
Setelah acara resepsi pernikahan Sinta dan Sisil selesai para tamu undangan pun sudah pada pulang kerumah mereka masing-masing. Sekarang yang tinggal hanya tiga pasang suami-istri itu.
" Yo, Al nih hadiah dari gue buat kalian" kata Vandy sambil memberikan sebuah kunci rumah kepada Aldi dan Gio.
" Van apa ini nggak berlebihan" ucap Aldi dan Gio.
" Nggak kok itu pantas buat kalian karena kalian berdua juga sudah bekerja keras selama ini untuk perusahaan gue."
" Ini kado dari gue" ucap Anggun sambil memberikan 4 tiket honeymoon kepada Sinta dan Sisil.
Sinta dan Sisil melihat tiket yang diberikan Anggun kepadanya. Disana tertulis 4 tiket ke Maldives.
" Nggun ini serius?" tanya Sinta.
" Serius dong. Tapi kalau lo nggak mau gue ambil lagi" jawab Anggun.
" Enak aja lo kan udah ngasih kekita masa diambil lagi" kata Sinta.
" Ya udah sekarang kita istirahat, besok kita lihat rumah baru kalian" ucap Vandy.
Mereka masuk kekamar masing-masing. Ya mereka nginap dihotel Dwipangga malam ini. Sampai didalam kamar Sinta dan Aldi langsung tidur karena mereka kelelahan menyambut para tamu undangan tadi. Begitupun dengan pasangan Gio dan Sisil. Mereka juga ketiduran akibat kelelahan menyambut para tamu undangan. Jadi malam pertama mereka tertunda dulu.
Sedangkan dikamar lain. Vandy yang sudah ngantuk dipaksa sama istrinya untuk nemenin dia nonton film drakor kesukaan istrinya itu.
" Sayang nontonnya kita sambung besok ya. Aku udah ngantuk banget nih."
" Nggak mau. Besok aku nggak mau nonton film ini lagi."
" Tapi Mas udah ngantuk banget sayang."
" Jadi gitu. Katanya Mas cinta dan sayang sama aku tapi disuruh nemenin nonton nggak mau" mulai kesal.
" Iya Mas temenin."
Tak berapa lama Vandy tidak bisa menahan rasa kantuknya. Alhasil Vandy pun ketiduran disofa. Anggun melihat suaminya ketiduran pun tak tega membangunkan suaminya itu. Anggun pun membiarkan suaminya itu tidur. Anggun melanjutkan nonton drakor kesukaannya itu. Jam 3 Pagi Anggun baru bisa memejamkan matanya dengan televisi yang masih menyala.
Pagi hari.
Sinta, Sisil, Gio dan Aldi sudah berada direstoran hotel. Mereka sedang menunggu Anggun dan Vandy untuk sarapan bersama.
" Vandy sama Anggun lama banget si" ucap Sisil.
" Iya ni, yang baru nikah kita yang telat malah mereka" kesal Aldi.
Mereka tidak tau aja Vandy telat tidur gara-gara nemenin istrinya nonton drakor bukan ninaena seperti yang mereka pikirkan. Tak berapa lama Anggun dan Vandy pun datang.
" Sorry ya guys telat" kata Anggun.
" Nggak apa-apa kok Nggun. Kita juga baru datang" bohong Sinta.
__ADS_1
Anggun dan Vandy duduk bergabung bersama para sahabat mereka. Mereka mulai memesan beberapa menu untuk sarapan mereka.
" Berapa ronde semalam bro?" tanya Aldi pada Vandy.
" Maksud lo" tanya balik Vandy.
" Ya elah masa itu aja nggak ngerti."
" Emang gue nggak ngerti terus gimana dong?."
" Semalam lo berapa ronde ninaena nya sama Anggun?" tanya Aldi.
" Nggak ada. Malahan gue disuruh nemenin dia nonton film drakor kesukaan dia. Kalau lo iya tu berapa ronde bro semalam?."
" Ronde apaan bobol juga belum."
" Hahaha payah lo masa belum juga bobol."
" Maklum bro, gue kecapean semalam jadi ketiduran gitu deh."
Lalu Vandy dan Aldi melihat kearah Gio.
" Kenapa kalian liatin gue kayak gitu."
" Lo berapa ronde semalam ninaenanya?" tanya Vandy.
" Ronde apaan bobol aja belum" jawab Gio.
" Apa Mas yang bobol?" tanya Anggun.
" Gawang bola sayang" jawab Vandy asal.
Pesanan mereka pun datang. Mereka mulai menyantap sarapan mereka. Anggun hanya mengaduk-ngaduk makanan yang ada dipiringnya.
" Sayang kok makanannya cuma diaduk-aduk aja. Emang kamu nggak lapar? tanya Vandy.
" Lapar Mas tapi mau makan yang lain" jawab Anggun.
" Mau makan apa?."
" Ikan asin sama goreng terong."
Vandy kaget mendengar ucapan istrinya itu.
" Sayang disini nggak ada ikan asin sama terong."
" Aku mau makan itu" mulai sedih.
" Huuuh" Vandy menghela nafasnya panjang.
__ADS_1
" Selalu pakai trik sedih tau aja dia kalau gue nggak bisa liat dia bersedih."
" Sayang nanti kita bikin dirumah sama Bik Mirna ya" bujuk Vandy.
" Nggak mau aku maunya sekarang? mulai menangis."
" Iya tapi ikan asinnya nggak ada disini sayang? makan cake aja dulu gimana. Mau?."
" Mau."
" Alhamdulillah selamat. Terimakasih ya Allah."
Vandy pun mengambilkan cake untuk istrinya. Sedangkan sahabat Vandy tertawa melihat Vandy ditindas sama istrinya. Tak beselang lama Vandy datang membawa cake untuk istrinya.
" Ni sayang cakenya."
" Makasih Mas."
Anggun mulai memakan cakenya. Vandy pun melanjutkan sarapannya yang tertunda tadi. Setelah makan mereka pun pergi melihat rumah yang dihadiahkan Vandy buat mereka.
Mereka pun sampai dikompleks perumahan elit. Sinta dan Sisil kaget melihat arah rumah mereka sama dengan rumah Anggun.
" Ini bukannya jalan kerumah lo Nggun?" kata Sinta.
" Iya tapi ini juga akan jadi kompleks rumah kalian."
Mobil Vandy berhenti disebuah rumah mewah. Ya walaupun nggak sebesar rumah Vandy dan Anggun. Mareka semua turun dari mobil.
" Ini rumah baru buat kalian" kata Vandy.
" Lo serius Van ngasih rumah ini buat kita?" tanya Aldi.
" Coba lo buka pake kunci yang gue kasih kemarin."
Aldi mengeluarkan kunci yang dikasih Vandy kemarin. Aldi memasukan kunci tersebut dan benar saja pintu itu pun terbuka. Aldi dan Sinta pun kaget. Mereka pun masuk kedalam rumah itu.
" Gue pengen kita itu selalu berdekatan. Karena kalian udah gue anggap seperti keluarga gue. Gue juga pengen anak-anak kita nanti juga berteman baik seperti kita para orangtua mereka. Makanya saat gue nyuruh lo cariin rumah buat gue. Sekalian gue beli dua rumah lagi buat lo dan Gio."
Aldi dan Gio terharu mendengar ucapan Vandy. Mereka nggak nyangka Vandy akan berpikir sejauh itu. Mereka pun memeluk Vandy bos sekaligus sahabat terbaik mereka.
" Best friend forever" ucap Vandy, Aldi dan Gio
Anggun dan kedua sahabatnya juga ikut bahagia karena suami mereka mempunyai ikatan persahabatan yang kuat.
To be contine..
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Authorππ
Kalau vote nya ntar naik Author up 1 bab lagi...ππ
__ADS_1
Happy Reading Guys.. ππ