
Malam hari.
Vandy dan para sahabatnya sedang berkumpul dirumahnya. Mereka mengadakan pesta barbeque dadakan. Kali ini para suami yang bertugas membakar daging, sedangkan para istri duduk santai.
Kenzo cs bermain game di HP mereka masing-masing. Sedangkan Kiran dan Daffin asik memakan buah, sesekali Daffin menyuapi buah ke mulut Kiran.
" Coba lihat Kiran sama Daffin" kata Sinta pada kedua sahabatnya.
Sontak Anggun dan Sisil pun menoleh kearah Kiran dan juga Daffin.
" Wah.. wah, anak lo keci-kecil udah romantis ya Sin" kata Sisil.
" Harus, apalagi tu calon istrinya sendiri " kata Sinta.
" Lo kek nya ngebet banget jodohin Daffin sama si Kiran" kata Sisil.
" Iya, bibit ungul soalnya. Jadi nggak boleh lepas" kata Sinta.
Anggun hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan ucapan Sinta tadi. Para istri masih menyaksikan ke romantisan Daffin dengan Kiran.
Para suami pun datang membawa steak, sosis bakar, dan beberapa sate paprika. Para suami itu menaruh steak nya di atas piring, kemudian menatanya di atas meja.
Vandy memotong kecil-kecil daging steaknya supaya Kenzo lebih mudah memakannya, setelah itu dia memberikan pada Kenzo. Begitu juga dengan Aldi dan Gio mereka berdua juga melakukan hal yang sama dengan Vandy.
" Makasih daddy" ucap Kenzo.
" Sama-sama sayang"
" Ni untuk kamu" kata Daffin sambil menyerahkan sosis bakar pada Kiran.
" Makacih Affin" ucap Kiran.
Ya Kiran memang memanggil Daffin dengan Affin. mungkin itu panggilan sayang Kiran untuk Daffin.
(Entalah Author juga nggak tau..😁😁).
" Mommy, adek mau coba itu" kata Kiran sambil menunjuk steak yang ada di piring Kenzo.
" Aaaa, buka mulutnya " kata Kenzo
Kiran pun membuka mulutnya, Kenzo pun menyuapi daging steaknya ke mulut Kiran. Tristan juga ikut menyuapi Kiran.
" Kiran enak banget ya, di kelilingi cowok-cowok tampan" kata Sisil.
" Iya, kan dia princes nya" kata Sinta.
" O iya Nggun, Vanya sudah melahirkan?" tanya Sisil.
" Sudah, jam 4 subuh" jawab Anggun.
" Besok temenin kita melihat baby nya Vanya ya" kata Sinta.
" Ok, besok gue temanin kalian kesana" kata Anggun.
Jam 9 malam pesta barbeque pun selesai. Para sahabat Anggun pun pamit pulang ke rumah mereka masing-masing. Setelah para sahabat Anggun pulang, Anggun dan keluarga kecilnya baru masuk kedalam rumah.
Malam ini Kiran dan Kenzo tidur di kamar mommy dan daddy nya. Ya Anggun menginginkan ke dua anaknya tidur bersama dengannya, mau tak mau Vandy pun mengikuti keinginan sang istri.
" Abang sama adek gosok gigi dulu, setelah itu baru tidur"
" Siap mommy" kata Kenzo.
__ADS_1
Kiran dan Kenzo pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Selesai Kenzo dan Kiran menggosok gigi, barulah Vandy dan Anggun masuk ke kamar mandi untuk menggosok gigi mereka.
Sekarang mereka berempat sudah berbaring di atas kasur. Kenzo dan Kiran berada di antara mommy dan daddy nya. Kenzo menjadikan daddy nya sebagai guling. Vandy tidak protes, dia malah senang dipeluk sama putranya itu.
Mereka pun tertidur dengan posisi Kenzo memeluk daddy nya dan Kiran memeluk mommy nya.
Pagi hari.
Seperti biasanya Anggun menyiapkan sarapan untuk para kesayangannya itu. Setelah selesai baru lah Anggun membangunkan pasukannya itu.
" Daddy, abang bangun" kata Anggun sambil mencium pipi Vandy dan Kenzo bergantian.
Kenzo mengucek matanya. " Good morning mommy " ucap Kenzo sambil mencium pipi Anggun.
" Morning sayang"
Kenzo keluar dari kamar mommy dan daddy. Dia pergi ke kamarnya dan langsung mandi, karena pagi ini dia akan berangkat sekolah.
Sekarang tinggal bayi besarnya yang beum mau bangun. " Daddy bangun, udah siang" kata Anggun sambil menarik selimut yang di pakai suaminya.
" Sayang kok di tarik sih selimutnya" protes Vandy.
" Cepat bangun, kamu ada meeting kan pagi ini? "
" Hhhmm"
" Makanya cepat bangun, atau perlu aku siram dulu" kata Anggun.
" Iya sayang, Mas bangun"
Vandy bangkit dari tidurnya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tapi sebelum itu di memberikan morning kiss pada sang istri.
Anggun sengaja tidak membangunkan Kiran, karena kalau dia bangun nanti dia pasti menangis pengen ikut dengan daddy nya. Anggun menyiapkan pakaian suaminya, setelah itu dia turun ke bawah. Anggun akan menunggu suami dan putranya di meja makan.
Anggun mengambilkan nasi dan lauk untuk suami dan putranya itu. Mereka pun menikmati sarapannya dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara, selain bunyi garpu dan sendok.
Selesai sarapan, Kenzo meneguk habis susu coklat hangat buatan mommy nya. Setelah itu Anggun mengantarkan suami dan putranya kedepan rumah.
Mobil Vandy sudah berada di depan rumah utama. Kenzo bersalaman dan mencium punggung tangan mommy. Begitu juga dengan Anggun.
" Berangkat dulu ya sayang" kata Vandy mencium kening suaminya.
" Hati-hati ya Mas"
" Assalamualaikum " ucap Vandy dan Kenzo.
" Wa'alaikum salam" balas Anggun.
Vandy melajukan mobilnya meninggal kan kediamannya. Setelah mobil suaminya menjauh, barulah Anggun masuk kedalam rumah.
Jam 10 pagi, Anggun dan Kiran sudah bersiap mau kerumah sakit. Anggun dan para sahabatnya akan melihat baby nya Vanya. Para sahabat Anggun sudah menunggu dibawah.
Anggun dan Kiran turun kebawah. Mereka pun berangkat dengan mobil Sisil. Sisil melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Di perjalanan mereka mampir ke toko kue dan juga buah.
Selesai membeli kue dan buah, mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka ke rumah sakit. Mobil yang dikendarai Sisil pun sampai dirumah sakit.
Mereka semua turun dari mobil, kemudian berjalan beriringan masuk kedalam rumah sakit. Seperti biasa, setiap masuk lift Kiran selalu minta di gendong.
Ting
Pintu lift pun terbuka, Para emak-emak muda itu pun keluar dari lift. Mereka berjalan menuju ruang rawat Vanya. Anggun mengetuk pintu ruang rawat Vanya.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Diana yang mendengar pintu di ketuk, langsung saja membukakan pintu.
Ceklek..
" Assalamualaikum " ucap mereka semua.
" Wa'alaikum salam" balas Diana.
Anggun bersalaman dan mencium punggung tangan mama mertuanya. Di ikuti sama Sinta dan juga Sisil.
" Mari silakan masuk" kata Diana
Mereka semua masuk kedalam. Vanya tersenyum pada kakak ipar dan juga para sahabatnya.
" Kalian datang"
" Ni kita bawakan buah sama kue" kata Sinta.
" Makasih, tapi lain kali nggak usah repot-repot Kak" kata Vanya.
" Mana baby kamu Vanya?" tanya Sisil.
" Lagi di mandiin sama suster Kak" jawab Vanya.
Suster pun datang membawa baby Vanya. Sinta dan Sisil langsung menghampiri sang suster.
" Masya Allah tampan banget" puji Sinta dan Sisil.
" Makasih Kak"
" Mirip Marko ya Nggun" kata Sinta.
" Iya, kan dia bapaknya Sin" kata Anggun.
" Anak-anak kenapa selalu mengcopy wajah bapaknya" kata Sisil.
" Iya, padahal yang mengandung kita, yang melahirkan juga kita " protes Sinta.
" O iya, Vanya melahirkannya normal atau operasi caesar?" tanya Sisil.
" Operasi caesar Kak" jawab Vanya.
" Nggak apa-apa, mau normal atau caesar yang penting anak dan ibunya selamat" kata Anggun.
" Benar Nggun, sama-sama sakit juga. O iya siapa nama baby tampannya" tanya Sinta.
" Elvano Putra Juanda Kak, di panggil baby El" jawab Vanya.
" Nama yang bagus "
Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol sambil menikmati kue yang mereka bawa tadi. Kiran dan Daffin jangan ditanya, mereka sedang asik bermain.
To be continue..
Jangan pelit ngasih jempolnya ya... 😉😉
__ADS_1
Happy Reading... 😉😉