
Jam istirahat sekolah.
Teman sekelas Kenzo bergegas pergi ke kantin sekolah. Ya mereka akan mengisi tenaga mereka yang terkuras karena belajar tadi. Begitu juga dengan Kenzo cs dan pasangan mereka.
Sesampainya di kantin, mereka langsung menuju meja tempat biasa mereka duduk, kalau sedang di kantin.
Kenzo dan Melodi bertugas memesan makanan. Ya mereka akan selalu bergiliran memesan makanan, dan sekarang giliran kedua sejoli itu.
Setelah memesan makanan dan juga minuman untuk dia dan para sahabatnya, Kenzo dan Melodi kembali ke tempat duduk mereka. Baru aja duduk tiba-tiba ponsel Kenzo berdering.
Kenzo mendapatkan ponsel yang ada di dalam saku celana. Kenzo melihat layar ponselnya, terlihat nama Rangga di sana. Dia pun menggeser tombol hijau yang ada pada ponselnya.
" Hallo, Assalamualaikum Om"
" Wa'alaikum salam, maaf ganggu kamu lagi belajar"
" Nggak apa-apa, lagipula aku di kantin, bukan di kelas"
" Syukurlah kalau emang Om tidak menggangu kamu yang sedang belajar"
" Tapi Om mengganggu acara makan siang aku"
" Mengganggu sebentar nggak apa-apa lah ya"
" Ada apa Om telpon aku?"
" Ck.. kamu selalu to the point. Ada perusahaan luar negeri mau menjadikan kalian bertiga model untuk produk terbaru mereka. Bayaran cukup tinggi"
" Apa perusahaan yang di Paris kemarin?"
" Bukan, ini perusahaan beda"
" Dimana?"
" Korea"
" Kalau ke sana, Om minta mommy, aunty Sinta dan Sisil aja"
" Kenapa harus mereka?"
" Karena mereka yang ngebet mau ke sana?, mereka bilang mau menemui Oppa-Oppa yang ada di film Drakor yang sering mereka tonton"
" Ck.. beda ceritanya, mereka maunya kalian bertiga, bukan nyokap kalian"
" Kami bertiga akan pikirkan dulu Om"
" Baiklah, tapi jangan lama-lama"
" Iya, Om lama-lama kek mommy aku, bawel"
" Ya udah, Om tutup dulu telponnya. Selamat makan siang"
" Makasih Om"
Panggilan pun berakhir.
Kenzo menyimpan kembali ponselnya, ke dalam saku celananya.
" Om Rangga ya?" tanya Gian.
" Hhmm"
" Dia bilang apa?" tanya Tristan.
" Dia bilang ada perusahaan luar yang minta kita jadi model untuk produk terbaru mereka"
" Oh ya, dimana?" tanya Gian dan Tristan antusias.
" Korea"
" Apa!" kaget Gian dan Tristan.
" Haiiss, kenapa kalian berteriak begitu" kata Kenzo sambil menutup telinganya.
" Lo serius kita mau ke sana?" tanya Gian.
" Kalau kalian berdua mau, kita terima tawaran perusahaan itu. Tapi kalau kalian nggak mau, kita tolak aja tawarannya"
__ADS_1
" Terima aja, sekalian kalian melebarkan sayap kalian ke tingkat Asia bahkan Eropa" kata Melodi.
" Kamu benar juga yank. Gimana Ian, Tian?" tanya Kenzo.
" Kita terima" kata Gian dan Tristan berbarengan.
" Ok, gue hubungi Om Rangga dulu"
" Chat aja" kata Gian.
" Tau" kata Kenzo.
Kenzo mengambil ponselnya, kemudian dia mengirim chat pada Rangga. Kalau mereka menerima tawaran perusahaan itu. Setelah selesai mengirim chat nya, Kenzo menyimpan ponselnya kembali.
" Kita boleh ikut nggak?" tanya Dira.
" Nggak" jawab Tristan.
" Kenapa?" tanya Dira lagi.
" Karena kamu pasti mau menemui Oppa-Oppa nggak jelas itu" kata Tristan.
" Pacar aku kalau lagi cemburu, gemesin banget" kata Dira sambil mencubit kedua belah pipi Tristan.
" Aku cuma mau lihat kamu saat melakukan pemotretan" kata Dira. Sambil cuci mata dikit liat Oppa-Oppa tampan di sana, gumam Dira dalam hati.
" Aku juga ikut ya Yank" kata Melodi.
" Kita kan lagi sekolah yank, jadi kamu nggak boleh bolos" kata Kenzo.
" Ck.. bilang aja kamu mau cuci mata juga di sana dan takut aku ganggu" kata Melodi.
" Kagak, aku cukup cuci mata dengan lihat kamu aja"
" Bohong!, bilang aja mau lihat Eonni-Eonni yang ada di sana?"
" Nggak loh yank"
" Nggak salah kan" kata Melodi.
" Nggak benar yank" kata Kenzo.
" Aku bukannya nggak mau ngajak, tapi kita kan nggak lagi dalam libur sekolah yank" kata Kenzo.
" Emang kamu berangkatnya kapan?" tanya Melodi.
" Nggak tau, soalnya Om Rangga belum kasih tau aku" jawab Kenzo.
" Coba tanya dulu" saran Melodi.
Kenzo menghubungi Rangga kembali, kali ini bukan chat, dia langsung menelpon. Tak berselang lama telpon pun tersambung.
" Hallo Ken"
" Baca salam dulu napa Om"
" Oh maaf, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Ada apa?"
" Kapan kita akan pergi ke sana?"
" Acara pemotretannya Sabtu depan, jadi kita berangkatnya Jum'at sore"
" Makasih Om, aku tutup dulu telponnya"
Panggilan pun berakhir.
" Kamu dengarkan, apa yang di bilang Om Rangga tadi" kata Kenzo sambil menyimpan ponselnya kembali.
" Libur satu hari nggak apa-apa kali yank" kata Melodi.
" Ya udah, tapi kamu izin sama orang tua kamu dulu"
" Siap yank"
__ADS_1
" Kamu nggak mau ikut juga, honey?" tanya Gian pada Keyra.
" Mau, tapi aku nggak punya paspor"
" Emang kamu belum pernah pergi keluar negeri?" tanya Gian.
" Belum" jawab Keyra.
" Tenang, sepulang sekolah nanti gue temenin Lo ke kantor imigrasi" kata Melodi.
" Iya Key, lagi pula waktunya masih lama. Sekarang kan masih hari Senin" kata Dira.
" Emang nggak butuh waktu lama untuk membuat paspornya?, Apa biaya bikinnya nggak mahal" tanya Keyra.
" Nggak, 3 atau 4 hari paspor kita udah jadi. Kalau masalah biayanya biar gue yang bayarin" kata Melodi.
" Nggak usah Mel, biar gue aja yang bayarin" kata Gian.
" Oh astaga aku hampir lupa, kamu kan punya pacar seorang model terkenal" kata Melodi.
" Iya, tapi aku nggak mau di bilang cewek matre nanti" kata Keyra.
" Nggak akan ada yang bilang gitu, kalau ada biar aku yang kasih pelajaran ke mereka" kata Gian.
" Tapi aku nggak enak sama kamu" kata Keyra.
" Nggak usah merasa nggak enak gitu, aku pacar kamu, sudah sewajarnya aku bantu kamu. Jadi jangan pernah sungkan" kata Gian.
" Terima kasih" ucap Keyra.
" Sama-sama" balas Gian.
Pesanan mereka pun datang, mereka menghentikan dulu obrolan mereka. Nanti di sambung lagi setelah selesai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.
Beberapa menit berlalu, semangkok mie ayam pun sudah masuk kedalam perut mereka. Tenaga yang tadinya habis, sekarang sudah terisi penuh.
Setelah selesai mengistirahatkan perut, mereka kembali ke kelas. Tapi sebelum itu mereka sudah membayar makanan yang sudah mereka makan tadi.
Sesampainya di dalam kelas, mereka langsung duduk di kursi mereka masing-masing. Karena sebentar lagi bel akan segera berbunyi.
Bel sekolah pun berbunyi, guru pun sudah datang untuk melanjutkan pelajaran berikutnya. Ya jam terakhir ini kelas Kenzo belajar biologi.
Guru pun mulai menerangkan pelajaran, dan semua murid mendengarkan dengan baik.
Jam berputar dengan begitu cepat. Bel pulang pun sudah berbunyi, semua murid bersorak gembira. Karena bunyi bel seperti inilah yang selalu mereka tunggu.
" Baiklah anak-anak, pelajarannya kita cukupkan sampai di sini. Sebelum kalian menyimpan bukunya, tolong nanti di rumah kalian kerjakan soal halaman 75" kata buk guru.
Seketika wajah murid yang tadi gembira berubah menjadi sedih. Karena guru mereka memberi PR yang cukup banyak untuk mereka.
" Selamat siang, sampai jumpa hari Rabu"
" Ya Buk"
Buk guru pergi meninggalkan kelas. Kenzo cs dan pasangannya keluar dari kelas, mereka berjalan menuju parkiran untuk mengambil motor mereka.
" Yank, kita duluan ya. Soalnya mau nganterin Keyra ke kantor imigrasi" pamit Melodi.
" Iya, aku juga mau pergi pemotretan" kata Kenzo.
" Hati-hati, jangan ngebut bawa motornya" pesan Melodi.
" Siap sayang, kamu juga hati-hati bawa mobilnya"
" Hhmm"
Setelah mereka berpamitan sama kekasih mereka masing-masing. Melodi masuk kedalam mobil, diikuti Keyra dan juga Dira.
Mobil yang di kendarai Melodi pergi meninggalkan sekolah.
To be continue..
Hai Readers tersayang. Udah hari Senin nih. Feby minta dukungan kalian lagi ya, untuk karya receh Feby ini..😉😉
Feby ucapkan Gomawo untuk kalian yang sudah kasih hadiah dan vote nya.. Saranghaeeeee 😘😘
__ADS_1
Happy Reading 😚😚