
Seperti janji Aldi kemarin kalau dia akan menjemput Vandy dirumah sakit, dan tak lupa dia membawa satu stel pakaian untuk Vandy. Setelah semua nya beres Aldi pun mengambil kunci mabilnya.
Mobil Aldi pun melaju memecah jalanan ibu kota. Aldi menambah kecepatan mobilnya, dan tidak butuh waktu lama, mobil Aldi sudah sampai diparkiran rumah sakit.
Aldi berjalan dengan gaya cool nya, menuju ruang rawat Anggun, sepanjang jalan tak henti-hentinya para wanita memuji Aldi. Sesampai didepan pintu ruang rawat Anggun, Aldi pun mengetuk pintu.
Tok tok..
Vandy membukakan pintu untuk Aldi.
" Selamat siang Anggun capa Aldi."
" Kalau mau masuk itu baca salam dulu, keluar dan ulangi," ucap Vandy.
" Ulang lagi nih tanya Aldi."
Vandy menganggukkan kepalanya. Dengan terpaksa Aldi pun keluar, untuk mengulang adegan dia masuk tadi.
" Assalamualaikum, ucap Aldi."
" Wa'alaikum salam, nah gitu dong, itu baru anak pinter."
" Nih pakaian lo, cepat bersiap bentar lagi kita mau ketemu klien."
" Yang bos nya gue apa elo."
" Ya elo."
" Terus kenapa lo perintah-perintah gue."
Anggun yang mulai jengah dengan perdebatan Aldi dan Vandy.
" Bunny, cepat ganti baju nya."
" Iya sayang."
Vandy pun berlalu menuju kamar mandi dari pada nanti singa betina ngamuk. Hanya butuh waktu 5 menit untuk Vandy mengganti pakaiannya.
Vandy keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang rapi dan siap untuk bertemu kliennya.
" Sayang aku berangkat dulu ya, maaf nggak bisa ngantar kamu pulang."
" Nggak apa-apa kok Bunny, aku ngerti kok."
" Makasih kamu udah mau ngertiin aku."
Saat Vandy akan mencium kening Anggun, tiba-tiba Wiguna datang.
" Eheem," Wiguna berdehem.
" Papa batuk pah?, tanya Vandy.
" Kamu mau ngapain tadi dekat-dekat anak saya."
" Mau cium calon istri aku pah, karena aku mau pamit pergi kerja."
" Kalau kamu mau kerja pergi aja, jangan cium-cium segala."
Vandy mencium kening Anggun, sontak membuat Wiguna melotot. " Ck.. bocah tengik ini berani sekali dia mencium putriku."
" Aku berangkat kerja dulu sayang."
" Hati-hati ya Bunny, good luck."
" Makasih sayang, pah aku pamit dulu," ucap Vandy sambil mencium tangan Wiguna dan di diikuti oleh Aldi.
__ADS_1
Vandy dan Aldi sudah berada dalam mobil. Aldi pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.
" Al, kita pergi kekantor polisi dulu."
" Siap bos."
Aldi pun melajukan mobilnya kearah kantor polisi. Tak butuh waktu lama mereka pun sampai.
Kantor polisi menjadi heboh, karena kedatangan Vandy, gimana tidak kemarin kantor itu didatangi orang terkaya nomor satu di Asia dan sekarang kedatangan tuan muda dari keluarga terkaya nomor dua di Asia.
" Selamat siang tuan muda," sapa Komisaris polisi.
" Selamat siang pak. saya mau ketemu sama tahanan yang bernama Yunita," kata Vandy.
Komisaris polisi pun menyuruh bawahannya untuk membawa Yunita. Tak butuh waktu lama Briptu Ardan datang dengan membawa tahanan yang bernama Yunita.
" Bisa tinggalkan kami bertiga pak," kata Vandy.
" Tentu tuan muda."
Komisaris Eko dan Briptu Ardan pun meninggalkan mereka bertiga.
" Ada perlu apa tuan mencari saya?."
" Saya datang kesini untuk memberikan anda hadiah nona."
Yunita tidak tau hadiah yang dibilang Vandy bukanlah hadiah yang seperti pada umumnya.
Vandy pun berjalan mendekati Yunita sambil memutar-mutar pisau lipat yang ada ditangannya.
" Anda masih ingat perempuan yang anda lukai kemarin, nona?."
Deg.
Sontak wajah Yunita menjadi pucat.
" Memberi anda sedikit hadiah nona," bisik Vandy.
Vandy pun mengarahkan pisau lipatnya kepipi Yunita.
" Tu.. tuan saya mohon jangan sakiti saya," ucap Yunita sambil menangis.
Vandy tidak menghiraukan tangisan Yunita, pisau itu sudah menggores pipi Yunita, seketika darah segarpun mengalir dari pipi Yunita yang tergores.
Yunita tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya menahan rasa perih yang terasa akibat goresan pisau tersebut.
" Kau cukup beruntung karena aku hanya menggores sedikit pipi mu, sedang luka yang kau berikan buat calon istriku sangat dalam."
Vandy dan Aldi pergi meninggalkan Yunita yang masih meringis kesakitan. Vandy dan Aldi izin pamit pada Komisaris Eko.
" Terimakasih buat bantuan anda komisaris, kami undur diri dulu, " ucap Vandy.
" Anda tidak perlu sungkan tuan muda."
" Sekali lagi terimah kasih pak, kami permisi dulu."
Vandy dan Aldi pun pergi meninggalkan kantor polisi dan menuju sebuah restoran. Sesampainya direstoran mereka langsung menuju ketempat klien.
" Selamat siang, maaf telah membuat kalian menunggu." Kata Vandy.
" Wah ternyata tuan muda dari keluarga Dwipangga sangat tampan, aku harus bisa mendapatkan dia."
" Tidak masalah tuan Vandy, kami juga baru datang." Ucap pak Irmawan.
" Mari kita mulai pak Irmawan."
__ADS_1
" Oh baik tuan."
Mereka pun mulai membahas kerjasama antara perusahaan Dwipangga Group dengan Sinar Group dan keuntungan apa yang akan mereka dapatkan selama kerjasama ini berlangsung.
Selama acara pembahasan putri pak Irmawan tak hentinya memandang Vandy, dan itu sangat membuat Vandy risih.
" Pengen banget gue congkel mata nih cewek, berani sekali dia menatap gue."
Setelah 1 jam berlalu akhirnya pembahasan kerjasamanya selesai.
" Semoga kerjasama kita berjalan dengan lancar." Kata Irmawan sambil mengulurkan tangannya.
" Semoga pak." Vandy pun membalas uluran tangan pak Irmawan.
" Kalau begitu kami permisi dulu pak," ucap Aldi.
" Tunggu tuan ada yang mau saya bicarakan diluar kerjasama kita." Kata Irmawan.
" Cepat katakan saya tidak punya banyak waktu."
" Perkenalkan tuan ini putri saya Sonya, dia lulusan universitas terbaik dilondon."
" terus gue harus bilang wooow gitu."
" Hubungannya sama saya apa pak."
" Begini tuan saya mau menjodohkan putri saya dengan tuan, dan saya juga belum mendengar kabar kalau tuan punya kekasih."
" Maaf sebelumnya pak Irmawan, saya datang kesini cuma mau membahas masalah kerja sama bukan mau membahas masalah pribadi. Kalau masalah kekasih saya memang nggak punya tetapi saya mempunyai calon istri dan kami akan segera menikah," ucap Vandy sambil memperlihatkan cincin yang ada dijarinya.
" Tapi saya nggak pernah mendengar anda bertunangan tuan."
" Saya belum mengumumkan secara resmi."
" Kalau begitu tidak masalah, selagi anda belum mengumumkan secara resmi, lagi pula kita dari kalangan yang sama."
"Terimakasih atas tawaran anda tapi maaf saya tidak bisa, karena saya sangat mencintai calon istri saya."
Vandy dan Aldi pun berdiri dari duduk mereka dan saat tangan Vandy akan membuka handle pintu, tiba-tiba tangannya terhenti karena mendengar ucapan Sonya.
" Apa karena wanita jal*ng itu sehingga kamu tidak mengumumkan pertunangan kalian," ucap Sonya.
" Maaf bisa anda ulangi kata-kata anda nona Sonya," ucap Vandy sambil menahan emosinya.
" Apa karena dia seorang wanita jal*ng sehingga kamu malu mengenalkan dia kepublik."
Vandy pun berjalan kearah Sonya.
" Anda tau nona kenapa saya belum mengumumkannya, karena dia itu seperti berlian yang sangat berkilau, karena kilaunya itu semua lelaki menatapnya, dan saya paling tidak suka berlian saya ditatap maupun dilirik lelaki lain. Untuk kata-kata jal*ng mungkin itu lebih cocok buat anda nona, coba lihat cara berpakaian anda, semuanya serba terbuka, apa anda tidak takut masuk angin."
" Berani sekali kamu menghina putri saya."
" Bukankah putri anda yang lancang dengan menghina calon istri saya."
" Justru kamu beruntung bisa menikah dengan putri saya karena dia cantik dan dari kalangan atas, saya yakin calon anda pasti dari kalangan bawah."
Vandy pun tersenyum mendengar ucapan Irmawan.
" Justru saya merasa rugi kalau punya istri seperti puntri anda..!!, Al batalkan kerja sama kita, gue tidak ingin bekerjasama dengan perusahaan yang pimpinannya bermulut sampah."
Vandy pun melangkahkan kakinya keluar ruangan VIP restoran itu.
" Hanya seekor lalat, mau bersanding denganku, menjijikkan."
To be continue....
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen, dan Vote nya ya Readers.. 🙏🙏🙏
HAPPY READING GUYS... 😉😉😉