
Melodi cs tidak bisa mengejar sang kekasih, langkah kaki mereka terlalu besar dan sangat cepat. Tapi ketiga cewek cantik itu tidak akan menyerah, sebelum mereka bisa bicara sama kekasih mereka.
" Yank tunggu in dong?" kata Melodi.
" Honey tunggu aku" kata Keyra.
" My love tunggu" kata Dira.
Ketiga cowok tampan itu tidak menghiraukan panggilan sang kekasih. Mereka bertiga terus berjalan, ke tempat pemotretan tadi. Ya mereka akan melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda tadi.
" Yuk Om, kita lanjut lagi" kata Kenzo pada sang fotografer.
Sesi pemotretan di lanjutkan kembali, walaupun Kenzo cs masih dalam keadaan marah, kesal dan juga kecewa. Tapi mereka tidak boleh melihatkan itu, mereka harus mengesampingkan urusan pribadi mereka.
Ketiga cowok itu melakukan pekerjaan mereka dengan sangat profesional. Mereka betul-betul bisa merubah mood mereka. Tidak ada raut wajah kesal atau bete, mereka benar-benar bisa menempatkan diri mereka.
Melodi cs dengan setia menunggu para kekasih mereka. Melodi tau Kenzo pasti sangat marah dan juga kecewa padanya. Makanya hari ini masalahnya itu harus selesai.
" Kita harus bisa membujuk mereka" kata Melodi.
" Iya, tapi gue belum dapat ide" kata Keyra.
" Gue juga" kata Dira.
Akhirnya sesi pemotretan pun selesai. Kenzo cs duduk di kursi yang sudah di sediakan tadi. Mereka ingin istirahat sejenak. Sedangkan para team mengemas peralatan yang di pakai pemotretan.
Melodi cs menghampiri kekasih mereka masing-masing. Walaupun mereka belum mendapatkan ide untuk meredakan amarah kekasihnya, tapi mereka akan meminta maaf dulu.
" Yank" panggil Melodi.
Kenzo hanya diam saja, dia mengacuhkan panggilan kekasihnya. Hari ini dia benar-benar kecewa sama kekasihnya itu.
" Yank "panggil Melodi lagi sambil memegang tangan Kenzo.
" Jangan pegang-pegang" kata Kenzo.
Melodi melepaskan tangannya dari tangan sang kekasih. " Yank, aku minta maaf. Aku janji nggak akan ngulanginnya lagi" ucap Melodi.
Kenzo kembali bungkam. Sebenarnya dia tidak tega sama kekasihnya itu. Tapi dia juga harus memberi hukuman pada kekasihnya itu, karena dengan begitu kekasihnya bisa menghargai sebuah hubungan dan juga bisa menjaga perasaan pasangannya.
Keyra dan Dira juga berusaha meminta maaf pada kekasih mereka. Tapi sama dengan Kenzo, Gian dan Tristan juga hanya diam membatu.
" Kalau kamu nggak mau bicara aku mau lompat aja" kata Dira.
" Lompat aja, nggak ada yang larang" kata Tristan.
" Kok kamu gitu jawabnya, harusnya kamu tahan aku dong" kata Dira.
" Suruh tahan sama Oppa-Oppa gaje kalian itu" kata Tristan.
Dira bungkam karena mendengar ucapan Tristan tadi. Dia tidak dapat berkata-kata lagi, karena ini murni kesalahan dirinya.
" Honey" panggil Keyra pada sang kekasih.
Gian hanya diam, dia tidak menghiraukan panggilan sang kekasih. Dia tidak ingin memberikan maaf dengan mudah.
" Aku minta maaf"
__ADS_1
Gian masih tidak bersuara. Gian masih setia diam membisu.
" Ntar kamu bisu beneran lo" kata Keyra.
" Nggak apa-apa, jadi kamu bebas nemuin Oppa-Oppa kamu itu" kata Gian.
Keyra terdiam mendengar ucapan kekasihnya itu. Sekarang Keyra tau, kalau kekasihnya benar-benar marah kepadanya.
Ketiga cowok tampan itu bangkit dari duduknya, kemudian pergi meninggalkan para kekasih mereka di sana. Ketiga cewek cantik itu hanya bisa menatap kepergian kekasih mereka.
" Sampai kapan kita akan diamkan mereka?" tanya Gian.
" Sampai mereka benar-benar sadar akan kesalahan mereka" kata Kenzo.
" Iya, bahagia benget mereka saat bersama Oppa-Oppa gaje itu" kata Tristan.
Melodi cs berjalan mengikuti langkah kaki ketiga cowok tampan itu. Mereka akan selalu mencoba untuk meminta maaf. Mereka tidak akan menyerah, sebelum ketiga cowok tampan itu mau memaafkan mereka.
Di tempat lain.
Ketiga istri cantik juga lagi berpikir mencari cara untuk meminta maaf pada suami mereka. Kali ini acara minta maafnya agak sulit dari biasanya, karena kesalahan mereka cukup fatal.
Kiran dan Daffin bingung melihat orang tua mereka mondar-mandir kek setrikaan. Mereka benar-benar pusing melihat tingkah ketiga wanita cantik itu.
" Nggun, Lo udah dapet ide belum?" tanya Sinta.
" Belum Sin, otak gue nggak bisa mikir. Padahal keadaan lagi genting" kata Anggun.
" Gimana kalau kita rayu dengan memakai lingerie yang seksi" usul Sisil.
" Iya, apalagi melihat pergi gitu aja" kata Sinta.
Ketiga istri cantik itu menghela nafas panjang. Mereka tidak menyangka liburan yang seharusnya menyenangkan, berubah menjadi tragedi.
Vandy dan kedua sahabatnya sedang duduk di kursi yang ada di bawah pohon besar. Mereka sedang meredakan emosi mereka. Karena kalau tidak segera di redakan akan berbahaya untuk istri mereka.
" Gue nggak nyangka mereka bertiga akan bohongin kita" kata Aldi.
" Iya, padahal gue kira mereka hanya mau ber-selfie aja" kata Gio.
" Apa kita harus jalan sama Eonni-Eonni di sini juga" kata Vandy.
" Kita setuju" kata Aldi dan Gio.
" Mereka pikir cuma mereka yang bisa. Kita juga bisa" kata Aldi.
" Tunggu sampai kita kembali ke kota Seoul. Di sana baru kita jalankan rencana kita. Biar mereka tau seberapa mempesonanya suami mereka" kata Vandy.
" Gue nggak sabar pengen liat reaksi mereka" kata Aldi.
" Iya, apalagi singa betinanya Vandy" kata Gio.
" Jangan bayangin istri gue" kata Vandy sambil menoyor kepala Aldi dan Gio.
Ponsel Vandy berbunyi, karena ada pesan masuk. Vandy segera mengambil ponselnya, di layar ponselnya tertera nama putranya. Vandy membaca pesan dari putranya itu.
Selesai membaca dan membalas pesan dari putranya, Vandy memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.
__ADS_1
" Pesan dari siapa?" tanya Aldi.
" Kenzo, dia bilang nunggu di bawah"
" Mereka udah selesai pemotretan?" tanya Gio.
" Sepertinya sudah" jawab Vandy.
" Gara-gara kita, pekerjaan mereka jadi berantakan" kata Aldi.
" Yuk ke bawah, mereka sudah nungguin kita" ajak Vandy.
Ketiga suami tampan itu turun kebawah. Tapi sebelum mereka turun, Vandy menghubungi kembali nomor putranya.
" Hallo, Assalamualaikum Dad"
" Wa'alaikum salam. Bang mommy, adek sama yang lainnya udah turun?"
" Udah Dad, mereka sudah di mobil"
" Syukurlah, Daddy sama Om Aldi dan juga Om Gio akan segera turun"
" Baiklah"
Panggilan pun berakhir
Vandy menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku celananya.
" Apa mereka sudah turun?" tanya Aldi.
" Sudah, mereka cuma nunggu kita" kata Vandy.
Para suami itu juga khawatir kalau para istri mereka belum turun. Walaupun mereka bertiga sedang marah, tidak di pungkiri rasa sayang mereka lebih mendominasi dari pada rasa marah dan kecewa mereka.
Sesampainya mereka di tempat rombongan, mereka langsung masuk kedalam mobil. Benar di dalam mobil sudah ada istri dan anak mereka.
Setelah semua masuk kedalam mobil. Mobil pun berangkat menuju bandara Jeje. Mereka tidak mood lagi untuk pergi ke tempat wisata yang ada di pulau Jeju.
Sepanjang perjalanan menuju bandara, hanya ada keheningan di dalam mobil itu. Ketiga suami tampan itu tidak berminat untuk bicara.
" Sepi amat kek di kuburan" kata Sinta.
" Kalau mau rame di pasar malam" kata Aldi.
Sinta tersenyum karena suaminya mau membalas guyonannya. Seperkian detik Aldi tersadar dan langsung memasang mode diam lagi.
Ck.. sok-sokan mendiamkan istri. Ntar liat gue pake lingerie pasti nggak akan bisa diam. Gumam Sinta dalam hati.
To be continue..
Curhat dikit.
Author mengucapkan Gomawo untuk kalian yang sudah mendukung karya receh Author. Karena dukungan dan support dari kalian semua, novel receh ini masuk dalam 100 besar dalam rangking Vote. Walaupun hanya masuk 100 besar Author udah seneng dan terhura banget gengs. Tu kan mewek jadinyaπ€§π€§. Sampai disini dulu sesi curhatnya, Author mau nangis bahagia dulu.
Saranghaeee ππ
Happy Reading ππ
__ADS_1