
Pagi hari di negara L terlihat hot daddy yang sudah berpakaian rapi. Pagi ini dia akan bertemu dengan kliennya, untuk membahas kerja sama.
Vandy melihat penampilannya didepan cermin. Setelah dirasa tidak ada yang kurang, Vandy pun keluar dari kamarnya. Dia akan menemui sahabat sekaligus asistennya itu.
Sampai didepan pintu kamar Aldi. Vandy memencet bel yang ada didana. Tidak berapa lama pintu kamar itupun terbuka, dan tampaklah sosok Aldi.
" Wah inilah asisten yang nggak ada akhlak" kata Vandy.
" Maksud loe?" tanya Aldi.
" Dimana-mana asisten yang nunggu bosnya, bukan bos yang nunggu asisten" kata Vandy.
" Ya kan gue nggak minta loe tunggu" kata Aldi.
" Ini nih ciri-ciri asisten luknut " kesal Vandy.
" Kan emang bener, apa gue ada suruh loe nunggu didepan pintu kamar gue, nggak kan?"
" Ya nggak sih" kata Vandy.
" Terus kenapa loe salahin gue" kata Aldi.
" Oh jadi maksud loe, gue yang salah begitu?!"
" Ya iyalah" kata Aldi.
" Baiklah, kalau begitu gaji loe gue potong 30%" kata Vandy.
" Mana bisa begitu" protes Aldi.
" Ya bisalah, yang bos disini kan gue"
" Bos nggak ada akhlak loe"
" Berani bilang gue nggak ada akhlak, potong 5% lagi" kata Vandy.
" Jangan dong bro, masa loe tega sama gue. Kalau loe potong lagi, ntar anak sama bini gue mau makan sama apa" kata Aldi dengan wajah sedih.
" Berhubung gue baik dan juga tampan, maka gaji loe nggak jadi gue potong" kata Vandy.
" Makasih bos yang baik dan juga tampan" puji Aldi.
" Udah dari lahir baiknya gue" kata Vandy dengan sombongnya.
Ck.. nyesal banget gue muji dia.
" Yuk jalan, udah lapar gue" kata Vandy.
Mereka pun berangkat menuju restoran yang ada dihotel itu. Vandy dan Aldi masuk kedalam lift. Aldi menekan tombol 8, ya restorannya berada dilantai 8.
Sampai direstoran mereka sudah disambut sama karyawan restoran. Aldi dan Vandy mencari tempat duduk yang nyaman. Mereka memilih duduk dipojok dekat jendela.
Mereka pun mulai melihat menu yang ada, setelah itu mereka berdua mulai memesan makanan yang akan mereka makan pagi ini. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Vandy menghubungi istrinya begitu juga dengan Aldi.
__ADS_1
Sekarang di negara L sudah jam 8 pagi, maka dijakarta sekarang jam 3 sore. Karena waktu dijakarta lebih cepat 7 jam dari negara L. Sambungan telpon Vandy pun tersambung pada istrinya.
" Hallo, Assalamualaikum Mas" terdengar suara lembut istrinya.
" Wa'alaikum salam sayang"
" Mas lagi apa?"
" Lagi sarapan sayang. Kalau istri Mas lagi apa?"
" Aku lagi tiduran aja"
" Kamu sakit sayang?"
Terdengar nada khawatir dari Vandy.
" Aku baik-baik aja Mas, tadi rencananya aku mau tidur, tiba-tiba kamu telpon"
" Jadi Mas ganggu ni"
" Nggak juga"
" Ya udah, istri Mas istirahat aja dulu. Kebetulan pesanan Mas juga sudah datang. Love you my wife "
" Love you more hubby "
Sambungan telpon pun berakhir.
Setelah selesai menelpon sang istri, Vandy dan Aldi pun menyantap sarapan mereka dengan lahap. Mereka berdua sangat menikmati sarapan mereka.
Mereka berdua berangkat menuju perusahaan Ganesha Operation (GO). Aldi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Suasana jalan dipagi itu lumayan padat. Karena berhubung dengan jam kantor. Vandy sangat benci kondisi seperti ini, walaupun tidak menyebabkan macet, tapi kendaraannya tidak bisa melaju dengan mulus.
Jarak yang ditempuh seharusnya 15 menit, tapi lantaran kendaraan cukup ramai tadi, akhirnya mereka sampai 25 menit, telat dari waktu yang dibutuhkan.
Aldi memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang sudah disediakan oleh perusahaan itu. Mereka berdua berjalan dengan satu tangan dimasukkan kedalam saku celana.
Mereka berjalan menuju lobi, Saat mereka memasuki lobi perusahaan GO semua mata tertuju pada mereka. Apalagi mata karyawan perempuan, mata mereka tidak berkedip mandang Vandy dan Gio.
Para karyawan wanita pun mulai berbisik-bisik. Mereka benar-benar terpesona melihat kedua cowok tampan itu.
" Waaw tampan sekali mereka"
" Apa mereka karyawan baru disini?"
Vandy dan Aldi tidak menghiraukan para karyawan itu. Mereka terus berjalan menuju meja resepsionis.
" Selamat Pagi tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu karyawan resepsionis.
" Kami mau ketemu Pak Mike" kata Aldi.
" Maaf, apa tuan sudah membuat janji sebelumnya?" tanya karyawan itu lagi.
__ADS_1
" Sudah, kami dari perusahaan Dwipangga Group"
Karyawan itu langsung menelepon sekretaris CEO. Setelah ada konfirmasi dari sekretaris CEO, Vandy dan Aldi langsung disuruh naik kelantai 20. Vandy dan Aldi masuk kedalam lift.
Ting..
Pintu lift terbuka, mereka berdua keluar dari lift. Mereka berdua berjalan dengan penuh wibawa menuju ruang CEO. Tak berselang lama mereka pun sampai diruangan CEO.
" Mbak apa Pak Mike nya ada?" tanya Aldi ke sekretaris Mike.
" Ada tuan, silakan masuk aja. Pak Mike sudah menunggu kedatangan kalian" kata sekretaris itu.
Mereka langsung menuju pintu ruangan CEO Mike.
Tok
Tok
Tok
" Masuk"
Vandy dan Aldi masuk kedalam ruangan Mike. Mike tersenyun kearah Vandy dan Aldi. Mike menghentikan pekerjaannya. Mike berdiri dari duduknya dan menghampiri Vandy dan Aldi.
" Silakan duduk tuan" tawar Mike.
Vandy dan Aldi duduk disofa yang ada disana. Mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain.
" Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan besar, seperti perusahaan anda Pak Mike" puji Vandy.
" Anda terlalu memuji saya tuan. Justru saya yang sangat senang bisa bekerja sama dengan perusahaan tuan Vandy" kata Mike
Mereka pun mulai membahas kerja sama nya. Aldi menyerahkan dokumen kerja sama nya kepada Mike. Mike pun membaca dengan teliti isi yang ada dalam dokumen itu.
Setelah mengerti dan memahami Mike pun menandatangani dokumen kerja sama itu. Setelah Mike menandatangani dokumen itu, barulah Vandy menandatangani dokumen itu.
Aldi menyimpan kembali dokumen kerja sama itu kedalam tasnya.
" Semoga kerja sama kita terlaksana dengan baik dan sukses " kata Vandy sambil mengulurkan tangannya.
Mike pun menyambut uluran tangan Vandy.
"Semoga tuan"
" Kapan-kapan tuan berkunjung lah keperusahaan saya" kata Vandy.
" Kalau ada waktu saya pasti mampir kesana" kata Mike.
" Ok, kami tunggu kedatangan anda. Kalau begitu kami permisi dulu" kata Vandy
" Baik tuan"
Setelah berpamitan Vandy dan Aldi bangkit dari duduk mereka. Mike mengantarkan tamunya sampai kedepan pintu ruangannya. Vandy dan Aldi pun pergi meninggalkan perusahaan Mike dengan membawa keberhasilan kerja sama antar perusahaan.
__ADS_1
To be continue...
Happy Reading Guys.. 😉😉