Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

8 tahun kemudian.


Kenzo sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Karena lompat kelas, di umur 14 tahun mereka sudah lulus SMP.


Menghabiskan sisa libur sekolah yang tinggal beberapa hari lagi. Kenzo hanya menghabiskan waktu di rumah, bermain bersama adik kecilnya.Sekarang Kenzo sedang dikerjai sama adik kesayangan nya itu.


Ya wajah Kenzo di beri stiker-stiker lucu sama Kiran. Kenzo membiarkan wajah tampannya di beri stempel oleh adik kecilnya itu, yang penting Kiran bahagia.


" Abang terlihat sangat tampan memakai stiker itu"


" Benarkah?"


" Hhmmm"


Lalu Kiran memberikan cermin pada abangnya. Supaya Kenzo bisa melihat maha karya Kiran. Kenzo tersenyum melihat wajahnya yang sudah di beri stiker lucu.


Saat Kenzo mau menyentuh stiker yang ada diwajahnya.



" Abang jangan coba-coba copot stikernya ya" ancam Kiran.


" Baiklah tuan putri" pasrah.


" Good boy " kata Kiran sambil membelai rambut abangnya.


Ck.. coba lihat gaya nya, sudah seperti orang dewasa saja.


Kenzo memang tak bisa marah sama adiknya itu. Dia akan terus berusaha untuk membuat adiknya itu bahagia.


" Abang"


" Hhmm"


" Besok ajak adik jalan-jalan ke mall ya" pinta Kiran.


" Besok kita kan mau piknik Dek"


" O iya, adek lupa"


" Apa stikernya sudah bisa di copot tuan putri?"


" Boleh, tapi besok adek pasang lagi ya di wajah abang"


" Siap tuan putri "


Kiran menyimpan stiker nya didalam laci meja dekat tv. Setelah itu Kiran mengajak Kenzo menonton film kartun kesukaannya. Kenzo menyalakan tv nya, kemudian dia mencari film kartun kesukaan adiknya itu.


" Udah mulai, abang cepat duduk disini?" ajak Kiran.


Kenzo duduk di samping adik kecilnya itu. Mereka berdua fokus menatap layar tv yang ada di depan. Mata Kiran tidak berkedip melihat film kartunnya.


Vandy baru pulang dari kantor, hari ini dia sangat lelah, karena kerjaan menumpuk di kantornya, belum lagi proyek pembangunan hotel di kota Y belum juga rampung.


" Assalamualaikum " ucap Vandy.


" Wa'alaikum salam" jawab Kenzo dan juga Kiran.

__ADS_1


Kiran berlari menyusul daddy nya. " Daddy"


" Princes nya daddy"


Rasa capek yang dia rasakan tadi hilang seketika, karena melihat putri kecilnya itu. Ya, hanya dengan melihat senyum dari Kiran semua rasa lelah Vandy bisa hilang.


Vandy menggendong Kiran menuju ruang keluarga. Sampai di runag keluarga Vandy hanya melihat putra sulungnya. Dia tidak mendapati sang istri di sana.


" Mommy mana Bang?" tanya Vandy pada Kenzo.


" Di kamar Dad" jawab Kenzo.


" Adek nonton sama abang ya, daddy mau mandi dulu"


" Ok daddy "


Kiran turun dari gendongan daddy nya. Setelah putri kecilnya turun, Vandy pun pergi kekamarnya. Vandy menaiki tangga menuju kamarnya.


Sampai di depan kamarnya, dia memutar handle pintu dengan pelan-pelan. Saat pintu kamarnya terbuka, Vandy melihat sang istri lagi tertidur pulas.


Vandy berjalan menghampiri bed nya, dibelainya rambut sang istri. Anggun yang merasakan ada sentuhan di kepala nya pun, perlahan membuka matanya.


" Mas sudah pulang?"


" Hhmm"


Anggun melihat jam yang berada di dinding kamarnya. Jarum jam itu sudah menunjukkan jam 5 sore. Anggun bangkit dari tidurnya, dan duduk di samping suaminya.


" Mas capek ya?"


" Sedikit sayang"


" Ntar aja sayang, Mas mau mandi dulu"


" Mau mandi bareng nggak?" tawar Anggun.


" Mau"


Vandy dan Anggun langsung menuju kamar mandi. Vandy tidak melewatkan kesempatan itu, karena sudah lama mereka tidak berolahraga.


Mandi yang tadi nya hanya membutuhkan waktu selama 15 menit, menjadi 30 menit. Tapi Anggun dan Vandy sama-sama menikmati nya. Karena Anggun memang menginginkan nya juga.


Selesai berpakaian Vandy dan Anggun turun kebawah bergabung bersama kedua buah hati mereka. Sampai di ruang keluarga Vandy melihat kedua kakak beradik itu sedang asik menonton tv.


" Abang sama adek sudah mandi?" tanya Anggun.


" Sudah mommy" jawab Kenzo dan Kiran.


" Daddy besok kita jadi pergi piknik?" tanya Kiran.


" Jadi sayang"


" Adek boleh bawa buku nggak?" tanya Kiran.


" Tentu saja boleh " jawab Vandy.


" Yeeyy.. terima kasih daddy" ucap Kiran sambil mengecup pipi daddy nya.

__ADS_1


" Sama-sama sayang"


" Abang sudah selesai mendaftar nya?" tanya Anggun.


" Sudah Mom" jawab Kenzo.


" Kalian mendaftar ke SMA mana?" tanya Vandy.


" Taruna Bangsa Dad" jawab Kenzo.


" Kenapa abang milih SMA di sana?"


" Karena bagus, selain itu fasilitas dan ke amanannya juga bagus"


" Bukannya SMA Paripurna Bangsa juga bagus"


" Iya. Tapi Abang, Gian dan Tristan lebih tertarik sama SMA Taruna Dad"


" I'ts ok. Apa abang sudah beli keperluan sekolahnya?"


" Rencananya sih besok "


" Duitnya masih ada?"


" Masih"


Ya Vandy sudah memberikan kartu debit untuk putranya itu. Di kartu debit itu semua uang hasil jerih payah Kenzo selama jadi model.


Kenzo tidak mau meminta uang dari daddy nya.Bukan Vandy tidak memberikan Kenzo uang, Vandy malah sudah memberikan black card pada Kenzo, tapi Kenzo tidak pernah menggunakannya satu kalipun.


Karena bagi Kenzo selagi dia mampu, dia tidak akan memakai uang dari daddy nya. Kecuali nanti dia terdesak, atau membutuhkan pengeluaran yang banyak barulah dia pakai black card dari daddy nya.


To be continue..


Visual nya ya Guys..😉😉


Ivander Kenzo Dwipangga 14 tahun



Gian Putra Hermansyah 14 tahun



Tristan Putra Arnando 14 tahun.



Zanna Kirania Dwipangga 8 tahun.



Daffin Putra Hermansyah, 8 tahun



Kalian boleh bayangin dengan visual yang lain. Karena ini versi Author ya.. 😉😉

__ADS_1


Happy Reading.. 😉😉


__ADS_2