
Kia pun tersenyum licik, " lo fikir lo udah menang gumam Kia dalam hati." Kia berjalan mendekati mama Vandy.
" Tante tidak akan merestui hubungan merekan kan?."
" Tentu saja saya merestui mereka, karena saya dan keluarga sangat mengenal keluarga Anggun. Dan pesan saya untuk kamu Kia, kalau kamu memang tulus mencintai anak saya maka kamu akan bahagia kalau melihat dia bahagia, bukan malah berfikir untuk memisahkan mereka ucap mama Vandy."
Kia yang mendengar ucapan mama Vandy pun sedih, dan kecewa gimana tidak harapan nya cuma mama Vandy, tapi sekarang harapan itu sudah hilang begitu saja. Kia berjalan mendekati Vandy.
" Kenapa kamu lebih memilih dia, apa kurang nya aku ucap Kia lirih."
Vandy yang melihat keadaan Kia sekarang pun sedih, bagaimana pun Kia pernah menjadi orang yang spesial dihati nya.
" Kamu tidak memiliki keikhlasan, serta kelembutan dalam hati kamu."
" Kamu jahat, kamu ingkar janji sama aku ucap Kia lagi."
" Aku memang cowok yang jahat, maka dari itu kamu carilah cowok yang baik, dan jangan lagi mengarapkan cinta dari orang yang jahat seperti aku."
Kia yang mendengar ucapan Vandy pun merasakan sakit dihati nya.
Di tempat lain.
Dona sedang menyusun rencana jahat nya untuk membalas sakit hati nya kepada Anggun.
Ya semenjak dikeluarkan dari perusahaan nya Dona tidak bisa mencari pekerjaan, karena Aldi telah memblacklist Dona. Karena itulah Dona tidak bisa mencari pekerjaan sampai sekarang.
"Don apa kamu yakin mau melakukan rencana ini tanya Luna."
" Yakinlah gue sudah lama menantikannya dan sekarang lah waktu yang tepat."
" Kalau kita ketahuan, bisa-bisa kita tertangkap polisi ucap Luna."
" Tentu saja tertangkap, tapi disini yang bekerja kan kita, melaikan para perampok ucap Dona."
"Waah... ternyata lo udah menyiapkan rencana ini dengan mateng."
" Sekarang kita akan tunggu kehancuran perempuan jal*ng itu ucap Dona sambil tersenyum licik."
Kemudian Dona menelepon anak buah nya, untuk segera kelokasi tempat mangsa nya berada, dan mereka pun akan melakukan tugasnya malam ini.
Dihotel.
Vanya kaget, serta bahagia juga mendengar kakak nya sudah menjalin hubungan dengan Anggun dan bahkan kakaknya juga sudah melamar Anggun. Vanya yakin Anggun memang jodoh yang dikirim tuhan untuk kakak nya.
__ADS_1
Ingin sekali Vanya memeluk calon kakak iparnya itu, tapi suasana sekarang tidak memungkinkan untuk itu.
Kia yang kembali mendekati Anggun, sebelum Kia sampai ketempat Anggun kedua sahabat Anggun sudah menghadang nya.
Anggun yang melihat kedua sahabat nya pun tersenyum, karena kedua sahabatnya itu berusaha untuk menjadi tameng buat Anggun.
" Kalian membuat dia takut ucap Anggun."
" Kami tidak akan membiarkan wanita licik ini menyakiti sahabat kami ucap Sinta dan Sisil."
" Nggak bakal kok, lagian gue nggak bakal lengah lagi ucap Anggun."
Sinta dan Sisil pun menoleh kearah Anggun dan setelah itu mereka memasang mode yang sama kembali, ya itu mode tameng buat Anggun.
Melihat sahabatnya masih dalam mode yang sama Anggun pun mencoba meyakinkan mereka.
" Percaya sama gue, dia nggak bakal berani lagi menyentuh gue, emang kalian fikir gue lemah?."
Sinta dan Sisil yang mendengar ucapan Anggun pun berfikir sebentar kemudian mereka memberi jalan buat Kia.
"Kalau lo berani nyakitin sahabat kita lagi, gue nggak akan segan lagi mencincang-cincang tubuh lo ucap Sinta dengan nada ngancam."
Kia pun berjalan mendekati Anggun dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Kia pun melihat Anggun dari atas sampai kebawa.
Semua orang yang mendengar ucapan Kia pun emosi termaksud Vandy.
" Kia...!!! jaga ucapan kamu teriak Vandy."
" Kenapa kamu berteriak, apa kamu yakin kalau dia nggak pernah tidur dengan cowok lain diluaran sana ucap Kia emosi."
Vandy yang mendengar ucapan Kia pun tersenyum, gimana nggak senyum Vandy membanyangkan waktu pertama kali dia mencium Anggun, ciuman pertama Anggun yang dia curi, ciuman yang begitu kaku dan polos, Vandy yakin dialah cowok yang pertama menyentuh Anggun.
" Gue yakin sama pilihan dan hati gue, kalau Anggun belum tersentuh oleh cowok lain."
Anggun yang mendengar ucapan Vandy pun tersenyum bahagia.
" Tapi gue yakin kalau dia itu sudah banyak disentuh sama cowok, pasti orangtua nya juga nggak becus mendidik dia ucap Kia."
Plaaaaaak....
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Kia. Semua orang yang ada disana pun kaget.
"Kau sudah terlalu banyak berbicara ucap Anggun."
__ADS_1
Ya yang menampar Kia tadi adalah Anggun.
" Kau dari tadi berbicara kalau saya pernah disentuh oleh lelaki lain, apa itu sebuah pengakuan untuk diri anda sendiri tanya Anggun."
" Maksud lo..!?."
" Saya tidak ada maksud apapun."
Semua orang masih mendengarkan Anggun dan Kia berbicara.
" Lo itu jangan berlagak sok suci, karena gue yakin lo itu udah pernah tidur sama cowok ucap Kia."
" Ucapan anda itu memang benar, tetapi itu bukan ditujukan untuk saya melainkan untuk diri anda sendiri ucap Anggun."
" Kenapa untuk diri gue."
Anggun pun berjalan selangkah dan berbisik ditelinga Kia.
" Anda tentu mengenal cowok yang bernama Bryan bukan ucap Anggun."
Deg
Seketika wajah Kia pun pucat mendengar ucapan Anggun. " Bagaimana dia bisa tau tentang Bryan gumam Kia dalam hati."
Anggun yang melihat ekspresi Kia pun tersenyum licik.
" Bunny, boleh aku undang teman aku masuk tanya Anggun."
" Boleh sayang jawab Vandy."
" Terimakasih kasih Bunny, sin tolong bawa teman kita masuk ke sini kata Anggun."
Semua orang yang ada disana pun penasaran siap teman yang dimaksud sama Anggun.
To be continue...
Readers pasti penasaran juga kan siapa yang datang.
Hallo Readers tersayang, gimana kabar kalian hari ini mudah-mudahan selalu sehat ya.
Author up nya segini dulu yaaaak... nanti Author up 1 Bab lagi kalau kalian nggak pelit kasih Like, Komen dan Vote buat Author... 😉😉
HAPPY READING GUYS... 😉😉😉
__ADS_1