Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Bel sekolah sudah berbunyi, para siswa dan siswi pun masuk kembali kedalam kelas. Seperti biasa kelas 2 dan 3 akan melanjutkan proses belajar mengajar, sedangkan kelas 1 lanjut mengikuti MOS.


Kenzo cs sudah duduk dibangku mereka masing-masing. Tempat duduk mereka tidak ada yang berubah, Gian masih satu bangku sama Tristan, Kenzo sama si cewek dekil.


Ketos dan sekretarisnya pun masuk kedalam kelas Kenzo. Gilang masih belum bisa bersikap ramah pada Kenzo cs. Dia belum bisa menerima kekalahannya.


" Besok hari terakhir MOS, malam hari kita akan adakan pesta perpisahan" kata Indira.


" Yeeeyy" sorak semua siswi cewek .


" Bagi kalian yang cewek harus memakai gaun, dan yang cewok harus memakai jas. Mengerti!"


" Mengerti Kak"


" Pertemuannya kita cukupkan sampai di sini, sampai jumpa besok"


Indira dan Gilang keluar dari kelas. Para siswi cewek pun heboh, mereka membahas gaun apa yang akan mereka pakai ke acara besok malam.


" Gue harus pake gaun yang mana nanti ya"


" Iya nih gue juga bingung"


" Bagaimana kalau ntar sore kita ke mall"


" Setuju "


Sekelompok siswi cewek itu pun pergi meninggalkan kelas. Karena mereka nanti akan pergi ke mall untuk berburu gaun-gaun cantik.


Pulang sekolah Kenzo cs langsung pulang kerumah. Karena siang ini mereka tidak ada pemotretan dan kerjaan di kantor daddy nya juga tidak banyak.


Kenzo cs pun melajukan motor mereka. Saat melewati halte, Kenzo melihat cewek dekil itu lagi duduk di sana. Kenzo memilih tidak berhenti, dia terus melajukan motornya.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit Kenzo cs sampai di rumah mereka masing-masing. Kenzo memasukkan motornya kedalam garasi. Kenzo melangkah dengan gontai menuju pintu utama.


" Abang pulang" ucap Kenzo.


" Ucap salam dulu napa Bang" kata Anggun.


" Oh iya lupa, Assalamualaikum "


" Wa'alaikum salam"


" Adek mana mommy?"


" Tidur "


" Tumben adek tidur"


" Karena kelamaan nunggu abang, jadi dia ketiduran "


" Kasihan princes abang. Kalau gitu abang juga kekamar dulu ya Mom"


" Iya sayang "


Kenzo berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamarnya, Kenzo langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.

__ADS_1


" Tidak ada yang lebih nyaman, selain kasur sendiri "


Kenzo menatap langit-langit kamarnya.Dia teringat akan Ketos yang sombongnya minta ampun. Kenzo tidak menyangka karena kedudukan tinggi orangtuanya, mampu membuat anaknya bertindak semena-mena pada orang lain.


Daddy sama mommy gue aja anak orang yang paling berkuasa di negara ini, tapi mereka tidak pernah menyombongkan kekuasaan mereka pada orang lain. Harta memang membuat sebagian orang lupa, kalau di atas langit masih ada langit.


Kenzo mulai memejamkan matanya, tak berapa lama terdengar suara nafas yang beraturan. Itu menandakan sang empunya sudah masuk kedunia mimpi.


Sore hari.


Keluar kecil Anggun sedang berkumpul di ruang keluarga. Kiran sedang bermain dengan abangnya. Kali ini Kiran memakaikan topi lucu kekepala abangnya.



Anggun dan Vandy tersenyum melihat Kenzo yang anteng aja di kerjai sama adeknya. Kenzo memang tidak bisa menolak permintaan adek kecilnya itu.


" Besok terakhir abang Mos ya?" tanya Anggun.


" Iya, malam hari anggota OSIS ngadain acara, tapi abang malas pergi" kata Kenzo.


" Nggak boleh gitu, kalau abang nggak pergi itu bearti abang tidak menghargai mereka" nasihat Anggun pada putranya itu.


" Mana tau di sana abang dapat pacar" kata Vandy.


" Mereka kesana bukan mau mencari pacar Dad, tapi mau memupuk rasa persaudaraan" kata Anggun.


" Ya kan sekalian, menyelam sambil minum air" kata Vandy.


" Nggak boleh, pokoknya abang harus fokus sekolah dulu. Mas jangan coba-coba memberi pengaruhin abang ya" kata Anggun.


Di tempat lain.


Gilang merasa kesal setelah mendapatkan telepon dari orang suruhannya. Ya tadi saat di sekolah Gilang meminta bawahan papanya untuk mencari identitas Kenzo.


Karena Gilang ingat kata-kata Kenzo saat di gudang sekolah tadi. Kalau Gilang tidak sebanding dengan dirinya, baik dari segi harta dan juga kekuatan.


Siapa sebenarnya Kenzo?, kenapa orang suruhan gue tidak bisa mencari identitas lengkapnya, emang sekaya apa keluarga dia?.


Begitu banyak pertanyaan yang bersarang di kepala Gilang. Tapi Gilang tidak kehabisan akal, dia akan menemui pemimpin Lion entertainment.


Gilang melajukan mobilnya menuju perusahaan lion entertainment. Gilang melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tidak butuh waktu lama Gilang pun sampai di perusahaan Lion entertainment .


Gilang berjalan dengan dengan sombongnya masuk kedalam perusahaan. Semua orang kaget melihat Gilang datang keperusahaan Lion entertainmen.


" Apa dia mau jadi model di sini juga?"


" Sepertinya begitu"


" Gue rasa sih nggak, secarakan dia anak yang sombong"


" Ssstt pelankan suara kamu, nanti dia bisa dengar"


Gilang berjalan menuju meja resepsionis.


" Saya mau ketemu sama bos kalian!" kata Gilang dengan sombongnya.

__ADS_1


" Apa adek sudah buat janji"


" Saya nggak perlu membuat janji untuk ketemu sama dia. Cepat antarkan saya?!"


" Maaf Dek, kalau adek belum membuat janji, adek nggak bisa menemui pimpinan kami"


" Apa kamu tidak tau siapa saya?, berani sekali karyawan rendahan seperti kamu menolak saya!" hardik Gilang.


Semua karyawan di sana kaget mendengar suara gilang yang meninggi. Salah satu karyawan pun memanggil pihak keamaan, karena dia tidak ingin Gilang membuat keributan.


Tak berapa lama pihak ke amanan pun datang. Mereka menghampiri Gilang.


" Maaf Dek, kamu tidak boleh membuat keributan disini" kata salah satu bapak security.


" Saya tidak akan bikin keributan kalau mbak ini mau mengantarkan saya ketemu sama pimpinan perusahaan"


" Apa adek sudah membuat janji?"


" Saya tidak perlu membuat janji untuk ketemu sama pimpinan kalian!"


" Kalau adek mau bertemu pimpinan kami, adek harus membuat janji dulu, karena itu peraturan perusahaan ini"


" Kalian semua tidak tau siapa aku, huh! "


Semua orang di sana pun terdiam, karena mereka tau siapa Gilang. Keluarga Gilang juga salah satu orang terkaya dan berpengaruh di kota ini.


" Ada keributan apa ini?!"


Sontak semua menoleh ke sumber suara. Seketika para karyawan pun menundukkan kepala mereka. Karena yang datang adalah pimpinan mereka.


" Kenapa kalian pada diam"


" Ini Pak, adek ini bikin keributan"


Rangga pun melirik kearah orang yang di maksud sama security nya.


" Saya tidak akan bikin keributan kalau kalian tidak mengahangi saya ketemu sama pimpinan kalian" kata Gilang.


" Ada perlu apa anda bertemu dengan pimpinan perusahaan ini?" tanya Rangga.


" Ada yang mau saya bicarakan sama dia" kata Gilang.


" Apakah itu hal penting?" tanya Rangga lagi.


" Tentu saja penting. Kamu siapa?, kenapa dari tadi kamu bertanya terus pada saya" kata Gilang.


Gilang tidak tau kalau yang bicara dan bertanya sama dia tadi adalah pemimpin perusahaan Lion entertainment .


" Saya salah satu karyawan disini" kata Rangga.


" Ck.. jadi dari tadi saya bicara sama karyawan rendahan. Buang-buang waktu saya saja" kata Gilang sambil pergi meninggalkan perusahaan itu.


Semua karyawan kaget mendengar ucapan Gilang. Mereka tidak menyangka Gilang berani merendahkan pimpinan mereka. Asisten Rangga pun mengepal tangannya menahan emosi, ingin sekali dia memukul wajah Gilang.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2