjara."


Wulan yang mendengar ucapan Wiguna pun tertawa.


" Atas dasar apa anda akan menjebloskan saya kepenjara tanya Wulan."


" Robert kasih liat kepada perempuan itu bukti kejahatannya ucap Wiguna."


Robert pun mengambil amplop yang sudah dibawa pengacara, setelah itu Robert pun memberikan nya pada Wulan.


" Silahkan anda liat sendiri nyonya ucap Robert."


Wulan pun mengambil amplop yang diberikan Robert kepada nya. Wulan pun membuka amplop itu dengan tangan tangan yang gemetar.


Deeerrrr


Bagai disambar petir disiang bolong Wulan melihat isi amplop itu.


" I.. ini dari mana anda mendapatkannya ucap Wulan terbata."


" Anda tidak perlu tau dimana saya bisa mendapatkan itu, dengan bukti ini saya bisa menjebloskan anda kedalam penjara ucap Wiguna."


Wulan yang begitu takut membayangkan hidupnya akan tingal didalam penjara yang begitu sempit dan pengap pun mencoba untuk kabur dari sana.


To be continue...


Hy Readers ku tersayang UP nya segini dulu ya.....


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author... 😉😉

__ADS_1


HAPPY READING GUYS... 😉😉


__ADS_2