Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

" Gila!, gesit juga putri lo " kata Gio.


" Bukan cuma itu, tatapan matanya lebih menyeramkan daripada Vandy" kata Aldi.


" Wow.. sekarang lo ada saingan" kata Gio.


" Sepertinya begitu" kata Vandy sambil melirik putri kecilnya itu.


Fulton tidak bisa berkata-kata lagi, dia tidak menyangka gadis kecil yang sedang bermain ponsel itu mempunyai aura yang sangat menyeramkan.


" Kau mau hukuman yang seperti apa nona?" tanya Anggun.


" Kau pikir aku takut, kau hanya berani menyiksaku disaat tanganku terikat" kata Jennifer.


Anggun tersenyum mendengar ucapan Jennifer tadi. " Tanpa aku ikat, kau juga bukan tandingan ku nona"


Anggun memerintahkan satu orang lelaki bertubuh kekar itu, membukakan tali pengikat Jennifer. Lelaki itupun langsung membuka tali pengikat Jennifer.


" Sekarang ikatan mu sudah lepaskan"


Jennifer mau bangun dari duduknya, tapi tangannya sebelah kanan terasa sakit karena direm*s sama Anggun tadi. Dengan susah payah akhirnya Jennifer bisa berdiri.


Setelah berhasil berdiri dengan baik, Jennifer berjalan menghampiri Anggun. Kedua bodyguard itu akan maju untuk menghalangi Jennifer, tapi Anggun menahannya.


" Biarkan saja" kata Anggun.


Dua orang bodyguard itupun mundur beberapa langkah. Mereka tetap waspada, karena kalau mereka lengah dan nyonya mereka terluka, maka tuanya akan membunuh mereka.


Cuih..!


Jennifer meludahi wajah Anggun. Vandy mengepal tangannya menahan emosi, karena Jennifer berani meludahi wajah istrinya. Aldi dan Gio juga kaget melihat Jennifer meludahi wajah Anggun.


Mata Kiran seketika berubah menjadi merah karena menahan emosinya. Gio dan Aldi merasakan hawa membunuh dari belakang mereka.


Gio bergidik ngeri melihat tatapan mata putri kecil Vandy itu. Benar yang dikatakan Aldi, tatapan Kiran lebih berbahaya dari pada Vandy. Bahkan Kenzo sang kakak pun kalah sama Kiran.


Gila! aura membunuh Kiran jauh lebih kuat di bandingkan lo, Van. Batin Gio.


Kiran mengambil pisau kecil yang di selipkan di kakinya. Dia melemparkan kearah kaki Jennifer.


" Aww" rintih Jennifer.


" Putriku!" teriak Fulton.


Anggun menoleh kearah putrinya. Betapa kagetnya Anggun melihat aura putri kecilnya itu. Seperkian detik, Anggun tersenyum pada putrinya itu.


Sekarang posisi Jennifer sedang berlutut di hadapan Anggun. Dia berusaha mencabut pisau kecil itu dari kakinya.


" Dasar anak kecil sialan!"


Plak.


Satu tamparan keras mendarat di pipi Jennifer.


" Sekali lagi kau mengumpat putriku, maka ku pastikan timah panas bersarang di kepala mu" ancam Anggun.


" Sayang, sudah cukup main-mainnya, sekarang tembak aja kepalanya" kata Vandy.

__ADS_1


Fulton kaget mendengar ucapan Vandy. Dia tau kalau Vandy tidak akan pernah main-main dengan ucapannya.


" Jangan!, jangan bunuh putriku. Aku akan melakukan apapun yang kalian mau, asalkan kalian tidak membunuh putriku"


" Disini bukan pasar, jadi tidak ada tawar menawar" kata Vandy.


" Sa-saya mohon tuan ampuni putri saya"


" Ck..aku tidak akan mengampuni putrimu, terlebih dia juga berani meludahi wajah istriku!"


" Saya akan menyerahkan perusahaan saya pada anda tuan, kalau anda mau mengampuni aku dan putriku" pinta Fulton.


" Saya tidak butuh perusahaan kecil seperti perusahaan anda itu"


Fulton tidak bisa berkata-kata lagi. Apa yang di bilang Vandy memang benar. Perusahaannya tidak sebanding dengan perusahaan yang dimiliki keluarga Vandy dan istrinya.


" Lihatlah keadaan kau sekarang nona. Kekayaan yang kau banggakan akan segera aku hancurkan!" kata Anggun sambil menarik rambut Jennifer.


" Lepaskan tangan kotor mu dari rambutku!"


" Nyawamu sudah diujung tanduk, tapi kau masih saja sombong!" kata Anggun sambil menodongkan pistol ke kepala Jennifer.


" Kau tidak akan bisa menyentuhku dan juga perusahaan papaku!"


Seketika tawa Anggun menggema di gudang tua itu. Anggun tidak menyangka Jennifer masih saja bersikap sombong.


" Al, eksekusi perusahaan Fulton sekarang!" titah Anggun.


" Jangan!, saya mohon jangan lakukan itu Nyonya"


" Kau tau bagaimana keluargaku kan tuan Fulton. Apalagi jika mereka tau saya terluka, karena putrimu yang bod*h ini!"


" Kalau masalah bisa diselesaikan dengan kata maaf, lalu apa gunanya polisi?"


Fulton bungkam, dia tidak bisa berkata-kata lagi. Akibat kesombongan putrinya, perusahaannya yang menjadi korban.


Aldi mencabut saham Dwipangga Group dari perusahaan Fulton. Tidak hanya itu, dia juga membocorkan bukti kecurangan yang di lakukan perusahaan Fulton pada investor.


" Beres, sekarang kita hanya menunggu kebangkrutan perusahaan Fulton" kata Aldi.


" Hukuman apa yang pantas untuk wanita sombong ini?" tanya Anggun.


" Kasih santapan buaya Nggun, biar tubuhnya dicabik-cabik sama buaya" usul Gio.


" Nggak seru, kasih ke singa jantan aja Nggun" usul Aldi sambil melirik kearah Vandy.


" Ngapain lo liat gue kek gitu"


" Noh santapan buat Lo" kata Aldi.


" Wuek.. muntah gue kalau di kasih santapan kek dia" kata Vandy.


Aldi dan Gio tertawa mendengarkan ucapan Vandy.


" Bohong!, padahal kan lo doyan" kata Gio.


" Doyan gundul mu!" kata Vandy sambil menjitak kepala Gio.

__ADS_1


Fulton heran melihat ketiga pria tampan itu, disaat genting seperti itu mereka bertiga masih sempat bercanda. Sedangkan Anggun hanya mampu menggelengkan kepalanya.


" Mati hukuman yang ringan untuk wanita ini, kita masukkan saja ke penjara" kata Anggun.


" Bukankah itu hukuman enak sayang" kata Vandy.


" Tidak juga, justru di sana nanti dia akan memilih untuk mati daripada hidup" kata Anggun sambil tersenyum devil.


" Nggun jangan senyum kek gitu dong, merinding gue" kata Aldi.


Pletak.


" Lo pikir istri gue demit" kata Vandy sambil memukul kepala Aldi dengan ponselnya.


" Lo jadi cowok lembut dikit napa?" kata Aldi.


" Ck.. sok manja"


" Iya, padahal di rumah kena wajan pink mulu tu sama Sinta" kata Gio.


Para bodyguard yang ada di sana susah payah menahan tawa mereka mendengar ucapan Gio tadi. Mereka nggak menyangka bos mereka punya sisi kekanak-kanakan juga.


" Gue nggak menyangka si bos takut sama istrinya juga"


" Iya, kelihatannya aja garang, tapi hatinya hello Kitty"


Aldi menatap tajam kedua bodyguard itu, sontak kedua lelaki bertubuh kekar itu menghentikan pembicaraan mereka.


" Kalian lagi ngomongin saya?!"


" Ti-tidak bos"


" Awas kalau kalian berani ngomongin saya di belakang"


" Kita cuma ngomong didepan kok bos, bukan dibelakang" kata salah bodyguard itu sambil menutup mulutnya karena keceplosan ngomong.


" Apa kamu bilang tadi?"


" Ka-kagak bos"


" Cepat kalian bawa kedua orang ini ke kantor polisi"


" Baik bos!"


" Jangan lupa bawa bukti kejahatan kedua orang ini"


" Apa bos tidak akan ikut ke kantor polisi?"


" Ikutlah. Jangan tanya lagi, cepat kalian bawa mereka berdua!"


" Siap laksanakan bos"


Jennifer dan ayahnya di bawa keluar dari gudang itu. Jennifer sudah tidak bisa berjalan karena luka diberikan Kiran di kakinya tadi, jadi mereka membawa Jennifer dengan tandu.


Sebenarnya Anggun bisa saja menyuruh para bodyguard itu untuk menyeret Jennifer. Walaupun wanita itu sudah jahat, bahkan dia meludahi wajah Anggun. Tapi Anggun tidak akan Setega itu, lagipula hukuman yang diberikan putrinya sudah lebih dari cukup.


Mereka semua masuk kedalam mobil. Mobil pun melaju meninggalkan gudang tua itu. Mereka akan menuju kantor polisi untuk menyerahkan kedua orang itu. Setelah itu mereka juga akan mendengar berita tentang bangkrutnya perusahaan Fulton.

__ADS_1


To be continue.


Happy Reading 😚😚


__ADS_2