
Hari ini Gio menemani istrinya berjalan-jalan di sekitar kompleks. Mama Gio memang menyarankan kan untuk sering-sering mengajak istrinya jalan-jalan, supaya memudahkan nanti saat lahiran.
" Oppa capek" kata Sisil
" Ya udah, kita istirahat dulu"
Mereka duduk dikursi yang ada dibawah pohon besar itu. Gio memberikan air mineral pada istrinya. Sisil meminum air mineral yang diberikan suaminya.
Setelah beberapa menit beristirahat, Gio dan Sisil memutuskan untuk pulang kerumah. Saat mau berdiri dari duduknya, tiba-tiba perut Sisil terasa sakit.
" Aawww" ringis Sisil
" Kenapa Sweety?" Gio
" Perut aku sakit Oppa" jawab Sisil
" Apa kamu udah mau melahirkan Sweety"
" Mungkin. Aawww sakit banget Oppa"
" Tahan dulu, aku mau hubungi Vandy dulu"
Gio mencari kontak nomor Vandy. Setelah ketemu Gio langsung menghubungi Vandy. Tak berapa lama sambungan telpon pun terhubung.
" Hallo Van, istri gue mau melahirkan"
" Ya lo bawa kerumah sakit lah"
" Itu masalahnya, gue lagi nggak dirumah dan gue juga nggak bawa mobil"
" Lo dimana sekarang?"
" Gue lagi didekat taman kompleks"
" Ya udah lo tunggu disana"
Sambungan telpon pun berakhir.
Setelah mendapatkan telpon dari sahabat nya tadi. Vandy langsung mengambil kunci mobilnya dan bergegas pergi.
" Mas mau kemana buru-buru bergitu?" tanya Anggun
" Jemput Gio sama Sisil sayang" jawab Vandy
" Emang mereka lagi dimana?" tanya Anggun lagi
" Ditaman dekat kompleks. Gio bilang Sisil mau melahirkan" jawab Vandy
" Apa! kalau begitu buruan Mas"
" Ini dari tadi juga mau pergi, tapi kamu nahan Mas terus"
Vandy pun memacu mobilnya menuju lokasi tempat Gio dan Sisil berada. Tak berselang lama Vandy pun sampai.
" Yo" panggil Vandy
" Van bantuin gue " kata Gio
Vandy membantu Gio memapah tubuh Sisil kedalam mobil. Gio duduk dikursi penumpang menemani istrinya. Vandy melajukan mobil nya menuju rumah sakit.
Sepanjang jalan menuju rumah sakit, Sisil tak henti-hentinya menyiksa Gio. Seperti sekarang ini Sisil menjambak rambut Gio.
" Aww! sakit Sweety" teriak Gio
" Aku juga kesakitan Oppa"
" Iya, tapi jangan tarik-tarik rambut aku" kata
Gio
__ADS_1
" Terus aku harus tarik rambut siapa? nggak mungkin kan aku tarik rambut Vandy" kesal Sisil
Bisa-bisa sampe rumah sakit gue udah nggak punya rambut
Vandy dibuat pusing sama tingkah sepasang suami- istri itu. Mereka sama-sama berteriak karena menahan sakit.
"Van ngebut dikit bawa mobilnya. Gue udah nggak tahan " ucap Sisil
Vandy menambah laju kecepatan mobil nya. Tak berselang lama mobil yang dikendarai Vandy pun sampai dirumah sakit.
Para Dokter sudah menunggu didepan pintu masuk. Karena sebelum berangkat Vandy sudah menelpon rumah sakit.
Sinta langsung dibawa Dokter keruang persalinan dan Gio menemani istrinya didalam ruang persalinan. Vandy menunggu diluar ruangan.
Sinta sedang menunggu pembukaan 10. Gio masih setia mendampingi istrinya itu. Tak berapa lama Sinta udah pembukaan 10.
" Siap-siap untuk mengejan ya Buk. Tarik napa dalam-dalam, dorong!"
" Aarrrrggghhh" Sinta mengejan dengan sekuat tenaga.
" Iya terus Buk, ini kepala nya udah keliatan"
" Aarrrggghh"
Gio ikut merasakan sakit yang dirasakan sama istrinya. Gio ikut menyemangati istrinya itu, dengan membisikkan kata-kata cinta. " Ayo Sweety kamu pasti bisa demi anak kita, love you"
Sinta kembali mengejan dengan sekuat tenaga nya yang tersisa. " Aarrrgggghhh"
Oek.. oeek
" Aakkkkhhh"
Vandy yang berada diluar kaget sekaligus bahagia mendengar tangis bayi. Itu artinya bayi Gio dan Sisil sudah lahir.
Kenapa Gio berteriak? apa dia juga ikut melahirkan" Vandy bermonolog
Suara tangis bayi berbarengan dengan teriakan Gio. Karena pas mengejan tadi Sisil menarik rambut Gio sangat kuat. Sehingga rambut Gio banyak yang tercabut.
Seketika sakit yang dialami Sisil dan Gio terobati. Karena melihat bayi mereka yang sudah berada ditangan Dokter. Gio terharu sekaligus bahagia. Tanpa terasa air mata Gio lolos meluncur keluar.
" Terimakasih sweety" ucap Gio sambil mengecup kening sang istri.
Sisil hanya membalas dengan senyuman ucapan suaminya itu, karena dia sudah tidak bertenaga lagi.
Dokter menyuruh Suster untuk membersihkan bayi Sisil. Suster membawa bayi Sisil dan Gio untuk dibersihkan. Sisil pun akan segera dipindahkan keruang rawat.
Gio keluar dari ruang persalinan. Vandy kaget melihat penampilan sahabat nya itu. Gimana nggak kaget, penampilan Gio sekarang acak-acakan, seperti di keroyok mantan.
" Lo kenapa? habis dikeroyok mantan?" tanya Vandy
" Bukan, habis dikeroyok masa gue" jawab Gio asal
" Pantesan penampilan lo kek gitu, tapi Selamat ya bro udah jadi seorang Ayah" ucap Vandy
" Thank's bro"
Sisil pun sudah dipindahkan keruang rawat. Vandy dan Gio melihat Sisil dan bayi nya. Saat masuk ke ruang rawat Sisil sudah tidur, mungkin karena kelelahan.
Setelah dibersihkan suster memberikan bayi nya pada Gio. Gio pun mengadzani ditelinga kanan anaknya dan mengiqomah ditelinga kiri anaknya.
" Mirip lo banget Yo"
" Iya Van"
" Siapa nama bayi lo?"
" Tristan Putra Arnando"
" Nama yang bagus, semoga menjadi anak yang sholeh dan membanggakan kedua orangtua" ucap Vandy sambil mengelus lembut kepala Tristan.
__ADS_1
" Aamiin, makasih Van doa nya"
Tak berselang lama, orangtua dan mertua Gio pun datang. Setelah mendapatkan telpon dari Vandy tadi, mereka langsung menuju rumah sakit.
Karena orangtua dan mertua Gio sudah datang, Vandy pun pamit pulang. " Yo, gue pamit pulang dulu ya"
" Lo udah mau pulang aja"
" Iya, besok gue kesini lagi sama istri gue, Aldi dan juga Sinta"
" Iya deh"
" Om, tante, Vandy pamit dulu ya"
" Kok udah mau pulang aja Van?" tanya mama Gio
" Iya tante, soalnya istri aku cuma berdua sama Kenzo aja dirumah" jawab Vandy
" Oh gitu"
Vandy mencium punggung tangan orantua dan mertua Gio secara bergantian. " Pulang dulu semua nya. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan"
Vandy keluar dari ruang rawat Sisil. Vandy berjalan menuju parkiran. Vandy melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit dan langsung menuju rumah nya.
Sepanjang jalan Vandy terbayang akan kejadian dirumah sakit tadi. " Apa istri gue juga merasakan sakit seperti yang dirasakan Sisil tadi ya?" Vandy bermonolog
Mobil yang dikendarai Vandy sampai dirumah nya. Vandy memasukkan mobil nya ke garasi, setelah itu Vandy bergegas masuk kedalam rumah nya dan mencari keberadaan istrinya.
Vandy sampai didepan pintu kamarnya. Saat pintu terbuka tampaklah istrinya sedang menyusui Kenzo. Vandy langsung menghampiri istrinya dan memeluk istrinya itu.
Vandy menangis sambil memeluk istrinya itu. Anggun kaget sekaligus heran melihat tingkah suaminya. Pulang dari rumah sakit suami nya bertingkah seperti itu.
" Mas kenapa?" tanya Anggun
Vandy menjawab dengan menggelengkan kepalanya.
" Terus kenapa nangis?"
Vandy tidak menjawab, dia tambah mempererat pelukannya. Anggun membaringkan Kenzo diatas kasur.
" Mas, cerita sama aku. Mas itu kenapa?"
Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Vandy malah bertanya balik pada istrinya.
" Apa kamu juga kesakitan sayang saat melahirkan Kenzo?" tanya balik Vandy
" Iya, tapi rasa sakit itu seketika hilang setelah melihat Kenzo lahir kedunia" jawab Anggun sambil tersenyum
" Maafkan aku sayang, maafkan aku"
" Aku sudah memaafkan kamu Mas, jadi berhentilah untuk meminta maaf. Kamu tau Mas"
" Apa?"
" Itulah kebahagiaan untuk kami seorang wanita, bisa melahirkan dan menjadi seorang Ibu" jawab Anggun
" Terimakasih telah melahirkan Kenzo kedunia ini. Terimakasih kasih sudah menjadi wanita yang kuat untuk aku dan juga Kenzo. " Love you sayang" ucap Vandy sambil mengecup kening istrinya.
" Love you more Hubby"
Vandy berjanji dalam hatinya, bahwa dia tidak akan pernah mengecewakan dan membuat istri nya bersedih.
To be continue
Tristan Putra Arnando
__ADS_1
Happy Reading Guys...😉😉