
Karena banyaknya fans, jadi mereka tidak jadi melakukan pemotretan. Kenzo juga sudah menghubungi Rangga tadi, kalau mereka akan melakukan pemotretannya besok.
Kenzo cs pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Kenzo pun sampai di rumah utama. Kenzo memasukkan motornya kedalam garasi.
Kenzo melangkahkan kakinya menuju pintu utama. " Assalamualaikum, abang pulang"
" Wa'alaikum salam" balas Anggun.
" Tumben abang jam segini udah pulang?"
" Kebetulan Abang nggak ada pemotretan hari ini Mom. Adek kemana?"
" Main kerumah Daffin"
" Abang keatas dulu ya Mom"
" Iya sayang"
Kenzo pun menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai di kamarnya Kenzo tidak mengganti pakaiannya, dia langsung merebahkan tubuhnya dia atas kasur king size nya.
Kenzo mulai merasakan kantuk yang teramat, Kenzo memejamkan matanya. Tak berapa lama dia pun terlelap, dengan seragam sekolah yang masih menempel di tubuhnya.
Kediaman Sinta.
Kiran dan Daffin sedang bermain dokter-dokteran. Kiran meminta Daffin untuk berbring di sofa, Daffin pun mengikuti titah sang dokter Kiran. Kiran mulai memeriksa Daffin dengan stetoskopnya.
" Eh ada incesnya Bang Gian"
Sontak Kiran menoleh kearah suara. Kiran tersenyum pada Gian. " Abang Ian udah pulang?"
" Hhhmm. Inces lagi main apa?"
" Main dokter-dokteran"
" Abang mau juga dong di periksa"
" Nggak boleh" kata Daffin.
" Kenapa?" tanya Gian pada adiknya.
" Kiran dokter aku, jadi dia hanya boleh memeriksa aku" kata Daffin.
" Ck.. kamu pikir Kiran dokter pribadi kamu" kata Gian.
" Iya, jadi dia hanya boleh memeriksa aku" kata Daffin.
" Inces mau nggak periksa abang Gian"
" Mau, abang Gian baring sini" titah Kiran.
Belum sempat Giam membaringkan tubuhnya, Daffin sudah menghalangi Gian.
" Daffin minggir?!" kata Gian.
" Nggak!, Kiran itu dokter aku"
Kiran bingung melihat tingkah Gian dan Daffin. Dia tidak tau harus bagaimana.
" Gian, Daffin, hentikan!" kata Sinta
Daffin dan Gian pun berhenti, setelah mendengar suara mama mereka.
" Abang Ian yang mulai Ma"
" Mana ada, Daffin yang mulai Ma"
" Abang"
" Adek"
" Abang!"
" Adek!"
__ADS_1
" Diam!, kalian berdua itu bisa nggak satu hari aja nggak berantem"
" Abang ganggu aku main sama Kiran, mama"
" Benar itu Ian?" tanya Sinta pada Gian.
" Ng-nggak kok Ma" jawab Gian gugup.
" Abang nggak boleh bohong" kata Daffin.
" Siapa yang bohong" kata Gian.
" Abang lah"
" Stop!. Gian ganti baju kamu dulu, sana"
" Siap Ma. Inces abang Ian keatas dulu ya"
" Nggak usah pamit sama Kiran, cepat pergi sana!" usir Daffin.
Untung adik gue, kalau nggak gue karungin juga lo.
Gian berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, meninggalkan Kiran dan Daffin. Setelah memastikan Gian sudah kekamarnya, Sinta pun pergi kekebun belakang.
Sekarang yang tinggal hanya Kiran dan juga Daffin. Daffin sangat senang karena pengganggu sudah berhasil dia singkirkan.Mereka berdua pun melanjutkan main dokter-dokterannya.
Kediaman Agatha.
Melodi juga baru sampai di rumahnya. Sopir membukakan pintu mobil untuk nona mudanya.Melodi pun turun dari mobil, Melodi berjalan menuju pintu utama.
Karena sudah sampai di rumah, Melodi pun menjelma kembali menjadi seorang nona muda dari keluarga Agatha. Keluarga yang berpengaruh nomor tiga di Asia.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam. Anak mami sudah pulang?"
" Hhhmm"
" Kenapa wajahnya di tekuk gitu?" tanya Mama Melodi.
" Kenapa?"
" Melodi pengin naik ojek dari halte sampai rumah"
" No, mamih sudah izinkan kamu naik bus ya sayang, jadi jangan minta yang aneh-aneh lagi"
" Tapi.."
" Ssstt, nggak ada tapi-tapian. Daripada identitas kamu mami buka ke teman-teman kamu di sekolah"
" Jangan dong Mih"
" Makanya jangan minta yang aneh-aneh lagi"
" Baiklah" pasrah.
Melodi melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya. Dia tau permintaannya tidak akan di kabulkan sama mamihnya itu.
" Emang apa salahnya sih naik ojek?, aku kan juga pengin ngerasain gimana rasanya naik motor"
Melodi merebahkan tubuhnya di atas kasur Queen size. Melodi menatap langit-langit kamarnya. Untuk apa punya segalanya kalau tidak bisa melakukan apapun sesuka hati.
Itulah kenapa Melodi ingin menjadi orang yang biasa saja. Karena dengan begitu dia bisa melakukan apapun sesuka hatinya. Melodi seperti terperangkap dalam sangkar emas yang di buat oleh mamihnya sendiri.
Apa aku kabur aja ya dari rumah?, tapi kasihan papih. Apa aku minta izin sama papih aja ya.
Hanya sang papi lah yang selalu mendukung setiap keinginannya. Melodi sudah bertekad akan meminta izin pada papihnya nanti. Dia yakin papihnya akan memberi izin.
Mata Melodi sudah mulai di serang rasa kantuk. Melodi mulai memejamkan matanya. Tak berapa lama Melodi pun sampai di alam mimpi.
Sore hari.
Kenzo sudah selesai mandi, Kenzo terlihat tampan dengan memakai kaos putih polos. Kenzo turun kebawah untuk berkumpul bersama mommy, daddy dan adiknya.
__ADS_1
" Abang sudah selesai mandi?" tanya sang mommy.
" Sudah Mom"
" Karena abang sudah selesai mandi, tolong jemput adek di rumah tante Sinta ya"
" Emang adek belum pulang juga?"
" Belum, maka dari itu mommy minta tolong sama abang untuk menjemput adek"
" Baiklah"
" Makasih sayang"
" Abang pergi dulu ya Mom"
" Ok sayang"
Setelah berpamitan Kenzo pun berjalan keluar. Kenzo meminjam motornya matic nya Pak Asep. Setelah mendapatkan izin dari Pak Asep, Kenzo pun melajukan motor matic itu menuju rumah Gian.
Kenzo baru pertama kali ini mengendarai motor matic. Karena biasanya Kenzo membawa motor sport dan juga motor gede. Jadi dia merasa sedikit aneh membawa motor itu. Apalagi dengan postur tubuhnya yang tinggi.
Tak berapa lama Kenzo pun sampai di depan pintu Gerbang rumah Gian. Satpam membukakan pintu gerbang untuk Kenzo.
" Makasih Pak"
" Sama-sama Den"
Kenzo melajukan motornya menuju rumah utama Gian. Kenzo memarkirkan motornya, setelah itu dia berjalan menuju pintu utama.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam. Mari masuk Den"
Setelah mendapat izin, Kenzo masuk kedalam rumah.
" Eh! ada Abang ganteng " kata Sinta.
Kenzo mencium tangan Sinta.
" Mau jemput Kiran ya"
" Iya tante "
" Sebentar ya tante panggilkan dulu"
Belum sempat Sinta melangkah Kiran sudah datang. " Abang" panggil Kiran sambil berlari kearah Kenzo.
" Princes abang" balas Kenzo sambil memeluk adeknya.
" Abang mau menjemput adek"
" Hhhmm"
" Tante Kiran sama abang pulang dulu ya" Pamit Kiran sambil mencium tangan Sinta.
" Iya sayang, hati-hati ya pulangnya "
Sinta mengantarkan Kenzo dan Kiran sampai kedepan pintu. Kenzo dan Kiran berjalan menuju motor. Kenzo naik keatas motornya, kemudian Kenzo menghidupkan mesin motornya.
" Abang adek berdiri di sini ya"
" Hhhmm"
Kenzo pun melajukan motornya meninggalkan rumah Sinta. Setelah motor Kenzo tidak terlihat lagi, barulah Sinta menutup pintunya dan masuk kedalam rumah.
To be continue..
Sesuai janji Author kemarin sama Readers.
Visual Melodi alias cewek dekil.
__ADS_1
Happy Reading..