Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kabar Buruk


__ADS_3

Selesai makan siang Anggun dan kedua sahabatnya kembali keruangan mereka, karena jam istirahat sudah selesai. Saat mau masuk lift tiba-tiba Anggun ingin ketoilet.


" Sin kalian duluan keatas ya, gue mau ke toilet dulu" kata Anggun.


" Buruan ya Nggun" ucap Sinta.


Sinta dan Sisil masuk kedalam lift sedangkan Anggun pergi ketoilet. Anggun langsung masuk kedalam toilet. Saat Anggun berada dalam toilet Cindy menuangkan minyak didepan pintu toilet. Setelah dirasa cukup Cindy meninggalkan toilet dan bersembunyi dibalik tembok.


Gue harap setelah ini lo nggak bisa berdiri lagi .


Anggun tidak menyadari kalau lantainya sudah diberi minyak. Anggun pun melangkahkan kakinya keluar toilet. Saat kaki Anggun menginjak lantai yang licin.


" Aaaaaakkkkkhhh"


Tubuh Anggun jatuh kelantai. Karena kuatnya tubuhnya terbentur kelantai, Seketika darah pun mengalir kekaki Anggun.


Cindy yang melihat darah dikaki Anggun pun tersenyum puas. Cindy pergi meninggalkan Anggun yang sedang kesakitan.


" Tidak bayi gue. Tolong!!! teriak Anggun. Siapa pun tolong bayi gue."


Anggun mencoba menghubungi Sinta dengan HPnya.


" Buruan Sin Angkat telponnya."


Sinta tidak mengangkat telpon dari Anggun.


" Sayang Mommy mohon bertahanlah, jangan tinggalkan Mommy dan Daddy."


Orang pun tidak ada yang berlalu lalang. Anggun pingsan karena syok dan lelah menangis. Dia takut bayinya tidak bisa diselamatkan.


Diruang Gio.


Gio yang sedang mengawasi ruang desain melalui CCTV cemas karena dia tidak melihat keberadaan Anggun. Gio pun menghubungi nomor Sisil untuk menanyakan keberadaan Anggun.


" Hallo Oppa" terdengar suara istrinya diseberang sana.


" Sweety, Anggun kemana? kok aku nggak melihat dia."


" Tadi ketoilet, tapi belum balik juga."


" Apaa!! toilet mana?!."


" Toilet lantai dasar."


Gio pun mematikan telponnya dan bergegas pergi kelantai dasar.


Diruang Desain.


" Siapa yang telpon" tanya Sinta.


" Oppa."


" Dia bilang apa?."

__ADS_1


" Nanyain Anggun."


" Anggun."


Sontak Sinta melihat HPnya, benar saja ada dua panggilan tidak terjawab dan itu dari Anggun. Seketika Sinta teringat akan ucapan Vandy tadi ditelpon. Sinta pun bergegas mencari Anggun ketoilet.


"Sinta" panggil Sisil.


Sinta tidak menghiraukan panggilan Sisil. Sinta terus berlari keluar ruangan.


Cindy yang melihat Sinta buru-buru keluar pun tersenyum licik.


Kalian tidak akan bisa menyelamatkan dia.


Gio sudah sampai dilantai dasar. Gio berlari menuju toilet. Alangkah kagetnya Gio melihat Anggun sudah tergeletak dilantai dan banyak darah disana.


" Anggun bangun."


Gio menggedong tubuh Anggun dan membawa kerumah sakit. Saat melewati lobi Gio berpapasan dengan Sinta.


" Anggun!!."


" Kita harus cepat bawa dia kerumah sakit Sin."


Gio dan Sinta pun bergegas membawa Anggun kerumah sakit. Gio memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak berapa lama mereka sampai dirumah sakit terdekat.


" Dokter, Suster tolong sahabat saya" ucap Sinta.


Dokter dan Suster pun bergegas membawa Anggun keruang ICU. Sinta dan Gio menunggu didepan pintu ruang ICU.


" Tenang Sin jangan nyalahin diri lo terus. Disini gue juga salah jadi tolong jangan menangis lagi."


Gio mencoba menghubungi nomor Vandy. Tapi tidak diangkat. Gio mencoba terus menghubungi Vandy dan hasilnya tetap sama. Gio mencoba menghubungi Aldi, tapi nomor Aldi nggak aktif.


" Kalian kemana sih, yang satu telponnya nggak diangkat dan yang satu lagi nggak aktif?!."


Sinta dan Gio pun duduk dikursi yang ada disana. Mereka berharap Anggun dan bayinya selamat.


Ditempat lain.


Vandy sedang membahas proyek pembangunan hotel dengan Pak Anton. Vandy tidak fokus mendengarkan penjelasan Pak Anton.


" Lo kenapa kayak nggak fokus gitu" tanya Aldi.


" Perasaan gue nggak tenang Al. Gue kepikiran istri gue terus" jawab Vandy.


Vandy berlalu dari ruangan Pak Anton.


" Maaf Pak, CEO lagi nggak fit harap dimaklumi Pak" kata Aldi.


" Iya Pak Aldi."


" Kalau gitu saya permisi dulu Pak."

__ADS_1


Aldi berlalu pergi meninggalkan ruangan Pak Anton. Aldi setengah berlari mengejar Vandy.


" Van tungguin dong?."


Vandy tidak mendengarkan ucapan Aldi. Vandy terus berjalan keparkiran. Aldi pun berhasil mengejar Vandy. Mereka masuk kedalam mobil. Vandy melihat HP nya yang dari tadi dia tinggal di dalam mobil. Saat Vandy melihat layar HP nya ada 10 panggillan tidak terjawab dari Gio. Perasaan Vandy tambah tak karuan karena melihat banyak nya panggillan tidak terjawab.


Vandy menghubungi nomor Gio kembali. Tak berapa lama Gio pun menjawab telpon dari Vandy.


" Hallo Yo" kata Vandy.


" Lo kemana aja sih!! gue telpon dari tadi nggak di angkat."


" Sorry, tadi HP gue tertinggal didalam mobil. Emang ada apa?."


" Anggun masuk rumah sakit."


Deg


Jantung Vandy seketika berhenti berdetak.Akhirnya apa yang dia takutkan dari kemarin terjadi juga.


" Van, lo dengerin gue nggak."


Aldi pun mengambil ahli HP dari Vandy.


" Hallo Yo."


" Al, cepat bawa Vandy kesini? Anggun membutuhkan dia."


" Apa yang terjadi sama Anggun?" tanya Aldi.


" Anggun masuk rumah sakit sekarang lagi di ruang ICU" jawab Gio.


" Gue sama Vandy akan segera kesana."


Sambungan telpon pun berakhir.


" Van, lo harus kuat" ucap Aldi.


" Bagaimana bisa dia masuk rumah sakit Al" menangis.


" Gio belum menceritakan detail kejadiannya sama Gue."


" Pantasan perasaan gue nggak tenang dari kemarin. Ternyata istri gue masuk rumah sakit Al. Gimana dengan anak gue Al?!."


" Mudah-mudahan mereka baik-baik aja Van. Kita berdoa aja."


Aldi memesan tiket melalui aplikasi di HP nya. Setelah mendapatkan tiket, Aldi memacu mobilnya menuju bandara. Aldi memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tak berapa lama mereka pun sampai dibandara.


Vandy bergegas turun dari mobil, diikuti Aldi dibelakang. Mereka pun melakukan check in dan setelah mendengar pesawat mereka akan berangkat Vandy dan Aldi pun bergegas masuk kedalam pesawat dan duduk dikursi penumpang. Pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara kota Y.


Ya Allah selamat kan istri dan anak hamba.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading Guys..😉😉


__ADS_2