
Siang hari Bryan datang keperusahaan Rangga bersama istri dan putranya. Rangga menyambut tamu nya itu dengan ramah. Sekarang mereka sedang duduk disofa ruangan Rangga.
" Perkenalkan Pak Rangga, 'ini istri dan putra saya" kata Bryan.
" Kia"
" Alex"
" Seperti yang kita bicarakan kemarin, saya ingin Pak Rangga menjadikan anak saya model terkenal" kata Bryan.
" Saya mau lihat kemampuan anak Pak Bryan dulu" kata Rangga.
" Boleh Pak" kata Bryan
" Anak saya ini sangat hebat dan berbakat Pak, jadi dia tidak akan mengecewakan Bapak" kata Kia.
" Baiklah mari kita lihat, apakah anak Ibuk bisa menjadi seorang model" kata Rangga.
Mereka semua pun keluar dari ruangan Rangga, menuju ke ruang studio. Rangga ingin melihat kemampuan Alex. Apa benar yang dibilang sama suami-istri itu.
Mereka pun sampai diruang studio. Rangga menyuruh karyawannya untuk memulai pemotretan dengan Alex sebagai model pertamanya.
Semua crew sudah mengambil posisi mereka, sesuai aba-aba dari Rangga. Mereka pun memulai sesi latihan untuk Alex.
Mereka semua fokus melihat Alex, begitu juga dengan Rangga dan kedua orangtua Alex. Alex bergaya sesuai arahan yang diberikan oleh fotografer. Bunyi jepretan dari kamera pun terdengar disana.
Asisten Rangga berjalan menghampiri bosnya itu.
" Permisi Pak, saya mau menjemput ketiga anak kecil kemarin" kata Asisten Rangga.
Rangga menganggukkan kepalanya. Setelah berpamitan sang asisten pun pergi menjemput Kenzo dan kedua sahabatnya.
Mobil asisten Rangga pun melaju menuju sekolah Kenzo. Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit mobil itu pun sampai disekolah Kenzo.
Sang asisten turun dari mobilnya. Dia mencari keberadaan Kenzo dan ketiga sahabatnya. Asisten Rangga pun menemukan ketiga anak kecil itu. Dia berjalan menghampiri ketiga anak kecil itu.
" Selamat siang anak-anak" sapa sang Asisten.
Ketiga anak kecil itu pun sontak melihat kearah suara.
" Om siapa?" tanya Kenzo
" Saya asistennya Pak Rangga. Saya ditugaskan untuk menjemput kalian" kata asisten itu.
" Tunggu ya Om kita ambil tas dulu" kata Kenzo.
Tanpa menunggu jawaban asisten itu, Kenzo dan kedua sahabatnya masuk kedalam kelas untuk mengambil tas mereka. Sebelum pergi mereka bertiga meminta izin dulu kepada guru mereka.
Guru pun memberikan mereka bertiga izin. Kenzo dan kedua sahabatnya pergi meninggalkan ruang guru. Mereka bertiga kembali ketaman menemui Om asisten.
" Yuk Om berangkat" ajak Kenzo
Sang asisten membukakan pintu untuk ketiga anak kecil itu. Kenzo dan kedua sahabatnya masuk kedalam mobil. Asisten itu memasangkan sabuk pengaman kepada ketiga anak kecil itu.
Mobil pun melaju meninggalkan sekolah itu. Suasana didalam mobil sangat hening, mereka larut dalam pemikiran masing-masing. Saat mobil memasuki area perusahaan lion entertainment ketiga anak kecil itu terpana melihat perusahaan itu.
Asisten Rangga memarkirkan mobilnya. Kemudian dia turun dari mobil dan membukakan pintu untuk ketiga anak kecil itu.
Setelah pintu mobil terbuka, ketiga anak kecil itu turun dari mobil. Mereka kagum melihat gedung yang menjulang tinggi yang ada didepan mata mereka sekarang.
" Waaww gedungnya tinggi sekali" kata Gian
" Iya, tapi lebih tinggi gedung perusahaan daddy Ken" kata Tristan.
__ADS_1
" Ssstt, pelankan suaramu. Kau mau identitas ku diketahui orang!" kesal Kenzo.
" Iya, kau itu ceroboh sekali" kata Gian.
" Sorry Ken" ucap Tristan
" Yuk anak-anak kita masuk" ajak asisten Rangga.
Mereka bertiga berjalan mengikuti asisten Rangga. Sepanjang jalan menuju ruang studio para karyawan Rangga tak henti-hentinya menatap ketiga anak kecil itu.
" Wah mereka tampan sekali" kata karyawan A.
" Pasti orangtua mereka juga tampan dan cantik" kata karyawan B.
" Aku rela menunggu mereka besar" kata karyawan C.
" Emang kamu mau ngapain?" tanya teman karyawan C.
" Aku mau menjadi calon istri mereka" kata karyawan C
" Sadar, ingat sama umur " kata teman karyawan C.
" Kerja jangan cuma ngerumpi aja" kata asisten Rangga.
" Baik Pak" kata semua karyawan yang berkumpul tadi.
Mereka pun sampai diruang studio, saat masuk ke studio, semua yang ada disana juga terpesona melihat mereka bertiga, kecuali Alex.
" Kalian sudah sampai" kata Rangga.
" Iya Om" kata Tristan.
" Apa disini tempat kita melakukan pemotretannya?" tanya Kenzo sambil menatap sekeliling studio.
" Iya disini tempatnya. Apakah kamu tidak menyukainya?" tanya Rangga.
Rangga tersenyum melihat sifat dingin dan datar Kenzo. Berbeda dengan Gian dan Tristan.
Sungguh bocah yang menarik.
Alex menatap Kenzo dengan tajam. Kenzo yang ditatap Alex pun hanya cuek dan tidak menghiraukan Alex.
" Siapa ketiga anak kecil ini Pak Rangga?" tanya Kia.
" Oh ini model saya Buk" jawab Rangga
" Masih kecil ya, saya rasa umurnya dibawah anak saya" kata Kia.
" Mungkin Buk" kata Rangga.
Kia menatap wajah ketiga anak kecil itu, matanya langsung tertuju pada Kenzo.
Siapa anak kecil itu? kenapa wajahnya mirip dengan Vandy? apa dia anak Vandy?
" Kalian sudah siap untuk pemotretan?" tanya Rangga pada ketiga anak kecil itu.
" Siap Om" jawab Gian dan Tristan.
" Ris tolong bantu mereka untuk bersiap" titah Rangga pada sekretaris nya.
" Ok Pak" kata Riska.
Riska membawa mereka kesalah satu ruangan yang ada disana. Riska menyuruh mereka untuk mengganti pakaian yang sudah disiapkan oleh perusahaan.
__ADS_1
Kenzo dan kedua sahabatnya masuk kedalam ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka. Setelah selesai mereka pun dibawa keruang make up.
" Tolong kalian make up mereka " kata Riska.
" Baik mbak"
" Wah tampan sekali kalian. Karena mereka sudah tampan, jadi kita tidak susah untuk merias wajah mereka"
" Sudah cepat kerjakan"
" Siap mbak Riska"
Mereka pun memulai kerjaan mereka. Seperti yang dibilang salah satu karyawan tadi, kalau merias wajah mereka tidak butuh waktu lama. Wajah Kenzo dan kedua sahabatnya pun selesai di make up.
Mereka pun kembali keruang studio. Semua orang disana kembali terpesona melihat mereka bertiga. Aura mereka sangat memukau.
Ternyata pilihan saya tidak salah, kalian bertiga mempunyai aura bintang.
" Bisa kita mulai anak-anak?" tanya Rangga
Mereka bertiga berjalan menuju tempat pemotretan. Acara pemotret pun dimulai, mereka bertiga bergaya sesuai arahan yang diberikan sang fotografer.
Semua orang disana terpukau melihat gaya mereka bertiga. Bunyi jepretan kamera memenuhi ruangan itu. Beberapa foto berhasil diambil dengan berbagai macam gaya.
Sekarang mereka melihat hasil foto yang diambil tadi.
" Waw, foto-foto mereka sangat bagus" kata editor.
" Benar sekali, aura mereka sangat jelas terpancar disini" kata fotografer.
Rangga tersenyum mendengar pujian dari para karyawannya. Kia tidak senang mendengar para karyawan itu memuji Kenzo dan kedua sahabatnya.
Ck.. apa bagusnya mereka bertiga. Jelas mereka tidak sebanding dengan ketampan putraku.
Kia tidak suka mendengar pujian fotografer dan editor itu. Kia ingin pujian itu hanya diberikan pada putranya seorang.
Kenzo dan kedua sahabatnya mengganti pakaian mereka kembali. Setelah itu Kenzo meminta tolong menghapus make up yang ada diwajahnya, begitu juga dengan Gian dan Tristan.
Setelah make up diwajah mereka dibersihkan, Kenzo dan kedua sahabatnya pamit pulang. Karena mereka takut ketahuan sama orangtua mereka.
Rangga meminta tolong pada asistennya untuk mengantarkan Kenzo dan kedua sahabatnya kembali kesekolah.
" Kami permisi dulu Om" kata Kenzo
" Ok , hati-hati dijalan dan sampai jumpa besok" kata Rangga.
Setelah berpamitan mereka bertiga pun pergi meninggalkan ruang studio. Setelah Kenzo dan kedua sahabatnya pergi, Rangga menemui Bryan kembali.
To be continue..
Ini hasil jepretan
Kenzo dengan gaya cool nya
Gian dengan gaya santainya.
Tristan dengan gaya cute nya
__ADS_1
Happy New Year Guys.. 🎉🎉🎉
Happy Reading Guys.. 😉😉