Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo cs dan pasangannya sudah kembali lagi ke rumah sakit. Kenzo juga membawa kue beras untuk adik kecilnya itu. Sesampainya di kamar inap mommy-nya Kenzo langsung memberikan kue beras itu pada adeknya.


" Ni kue beras untuk adek"


" Makasih Abang"


" Sama-sama sayang"


Kenzo cs duduk bergabung bersama para bokap mereka. Sedangkan para kekasih mereka ngobrol bersama dengan Nyokap mereka.


" Daddy sudah telfon Oma?" tanya Kenzo.


" Belum, mommy bilang nggak usah kasih tau"


" Kenapa?"


" Ntar Oma sama Opa khawatir. Lagi pula mommy kamu juga sudah membaik"


" Terus kapan mommy bisa keluar dari rumah sakit?"


" Mungkin dua hari lagi"


" Terus bagaimana dengan wanita itu, Dad?"


" Biar Daddy sama mommy yang urus wanita itu nanti"


" Baiklah. Apa mommy sudah tau soal adek?"


" Sudah"


" Apa mommy nggak marah?"


" Nggak, malahan mommy senang dan nonton video itu berulang-ulang. Apa Abang tau adek belajar beladiri darimana?"


" Tidak, Abang juga kaget melihat saat adek dengan lihainya memainkan pisau itu"


" Sudah besar nanti dia akan menjadi sosok yang menakutkan untuk lawannya" kata Aldi.


" Benar, auranya sudah sangat terlihat" kata Gio.


" Daffin bisa beladiri juga nggak Pah?" tanya Gian pada papanya.


" Papa juga nggak tau, soalnya papa belum pernah melihat adek kamu berkelahi selain sama Tristan" jawab Aldi.


Para cowok tampan itu tertawa. Ya mereka semua tau bagaimana Tristan dan Daffin, mereka itu seperti Tom and Jerry. Apalagi kalau menyangkut Kiran.


" Van, kita pamit ke hotel dulu ya. Lagian istri lo butuh banyak istirahat" kata Aldi.


" Baiklah, kalian hati-hati dijalan"


" Abang juga mau balik ke hotel ya, Dad"


" Hhhmm"


" Yuk Dek, kita balik ke hotel. Besok pagi kita kesini lagi"


" Adek mau nginap disini aja sama mommy" kata Kiran.


" Nggak apa-apa Bang, biar adek sama mommy dan juga daddy disini" kata Anggun.


" Baiklah, Abang pamit dulu"


Kenzo mencium kedua tangan orang tuanya secara bergantian. Diikuti sama Melodi dan kedua sahabatnya. Setelah berpamitan Aldi dan yang lain kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Sampai di parkiran, mereka semua masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan rumah sakit tempat Anggun di rawat.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka sampai di hotel tempat mereka menginap. Karena sudah lelah mereka langsung menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.


Kenzo cs sampai di kamar mereka. Gian dan Tristan langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk itu. Sedangkan Kenzo pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.


" Ternyata princess sama menyeramkan seperti Kenzo ya Ian"


" Hhhmm "


" Untung aja bapak wanita itu tidak kena pisau yang di lemparkan princess"


" Gue suka melihat ekspresi ketakutan ayah dan anak itu" kata Gian.


" Sama gue juga "

__ADS_1


" Nggak boleh sama, lo cari yang lain dong?!" protes Gian.


" Suka-suka gue dong"


" Dasar nggak kreatif"


" Daripada kalian berdua berisik, mending gosok gigi dan cuci muka, sana" titah Kenzo.


" Siap Bos"


Gian dan Tristan bergegas menuju kamar mandi. Sampai di kamar mandi mereka berdua berebut mengambil odol.


" Ian, gue duluan yang dapat odolnya" kata Tristan.


" Nggak bisa, gue duluan" kata Gian.


Kenzo yang mendengarkan keributan di kamar mandi segera menghampiri kedua sahabatnya itu.


" Kenapa sih kalian berdua masih aja ribut"


" Saroh tu Roma" kata Gian.


" Bohong Roma, Ani yang menindas Saroh duluan"


" Mana ada, Ani tadi cuma mau ngambil odol terus Saroh langsung ngamuk-ngamuk gaje"


" Jelaslah gue ngamuk, gue yang dapat odol itu duluan. Lo seenak jidatnya merebut odol itu dari tangan gue"


" Tu liat kan Roma, dia ngamuk lagi"


" Stop!, bawa sini odolnya" kata Kenzo.


" Roma mau gosok gigi lagi?" tanya Gian.


" Diam!, sini sikat gigi kalian"


Tristan dan Gian langsung memberikan sikat gigi mereka pada Kenzo. Kenzo memberi odol di sikat gigi Gian dan Tristan.


" Sekarang gosok gigi kalian dan jangan ribut lagi. Kalau kalian berdua masih ribut, gue akan kurung kalian di kamar mandi"


" Tega Lo ama kita" kata Tristan.


" Ya tega lah, banget malah"


" Eh, dimana-mana kebanyakan emak tiri itu emang kejam" kata Kenzo.


" Iya juga ya " kata Gian.


" Udah, sekarang cepat gosok giginya" titah Kenzo.


Kok gue berasa kek Mak mereka berdua sih.


Gian dan Tristan langsung menggosok gigi mereka. Setelah drama Ani dan Maisaroh selesai, barulah Kenzo meninggalkan kedua sahabatnya itu.


Kenzo membaringkan tubuhnya di atas kasur. Setelah itu dia mengambil ponselnya di atas nakas. Kemudian dia menghubungi nomor kekasihnya, tidak butuh waktu lama telpon pun tersambung.


" Hallo, assalamualaikum yank"


" Wa'alaikum salam, lagi apa yank?"


" Baru selesai gosok gigi, kamu sendiri lagi apa?"


" Sama, aku juga baru selesai gosok gigi. Kangen yank"


" Huek.." Tristan dan Gian mual mendengar ucapan Kenzo barusan.


" Siapa tu yank yang mual-mual?"


" Demit penghuni kamar hotel yank"


" Karungin aja mereka yank"


" Rencana si gitu yank, setelah itu aku buang ke laut"


" Jangan kelaut, ke jurang aja"


" Biar tubuh mereka hancur ya yank"


" Betul. Yank bobok yuk?"

__ADS_1


" Emang udah ngantuk?"


" Udah, lagian ini juga udah malam"


" Tapi aku masih kangen"


" Besok kan kita ketemu"


" Ya udah, selamat tidur sayang. Jangan lupa mimpikan aku"


" Makasih yank. Kamu juga bobok jangan begadang, mimpikan aku juga"


" Iya yank, aku tutup dulu telponnya"


Panggilan pun berakhir.


Kenzo menyimpan kembali ponselnya di atas nakas. Kenzo menarik selimutnya hingga dadanya.


" Roma nggak tidur bareng kita lagi?" tanya Gian.


" Kagak, ntar kalian berdua perkosa gue lagi"


" Ck..kagak nafsu gue liat Lo, tapi kalau Saroh mungkin" kata Gian.


" Sembarangan lo, gue itu masih normal" protes Tristan.


" Normal apaan, kemarin lo berdua meluk gue" kata Kenzo.


" Kemarin itu gue sangka lo guling" kata Tristan.


" Emang kemarin itu tubuh Lo?" tanya Gian pada Kenzo.


" Iya, emang Lo pikir apa?" tanya Kenzo.


" Karung beras" jawab Gian sambil tertawa.


" Sialan lo, tubuh gue sebagus ini lo samain ama karung beras" kesal Kenzo.


" Bagus, tapi keras" kata Kenzo dan Tristan berbarengan.


" Ck.. benar-benar teman nggak ada akhlak lo" kata Kenzo sambil menutup kepalanya dengan selimut.


" Cie..cie mewek" kata Gian.


" Minta di bujuk, atau minta di peluk?" tanya Tristan.


" Sepertinya minta peluk Tian" jawab Gian.


" Tunggu apalagi, come on kita peluk Roma" kata Tristan.


" Berani Lo kesini, gue tendang pantat Lo berdua" kata Kenzo.


" Gue laporin ke Kak Seto" kata Gian.


" Apa hubungannya ama Kak Seto?" tanya Kenzo.


" Karena lo melakukan tindakan KDRT sama anak di bawah umur" kata Gian.


" Lo bukan anak di bawah umur, tapi anak dibawah sumur" kata Kenzo.


" Enak itu, sumur jengkol" kata Tristan.


" Itu semur jengkol, dudul" kata Gian sambil melemparkan bantal pada Tristan.


Tristan tidak tinggal diam, dia membalas Gian dengan memukul tubuh Gian pake guling. Terjadilah aksi pukul me mukul pakai guling. Kenzo mempunyai ide cemerlang untuk menghentikan aksi Gian dan Tristan.


Kenzo mengambil remot yang ada di atas nakas, kemudian dia memencet tombol Off. Lampu kamar itupun mati.


" Aaaaa" jerit Gian dan Tristan.


Mereka berdua segera menutup tubuhnya dengan selimut. Kenzo tersenyum penuh kemenangan, karena bisa menghentikan pertengkaran Ani dan Maisaroh.


Akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.


To be continue..


Si cantik Kiran.


__ADS_1


Gomawo untuk kalian yang masih setia menunggu kelanjutan cerita Kenzo cs.


Happy Reading 😚😚


__ADS_2