Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo sampai di tempat Gian, di sana juga sudah ada Tristan. Gian kaget melihat Melodi masih duduk anteng di kursi penumpang.


" Melodi ikut sama kita juga?" tanya Gian.


" Iya, karena mangsa kita sekarang berhubungan sama Melodi" jawab Kenzo.


" Maksud lo?" tanya Gian lagi.


" Preman itu menginginkan nyawa Melodi" jawab Kenzo.


" Apa ini tidak membahayakan untuk Melodi" kata Tristan.


" Tenang, Melodi bisa beladiri" kata Kenzo.


" Benarkah itu " kata Tristan antusias.


" Kalian lihat saja nanti. Yuk berangkat, ntar keburu malam" kata Melodi.


Kenzo pun melajukan motornya menuju gedung tua, diikuti sama Gian dan Tristan di belakang.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mereka pun sampai di gendung yang di maksud sama ketua preman tadi.


Kenzo cs memarkirkan motor mereka di tempat yang aman. Sebelum masuk, mereka melihat sekeliling gedung tua itu. Setelah memastikan aman, mereka pun masuk kedalam gedung tua itu.


Sampai di dalam mereka di sambut sama 15 orang pria yang berbadan besar dan juga kekar. Otot-otot tangan mereka terlihat sangat jelas.


" Ternyata cuma anak kecil" kata salah satu pria itu.


" Baru kena satu pukulan aja, mereka pasti sudah K.O" kata pria yang satu lagi.


Kenzo cs hanya tersenyum mendengarkan ucapan pria yang ada di hadapan mereka itu. Para pria itu melirik satu sama lain, setelah itu mereka langsung menyerang Kenzo cs secara tiba-tiba.


" Aiit, santai sedikit dong Om" kata Gian setelah berhasil menghidar dari serangan mendadak tadi.


" Iya nih si Om, bikin kita jantungan aja" kata Tristan.


" Pemanasan yang menarik" kata Kenzo.


" Banyak bacot kalian bocah" kata salah satu pria itu.


" Mel, saat ini kamu jadi penonton dulu ya" kata Kenzo.


" Ok " kata Melodi.


Kenzo cs pun mengambil posisi mereka masing-masing. Preman itu jumlahnya 15 orang. Jadi Kenzo, Gian dan Tristan dapat bagian masing-masing 5 orang.


Para preman itu mulai menyerang Kenzo cs. Dengan senang hati mereka melawan para preman itu. tendangan dan pukulan yang di berikan para preman itu tidak ada yang mengenai Kenzo cs.


Berhubung hari sudah semakin sore, Kenzo tidak mau membuang waktu lagi. Begitu juga dengan Gian dan Tristan.


Kenzo cs pun memutar badan mereka kearah belakang 360 derajat. Mereka pun melakukan Dolke chagi, tendangan ini sering juga disebut dengan tendangan tornado.


Semua preman tadi pun terkapar di lantai. Melodi yang melihat aksi Kenzo cs pun melompat kegirangan.


" Yeeyy Dolke chagi kalian keren banget" puji Melodi.


" Terima kasih" ucap Kenzo cs.


" Dimana bos kalian?!" tanya Kenzo.


" Di ruangan itu " tunjuk salah pemuda itu.


Mereka pun langsung menuju ruangan yang di tunjuk preman tadi. Belum sampai mereka ke ke ruangan itu. Mereka sudah di hadang sama 30 orang preman.


" Mel lo masuk duluan, mereka semua biar kita yang lawan" kata Kenzo.


Melodi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Saat Melodi akan masuk, tiba-tiba satu orang preman menghadangnya, Melodi pun menendang aset milik preman itu.


" Uuhhgg!!" ringis preman itu.


" Makanya jangan halangi gue" kata Melodi.


Gian dan Tristan ikut memegang aset mereka. Mereka berdua seperti ikut merasakan apa yang di rasakan oleh preman itu.


" Hei!, fokus pada lawan kalian" kata Kenzo.

__ADS_1


" Siap Bos"


Gian dan Tristan kembali fokus pada lawan mereka masing-masing. Sedangkan Melodi mencoba masuk ke ruangan tempat bos para preman itu.


Melodi menendang pintu ruangannya, seketika pintu itupun terbuka. Penghuni ruangan itupun kaget melihat pintu itu terbuka.


" Sorry mengganggu waktu senang-senang anda" kata Melodi.


" Ternyata kau gadis itu" kata pria itu tanpa menghentikan aksinya menc*mbu perempuan yang ada di atas tubuhnya.


Oh God, mata suci ku ternoda gara-gara tua bangka ini.


" Hei kau!, cepat keluar dari ruangan ini!" titah Melodi.


" Siapa kau anak kecil, berani-beraninya memerintah ku" kata wanita itu.


" Ck..dasar wanita bod*h!" kata Melodi sambil menarik tangan wanita itu dengan paksa.


Melodi mendorong tubuh wanita itu keluar dan melemparkan seprai ke tubuh wanita itu.


" Tutup tubuh kau yang menjijikkan itu?!" kata Melodi.


Bos preman itu merasa geram melihat gadis kecil yang ada di hadapannya itu.


" Berani sekali kau mengganggu kesenangan ku! " hardik bos preman itu.


Tawa Melodi pun pecah mendengarkan ucapan bos preman itu. Wanita tadi bergidik ngeri mendengar tawa Melodi. Dia pun bergegas meninggalkan tempat itu.


Melodi memberi tatapan membunuh pada bos preman itu. Bos preman itu kaget melihat tatapan mata Melodi.


Sial!, kenapa tatapan gadis kecil ini menyeramkan?!. Apa dia jelmaan dari iblis.


" Kenapa kau menginginkan nyawaku?!" tanya Melodi.


" Karena kau sudah berani mengusik wanitaku"


" Ck.. saya saja tidak mengenal siapa wanita anda"


" Kau pasti mengenal dia, bahkan kalian satu sekolah" kata bos preman itu.


Tiba-tiba Melodi teringat akan salah satu teman sekelasnya. Teman yang selalu saja mencari masalah dengannya.


Cantika. gumam Melodi


Ya untuk sekarang ini hanya nama itu yang ada di dalam pikiran Melodi.


" Berapa banyak uang yang di berikan wanita itu?" tanya Melodi.


" Dia tidak membayarku dengan uang, tapi dia membayarku dengan tubuhnya"


" Baiklah, saya beri kau waktu 3 menit untuk mengambil nyawaku " kata Melodi.


" Itu terlalu lama, saya bisa membunuh mu dalam waktu 1 menit" kata bos preman itu sambil melayangkan satu pukulan kewajah Melodi.


" Eeiit santai dulu, pakai celana anda dulu" kata Melodi setelah berhasil menghindari pukulan pria itu.


" Kenapa?, apa kau tergoda " kata pria itu.


" Ck.. menjijikkan" kata Melodi.


Bos preman itu pun melakukan titah Melodi. Dia memakai celana boxer nya.


" Waktu mu tinggal 30 detik lagi " kata Melodi.


Pria itu langsung menyerang Melodi dengan pukulan dan tendangan, tapi Melodi bisa menghindari semua serangan pria itu.


" Sepertinya badan kau saja yang besar, tapi kekutan mu nol besar"


" Kau!"


Bos preman itu kembali menyerang Melodi, sama seperti tadi, Melodi bisa menghidari semua serangan itu.


Pria itu semakin emosi, karena serangannya tidak ada yang mengenai Melodi. Pria itu pun melihat sebilah pisau di atas meja dekat bednya. Pria itu langsung mengambil pisau itu.


" Kali ini aku pastikan bisa membunuh mu!"

__ADS_1


Melodi mendapatkan serangan mendadak dari pria itu.


Sreet..


" Shiit" umpat Melodi saat pisau itu berhasil menggores lengannya.


Pria itu tertawa melihat darah segar mengalir dari lengan Melodi.


" Kau lihat itu, lengan mu mengeluarkan darah?" kata bos preman itu dengan tawanya yang masih menggema di ruangan itu.


Tak berselang lama tawa itu langsung hilang, karena melihat tatapan Melodi. Tatapan itu sangat menakutkan. Seketika aura di ruangan itu berubah menyeramkan


Kenapa dengan mata gadis itu.


" Berani sekali kau melukai tubuhku!"


Melodi menyerang bos preman itu dengan membabi buta. Dia tidak memberikan cela pada pria itu untuk membalas serangan yang dia berikan.


Pisau itu lepas dari tangan pria itu. Ya pisau itu sudah berada di tangan Melodi.


Sreet..


Melodi berhasil mengenai perut bos preman itu. Seketika darah segar keluar dari perut bos preman itu.


" Bagaimana rasanya?" tanya Melodi.


" Kau..!"


Belum sempat bos preman itu melayangkan pukulan, Melodi sudah lebih dulu menendang perut bos preman itu, dan tendangan itu tepat mengenai luka sayatan tadi.


Bos preman itu tersungkur. Dia mencoba bangkit kembali, tapi tubuhnya seakan remuk. Bos preman itu berhasil duduk, dia menyandarkan tubuhnya di dinding ruang itu.


Melodi berjalan menghampiri bos preman itu. Bos preman itu takut melihat aura membunuh dari mata Melodi.


" Ja-jangan mendekat" kata bos preman itu.


" Hahaha, saya suka melihat wajah ketakutan anda itu" kata Melodi.


" Kau bukan manusia!, kau iblis!"


" Terima kasih untuk pujiannya" ucap Melodi.


Kenzo cs masuk kedalam ruangan itu. Gian dan Tristan kaget melihat keadaan bos preman itu.


" Sepertinya kamu bersenang-senang nona" kata Kenzo.


Sontak Melodi melihat kearah pemilik suara. Melodi tersenyum pada Kenzo. " Sedikit, dia tidak sekuat yang ku kira" kata Melodi.


" Mel, lengan kamu?" tanya Tristan.


" Ah!, ini tergores sedikit" kata Melodi.


Kenzo berjalan menghampiri Melodi. " Apa ini sakit?" tanya Kenzo.


" Tidak" jawab Melodi.


" Lalu, mau kamu apakan pria ini?, apa kamu akan membunuhnya" tanya Kenzo lagi.


" Tidak, luka ini sudah cukup untuk membuat dia jera" kata Melodi.


" Baiklah, ayo kita pulang. Hari sudah mulai gelap" kata Kenzo.


Melodi menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kenzo cs dan Melodi keluar dari ruangan itu. Tapi baru sampai di pintu Melodi menghentikan langkahnya.


" Setelah saya keluar dari sini, kau harus memberi kabar pada wanita mu itu. Bilang kalau kau sudah berhasil membunuh ku" kata Melodi sambil berlalu pergi.


Kenzo cs dan Melodi keluar dari bangunan tua itu. Melodi tersenyum melihat anak buah preman itu terkapar di lantai. Mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai malam.


To be continue..


Hallo Reader kesayangan Author. Sorry ya kalau adegan berantemnya kurang greget, soalnya Author tidak bisa bikin adegan Action, karena itu bukan genre Author. Jadi harap maklum ya😁😁.


Author mengucapkan Gomawo untuk kalian yang selalu support karya Author yang receh ini.. Saranghaeee.. 😘😘


Happy Reading..😚😚

__ADS_1


__ADS_2