
Kenzo sampai di pintu gerbang rumahnya. Dia membunyikan klakson motornya supaya pak satpam membukakan pintu gerbangnya. Setelah mendengar bunyi klakson motor tuan mudanya Satpam pun membuka pintu gerbang.
" Makasih Pak" ucap Kenzo sambil melajukan motornya menuju rumah utama.
Motor yang di kendarai Kenzo berhenti di depan rumah utama. Melodi dan El turun dari motor, sedangkan Kenzo memasukkan motornya kedalam garasi.
Setelah memasukkan motornya, Kenzo menghampiri kekasih dan adik sepupunya. Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah utama.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, aduh siapa ini yang datang sama Abang dan kak Melodi"
El tersenyum, kemudian dia mencium punggung tangan Anggun. Diikuti sama Melodi dan Kenzo.
" Abang, kak Melodi" panggil Kiran.
" Kok El nggak di panggil"
" Eh, ada baby El ternyata" kata Kiran sambil mencubit gemas pipi El.
" Kak Kiran, sakit tau?!" kata El sambil mengerucutkan bibirnya.
" Habis kamu gemesin banget" kata Kiran.
Anggun tersenyum melihat El yang manyun karena di cubit gemas sama putri kecilnya itu.
" Kalian bertiga ganti baju dulu, habis itu baru makan siang " Titah Anggun.
" Abang nggak makan siang Mom, soalnya tadi kita mampir ke warung bakso Pak Mamad" kata Kenzo.
" Kok Abang nggak ngajak adek?" tanya Kiran.
" Abang tadi juga di ajak sama Abang Tian. Lagian perginya juga mendadak"
" Awas aja Abang Tian nanti, adek marahin"
Selamat, sorry ya Tian.
" El mau ikut mommy ke supermarket?" tanya Anggun pada El.
" Mau, tapi El ganti baju dulu ya mommy" kata El.
" Iya, mommy sama kak Kiran tunggu di ruang tamu ya"
" Siap mommy" kata El sambil memberi hormat. Ya putra tunggal Vanya itu memanggil Anggun dengan sebutan mommy juga.
Kenzo, Melodi dan El pamit mengganti pakaian mereka. Sedangkan Kiran ikut sang mommy pergi keruang tamu, mereka menunggu El di sana.
Setelah 5 menit, tampaklah El yang berlari menuruni anak tangga.
" El, hati-hati ntar jatuh" pesan Anggun.
El masih saja berlari, tak berapa lama dia pun sampai di tempat Anggun dan Kiran. Anggun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
" Lain kali jangan lari-lari lagi, saat menuruni tangga" nasihat Anggun.
" Iya mommy"
" Yuk berangkat" ajak Anggun.
" Mommy butuh bantuan nggak?" tanya Kenzo yang baru sampai di ruang tamu.
" Emang Abang nggak sibuk?"
__ADS_1
" Nggak Mom"
" Ya udah, sekalian ajak Melodi" kata Anggun.
Kenzo baru akan memanggil kekasihnya itu, Melodi sudah tampak menuruni tangga.
" Yank mau ikut nggak?" tanya Kenzo.
" Kemana?"
" Supermarket"
" Boleh"
Mereka berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman depan. Melodi, Kiran dan El duduk di kursi penumpang. Anggun duduk di kursi sebelah kemudi, sedangkan Kenzo duduk di kursi kemudi.
Kenzo melajukan mobilnya menuju supermarket terdekat. Sepanjang jalan El bercerita, sedang yang lain jadi pendengar yang baik.
" El ikut latihan karate ya?" tanya Anggun.
" Iya mommy, kata papa El harus jadi anak yang kuat" cicit El.
" Betul itu, jadi El bisa lindungi keluarga dari bahaya" kata Anggun.
" El pengennya sih ikut taekwondo "
" Bagus itu, Abang waktu sebesar El ikut latihan taekwondo" kata Kenzo.
" Benarkah?"
" Hhmm, Abang kelas 1 SMP udah megang sabuk hitam" kata Kenzo.
" Wah..hebat banget Abang" puji El.
" Benarkah?"
" Hhmm"
" Kapan-kapan boleh dong di latih sama kak Melodi" kata Kiran dan El.
" Boleh dong, dengan senang hati kakak akan mengajari kalian berdua" kata Melodi.
Tak terasa mobil yang di kendarai Kenzo sampai di supermarket. Kenzo memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana. Setelah mobil terparkir dengan sempurna, mereka pun turun dari mobil.
Mereka berjalan memasuki supermarket. Banyak pasang mata terpesona melihat mereka. Tapi mereka tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu.
" Mommy, nanti El mau beli ice Cream boleh ya?"
" Boleh. Ntar sama Abang pergi belinya, ya" kata Anggun.
Kenzo mengambil troli, kemudian mengikuti langkah kaki sang mommy. Mereka berjalan menuju tempat daging.
" Mau daging yang mana Tante?" tanya Melodi.
" Wagyu aja Mel, pilih yang untuk steak" kata Anggun.
Melodi memasukkan semua daging Wagyu yang bisa untuk di buat steak.
" Sedikit banget, campur sama tenderloin bagus nggak Bang?" tanya Anggun.
" Bagus Mom" jawab Kenzo.
Setelah di rasa cukup, mereka pindah ke tempat sosis. Anggun memasukkan semua jenis sosis yang ada di sana kedalam troli. Setelah itu mereka mencari kentang untuk pendamping daging steak nanti.
__ADS_1
Para pembeli lain kaget melihat Anggun memborong semua sosis dan juga daging yang ada di sana. Mereka bertanya-tanya seberapa kaya wanita itu.
" Coba liat wanita itu memborong semua daging Wagyu"
" Apa wanita itu mampu membayar semua belanjaannya?"
" Sepertinya tidak"
" Dilihat dari penampilannya wanita itu tidak terlihat seperti orang kaya"
" Saya rasa kekayaannya di bawah saya"
Anggun tersenyum mendengar ucapan para ibuk-ibuk itu. Dia tidak tau saja seberapa kaya wanita yang mereka hina itu. Jangankan cuma daging, supermarket itu saja, dia mampu membeli.
" Dasar ibuk-ibuk kurang kerjaan" kata Anggun.
Setelah memborong semua sosis yang ada di sana. Anggun mencari asparagus untuk tambahan pendamping steak nanti.
" Kalian berdua temenin adek sama El beli ice Cream" titah Anggun
" Siap Mom. Yuk kita cari ice Cream" ajak Kenzo.
" Asik, beli ice Cream" sorak Kiran dan El.
Anggun membawa troli ke tempat kasir, dia akan menunggu di sana. Sesampainya di tempat kasir, antrean sangat panjang.
Ibuk-ibuk yang julid tadi juga ada di sana. Tapi Anggun hanya cuek saja, karena nanti mereka juga akan tau juga, dia mampu bayar atau tidak.
Kiran dan juga El sudah mendapatkan ice Cream yang mereka inginkan. Kenzo juga mengambil ice Cream untuk dirinya dan sang kekasih.
" Kamu mau yang rasa apa yank?" tanya Kenzo.
" Samain aja sama punya kamu"
Setelah mendapatkan ice Cream mereka menyusul Anggun ke tempat kasir. Sampai di kasir Kenzo melihat sang mommy masih berada di antrean paling akhir.
" Mom, biar abang aja yang mengantre. Mommy duduk di sana aja sama yang lain"
" Makasih ya sayang udah mau direpotkan"
" Mommy ngomong apa sih, Abang malah seneng bisa bantu mommy"
" Ini kartu untuk bayar semua belanjaannya" kata Anggun sambil menyerahkan black card miliknya.
" Pake card Abang aja Mom"
" Jangan, itu duit hasil kerja Abang. Lagian ini card yang di kasih Daddy untuk keperluan belanja"
Kenzo mengambil card yang di berikan sang mommy. Anggun bergabung dengan Melodi yang sudah duduk terlebih dahulu.
Setelah menunggu lama, akhirnya tibalah giliran Kenzo. Petugas kasir kaget melihat barang belanjaan Kenzo.
Ibuk-ibuk yang julid tadi masih menunggu di sana. Mereka ingin melihat apakah Kenzo mampu membayar belanjaannya.
Setelah petugas kasir menghitung semua belanjaan Kenzo. Kenzo pun memberikan black card yang diberikan mommy-nya tadi.
Ibuk-ibuk itu kaget melihat Kenzo memberikan black card pada petugas kasir itu. Siapa yang tidak tau black card, tidak sembarang orang bisa memiliki black card itu. Dari jauh Anggun tersenyum melihat ekspresi ibuk-ibuk itu.
Jangan terlalu cepat percaya dengan apa yang kamu lihat.
To be continue..
Happy Reading 😚😚
__ADS_1