
Vandy dan yang lain juga memuji kado dari Aska. Mereka berfikir bagaimana bisa Aska membuat kado sebagus itu, mengingat umur Aska yang masih kecil.
" Aska, Kak Sinta boleh nanya nggak?."
" Boleh."
" Aska belajar dari mana bikin foto kayak gitu?."
Ya, kado yang dikasih Aska sebuah foto. Aska mengumpulkan ratusan foto Anggun dan Vandy yang berukuran kecil. Setelah itu disusun sedemikian rupa oleh Aska, dari foto berukuran kecil itu dan jadilah foto berbentuk wajah Anggun, atau lebih dikenal dengan foto mozaik.
" Rahasia, Kak Sinta mau dibikinin foto mozaik juga."
" Emang boleh?."
" Boleh, tapi harus bayar."
" Ck.. bocah ini, kecil-kecil sudah tau duit."
Anggun dan yang lain tertawa mendengar pembicaraan Aska dan Sinta.
" Aska pintar banget ya sayang?."
" Iya, kira-kira dia belajar darimana bikin foto mozaik kayak gitu."
" Nggak tau juga."
Hening
Mereka larut dalam fikiran masing-masing. Anggun memikirkan darimana Aska belajar membikin foto mozaik sedangkan Vandy memikirkan hal lain.
Waktu cepat berlalu, acara wedding party Anggun pun telah usai, dan para tamu juga sudah meninggalkan ballroom hotel. Yang tersisa sekarang hanya keluarga Vandy, Anggun dan para sahabatnya.
" Sayang ini kado dari Mama" kata Diana sambil menyerahkan dua buat tiket.
" Makasih Ma."
" Sekarang kalian istirahat, karena besok kalian akan berangkat" ucap Dwipangga.
" Baik Pa" jawab Vandy.
" Kita pamit dulu ya Nggun, jagan lupa kado gue sama Sisil dibuka" ucap Sinta.
" Ok."
" Gue sama Gio pamit dulu Van semoga nanti lancar garap sawahnya, jangan kasih kendor" kata Aldi.
" Pasti, loe tenang aja" ucap Vandy.
" Emang kamu mau kesawah malam-malam gini Mas?" tanya Anggun.
" Nggak, yuk kita kekamar."
" Kita duluan ya semuanya" ucap Anggun.
Mereka pun berpisah menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Vandy dan Anggun sudah sampai didepan pintu kamar hotel mereka. Perlahan Anggun membuka pintu kamarnya.
Ceklek
Saat pintu terbuka, Anggun dibuat takjub dengan kamar hotel itu yang sudah disulap menjadi kamar pengantin. Kamar yang penuh dengan taburan kelopak bunga dan ada beberapa lilin juga. Membuat suasana kamar menjadi romantis. Anggun berjalan kearah ranjang dan duduk disana.
" Kamu suka dekorasi kamarnya sayang?" tanya Vandy.
__ADS_1
" Suka Mas."
" Mas mau mandi dulu, badan Mas udah lengket semua."
" Iya, aku mau buka kado dari teman-teman dulu."
Vandy melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dan segera membersihkan badannya yang sudah terasa lengket dari tadi. Saat Vandy sudah dikamar mandi, Anggun membuka satu persatu kado dari temannya.
Anggun membuka kado dari Marko dan Aryo. saat kado sudah terbuka Anggun tersenyum melihat isi kadonya. Anggun membaca tulisan yang ada disana. " Selamat memasak dan buatlah masakan yang enak buat suami tercinta."
Anggun melanjutkan membuka kado kedua dari para sahabatnya. Anggun kaget melihat isi kado dari kedua sahabatnya itu. " Baju apaan nih terbuka banget, bahannya juga tipis lagi. Apa mereka pengen gue masuk angin pakai baju model beginian."
Anggun membuka kado dari Ardian. Anggun mengguncang-guncang kado tersebut. Vandy yang melihat tingkah Anggun pun menghampiri istrinya.
" Sayang kok kadonya digituin."
" Iya, mana tau isi kadonya bom."
" Nggak mungkinlah isi kadonya bom, coba buka."
Anggun pun membuka kado dari Ardian, betapa kagetnya Anggun melihat kado dari Ardian. " Kok kadonya sama kayak punya Sinta dan Sisil apa mereka janjian belinya."
" Sayang apa isi kadonya?" tanya Vandy.
Anggun melihatkan isi kadonya ke Vandy.
" Waah bagus ni kadonya."
" Apa, dia bilang bagus, apa matanya sudah rusak."
" Sayang siapa yang kasih kado ini?."
" Kak Ardian."
" Oh, coba bukain kado dari Aldi dan Gio dong."
Vandy yang melihat Anggun tertawa lepas pun penasaran kenapa istrinya bisa tertawa seperti itu.
" Sayang kok kamu ketawa sih, emang isi kadonya apa?."
" Liat aja sendiri" jawab Anggun sambil menyerahkan kotak kado pada Vandy.
Vandy mengambil kotak kado yang diberikan Anggun. Saat Vandy melihat isi kado dan membaca tulisannya seketika wajah Vandy merah padam. " Sialan, dasar teman-teman laknat. mereka pikir gue lemah sampai ngasih gue obat beginian. Awas aja kalian besok."
Vandy yang melihat Anggun masih tertawa, tiba-tiba muncul ide buat menggoda istrinya itu.
" Sayang apa kamu percaya sama mereka?."
Anggun yang mendengar ucapan Vandy, seketika menghentikan tawanya.
" Percaya soal apa Mas."
" Kalau Mas lemah, kalau kamu percaya sama mereka kita bisa buktiin sekarang sayang."
" Buktiin apa Mas."
" Buktiin kalau Mas nggak lemah."
" Gimana caranya?" tanya Anggun.
" Caranya dengan kita melakukan Malam pertama."
Seketika wajah Anggun merona mendengar ucapan Vandy.
__ADS_1
" A-aku mau mandy dulu" ucap Anggun sambil belalu kekamar mandi.
Vandy pun tertawa karena berhasil menggoda istrinya. Vandy membaringkan tubuhnya diatas kasur sembari menunggu istrinya mandi. Tak berselang lama pintu kamar mandi terbuka. Vandy yang mendengar pintu kamar mandi terbuka sontak menoleh kearah kamar mandi.
Vandy yang melihat Anggun keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk ditubuhnya, dengan susah payah menahan salivanya. Anggun yang melihat mata Vandy tak berkedip melihatnya pun tersenyum licik.
Anggun menghampiri Vandy yang sedang berbaring diatas kasur. Vandy yang melihat Anggun berjalan kearahnya dengan cepat bangun dari tidurnya. Anggun duduk disamping Vandy.
" Sayang, kamu mau menggoda Mas."
" Nggak, siapa bilang aku mau menggoda Mas."
" Kalau nggak mau menggoda, terus kenapa kamu masih pakai handuk begitu."
" Lagi pengen aja Mas."
Vandy mendekatkan wajahnya ke Anggun mengelus pipi istrinya dan memberikan kecupan dikening dan berakhir dibibir merah ranum istrinya. Melihat tidak ada penolakan dari istrinya, perlahan Vandy membaringkan tubuh Istrinya dengan tidak melepaskan ciuman mereka. Setelah tubuh Anggun terbaring Vandy tidak dapat lagi menahan hasratnya. Vandy melepaskan ciumannya.
" Sayang apa boleh Mas ngelakuinnya sekarang?" tanya Vandy dengan suara berat.
Anggun yang melihat Vandy menahan hasratnya pun tak tega. Lagi pula itu juga sudah menjadi kewajibannya sebagai istri. Anggun pun menganggukan kepalanya.
Vandy yang mendapatkan persetujuan dari istrinya, Vandy kembali mencium bibir Anggun dengan perlahan Vandy membuka handuk yang dibakai Anggun. Setelah handuk yang dipakai istrinya terlepas, Vandy begitu terpesona melihat tubuh istrinya yang putih mulus tanpa noda.
Vandy pun memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada istrinya. Anggun menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh suaminya. Vandy mencium kening istrinya, terus kedua mata Anggun, pipi dan turun keleher jenjang istrinya. Saat Vandy mencium lehernya istrinya. Tanpa sadar Anggun mengeluarkan suara merdu.
Vandy yang mendengar suara merdu istrinya sudah tidak dapat lagi menahan, saat Vandy mau membuka bajunya, tiba-tiba pintu kamar mereka diketuk.
Tok tok
" Mas ada yang ngetuk pintu."
" Nggak ada kok sayang,"
Vandy membuka bajunya kembali saat Vandy akan membuka celananya tiba-tiba pintu kamarnya diketuk kembali.
Tok tok tok
" Tu Mas pintu kamar kita diketuk lagi."
" Udah biarin aja, Mas udah nggak tahan ni."
Anggun yang melihat suaminya seperti menahan sakit pun menganggukan kepalanya. Vandy pun membuka celananya dan hanya menyisakan celana pendek. Vandy membuka celana pendeknya, saat celana itu baru terbuka sedikit tiba-tiba pintu diketuk kembali dan ini lebih keras bunyinya dari yang tadi.
Tok
Tok
Tok
" Mas buka dulu, mana tau ada yang penting."
" Berengsek..!! mengganggu saja."
Anggun tersenyum melihat wajah Vandy yang kesal. Vandy memakai pakaiannya kembali dan dengan malasnya membukakan pintu untuk si pengganggu.
" Awas aja kalau tidak ada hal yang penting gue bunuh kalian yang sudah mengganggu kesenangan ku."
Ceklek
Jeng-jeng,
To be continue
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak sayang kalian buat Author, supaya Author semangat buat nulis dan Up nya... 😉😉
Happy Reading Guys.. 😉😉😉