Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Selesai makan bakso, Marko mengantarkan Kenzo, Gian dan Tristan pulang. Mobil yang dikendarai Marko berhenti didepan rumah Tristan. Gian dan Tristan turun dari mobil.


" Makasih uncle " ucap Gian dan Tristan.


" Sama-sama " balas Marko.


Marko melajukan mobilnya menuju rumah keponakan tersayang nya. Sampai dipintu gerbang rumah Anggun, Marko membunyikan klakson mobilnya.


Satpam yang sudah mengenal mobil milik adik ipar tuannya langsung membukakan pintu gerbang. Marko melajukan mobilnya menuju rumah utama.


Mereka pun sampai dirumah utama. Kenzo turun dari mobil, setelah berpamitan sama uncle nya. Marko tidak bisa mampir, karena dia harus kembali kekantor.


Setelah mobil uncle nya sudah menghilang dari pandangannya, barulah Kenzo masuk kedalam rumahnya.


" Assalamualaikum " ucap Kenzo.


" Wa'alaikum salam, anak mommy sudah pulang"


Kenzo bersalaman, serta mencium punggung tangan mommy nya.


" Abang kekamar dulu ya mommy"


" Iya sayang"


Setelah berpamitan sama mommy nya, Kenzo berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai dikamarnya, Kenzo langsung mengganti seragam sekolah dengan baju mainnya.


Kenzo membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya. Hari ini Kenzo sangat lelah sekali. Kenzo memejamkan matanya, tak berselang lama Kenzo pun terlelap.


Selesai makan siang, Rangga kembali kekantornya. Sepanjang jalan menuju kantornya, dia memikirkan apa yang terjadi dengan Kenzo, Gian dan juga Tristan.


Sampai didepan kantornya, Rangga memberikan kunci mobil nya pada security, seperti biasa Rangga selalu menyuruh security untuk memarkirkan mobilnya.


Sampai dilobi sang asisten sudah menyambut nya. Mereka berdua pun berjalan menuju lift, sang asisten menekan tombol 20. Lift pun naik membawa mereka kelantai 20.


Ting.


Pintu lift terbuka menandakan mereka sudah sampai dilantai yang dituju, yaitu lantai 20. Rangga berjalan menuju ruangannya, sang asisten dengan setia mengekori Rangga dari belakang.


Rangga duduk dikursi kebesarannya. Rangga menatap langit-langit ruangannya. Dia masih memikirkan ketiga anak kecil itu. Rangga takut kalau Kenzo dan kedua sahabatnya akan berhenti jadi model.


" Tuan" panggil sang asisten.


" Hhhmm"


" Perusahaan produk minuman yang kemarin tidak mau bekerja sama kalau model nya tidak Kenzo dan juga kawan-kawannya" kata sang asisten.


" Ya sudah batalkan saja. Aku juga tidak mau memaksa mereka untuk bekerja sama dengan perusahaan ku" kata Rangga.


" Baik tuan"


" O iya bagaimana dengan Alex?" tanya Rangga.


" Saat ini dia sudah banyak belajar, dan ada beberapa perusahaan juga yang ingin menjadikan dia sebagai modelnya" jawab sang asisten.


" Syukurlah kalau begitu. Aku ingi mereka berempat sukses"

__ADS_1


" Saya permisi dulu tuan"


" Hhhmm"


Setelah berpamitan sang asisten pun pergi meninggalkan ruangan Rangga dan kembali keruangannya. Sepeninggal sang asisten, Rangga melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai tadi.


Sore hari Anggun bersiap untuk pergi kerumah sakit. Ya sore ini Anggun mau memeriksa kandungannya. Anggun merasa sedih, karena suaminya tidak bisa menemani nya.


Anggun mengambil HP nya diatas nakas. Anggun menghubungi nomor suaminya itu. Tak berselang lama telpon pun tersambung.


" Hallo, Assalamualaikum sayang" terdengar suara suaminya.


" Wa'alaikum salam Mas"


" Kamu udah mau berangkat sayang?"


" Belum Mas, aku lagi nunggu Kenzo"


" Maaf ya Mas nggak bisa nemenin kamu untuk periksa "


" Nggak apa-apa Mas, lagiankan kamu kerja"


" Ntar kabari Mas gimana hasil pemeriksaannya, terus perginya diantarin sama Kang Tito"


" Iya Mas ntar aku kabarin "


" Mas tutup dulu telponnya sayang, soalnya Mas mau ketemu klien. Love you my wife "


" Love you more hubby "


Panggilan telpon pun berakhir.


" Abang udah siap?"


" Sudah mommy"


Mereka berdua pun berjalan menuruni tangga. Sampai dibawah Kang Tito sudah menunggu nona mudanya itu. Tito membukakan pintu mobil untuk nona dan Adennya.


Mobil pun melaju meninggalkan kediamannya. Sore itu kendraan cukup banyak berlalu lalang. Dipinggir jalan juga sudah mulai banyak para pedagang yang menjajakan dagangan mereka.


Mereka pun sampai dirumah sakit. Anggun dan Kenzo turun dari mobil, mereka berdua masuk kedalam rumah sakit. Anggun sudah membuat janji denga Dokter Linda, jadi dia langsung menuju ruang praktik Dokter Linda.


Sampai diruang Dokter Linda, mereka langsung disambut oleh Linda dengan senyum ramahnya.


" Sore nona Anggun dan sitampan" sapa Linda.


" Sore juga Dok"


" Kita langsung periksa saja ya nona"


" Baik Dok"


Anggun berbaring diatas bed. Linda mengoleskan gel keperut Anggun, kemudian Linda mulai memeriksa kandungan Anggun.


Kenzo fokus melihat layar monitor yang ada didepannya. Saat dilayar sana menampilkan gambar adek yang ada didalam perut mommy nya.

__ADS_1



" Mommy, apa itu adeknya abang?" tanya Kenzo antusias.


" Iya sayang, itu calon adek abang"


" Kenapa wajahnya tidak terlihat?, dia juga terlihat sangat kecil?" tanya Kenzo lagi.


" Nanti dia akan tumbuh menjadi besar, jadi abang harus menjaga dedek dan mommy nya ya " nasihat Linda.


" Pasti dokter, abang akan selalu menjaga dedek dan juga mommy "


Linda tersenyum mendengar ucapan Kenzo. Linda melanjutkan pemeriksaannya, dia melihat air ketuban Anggun apakah cukup atau tidak.


" Hasilnya bagus nona" kata Linda.


" Dokter apa kita bisa mendengar suara dedek bayinya?" tanya Kenzo.


Linda tersenyum. " Sekarang kita tidak bisa mendengarkan suara dedek bayi nya" kata Linda.


" Kenapa?, apa dedek bayi nya sakit?" tanya Kenzo lagi.


" Tidak sayang, dedek bayi nya sangat sehat. Kita tidak bisa mendengarkan suara dedek bayi nya sekarang. Dia bersuara setelah dia lahir nanti. Tapi kita bisa mendengar detak jantungnya" kata Linda.


" Benarkah"


" Tentu saja, apa abang mau mendengarkan nya?"


" Mau"


Linda pun mulai memutar benda bulat kecil itu. Dia mencari letak jantung sang bayi. Setelah ditemukan, Linda membesarkan volume suara nya, supaya Kenzo bisa mendengarkan.


" Mommy apa itu bunyi jantung adek abang?"


" Iya sayang, itu bunyi jantungnya" jawab Anggun.


Setelah pemeriksaan selesai, Linda melap sisa gel yang ada diperut Anggun. Linda memberikan vitamin untuk diminum Anggun selama hamil.


Karena urusannya sudah selesai, Anggun dan Kenzo pun pamit undur diri. Saat keluar dari ruangan dokter Linda, senyum Kenzo tidak pernah hilang dari, dia sangat senang karena bisa melihat calon adek nya.


Anggun dan Kenzo masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan rumah sakit. Tito melihat dari kaca spion yang ada didepan, dia dapat melihat wajah bahagia Kenzo.


" Sepertinya Aden Kenzo lagi senang banget?" tanya Kang Tito.


" Iya, soalnya tadi abang bisa melihat adek bayi" jawab Kenzo.


" Wah hebat dong ya, daddy nya aja belum melihat" kata Tito.


" Nanti abang mau pamerin ke daddy" kata Kenzo.


" Bagus itu, pasti daddy nya akan iri sama abang" kata Tito.


" Tentu saja, lagia siapa suruh pergi-pergi terus" kata Kenzo.


Anggun dan Tito tersenyum mendengar ucapan Kenzo. Secara tidak langsung Kenzo mengatakan yang ada didalam hatinya, walaupun dia tidak menyadari nya.

__ADS_1


To be continue...


Happy Reading Guys.. 😉😉😉


__ADS_2