
Kenzo dan kedua sahabatnya masih asik dengan HP mereka. Kenzo menyimpan nomor Gian dan Tristan, begitu juga sebaliknya.
" Ingat HP ini tidak boleh ketahuan sama orangtua kita" kata Kenzo
" Benar itu, terutama kamu Tian" kata Gian
" Aku?" tunjuk Tristan kediri nya.
" Iya kamu. Diantara kita bertiga, kamu yang paling ceroboh" kata Gian.
" Iya, aku janji bakal hati-hati" kata Tristan kesal.
" Bagus " kata Gian.
" Sekarang kita masuk, bentar lagi bel berbunyi" kata Kenzo.
Mereka bertiga pun masuk kedalam kelas. Sampai dikelas Kenzo menyimpan HPnya, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Mereka pun belajar seperti biasa.
Siang hari Vandy harus menjemput Kenzo kesekolah nya. Tadi istrinya menelepon, kalau dia tidak bisa menjemput Kenzo. Karena istrinya nggak enak badan.
Vandy mengambil kunci mobil serta tas nya, soalnya nanti dia tidak akan kembali kekantornya. Sebelum pergi, Vandy berpesan kepada Aldi.
" Al kalau ada kerjaan yang penting lo kirim ke email gue aja"
" Emang lo mau kemana?"
" Mau jemput anak gue"
" Sekalian titip anak gue " kata Aldi
" Iya, gue cabut dulu"
" Ok bos"
Vandy pun berjalan menuju lift. Vandy masuk kedalam lift, kemudian Vandy menekan tombol 1. Lift pun turun kebawah, kelantai dasar.
Ting
Pintu lift pun terbuka. Vandy berjalan menuju parkiran. Sampai diparkiran Vandy masuk kedalam mobilnya. Mobil Vandy pun melaju meninggalkan perusahaannya.
Saat diperjalanan Vandy mampir dulu ketoko kue kesukaan istrinya. Vandy memarkirkan mobilnya, setelah itu Vandy masuk kedalam toko kue.
Sampai didalam toko Vandy memilih kue kesukaan istrinya, tak lupa juga Vandy membelikan untuk putranya. Setelah mendapatkan kue yang dia inginkan, Vandy pun membayar belanjaannya.
Selesai membayar belanjaannya, Vandy melanjutkan perjalanannya kembali menuju sekolah Kenzo. Mobil Vandy pun sampai disekolah Kenzo.
Kenzo dan Kedua sahabatnya menunggu ditaman. Kenzo kaget melihat mobil daddy nya sudah ada disekolah. Karena biasanya mommy nya yang akan menjemput.
" Daddy"
" Hai boy "
__ADS_1
" Kok daddy yang jemput? mommy mana?" tanya Kenzo.
" Mommy ada dirumah sayang, mommy lagi sakit. Lagian mau mommy atau daddy yang jemput sama aja kan" kata Vandy.
" Hhhmm"
" Ya udah, yuk pulang" ajak Vandy
Mereka semua masuk kedalam mobil. Vandy memasangkan sabuk pengaman pada Kenzo dan kedua sahabatnya. Setelah itu Vandy melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Kenzo.
Mobil Vandy sampai dikediaman Sisil. Gian dan Tristan turun dari mobil Vandy.
" Makasih Om" ucap Gian dan Tristan.
" Sama-sama " balas Vandy.
Setelah Gian dan Tristan masuk kedalam rumahnya, barulah Vandy melajukan mobilnya menuju kediamannya. Mobil Vandy sampai dikediamannya.
Kenzo turun dari mobil dan bergegas masuk kedalam rumah untuk menemui mommy nya. Sedangkan Vandy memasukkan mobilnya kedalam garasi. Setelah itu Vandy masuk kedalam rumah menyusul Kenzo yang sudah masuk dari tadi.
Kenzo masuk kedalam kamar mommy nya. Anggun tersenyum melihat putranya datang dengan seragam sekolah yang masih menempel dibadannya. Kenzo berjalan menghampiri mommy nya.
" Abang sudah pulang"
" Hhhmm. Mommy sakit apa?, sudah minum obat?" tanya Kenzo beruntun.
Anggun tersenyum mendengar serentetan pertanyaan dari putranya itu.
" Mommy cepat sembuh, jangan sakit-sakit lagi" kata Kenzo sambil memeluk Anggun.
" Jangan lama-lama peluk istri daddy Bang" kata Vandy yang baru masuk kekamarnya.
" Inikan mommy abang, jadi nggak apa-apa kalau abang peluk lama-lama" kata Kenzo
" Tapi dia istri daddy, jadi daddy tidak kasih izin abang untuk peluk lama-lama" kata Vandy sambil melepaskan pelukan Kenzo dari istrinya.
" Daddy!"
" Jangan teriak-teriak ini bukan hutan. Cepat ganti pakaian abang sana!" usir Vandy.
" Mommy" rengek Kenzo pada Anggun.
" Daddy benar, Abang ganti pakaian dulu ya, setelah itu abang kesini lagi" kata Anggun.
Vandy tersenyum meledek putranya itu, karena istrinya tidak menghiraukan rengekkan sang anak.
Kenzo menatap tajam pada daddy nya itu. dari tatapannya itu mengatakan.
Tunggu pembalasan ku.
Vandy cuek aja ditatap seperti itu oleh putranya. Dia sangat senang bisa mengusir Kenzo dari kamarnya, jadi dia bisa berduan dan bermanja-manja dengan sanga istri.
__ADS_1
Akhirnya pengganggu pergi juga.
" Tunggu abang ya mommy. Abang cuma sebentar ganti baju nya" kata Kenzo sambil mencium pipi mommy nya.
Bocah ini berani-berani nya mengambil kesempatan.
Kenzo keluar dari kamar mommy nya dengan perasaan kesal. Setelah Kenzo pergi, Vandy bergegas mengunci pintu kamarnya, kalau tidak nanti putra nya itu akan mengganggu.
" Mas kenapa pintunya dikunci?"
" Biar nggak ada yang masuk sayang"
Anggun menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd suaminya itu.
" Mas mandi dulu ya sayang"
" Hhhmm"
Vandy berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tubuh Vandy sudah lengket karena keringat. Sampai dikamar mandi Vandy pun memulai acara mandinya.
Kenzo sudah selesai mengganti pakaiannya. Kenzo bergegas pergi kekamar mommy nya, sampai dipintu kamar mommy nya, Kenzo tidak bisa membuka pintu kamar itu.
" Daddy buka pintu nya!" teriak Kenzo dari luar.
Vandy yang mendengar teriakan anaknya dari luar pun tertawa puas. Selama ini dia tidak pernah menang malawan putra nya yang licik itu. Tapi hari ini dia bisa mengalahkan putra nya itu.
Vandy bergegas menyelesaikan mandi nya. Kalau tidak istrinya itu akan membukakan pintu untuk putranya itu. Benar saja saat Vandy keluar dari kamar mandi, istrinya itu sudah berjalan menuju pintu.
" Sayang, jangan coba-coba membukakan pintu"
" Kasihan Kenzo Mas"
" Terus kamu nggak kasihan sama aku. Dia itu selalu saja mengganggu kita"
" Tapi diakan putraku!"
Aduh istri gue selalu saja membela rubah kecil itu.
Anggun membukakan pintu untuk putranya itu.
Ceklek..
Saat pintu terbuka, Kenzo memasang wajah sedihnya. Anggun yang melihat putranya sedih pun memeluk putra nya. Kenzo membalas pelukan mommy nya.
Kenzo menjulurkan lidahnya kearah Vandy. Dia sangat senang karena rencananya berhasil. Senjata Kenzo yang satu ini memang ampuh untuk meluluhkan hati mommy nya.
Ck.. coba lihat rubah kecil itu, bisa-bisa nya dia meledek daddy nya, awas kamu nanti ya.
To be continue..
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1