Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Mobil yang dikendarai asisten Rangga pun sampai disekolah Kenzo. Mereka bertiga berpamitan pada asisten Rangga. Setelah itu mereka turun dari mobil.


Mobil itu pun melaju meninggalkan sekolah itu. Kenzo dan kedua sahabatnya duduk ditaman menunggu jemputan mereka. Kenzo mengambil HP dari dalam tasnya, kemudian dia memainkan game yang ada di HP nya itu.


" Lagi main game ya Ken?" tanya Gian


" Hhmm"


" Ck.. kau itu selalu saja singkat menjawabnya" kesal Gian.


" Kalian lihat anak cowok yang tadi dikantor Om Rangga nggak?" tanya Tristan.


" Lihat " jawab Gian.


" Sepertinya dia nggak suka sama kita" kata Tristan.


" Selagi dia tidak mengganggu kita, maka biarkan saja" kata Kenzo.


Kenzo melihat mobil mommy nya sudah sampai digerbang sekolah. Disusul sama mobil orangtua Gian dan Tristan. Kenzo bergegas menyimpan HP nya kedalam tasnya.


" Kita lomba lari yuk " ajak Kenzo.


" Ayo " kata Gian dan Tristan.


" Kita lari sampai parkiran. Siapa yang bisa mengalahkan aku akan dapat hadiah" kata Kenzo.


" Apa hadiahnya?" tanya Gian dan Tristan berbarengan.


" Apapun yang kalian mau" jawab Kenzo.


" Benaran nih?" tanya Gian antusias.


" Hhhmm"


" Ok, siapa takut " kata Gian dan Tristan.


Mereka bertiga mengambil posisi masing-masing. Kenzo pun mulai menghitung dari satu sampai tiga. Sampai hitungan ketiga mereka pun mulai berlari.


Kenzo berlari sangat kencang, Gian dan Tristan jauh tertinggal dibelakang. Mereka tidak bisa mengejar Kenzo.


Anggun dan kedua sahabatnya turun dari mobil. Anggun tersenyum melihat putranya yang sedang berlari menghampirinya.


" Yee aku menang " kata Kenzo.


Setelah itu disusul oleh Gian dan Tristan.


" Ya kalah" kata Tristan.


" Lain kali aku pasti bisa ngalahin kamu" kata Gian penuh percaya diri.


" Ok, aku tunggu" kata Kenzo.

__ADS_1


" Nanti kamu jangan nangis ya" kata Gian.


" Aku bukan cowok cengeng" kata Kenzo.


Anggun dan kedua sahabatnya hanya mampu menggelengkan kepala mereka. Sinta merasa Kenzo dan Gian itu mirip banget sama Vandy dan Aldi, yang setiap ketemu pasti berantem.


" Sekarang kita pulang ya" kata Anggun.


"Ok mommy" kata Kenzo.


Mereka semua pun masuk kedalam mobil masing-masing. Mobil melaju beriringan meninggalkan sekolah itu.


Karena waktu makan siang sudah tiba, Anggun dan para sahabatnya berhenti diwarung bakso kang Mamad. Ketiga mobil mewah itu sudah terparkir dibawah pohon disebelah warung kang Mamad.


Mereka semua masuk kedalam warung bakso kang Mamad. Sampai diwarung, mereka disambut sama kang Mamad dan istrinya. Ya sekarang kang Mamad sudah punya warung bakso sendiri.


" Selamat datang semuanya. Mari silakan duduk" ucap Lina


Mereka semua duduk dikursi panjang yang sudah disediakan disana. Kang Mamad membuatkan pesanan mereka, sedangkan sang istri memilih mengobrol dengan Anggun dan kedua sahabatnya.


" Ini teh anak kalian?" tanya Lina


" Iya Mbak" jawab Anggun.


Kenzo bersalaman serta mencium punggung tangan Lina. Kemudian diikuti sama Gian dan juga Tristan.


" Tampan-tampan semua " puji Lina


" Anak mbak mana?" tanya Anggun.


" Main kerumah temannya tadi" kata Lina.


Mamad datang dengan membawa pesanan mereka. Mamad menata pesanan mereka dimeja. Setelah itu dia dan sang istri pergi, karena nggak mau ganggu Anggun dan yang lain menikmati bakso nya.


" Pamit dulu Neng Anggun, selamat menikmati" kata Mamad


" Makasih ya Kang" kata Anggun.


Sepeninggal Mamad, Anggun dan yang lain mulai memakan bakso yang ada dihadapan mereka. Mereka menikmati dengan ditemani musik yang diputar sama kang Mamad.


" Mommy, apa abang boleh pake cabe?" tanya Kenzo.


" Boleh, tapi sedikit ya" kata Anggun


" Hhhmm"


Kenzo mengambil cabe sedikit, kemudian memasukkan kedalam bakso nya. Diikuti Gian dan Tristan.


" Kenapa kalia ikut-ikutan ngambil cabe?" tanya Sinta pada Gian dan Tristan.


" Karena anak cowok itu harus kuat makan pedas" jawab Gian

__ADS_1


" Ck.. itu alasan kamu aja. Bilang aja kamu nggak mau kalah dari Kenzo" kata Sinta.


Mereka melanjutkan kembali menyantap baksonya. Tak berapa lama semangkok bakso itu pun sudah berpindah kedalam perut mereka.


Mereka mengistirahatkan perut mereka dulu sebelum jalan. Karena tak baik selesai makan langsung dibawa jalan.


Setelah dirasa cukup, mereka pun pergi dari warung kang Mamad. Tentu saja setelah Anggun membayar pesanan mereka tadi.


Mereka pun melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju rumah masing-masing.


Sampai dirumah, Anggun dan Kenzo langsung menuju kamar mereka. Anggun memutuskan untuk beristirahat, karena hamil kedua ini Anggun memang suka tidur.


Ditempat lain.


Kia sangat kesal dan juga marah dengan keputusan Rangga. Karena Rangga tidak menjadikan anaknya model ambasador produk terbaru perusahaan Rangga.


" Apa bagusnya coba ketiga anak kecil itu. Bisa-bisanya Rangga menjadikan mereka model ambasador untuk produk terbaru itu" Kesal Kia.


" Sudahlah Mom, mungkin ini belum rezeki anak kita" kata Bryan.


" Tapi Dad, kamu kan bisa lihat gimana ketiga anak kecil tadi berpose dikamera. Nggak ada bagusnya dibandingkan dengan putraku!"


" Iya aku tau, lagiankan Rangga juga sudah memberikan job untuk anak kita"


" Tapi mommy pengen dia jadi ambasador untuk produk terbaru itu"


" Sudalah jangan dipikirkan lagi. Aku yakin suatu hari nanti anak kita bisa jadi model terkenal" kata Bryan.


" Hhhmm, tapi kamu lihat wajah salah satu anak itu nggak?" tanya Kia


" Kenapa dengan wajahnya?" tanya balik Bryan.


" Wajah salah satu dari anak itu mirip banget dengan wajah Vandy" kata Kia.


" Vandy mantan tunangan kamu dulu"


" Hhhmmm"


" Nggak mungkin. Lagiankan kamu tau Vandy itu orang terkaya nomor dua di Asia, jadi mana mungkin dia akan membiarkan anaknya jadi seorang model"


" Iya juga sih, mungkin mereka hanya mirip saja"


Aku harus cari tau siapa anak itu.


" Atau jangan-jangan kamu masih cinta sama dia?" tanya Bryan.


" Ngaco kamu Dad" jawab Kia sambil berlalu meninggalkan suaminya.


" Tunggu aku Mom" kata Bryan sambil mengejar istrinya kedalam kamar.


To be continue...

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2