Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Malam hari.


Selesai makan malam, Kenzo meminta mommy nya untuk menghubungi daddy nya. Anggun mengambil HP nya, kemudian melakukan panggilan video. Tak berapa lama panggilan video pun tersambung.


" Assalamualaikum daddy"


" Wa'alaikum salam tampannya daddy, tumben abang video call daddy?"


" Abang mau kasih tunjuk sesuatu"


" Mau kasih tunjuk apa?"


" Nanti daddy jangan ngiri ya"


" Iya, daddy nggak akan iri"


" Sekarang tutup mata daddy"


" Kenapa harus tutup mata"


" Tutup aja, jangan protes"


Vandy pun mengikuti keinginan putranya itu.


" Dalam hitungan ketiga daddy baru buka mata"


" Hhhmm"


" 1, 2, 3 taraaaaa"


" Apa itu dedek?"


" Hhhmm, ini adek abang"


" Apa calon dedek sehat?"


" Tentu saja sehat, karena abang yang menjaga nya. Tadi abang juga mendengar detak jantungnya"


" Benarkah"


" Iya, tapi abang tidak bisa mendengarkan suara dedeknya, dokter itu bilang suara dedek bisa didengar kalau dia sudah lahir"


" Tentu saja, karena kalau dedek masih didalam perut mommy, hanya daddy yang bisa mendengarkan suaranya"


Anggun kaget mendengar ucapan suaminya. Bisa-bisa nya dia bicara seperti itu.


Awas nanti kalau kamu sudah pulang ya Mas, habis kamu!


" Kenapa cuma daddy yang bisa dengar?"


" Karena dedek nya hanya mau sama daddy"


" Apa benar yang dibilang daddy, mommy"


" Ng-nggak sayang, daddy cuma bercanda sama abang"


" Makanya daddy jangan pergi-pergi terus"


" Habis ini daddy nggak akan pergi-pergi lagi. Daddy akan selalu berada disisi kalian"

__ADS_1


" Cepat pulang daddy, jaga kesehatannya"


" Iya sayang, abang sama mommy juga ya. Tunggu daddy pulang"


" Ok daddy, selamat malam. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


panggilan video pun berakhir.


Kenzo memberikan HP kepada mommy nya. Anggun meletakkan HP nya diatas nakas.


" Sekarang abang tidur ya, besokkan sekolah"


" Abang mau tidur sama mommy"


" Baiklah, sekarang kita tidur"


Anggun mengangkat selimut sampai kedada Kenzo, kemudian Anggun mematikan lampu dikamarnya, mengganti dengan lampu tidur yang berada diatas nakas.


Kenzo pun mulai memejamkan matanya. Tak berapa lama Kenzo pun terlelap menuju kedunia mimpi, kemudian disusul sama Anggun.


***


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Vanya duduk disofa ruang tamu, dia masih setia menunggu suaminya pulang. Vanya membaca majalah yang ada dimeja.


Vanya membuka lembaran demi lembaran isi majalah itu. Saat akan membuka lembaran berikutnya, Vanya mendengar bunyi suara mobil, Vanya meletakkan majalahnya kembali.


Vanya membukkan pintu untuk suaminya. Marko berjalan menuju pintu utama, dia tersenyum melihat sang istri sudah ada didepan pintu utama.


Vanya mengambil tas kerja suaminya, mereka berdua masuk kedalam dan langsung menuju kamar mereka yang ada dilantai dua rumah itu.


Sampai dikamar Vanya meletakkan tas suaminya ketempatnya. Setelah itu Vanya membantu membukakan jas suaminya.


" Mandi dulu deh sayang, soalnya badan aku sudah lengket semua"


" Tunggu sebentar, aku siapkan air hangat untuk mandi kakak"


" Makasih sayang"


Vanya berjalan menuju kamar mandi, sampai dikamar mandi Vanya mengisi bathtub dengan air hangat.


Sambil menunggu istrinya menyiapkan air mandinya, Marko mencari majalah tempat ponakannya bekerja. Dia penasaran apa ponakannya yang super dingin dan datar sama kek daddy nya itu bisa berpose didepan kamera.


Setelah berapa menit mencari, akhirnya Marko menemukan majalah yang dia cari. Tangan Marko mulai membuka lembaran demi lembaran majalah itu.


Marko membukanya dengan sangat hati-hati, dia tidak ingin melewatkan satu halaman pun. Mata Marko begitu fokus melihat gambar gambar yang ada disetiap halamannya.


Vanya sudah selesai mengisi air mandi untuk suaminya. Vanya keluar dari kamar mandi dan memanggil suaminya untuk mandi.


" Kak air untuk mandinya sudah siap"


Marko yang terlalu fokus melihat majalahnya, tidak mendengarkan panggilan sang istri.


Dia sedang melihat apa sih sehingga tidak mendengarkan panggilanku.


Vanya berjalan menghampiri suaminya. Vanya melihat suaminya sedang fokus melihat majalah.


Sejak kapan dia suka baca majalah.

__ADS_1


" Lagi lihat apa sih, serius amat?"


" Kenzo " jawab Marko.


" Kenzo?"


" Hhhmm"


Vanya menyentuh kening suaminya. " Tidak panas"


" Kamu pikir aku sakit sayang"


" Ya mana tau, habis kakak ngomong nya melantur"


" Siapa yang melantur"


" Itu barusan, kenapa kakak bilang melihat Kenzo"


" Iya emang aku lagi melihat dia"


" Sejak kapan Kenzo ada didalam majalah "


" Beberapa hari yang lalu"


" Sekarang kakak mandi dulu gih, daripada ngomong nya makin nggak jelas" kata Vanya sambil menutup majalahnya dan menyimpan kedalam laci.


" Sayang kok disimpan sih majalahnya"


" Kenapa?, kamu mau melihat cewek cewek pakai bikini disana?"


" Nggak sayang, aku mau melihat Kenzo"


" Alasan aja kamu Kak"


" Benaran sayang, aku nggak bohong"


" Udah jangan ngomong Kenzo lagi, cepat kamu mandi sana!" titah Vanya.


Daripada istrinya ntar marah, Marko pun bergegas melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


" Udah punya istri, tapi matanya masih aja mau melihat cewek-cewek pakai bikini. Pake alasan Kenzo lagi. Lagian lebih bagus juga tubuh aku daripada model-model itu" gerutu Vanya setelah suaminya menghilang kedalam kamar mandi.


Walaupun kesal Vanya masih mau menyiapkan baju tidur untuk suaminya itu. Selesai menyiapkan baju tidurnya untuk suaminya, Vanya membaringkan tubuhnya diatas kasur. Karena ngantuk akhirnya Vanya ketiduran.


Marko baru keluar dari kamar mandi. Marko melihat istrinya sudah tertidur lelap. Marko memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya.


Selesai memakai baju, Marko bergabung dengan istrinya. Marko membaringkan tubuhnya disamping sang istri. Marko menarik selimut hingga dadanya.


Marko membelai rambut istrinya dan sesekali mengecup kening sang istri. Marko tidak bisa membayangkan gadis yang dulu selalu mengganggu nya. Sekarang menjadi istri yang sangat dia cintai.


" Selamat tidur sayang. Love you" ucap Marko sambil mengecup kening sama bibir istrinya sekilas.


Marko memeluk istrinya, dia mencoba memejamkan matanya. Tak berapa lama Marko pun menyusul istrinya kealam mimpi.


To be continue...


Hot daddy mau lewat Guys


__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang untuk author ya, dengan cara like, komen dan vote.


Happy Reading Guys...😉😉


__ADS_2