Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Sepulang sekolah Kenzo cs tidak mengantarkan para kekasih mereka pulang, karena mereka ada jadwal pemotretan. Jadi harus cepat datang ke lokasi.


" Maaf ya yank nggak bisa nganterin pulang" ucap Kenzo.


" Nggak apa-apa yank, aku ngerti kok" kata Melodi.


" Makasih udah mau mengerti. Aku jalan dulu ya yank"


" Iya sayang, hati-hati di jalan "


Kenzo menganggukkan kepalanya. Setelah berpamitan dengan kekasih mereka masing-masing, Kenzo cs melajukan motor mereka menuju lokasi pemotretan.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit ketiga cowok tampan itu sampai di lokasi pemotretan. Kenzo cs memarkirkan motornya di bawah pohon besar yang tidak jauh dari lokasi.


" Kalian sudah datang?" kata Rangga


" Om kok ada di sini?" tanya Kenzo.


" Om mau melihat kalian pemotretan"


" Tumben, biasanya Om nggak pernah liat kita pemotretan tu" kata Gian.


" Mungkin Om Rangga lagi nganggur" kata Tristan.


" Ck..bocah ini, cepat ganti pakaian kalian" titah Rangga.


" Siap Om"


Ketiga cowok tampan itu pergi mengganti pakaian mereka. Setelah mengganti pakaian, mereka bertiga langsung di make-up. Sekarang Ketiga cowok tampan itu siap untuk melakukan pemotretan.


" Ketiga bintang kita sudah siap nih?" kata Rangga.


" Om lebay banget sih "


Para team bersiap di posisi mereka masing-masing. Begitu juga dengan ketiga model tampan itu. Mereka sudah siap berpose di depan kamera.


Bunyi jepretan kamera sudah menggema di sana. Seperti biasa hasil foto ketiga cowok tampan itu selalu bagus dan sempurna. Mereka benar-benar sudah terampil berpose di depan kamera.


Satu jam lamanya, akhirnya sesi pemotretan selesai juga. Ketiga cowok tampan itu mengganti pakaian mereka kembali dengan seragam sekolah.


Kenzo cs melihat hasil pemotretan tadi. Mata mereka fokus melihat layar komputer yang ada di depan mereka.


" Aura kalian benar-benar keluar banget di sini" puji sang fotografer.


" Makasih Om"


" Ok, hari ini kita cukupkan sampai disini dulu, hasil foto kalian sangat memuaskan"


Rangga begitu bangga melihat pencapaian ketiga cowok tampan itu. Dia tidak menyangka ketiga anak kecil yang dia jumpai di sekolah dulu, sekarang sudah menjelma menjadi sosok model yang terkenal.


Kenzo cs berpamitan sama semua team. Selesai berpamitan, mereka langsung menuju tempat dimana motor mereka terparkir. Kenzo melajukan motornya, diikuti sama Kenzo dan Gian di belakang.


Akhirnya Kenzo sampai di rumah utama. Setelah memasukkan motornya ke garasi, barulah Kenzo masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


" Kok sepi Bik? mommy sama adek mana?"


" Nona sama nona kecil pergi ke kantor tuan, Den"


" Kapan perginya Bik?"


" Tadi siang Den"


" Oh, Abang ke kamar dulu ya Bik"


" Iya Den"


Kenzo berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sesampai di kamarnya Kenzo langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dwipangga Group.


Anggun dan suaminya sudah selesai membersihkan diri. Sekarang wajah mereka berdua terlihat fresh. Anggun duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, sedangkan suaminya melanjutkan pekerjaan yang tertunda tadi.


" Mas"


" Hhmm"


" Kiran kok dari tadi belum kembali juga?"


" Mungkin dia masih patroli sayang"

__ADS_1


" Putri kamu itu selalu saja ingin tau banyak hal"


" Dia juga seperti kamu sayang"


" Tentu saja, tapi kejamnya melebihi kita berdua, ya Mas"


" Iya sayang, bahkan auranya mengalahkan aura putra kita"


" Mas sudah memberi kabar pada pelatih Abang"


" Sudah, mungkin acara reuninya akan diadakan setelah mereka ujian sekolah"


" Bagus itu, Kiran akan menjadi kejutan terbesar untuk Kenzo cs" kata Anggun.


Vandy hanya membalas dengan senyuman. Tak berselang lama Kiran pun kembali setelah puas berkeliling kantor Daddy-nya.


" Mommy"


" Udah selesai kelilingnya?"


" Udah, adek belajar banyak hal"


" Oh ya?"


" Hmm, ada juga beberapa dari karyawan Daddy yang suka ngambil muka"


" Ngambil muka?"


" Iya, karena mereka tau adek putri pemilik perusahaan, mereka bersikap manis pada adek. Walaupun adek tau, sikap mereka yang baik itu palsu"


" Itulah ciri-ciri orang penjilat, makanya Abang selalu menolak untuk di umumkan sebagai putra Daddy"


" Karena banyaknya penjilat ya mommy"


" Hhmm"


" Daddy kapan kita pulang?" tanya Kiran.


" Sebentar lagi sayang, kerjaan Daddy masih ada sedikit"


Kiran membaringkan tubuhnya di atas sofa, dengan berbantalkan paha sang mommy. Anggun mengelus rambut putri kecilnya itu. Mungkin karena lelah, Kiran pun tertidur.


" Dad, coba lihat putri Daddy?"


" Hhmm"


" Biarkan saja, mungkin dia kelelahan "


" Aku penasaran dia berkeliling ke divisi mana aja?"


" Liat aja CCTV sayang"


" Mas kan lagi kerja gimana aku mau melihatnya"


" Sini kita lihat bersama"


Anggun berjalan menghampiri suaminya.


" Duduk di sini" kata Vandy sambil menepuk pahanya.


" Nggak ah"


" Kenapa?"


" Malu, nanti dilihat karyawan Mas "


" Nggak ada yang berani masuk ruangan Mas, tanpa seizin Mas sayang"


Anggun pasrah, dia duduk di atas paha sang suami. Pasutri itu fokus melihat layar komputer yang ada di depan mereka.


" Kiran masih saja takut jika naik lift " kata Anggun.


" Tapi dia berhasil mengatasi rasa takutnya itu sayang"


" Anak kecil itu siapa?"


" Kiran sayang"


" Bukan, itu yang lagi ngomong sama Kiran, Dad"


Vandy memperbesar layar yang menampilkan gambar anak kecil yang di maksud istrinya.


" Dia tampan juga?" puji Anggun.

__ADS_1


" Tapi putri kita sepertinya kesal sama dia?"


" Hhmm, Daddy seperti tidak tau saja gimana sifat putrinya" kata Anggun.


" Ya, dia memang sulit untuk didekat. Apalagi sama orang yang tidak dia kenal"


" Apa dia anak dari salah satu karyawan Mas?"


" Mungkin sayang"


Bunyi ponsel mengangetkan Pasutri itu.


" Sayang ponsel kamu bunyi tu" kata Vandy.


Anggun mengambil ponselnya yang ada di dalam tasnya. Dia tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. Anggun langsung menggeser tombol hijau yang ada di ponselnya itu.


" Hallo, assalamualaikum" terdengar suara merajuk dari seberang sana.


" Wa'alaikum salam"


" Mommy kapan pulang?apa mommy nginap di kantor?"


" Abang tanyanya satu-satu dong?"


" Mommy nginap di kantor Dad?"


" Nggak, ini bentar lagi juga pulang. Abang kenapa, biasanya juga di tinggal di rumah nggak apa-apa"


" Sepi di rumah, apalagi nggak ada princess"


" Bentar lagi mommy pulang"


" Emang kerjaan Daddy nggak bisa di kerjakan di rumah ya Mom"


" Nggak Bang. Kerjaan Daddy udah kelar kayaknya tu, tunggu mommy di rumah"


" Hmm"


Panggilan pun berakhir. Anggun menyimpan kembali ponselnya kedalam tasnya.


" Abang bilang apa?" tanya Vandy.


" Dia bilang kesepian di rumah"


" Ck..anak itu sok manja banget, biasanya dia juga nggak ada nanyain kita"


" Mungkin karena nggak ada Kiran, Dad"


" Ya udah, kita pulang sekarang. Daripada anak itu mewek karena kita kelamaan pulangnya"


" Terus Kiran gimana?"


" Kiran biar Daddy yang gendong"


" Apa nggak sebaiknya di bangunkan saja Mas"


" Jangan sayang, tidur adek pulas banget kayaknya. Jadi jangan dibangunkan"


" Baiklah, terserah daddy saja"


Anggun berjalan mengambil kotak bekal yang dia bawa tadi. Vandy mengangkat tubuh putrinya dengan hati-hati, karena dia tidak ingin membangunkan putri kesayangannya itu.


Mereka pun keluar dari ruangan Vandy, kemudian berjalan menuju lift. Sampai di lift, mereka bertemu dengan Aldi. Mereka semua masuk kedalam lift.


" Kiran tidur, Van"


" Iya Al, mungkin karena kecapean "


" Emang dia habis ngapain, kok bisa kecapean?"


" Keliling kantor"


" Pantas udah terkapar"


Ting.


Pintu lift terbuka. Vandy keluar dari lift, diikuti sama Anggun dan juga Aldi di belakang. Mereka berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobil mereka masing-masing.


Vandy membaringkan putrinya di bangku belakang. Setelah itu barulah dia masuk mobil dan duduk di kursi kemudi. Vandy melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan.


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2