Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Satu hari setelah kejadian di acara amal, para siswi cewek tidak pernah memandang jijik lagi pada Melodi. Mereka malah memasang senyum termanis mereka.


" Mel, ntar ke kantin bareng yuk" ajak salah satu siswi cewek.


" Mel, masuk team Cheerleader yuk"


" Mel, ntar habis pulang sekolah kita ke mall yuk"


Banyak lagi ajakan para siswi cewek itu, tapi Melodi tidak menghiraukannya. Dia terus berjalan menuju kelasnya.


Sesampainya di depan pintu kelasnya, Melodi di kejutkan sama temen-temen sekelas nya. Salah satu siswi cewek menghampiri Melodi dan menarik tangan Melodi.


" Apa ada ini?, apa ada yang lagi ulang tahun?" tanya Melodi.


" Tidak, ini kami buat untuk menyambut kedatangan kamu" kata teman-teman sekelas Melodi.


" Terima kasih, tapi maaf gue tidak suka dengan hal-hal seperti ini" kata Melodi sambil berlalu menuju mejanya.


" Cie..cie yang udah terkenal dalam sehari" ejek Keyra.


" Ck..para penjilat, bikin gue kesal aja" kata Melodi.


Kenzo cs baru sampai di kelasnya. Sama dengan Melodi tadi, Kenzo cs juga kaget melihat kelasnya sudah di dekorasi.


" Woow keren, siapa yang ulang tahun ni?" tanya Gian.


" Nggak ada yang ulang tahun, tapi ini acara untuk menyambut Melodi" jawab salah satu murid.


Setelah mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya, Kenzo cs pun berlalu pergi ke tempat duduk mereka.


" Wah Mel, keren banget acara penyambutan Lo" kata Gian pada Melodi.


" Keren darimana?, yang ada gue malah muak!" kesal Melodi.


" O ia, apa Cantika sudah di bawa ke hotel prodeo?" tanya Tristan.


" Sudah, sehabis kita pulang kemarin. Dia langsung di bawa sama polisi" kata Melodi.


" Bagus deh, dia memang pantas di sana" kata Tristan.


" Ternyata papi Lo sadis juga ya" kata Gian.


" Itu belum seberapa, kalau Cantika itu cowok mungkin papi gue sudah bunuh dia" kata Melodi.


" Woow keren?!" kata Kenzo.


Sontak Gian dan yang lain menoleh kearah Kenzo. Kenzo hanya acuh melihat tatapan Gian dan yang lain.


" Apa yang keren?" tanya Gian.


" Game" jawab Kenzo santai.


" Bisa nggak kalau main game nggak berisik" kata Gian.

__ADS_1


" Nggak!" kata Kenzo.


" Ck..kau ini, bikin gue darah tinggi aja" kata Gian.


" Kalau Lo darah tinggi makan daging kambing, gue jamin Lo cepat sembuh" saran Kenzo.


" Bukan sembuh yang gue dapat, tapi hidup gue yang kelar" kata Gian kesal.


" Takut mati juga Lo" kata Kenzo.


" Bukan takut, tapi kasihan mama gue belum dapat mantu" kata Gian.


" Bisa aja Munaroh jawab nya " kata Kenzo.


Teeett..


Bel pun berbunyi, Kenzo cs menghentikan pembicaraan mereka yang tidak berfaedah. Mereka duduk manis di bangku mereka masing-masing, sambil menunggu guru mereka datang.


Tak berselang lama guru mereka pun masuk kedalam kelas. " Selamat pagi anak-anak"


" Pagi Buk"


" Bagaimana kabar kalian hari ini"


" Baik Buk"


" Syukurlah. Sebelum kita mulai belajar Ibuk mau meminta maaf sama kalian semua, terutama kamu Melodi. Ibuk tidak menyangka kamu mengalami kejadian mengerikan seperti itu" kata Astika guru biologi sekaligus wali kelas.


" Ibuk tidak perlu meminta maaf. Lagi pula itu bukan kesalahan Ibuk" kata Melodi sambil tersenyum pada buk Tika.


Jam istirahat.


Kenzo cs pergi ke kantin sekolah, sedangkan Keyra dan Melodi pergi ke perpustakaan. Sampai di kantin Kenzo meminta Tristan untuk memesan makanan.


Tristan pun segera memesan makanan untuk kedua sahabatnya. Saat Tristan sedang memesan, ada yang menepuk pundak nya. Sontak Tristan menoleh ke orang itu.


" Kau!" kaget Tristan.


" Hai tampan, kita ketemu lagi"


" Apa kau seorang penguntit?" tanya Tristan.


Cewek itu tertawa mendengar ucapan Tristan. Tristan mengerutkan keningnya melihat cewek itu tertawa.


" Apa ada yang lucu?" tanya Tristan.


Cewek itu mengangguk kan kepalanya.


" Apa?"


" Kamu"


" Lo pikir gue badut"

__ADS_1


" Kamu lebih lucu dari badut"


" Huh!, dasar cewek aneh" kata Tristan sambil berlalupergi cewek itu.


Tristan kembali dengan membawa pesanan kedua sahabatnya. Gian melihat wajah Tristan yang tidak bersahabat.


" Lo kenapa?" tanya Gian.


" Jangan tanya " kesal Tristan.


" Wah.. adik Tian lagi kesal ya" goda Gian.


" Hati-hati Ian, ntar lagi taringnya keluar" kata Kenzo.


Brak..


Gian menggebrak meja. Sontak semua orang yang ada di sana kaget termasuk Kenzo dan Gian.


" Astagfirullah, Lo bikin kita jantungan aja" kata Kenzo.


" Dedek Tian nakal deh" kata Gian dengan gaya gemulai.


Tristan tidak mendengar kan ocehan kedua sahabatnya, dia terus saja memakan bakso yang ada di hadapannya. Tak berselang lama mangkok bakso Tristan pun kosong.


Tristan bangun dari duduknya. " Ken, Lo bayar bakso punya gue" kata Tristan sambil menepuk pundak Kenzo.


" Uhuk..uhuk" Kenzo tersedak sama bakso yang dia makan. " Kenapa harus gue yang bayar" protes Kenzo.


" Karena kalian berdua sudah bikin selera makan gue hilang" kata Tristan.


" Mangkok bakso sudah kosong gitu, Lo bilang nggak selera makan?!" kata Kenzo.


" Udah tinggal bayar aja Napa sih Ken, protes mulu" kata Tristan.


" Lo harus ke rumah sakit Tian" kata Kenzo.


" Betul itu " kata Gian.


" Emang kalian pikir gue sakit" kesal Tristan sambil berlalu meninggalkan kedua sahabatnya itu.


" Tian..woy..! " panggil Gian.


Tristan tak menghiraukan panggilan Gian, dia terus saja pergi meninggalkan kantin.


" Kesambet jin mana si dia?" tanya Gian.


" Jin galon" jawab Kenzo asal.


" Apa dia lagi PMS?" tanya Gian lagi.


" Seperti nya begitu, nanti kita cek kebenaranya" kata Kenzo.


Akhirnya Kenzo pun membayar semua pesanan mereka tadi. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan kantin sekolah.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading😚😚


__ADS_2