
Setelah pertemuan terakhir Anggun dan Vandy beberapa hari yang lalu di bukit kunang-kunang. Mereka tidak pernah bertemu atau pun berkomunikasi lagi. Karena malam itu Anggun dan Vandy sepakat untuk tidak bertemu maupun berkomunikasi lagi.
Pagi ini dikediaman Wiguna sedang melakukan pengajian dan berdoa bersama agar nanti Allah melancarkan proses acara. Saat proses meminta doa restu Anggun pun menangis. Anggun bersimpuh didepan Mamanya.
" Ma, terimakasih sudah mau bersusah payah melahirkan Anggun, membesarkan Anggun dengan cinta dan kasih sayang Mama selama 20 tahun ini. Maaf selama 20 tahun ini Anggun belum bisa membalas semua jasa Mama. Maaf jika Anggun pernah membuat Mama terluka atau bahkan kecewa." ucap Anggun sambil menangis.
Anggun pun pidah ke papa nya dan bersimpuh di depan Papanya.
" Pa, terimakasih selama ini sudah memberikan cinta dan kasih sayang Papa buat Anggun. Berkat Papa Anggun bisa menjadi sosok yang mandiri dan kuat. Ma, Pa terimakasih atas semuanya, kalian adalah orang tua terbaik di dunia." Ucap Anggun.
Wiguna dan Kiara pun ikut menangis mendengar ucapan anaknya tadi.
" Sekarang peri kecil Mama sudah besar,sebentar lagi menikah dan akan jadi seorang Istri. Peri kecil Mama yang tercinta pesan Mama jadilah Istri yang berbakti pada Suamimu nanti, kamu Putri kebanggaan kami," ucap Kiara sambil memeluk anaknya.
" Anggun Putri kecilku yang tercinta, sebentar lagi kamu akan melepas masa gadismu, dari seorang anak kamu akan berubah status menjadi seorang Istri. Anggun kamu adalah permata hati Mama dan Papa walaupun kamu sudah menikah nanti kamu tetap putri kecil Papa dan kamu akan selalu menjadi kebanggaan kami," ucap Wiguna sambil menitikkan air mata.
Semua orang yang hadir di sana begitu terharu melihat keakraban antara orang tua dan anaknya. Karena diluar sana tak jarang ada orang tua yang tak peduli bahkan membuang anak mereka.
" Tak salah keluarga Wiguna menjadi salah satu contoh keluarga yang harmonis." kata tamu A.
" Iya, apalagi putrinya tidak pernah terdengar membuat masalah," ucap tamu B.
" Beda banget sama keluarga kita ya, kata tamu C.
Banyak lagi pujian yang terdengar dari para tamu yang datang, mereka tambah mengagumi keluarga Wiguna.
Akhinya acara selesai dan para tamu sudah meninggalkan kediaman Wiguna. Setelah para tamu pulang, para pelayan membersihkan sampah sisa acara tadi.
Anggun dan kedua orangtua nya pergi beristirahat kekamar mereka masing-masing, karena nanti malam akan berangkat kehotel Dwipangga. Sedangkan sikecil Aska sedang membungkus kado untuk dia berikan kepada Anggun dan Vandy.
Malam hari.
Anggun sudah bersiap, begitupun dengan Aska. Mereka turun kebawah menunggu orangtua mereka dibawah. Tak berapa lama papa dan mama Anggun pun keluar dari kamar mereka.
Wiguna melihat putra kecilnya menyandang tas.
" Waah anak Papa kuat banget."
" Iya dong Pa, adekkan mau sekuat Papa."
" Apa itu nggak berat sayang?, tanya Kiara.
" Nggak kok Ma, dan kalau pun berat Adek kuat bawanya." Jawab Aska sombong.
" Ck.. bocah ini, badan kecil begitu berlagak sok kuat," ucap Anggun.
" Emang Adek kuat, apa Kakak nggak dengar Papa bilang apa tadi."
" Ya, ya Adek emang kuat." Kata Anggun.
" Yuk sekarang kita berangkat," ucap Wiguna.
" Bik Ijah kita berangkat dulu ya, tolong jaga rumah ya Bik, ucap Anggun.
" Iya non, hati-hati dijalan dan semoga besok acaranya lancar."
__ADS_1
" Aamiin, terimakasih doanya Bik."
Wiguna dan keluarga nya berangkat menuju hotel Dwipangga.
Dikediaman Dwipangga.
Diana, suami serta anaknya sudah bersiap untuk pergi kehotel karena besok pagi acara akadnya akan diadakan dihotel mereka. Setelah semua perlengkapan siap mereka pun berangkat menuju hotel Dwipangga.
" Bik kita berangkat dulu, tolong jaga rumah ya Bik, ucap Diana.
" Iya nyah, hati-hati dijalan dan semoga acaranya lancar."
" Aamiin, makasih Bik doanya."
Mobil Dwipangga pun melaju meninggalkan kediamannya dan pergi menuju hotel Dwipangga.
Dihotel Dwipangga.
Aldi, Gio dan kekasih mereka sudah berada dihotel Dwipangga. Mereka sedang menunggu kedatangan keluaraga Wiguna.
Tidak berapa lama keluarga Wiguna pun sampai di hotel Dwipangga. Sinta dan sisil pun langsung menyambut kedatangan keluarga Wiguna.
" Selamat datang Om, tante, dan Aska" sapa Sinta, Sisil dan diikuti sama kekasih mereka.
" Gue nggak disapa ni, " ucap Anggun pura-pura kesal.
" Iya, selamat datang calon pengantin," ucap Shinta.
" Silahkan om dan tante," ucap Aldi.
" Besok adalah hari bersejarah buat lo," kata Sinta sambil memeluk Anggun dan diikuti oleh Sisil.
Aska yang melihat kakaknya dipeluk, sontak Aska pun memeluk Anggun. Sinta yang melihat Aska memeluk Anggun pun tersenyum. Walaupun Aska bukan adik kandung Anggun tapi Aska sangat Menyayangi Anggu layaknya saudara kandung.
Mereka pun asik mengobrol, bercerita dan sesekali bercanda. Karena Aska sudah mengantuk mereka pun memutuskan untuk masuk kedalam hotel dan pergi kekamar mereka.
Dikamar hotel ada seorang pria yang sedang mengamuk karena terkunci dikamar hoter. Sebenarnya bukan terkunci sih tapi dikunci dari luar oleh Aldi dan Gio.
" Aldi..!!," teriak Vandy.
Ya cowok itu adalah Vandy. Aldi mengunci Vandy saat dia berada dikamar mandi tadi.
" Awas lo nanti Al, kalau gue berhasil keluar dari sini, gue matiin lo. Dasar Aldi teman laknat lo," maki Vandy.
Sedangkan Aldi dan Gio sedang menyambut kedatangan keluarga Dwipangga.
" Selamat malam om, tante dan Vanya," sapa Aldi dan Gio.
" Malam, Vandy mana Al kok nggak ikut nyambut?, tanya Kiara.
" Vandy sudah istirahat tante," jawab Aldi bohong.
" Yuk tante kita kedalam, " ajak Gio.
Mereka masuk kedalam hotel. Aldi dan Gio mengantarkan orangtua Vandy kekamar mereka. " Selamat istirahat om tante."
__ADS_1
" Makasih ya Al dan juga gio, Ucap Diana.
Aldi dan gio kembali kekamar mereka untuk beristirahat. karena besok mereka akan bangun pagi-pagi.
Jam 5 pagi.
Anggun sudah bangun dari tidurnya. Anggun melangkahkan kakinya kekamar mandi. Anggun pun membersihkan dirinya. Selesai mandi Anggun mengambil Wudhu dan menjalankan kewajibannya sebagai muslim.
Tepat pukul 6 pagi pihak MUA sudah datang untuk merias Anggun.
Sedangkan dikamar lain Vandy sudah siap. karena Vandy laki-laki jadi waktu beriasannya tidak selama perempuan. Vandy terlihat tampan dengan tuxedo warna hitamnya.
" Gue kok nervous banget ya Van," kata Aldi.
" Yang mau nikah itu gue, kenapa lo yang nervous, ucap Vandy.
" Tau nih si Aldi, yang nikah siapa yang nervous dia." Kata Gio.
" Dalam hitungan jam status lo akan berubah menjadi seorang suami," kata Aldi.
Jam sudah menunjukan pukul 8 pagi. Acara akad pun segera dimulai. Semua keluarga sudah hadir di ballroom hotel untuk menyaksikan proses ijab kabul.
( Akhirnya Readers saat-saat yang ditunggu-tunggu datang juga).
" Apa kamu sudah siap nak Vandy," tanya bapak Penghulu.
" Insya Allah siap Pak," jawab Vandy.
" Silahkan tuan Wiguna," kata Pak Penghulu.
" Bismillahirrohmanirrohim", Wiguna mengulurkan tangannya dan Vandy menbalas uluran tangan Wiguna.
" Saya nikahkan engkau Vandy Putra Dwipangga bin Hardian Dwipangga dengan ananda Anggun Ariana Wiguna binti Arga Wiguna dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 100 gram dibayar tunai."
" Saya terima nikah dan kawinnya Anggun Ariana Wiguna binti Arga Wiguna dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
" Bagaimana para saksi sah." Penghulu
" Saaaaaaah." Saksi.
" Alhamdulillah hirobbil alamin." semua orang.
Anggun yang menyaksikan proses ijab kabul lewat layar LED dalam kamar hotel pun menangis haru karena Vandy mengucapkan ijab kabul nya dengan satu tarikan nafas.
To be continue..
Ayo mana nih dukungannya buat Author..
Maaf kalau ada salah penulisan untuk proses ijab kabulnya.. 🙏🙏🙏
Vote...vote.... vote..
HAPPY READING GUYS.. 😉😉😉
__ADS_1