
Tristan membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Tristan memandang langit-langit kamarnya, dia teringat ucapan Melodi tadi.
Sebenarnya Tristan memang sudah ada rasa sedikit pada Dira. Tapi dia belum memastikan itu perasaan suka atau hanya sekedar rasa mengagumi saja.
Gue harus bicara sama Dira besok.
Tristan mematikan lampu kamarnya, kemudian mengganti dengan lampu tidur. Tristan mulai memejamkan matanya, tidak berapa lama dia pun sudah sampai di dunia mimpinya.
Pagi Hari.
Tristan sudah bangun dari tidurnya, kemudian dia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ya hari ini dia akan menjemput Dira lagi.
Selesai mandi Tristan langsung berjalan menuju walk in closet nya untuk mengambil pakaiannya. Setelah semua selesai Tristan ke bawah untuk sarapan bersama mami dan papinya.
" Morning Mi, Pi"
" Morning sayang"
Sisil mengambilkan nasi goreng untuk suami dan juga putrinya. Setelah itu baru mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka mulai menyantap nasi goreng yang ada di hadapan mereka.
Selesai sarapan Tristan berpamitan sama mami dan papinya. " Aku berangkat dulu ya Mi, Pi" pamit Tristan sambil mencium tangan kedua orang tuanya.
" Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa motornya"
" Siap mami, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam "
Tristan melajukan motornya menuju rumah Dira. Kenzo dan Gian juga pergi menjemput kekasih mereka masing-masing.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, Tristan pun sampai di depan pintu gerbang rumah Dira. Dan seperti biasa Dira sudah menunggu Tristan di depan pintu gerbang rumahnya.
" Langsung berangkat?" tanya Dira.
" Hhmm"
Dira memakai helm, setelah itu barulah dia naik keatas motor sport milik Tristan. Seperti biasa Dira berpegangan di pinggang Tristan.
Tristan melajukan motornya meninggalkan rumah Dira. Motor Tristan melaju dengan kecepatan sedang.
" Dira"
" Hhmm"
" Gue mau ngomong sesuatu sama lo"
" Ngomong aja, gue denger kok"
Tristan menepikan motornya ke pinggir jalan. Dira kaget karena Tristan menepikan motornya di tempat sepi. Tristan turun dari motornya. Dira pun ikut turun dari motor Tristan.
" Gue mau ngomong serius sama lo"
" Iya, ngomong aja"
" Setelah gue selesai ngomong nanti, lo bisa ambil keputusan apapun, mau bertahan atau mau menyerah itu semua tergantung lo"
" Ok" kata Dira sambil tersenyum pada Tristan.
" Jujur saat ini gue memang ada rasa sama lo, tapi gue belum tau pasti itu perasaan suka atau hanya sekedar mengagumi saja. Maukah Lo sedikit bersabar menunggu gue, atau lo mau menyerah sama perasaan lo?"
Dira sangat senang dan bahagia mendengar ucapan Tristan. Walaupun hanya sedikit setidaknya dia masih punya kesempatan.
" Aku akan tunggu sampai kamu jatuh cinta sama aku. Bukankah aku sudah mengatakannya sama kamu"
__ADS_1
" Terima kasih, kalau emang kamu mau menunggu"
" Seharusnya aku yang bilang makasih sama kamu, karena sudah mau membuka hati kamu untuk aku"
Tristan sangat terharu mendengar ucapan Dira. Tanpa sadar Tristan memeluk Dira. Dira kaget sekaligus senang, dia pun membalas pelukan Tristan.
Setelah seperkian detik barulah Tristan tersadar. " Ma-maaf"
" Nggak apa-apa"
" Kita lanjutkan lagi?" tanya Tristan.
" Maksudnya" tanya Dira.
" Lanjutkan perjalanannya. Apa kamu membayangkan hal lain?" tanya Tristan.
Dira tersenyum malu, bisa-bisanya otaknya itu berpikir yang aneh-aneh.
" Dasar mesum" kata Tristan sambil menyentil jidat Dira.
" Aww" ringis Dira
" Makanya jangan mesum"
" Siapa yang mesum" kata Dira sambil mengerucutkan bibirnya.
" Yuk naik" kata Tristan.
Dira naik kembali ke atas motor. Tristan melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju sekolah.
Tristan dan Dira pun sampai di parkiran sekolah. Sahabat mereka sudah menunggu kedatangan mereka.
" Udah lama ya nyampe nya?" tanya Dira.
" Makanya ke sekolah itu mandi supaya nggak di tumbuhi mushrooms " kata Tristan.
" Eh bocah!, gue itu mandi hari-hari tau nggak Lo" kata Gian.
" Roman-romannya ada yang lagi bahagia ni?" kata Melodi.
Sontak mereka melirik Tristan dan juga Dira.
" Apa kalian sudah jadian?" tanya Kenzo dan Gian antusias.
" Belum, tapi do'akan secepatnya supaya kami bisa meresmikan hubungan kami" kata Dira sambil melirik Tristan.
" Napa sih lo hobi PHP in anak gadis orang" kata Gian.
" Siapa yang PHP in Roma" kata Tristan.
" Tentu saja kamu Ani" kata Gian dengan nada pura-pura sedih.
" Makanya jangan baper" kata Kenzo sambil menoyor kepala Gian.
" Kalau baper makan lah" kata Gian.
" Itu laper Gian" kata Melodi dan Dira berbarengan.
" Oh udah di ganti ya" kata Gian.
" Lo yang ganti" kata Tristan.
" Key" panggil Gian.
__ADS_1
" Ya"
" Aku harus membawa kamu ke selatan" kata Gian.
" Kenapa harus Selatan, kenapa nggak Utara aja?" tanya Keyra.
" Karena cinta ku tidak bisa di utarakan" kata Gian.
Sontak wajah Keyra memerah karena mendengar gombalan receh Gian.
" Bisa aja lo gombalnya keong sawah" kata Kenzo sambil menoyor kepala Gian lagi.
" Sembarangan lo, masa wajah tampan begini lo samakan dengan keong sawah" protes Gian.
" Yuk ke kelas, bentar lagi bel bunyi" ajak Melodi.
Mereka pun berjalan menuju kelas mereka. Sepanjang jalan menuju kelas ada aja perdebatan Kenzo cs. Membuat Melodi, Keyra dan Dira pusing.
Sampai di kelas mereka langsung menuju meja mereka masing-masing. Tidak berapa lama bel pun berbunyi. Semua murid duduk dengan rapi sambil menunggu mereka datang.
Tak berselang lama guru pun datang ke kelas Kenzo. " Selamat pagi anak-anak"
" Pagi Buk"
Sebelum pelajaran dimulai Guru mengambil absen terlebih dahulu. Setelah itu barulah proses belajar mengajar di mulai.
Waktu cepat berlalu, waktu yang di tunggu-tunggu semua murid. Apalagi kalau bukan jam istirahat.
Semua murid-murid berhamburan keluar kelas setelah guru mereka meninggalkan kelas. Mereka pergi menuju kantin sekolah, ada juga yang ke taman sekolah, seperti Kenzo cs dan pasangan mereka.
Mereka berjalan beriringan. Sepanjang jalan ada saja tatapan mata yang tidak suka melihat Keyra dengan Gian. Karena mereka tau Keyra dari kalangan miskin.
" Coba liat itu Keyra si itik buruk rupa yang berharap berubah menjadi angsa" kata salah satu siswi cewek.
" Iya, nggak tau malu banget"
Telinga Gian merasa panas mendengar ucapan siswi cewek. Keyra menahan tangan Gian saat Gian mau menghampiri siswi cewek itu.
Keyra menggelengkan kepalanya pada sang kekasih. Keyra tidak ingin mencari masalah lagi dengan mereka.
" Kenapa kamu cegah aku?" tanya Gian.
" Mereka akan merasa menang kalau kamu marah sama mereka" kata Keyra.
" Maksud kamu, mereka cuma mau bikin kamu emosi gitu"
" Hhhmm" kata Keyra sambil menganggukkan kepalanya.
" Tapi kuping aku yang panas mendengar ucapan pedas mereka" kata Gian.
" Makanya pura-pura tidak dengar saja" kata Keyra.
Gian membelai lembut kepala kekasihnya itu.
" Hati kamu terlalu baik" puji Gian.
Keyra tersenyum mendengar pujian dari kekasihnya itu. Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju taman sekolah.
To be continue..
Ingin hati mau up banyak-banyak, tapi apalah daya guys...😩😩
Happy Reading 😚😚
__ADS_1