Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Sore hari.


Vandy, istri dan anaknya sudah bersiap pergi membeli pakaian bayi. Vandy dan Kenzo memakai masker dan tidak lupa kacamata. Kedua lelaki beda usia itu terlihat sangat tampan.


Mereka pergi diantarkan kang Tito. Vandy membukakan pintu mobil untuk istri dan anaknya, setelah semuanya masuk mobil. Kang Tito mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Vandy.


Mereka pun sampai di mall milik keluarga Wiguna, atau lebih tepatnya mall milik papa mertuanya. Mereka pun turun dari mobil, dan masuk kedalam mall.


Ketika kaki mereka masuk kedalam mall, mata para pengunjung mall tertuju pada mereka bertiga. Mereka bertiga terus berjalan tanpa menghiraukan tatapan para pengunjung.


Mereka berhenti disalah satu toko perlengkapan bayi yang terkenal di mall itu. Mereka pun masuk kedalam toko tersebut.


" Selamat datang ditoko kami" ucap karyawan toko.


Sampai didalam toko, mata mereka dimanjakan sama pakaian bayi. Mereka bertiga mulai beburu baju untuk calon dedek bayi nya. Vandy dan Kenzo sangat antusias memilih bajunya.


Vandy mengambil pakaian untuk bayi perempuan, firasatnya mengatakan kalau calon bayi yang ada didalam kandungan sang istri adalah perempuan.


Ah!, kenapa bajunya lucu-lucu semua. Apa aku borong semua aja kali ya.


Vandy memanggil salah satu karyawan toko itu.


" Ada yang bisa saya bantu tuan"


" Tolong bungkus semua pakai untuk bayi perempuan " titah Vandy.


" Se-semuanya tuan?"


" Hhmm"


" Baik tuan"


Walaupun masih kaget mendengar ucapan Vandy tadi, karyawan itu tetap melakukan titah Vandy. Dia bergegas memasukkan pakaian bayi perempuan yang diminta Vandy tadi.


" Mas"


" Hhmm"


" Mas beli semua pakaian bayi perempuan?"


" Iya, soalnya lucu-lucu semua sayang"


" Lucu sih lucu, tapi nggak harus borong semua pakaiannya juga" protes Anggun.


" Nggak apa-apa sayang, nanti kita sumbangkan separuh ya. Istri Mas yang cantik, jangan marah ya" kata Vandy sambil membujuk sang istri.


Ini ni yang membuat aku malas membeli pakaian bayi, Mas Vandy selalu saja memborong semuanya.


Setelah semua pakaian itu dimasukkan kedalam paper bag. Vandy meminta mereka mengantarkan kerumah mereka. Vandy memberikan alamat rumahnya pada karyawan toko.


" Tolong diantarkan secepatnya " titah Vandy.


" Baik tuan"


Vandy pun menuju karsir untuk membayar semua belanjaannya. Vandy menyerahkan kartu black card nya pada petugas karsir. Petugas itupun menerima kartu Vandy.


" Terima kasih tuan sudah belanja ditoko kami" ucap petugas karsir sambil menyerahkan kembali kartu Vandy.


Setelah selesai membayar semua belanjaan mereka pun pergi meninggalkan toko itu.

__ADS_1


" Sekarang kita kemana lagi sayang?" tanya Vandy pada sang istri.


" stand ice cream " kata Kenzo dengan antusias.


" Daddy nggak mau ke stand ice cream turki" kata Vandy.


" Kenapa?" tanya Kenzo


" Penjual nya bikin daddy emosi" kata Vandy.


" Tapi abang suka " kata Kenzo.


" Ya udah, abang aja yang kesana. Daddy sama mommy tunggu disini" kata Vandy.


" Ok, abang kesana dulu" kata Kenzo.


Baru beberapa langkah Kenzo menghentikan langkahnya.


" Kenapa?" tanya Vandy.


" Abang nggak ada uang" jawab Kenzo.


Vandy mengambil selembar uang 100 ribu dari dompetnya. " Segini cukup nggak " tanya Vandy.


" Cukup daddy, makasih" ucap Kenzo.


Kenzo pun berlari menuju stand ice cream yang tak jauh dari dari tempat mommy dan daddy nya istirahat. Kenzo menunggu antrian untuk mendapatkan ice cream tersebut.


Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Kenzo mendapatkan ice cream nya. Kenzo pun memberikan uang kertas 100 ribu tadi pada penjual ice cream itu. Penjual itu memberikan kembalian uang Kenzo.


Kenzo kembali ketempat mommy dan daddy nya, dengan membawa ice cream ditangannya.


" Simpan untuk abang " kata Vandy.


Kenzo pun memasukan uang kembalian tadi kedalam saku celananya. Kenzo duduk disamping mommy nya sambil memakan ice cream nya.


Setelah ice cream Kenzo habis barulah mereka pulang. Karena Anggun juga sudah tidak kuat berjalan lagi. Mereka pun berjalan menuju parkiran.


Vandy membukakan pintu untuk istri dan anaknya. Mobil pun melaju meninggalkan mall terbesar dikota itu. Anggun yang kelelahan menyandarkan kepalanya dibahu sang suami.


" Capek ya" kata Vandy


" Hhhmm"


" Maaf ya, karena mau beli pakaian baby kamu jadi kecapean gini" ucap Vandy.


" Aku nggak apa-apa kok, aku senang belanja bareng sama Mas dan abang" kata Anggun.


Mereka pun sampai dirumah utama. Vandy duluan turun dari mobil, setelah itu dia membantu sang istri turun dari mobil.


Sampai didalam rumah, mereka dikagetkan dengan tumpukan paper bag. Anggun tau, itu pasti belanjaan mereka tadi. Lebih tepatnya belanjaan sang suami.


" Maaf non, Bibik nggak tau mau tarok semua barang ini dimana?"


" Nggak apa-apa Bik. Sekarang tolong masukkan kedalam kamar Anggun aja ya Bik"


" Kamar atas atau kamar bawah non"


" Kamar atas aja Bik, biar nanti nggak susah mindahinnya"

__ADS_1


" Baik non"


Bik Mirna pun membawa paper bag itu kekamar Anggun. Mirna tidak sendiri membawa barang-barang itu. Dia dibantu sama yang lain juga.


Anggun dan Vandy masuk kekamar sementaranya yang ada dibawah. Anggun merebahkan tubuhnya diatas kasur, hari ini dia sangat lelah.


" Mas mandi dulu ya sayang"


" Hhhmm"


Vandy mengambil handuk, setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sampai dikamar mandi, Vandy pun memulai acara mandinya.


Setelah 15 menit, Vandy pun keluar dari kamar mandi. Vandy tersenyum melihat istrinya yang sudah terlelap. Vandy berjalan menuju walk in closet.


Selesai memakai pakaiannya,Vandy menghampiri sang istri. Vandy menarik selimut sampai ke leher sang istri, setelah itu dia mengecup kening istrinya.


Vandy meninggalkan istrinya yang sudah terlelap. Saat Vandy keluar dari kamarnya, Kenzo pun baru turun dari kamarnya.


" Daddy kok sendirian, mommy mana?"


" Mommy lagi tidur sayang. Abang lapar?"


" Nggak, emang daddy lapar?" tanya balik Kenzo.


" Iya, daddy mau bikin nasi goreng. Abang mau nggak?" tawar Vandy.


" Mau"


" Tunggu bentar ya, daddy mau bikin dulu ".


Vandy pergi kedapur untuk membuatkan nasi goreng untuk dia dan Kenzo. Udah lama Vandy tidak memasak. Sampai didapur Vandy mengambil bahan-bahan untuk nasi gorengnya.


Vandy memang jago memasak, jadi tidak butuh lama untuk dia memasak nasi goreng. Aroma wangi dari nasi goreng pun memenuhi dapur. Setelah 15 menit menit nasi goreng buatan Vandy pun sudah jadi.


Vandy mengambil dua piring, satu untuknya dan satu lagi untuk anaknya. Vandy menyendok nasi gorengnya keatas piring, tak lupa Vandy memberi telur mata sapi, timun,tomat dan terakhir selada, untuk pelengkap nasi gorengnya. Vandy meletakkan nasi gorengnya dimeja.


" Bang, makan yuk"


Kenzo bergegas menuju ruang makan. Kenzo langsung duduk ditempat biasa dia duduk.


" Waw, ini beneran daddy yang masak?" tanya Kenzo.


" Tentu saja, emang abang pikir siapa lagi"


" Mana tau Bibik "


" Emang kamu nggak lihat daddy udah berkeringat gini"


Kenzo tak mendengar ucapan daddy nya, dia mulai menyantap nasi goreng yang ada didepannya itu.


" Enak" puji Kenzo sambil mengunyah nasi goreng yang ada didalam mulutnya.


" Habisin dulu makanan yang ada didalam mulutnya, setelah itu baru ngomong" nasihat Vandy.


" Siap daddy "


Vandy sangat senang, karena Kenzo memakan dengan lahap nasi goreng buatannya. Mereka berduapun makan dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2