Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

" Opa" panggil Kiran.


" Hhmm"


" Opa kenal pengusaha yang namanya Fulton nggak?" tanya Kiran.


" Kenal sayang, emang kenapa?"


" Perusahaan orang itu sudah bangkrut, Opa"


" Benarkah"


" Hhmm"


" Apa Kiran tau siapa yang membuat perusahaan itu bangkrut"


" Tentu saja"


" Siapa sayang"


" Tentu saja Daddy"


" Daddy Vandy maksudnya"


" Hu'um" jawab Kiran sambil menganggukkan kepalanya.


" Kenapa Daddy bisa melakukan itu?"


" Karena putri orang itu, menembak mommy"


Ciiit...


Wiguna merem mendadak mobilnya, setelah mendengarkan ucapan cucunya itu. Apa ada yang di sembunyikan sama putri dan menantunya itu. Wiguna memutar balik mobilnya menuju rumah putrinya


Kiran baru menyadari kesalahannya, dia tidak seharusnya mengatakan itu pada Opanya. Sekarang dia harus bagaimana, pasti Daddy dan mommy-nya marah.


Mobil yang di kendarai Wiguna sudah sampai di rumah utama milik putrinya. Setelah memarkirkan mobilnya, Wiguna dan istrinya masuk ke dalam rumah utama. Kiran mengikuti langkah kaki Oma dan Opanya.


" Mama, papa " panggil Anggun.


Kiara langsung memeluk putri kesayangannya itu. Anggun heran kenapa mamanya tiba-tiba memeluk dan yang membuatnya tambah bingung, mamanya itu menangis.


" Mama kenapa?"


" Kenapa kamu merahasiakan semuanya dari mama dan papa?"


Deg.


Apa mama dan papa sudah tau tentang kejadian di Korea kemarin.


Anggun melirik putrinya yang sedari tadi menundukkan kepalanya. Anggun bisa menebak kalau mama dan papanya sudah tau. Kedua orang tuanya tau dari putri kesayangannya itu.


" Kita duduk dulu yuk Ma, Pa"


Anggun membawa mamanya duduk di sofa. Dia berusaha menenangkan sang mama yang dari tadi belum berhenti menangis.


" Ma, udah dong nangisnya"


" Dimana orang itu menembak kamu?"


" Mama tenang dan berhenti menangis dulu, ntar Anggun ceritakan semuanya sama mama dan papa"


Kiara pun menghentikan tangisnya. Setelah mamanya tenang, barulah Anggun mulai menceritakan kejadian sewaktu mereka di Korea kemarin. Dia menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya.


" Gitu Ma, Pa kejadiannya"


" Kenapa kalian tidak tembak mati aja ayah dan anak itu!" kata Wiguna.


" Mati itu hukuman yang ringan Pah untuk mereka. Lagipula wanita itu tidak akan bisa tenang, karena Mas Vandy sudah membayar beberapa orang tahanan untuk menyiksa wanita itu" kata Anggun.

__ADS_1


" Bagus!, jadi kedepannya tidak akan ada yang berani mencari masalah lagi dengan keluarga kita"


" Apa sekarang luka jahitannya sudah kering?" tanya Kiara.


" Belum Ma, mungkin 2 hari lagi baru benar-benar kering"


" Mama sama papa bersyukur kamu selamat sayang"


" Iya Ma, Alhamdulillah Allah masih memberikan kesempatan untuk Anggun"


Wiguna dan Kiara menatap cucu perempuan kesayangan mereka. Wiguna tidak menyangka cucunya yang terlihat manja dan lembut itu, ternyata memiliki sisi iblis seperti kedua orang tuanya.


Kamu memang keturunan Wiguna dan Dwipangga.


Hanya satu yang mengganjal dalam hatinya. Jika suatu saat nanti cucunya sudah besar apakah ada pemuda yang mau dengannya?.


" Kiran"


" Ya Opa"


" Boleh Opa tanya sesuatu sama Kiran sayang"


" Boleh Opa"


" Darimana Kiran belajar belajar beladiri dan berapa jenis senjata yang Kiran kuasai?"


" Adek belajar beladirinya sama di tempat beladiri Abang. Kalau memakai senjata, Kiran belajarnya otodidak"


Anggun kaget mendengar jawaban putri kecilnya itu. Sejak kapan putrinya mulai belajar beladiri di sana? kenapa dia dan suaminya tidak tau kalau Kiran pergi ke sana.


"Siapa yang mendaftar adek di sana? setau mommy, Daddy tidak pernah mendaftarkan adek di sana?"


" Adek sendiri yang daftar mommy. Karena pemilik itu tau adek anaknya daddy, jadi dia langsung menerima adek. Di sana adek lah murid yang paling kecil yang sudah memegang sabuk hitam"


" Apa!" kaget Anggun dan kedua orangtuanya.


" Sa-sabuk hitam?"


" Hhmm"


" Apa mommy marah?"


" Tidak, mommy justru bangga banget sama adek. Kelak kalau adek sudah dewasa nanti, mommy dan daddy tidak akan khawatir jika ada yang ingin menyakiti adek. Karena adek sudah bisa melindungi diri sendiri"


" Betul, tapi jangan pernah gunakan kepandaian adek itu untuk mencelakai orang lain. Tapi gunakan kepandaian itu untuk membantu orang lain. Mengerti?!" pesan sang Opa.


" Mengerti Opa"


Tidak salah daddy mu memberi nama Zanna Kirania Dwipangga. Karena kamu benar-benar putri yang dikarunia oleh Allah. Bahkan kamu lebih kuat dari daddy dan Abang kamu. batin Wiguna.


" Sekarang adek ganti baju dulu ya" titah sang mommy.


" Siap mommy"


" Maafkan Opa. Gara-gara Opa, adek jadi bolos sekolah deh" ucap Wiguna.


" Nggak apa-apa Opa, jadi anak nakal sesekali nggak apalah" kata Kiran.


Ketiga orang dewasa itu tersenyum mendengarkan ucapan gadis kecil itu. Di saat orang lain ingin jadi anak baik, Kiran malah ingin mencoba menjadi anak nakal.


SMA Taruna Bangsa.


Kenzo cs sedang mengikuti proses belajar mengajar. Ketiga cowok tampan itu sangat serius dan juga fokus mendengarkan penjelasan guru mereka.


" Sampai disini apa kalian mengerti?" tanya ibuk guru.


" Mengerti Buk"


" Silakan jika ada ada yang mau bertanya?"

__ADS_1


Semua murid di sana hanya diam, tidak ada yang mau bertanya. Karena memang mereka sudah cukup mengerti, jadi untuk itulah mereka tidak ada yang bertanya.


" Baiklah jika tidak ada pertanyaan, silakan kerjakan soal-soal latihan yang ada di halaman 40. Kerjakan 30 soal dalam waktu 25 menit"


" Dikit amat Buk waktunya"


" Itu sudah waktu terlama ibuk kasih"


Semua murid mulai mengerjakan tugas yang di berikan guru mereka. Kenzo sangat tenang karena soal-soal itu sangatlah mudah baginya. Begitu juga dengan Melodi dia sangat tenang mengerjakan tugas itu.


Tidak jauh dengan Melodi dan Kenzo, Gian dan Tristan juga sangat santai mengerjakan tugas itu. Sedangkan Dira agak sedikit kewalahan mengerjakan tugas itu.


" Ay, bantuin napa?"


" Makanya belajar, jangan cuma pacaran aja" kata Tristan.


" Ck..yang ganggu belajar aku terus itu siapa?" tanya Dira.


Tristan pura-pura berpikir dengan gaya mengetuk-ngetuk kan jari telunjuknya ke kepalanya.


" Siapa ya?"


" Jangan pura-pura amnesia kamu, cepat bantuin pacar kamu yang cantik ini"


" Iya, besok-besok aku nggak bantuin lagi ya, Ay"


" Kenapa?"


" Karena kalau aku bantuin kamu terus, kapan kamu pintarnya"


" Ck.. aku itu pintar Ay, cuma pas tuhan lagi membagikan otak aku dapat antrean di belakang. Jadi ya gitu deh agak lelet jika mengenai pelajaran"


" Ada aja jawaban kamu itu" kata Gian sambil mencubit hidung kekasihnya itu.


" Aww, jangan di cubit dong?"


" Terus?"


" Cium napa?"


Pletak.


" Mesum" kata Tristan sambil menyentil jidat Dira.


" Mesum..mesum gini kamu juga suka kan?"


" Suka, banget malah"


" Ck..kamu lebih mesum daripada aku"


" Woy.. berisik kalian berdua" kata Gian.


" Iri, bilang bos" kata Tristan.


" Ck..iri ama lo, nggak mungkin" kata Gian sambil menggoyangkan pulpen ke arah Tristan.


" Orang iri mana ada yang bilang, Ani"


" Tapi gue beda, kalau iri bilang iri. Kalau nggak bilang nggak" kata Gian.


" Honey, bantu aku ngerjain soal nomor 25 dong?" kata Keyra pada sang kekasih.


" Noh, nyonya lo minta bantuan. Cepat lo bantuin sana!" usir Tristan.


" Ay, buruan bantu aku ngerjain soal nomor 15 ntar keburu waktunya habis"


" Ternyata kita senasib seperjuangan bro" kata Tristan pada Gian.


Akhirnya kedua pria tampan itu membantu kekasih mereka masing-masing untuk mengerjakan soal yang tidak mereka mengerti.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading 😚😚


__ADS_2