Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Anggun bangun dari tidurnya, saat melihat jam dinding yang ada dikamarnya. Anggun kaget sampai terlonjak. Anggun bergegas menuju kamar mandi.


Selesai mandi Anggun memakai pakaian nya. Setelah itu Anggun turun kebawah untuk mencari keberadaan suaminya. Saat melewati ruang keluarga Anggun melihat putra nya sedang bermain iPad.


" Anak mommy lagi apa?" tanya Anggun


" Main game" jawab Kenzo tanpa menoleh kearah mommy nya


" Daddy mana sayang?" tanya Anggun lagi


" Udah berangkat kekantor mommy" jawab Ken masih enggan memalingkan wajah nya dari iPad


" Ntar siang kita kekantor daddy yuk" ajak Anggun


" Boleh"


" Ok, sekarang mommy mau masak dulu"


Anggun pergi kedapur untuk memasak masakan kesukaan suaminya. Anggun akan masak udang crispy, capcai dan goreng ayam saos padang.


Anggun menyiapkan bahan-bahannya. Setelah semua bahan sudah terkumpul, Anggun memulai aksi masaknya. Dia akan memasak dengan penuh cinta.


Setelah 1 jam berkutat didapur, akhirnya semua masakan Anggun sudah jadi. Anggun sangat senang dengan hasil masakan nya hari ini.


" Mas Vandy pasti suka banget sama masakan aku"


Anggun pergi kekamarnya untuk mandi dan bersiap-siap pergi kekantor suaminya. Karena sebentar lagi waktu makan siang. Anggun bergegas kekamarnya, tapi sebelum menaiki tangga, Anggun menyuruh Kenzo untuk bersiap-siap juga.


Anggun dan Kenzo sudah siap pergi kekantor suaminya. Anggun minta tolong sama kang Tito untuk mengantarkan nya kekantor suaminya.


Mobil pun melaju meninggal kan kediamannya. Mobil melaju sangat mulus tanpa hambatan, alias nggak macet.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mobil yang dikendarai Tito pun sampai didepan kantor tuan muda nya. Anggun dan Kenzo turun dari mobil.


" Nggak usah tunggu kita Kang, nanti kita pulangnya sama daddy Kenzo" ucap Anggun


" Baik non, kalau gitu Akang pamit dulu"


" Ok Kang, hati-hati dijalan"


Anggun masuk kedalam kantor suaminya, sampai dilobi Anggun dan Kenzo menjadi pusat perhatian karyawan disana.


" Tampan sekali anak CEO kita " ucap karyawan A


" Tentu saja, bibit nya tampan dan cantik" ucap karyawan B


" Gemes pengen cubit pipi nya" kata karyawan C


Anggun hanya tersenyum mendengar ucapan para karyawan itu. Anggun menghampiri meja resepsionis. Karena petugas itu sudah mengenal siapa Anggun. Dia langsung menyuruh Anggun kelantai 30.


Anggun dan Kenzo masuk kedalam lift khusus untuk CEO menuju lantai 30. Tak berapa lama mereka pun sampai dilantai 30. Anggun dan Kenzo keluar dari lift dan berjalan menuju ruangan suami nya.


" Pak Vandy nya ada mbak?" tanya Anggun kepada sekretaris Vandy


" Ada nona"


" Makasih mbak, kita masuk dulu"


" Silakan nona"


Anggun dan Kenzo berjalan menuju ruangan suaminya. Saat pintu terbuka Anggun melihat suaminya masih fokus menatap layar monitor nya.


" Daddy" panggil Kenzo sambil berlari kearah Vandy


" Jagoannya daddy datang" ucap Vandy mencium pipi Kenzo


Anggun duduk disofa yang ada diruangan suaminya. Vandy menghentikan kerjaannya dan berjalan menghampiri istrinya.


" Sayang kok nggak bilang mau kesini?" tanya Vandy


" Sengaja Mas, biar surprise untuk kamu" jawab Anggun


" Kamu bawa apa sayang?"


" Oh iya hampir aja lupa. Aku masakin makanan kesukaan kamu Mas"


" Kesukaan Ken nggak ada?" tanya Kenzo


" Ada sayang, mana mungkin nggak ada" jawab Anggun


Anggun membuka makanan yang dia bawa. Saat mencium aroma masakan itu tiba-tiba perut Vandy mual. Vandy segera pergi kekamar mandi.

__ADS_1


Sampai dikamar mandi Vandy muntah. Anggun yang mendengar suaminya muntah-muntah pun segera menghampiri suaminya.


Anggun membantu memijat tekuk leher suaminya. Setelah beberapa menit Vandy tidak muntah lagi. Anggun sangat khawatir dengan kondisi suaminya.


" Daddy kenapa?" tanya Kenzo


" Masuk angin sayang" jawab Vandy


" Tunggu aku bikinin teh hangat dulu"


Anggun pergi kepantry yang ada diruangan suami nya. Anggun akan membuat teh hangat untuk suaminya itu. Tak berselang lama Anggun kembali dengan membawa segelas teh hangat.


" Minum dulu Mas, biar perut kamu agak mendingan"


Vandy meminum teh yang dibuatkan istrinya tadi. Anggun melihat wajah suaminya yang pucat.


" Apa nggak sebaiknya kita panggil dokter Mas" usul Anggun


" Nggak usah sayang, Mas cuma masuk angin"


" Ya udah, sekarang Mas coba makan ya"


Anggun membuka kembali tutup makanannya, saat Vandy mencium oroma makanan itu lagi, Perut Vandy seperti diaduk-aduk lagi, Vandy berlari kekamar mandi.


Sampai dikamar mandi Vandy hanya memuntahkan cairan bening saja. Tapi itu membuat Vandy lemas dan tak bertenaga.


" Mas, kita panggil dokter aja ya" kata Anggun cemas


" Nggak usah sayang, nanti setelah istirahat Mas udah nggak apa-apa kok. Kamu sama Kenzo makan duluan ya, Mas mau istirahat dulu"


" Iya Mas"


Vandy langsung menuju kamar pribadinya untuk beristirahat. Anggun tak tega melihat suaminya seperti itu.


" Mommy, daddy kenapa? tanya Kenzo


" Daddy lagi sakit sayang, jadi Ken sama mommy aja yang makan ya" kata Anggun


Kenzo menganggukkan kepala nya tanda setuju. Anggun mengambil kan nasi dan lauk untuk putra nya itu. Anggun dan Kenzo pun makan walaupun tanpa Vandy.


Selesai makan Anggun membereskan meja. Setelah itu, Anggun dan Kenzo melihat suaminya yang sedang tidur.


Ceklek


" Daddy cepat sembuh" ucap Kenzo


Kenzo membaringkan tubuhnya disamping daddy nya. Kenzo memeluk daddy nya itu. Kenzo berharap setelah dia memeluk daddy nya akan segera senbuh.


Anggun juga membaringkan tubuhnya disamping sang suami. Anggun juga melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Kenzo. Yaitu memeluk suaminya.


Mereka berdua pun terlelap dengan memeluk Vandy.


Sore hari Vandy terbangun dari tidurnya. Vandy melihat dua orang yang berharga dalam hidupnya sedang memeluknya. Saat Vandy mau memindahkan tangan sang istri, Anggun terbangu.


" Mas" panggil Anggun dengan suara khas bangun tidur


" Tidurlah Mas mau melanjutkan kerjaan Mas dulu"


" Apa Mas sudah mendingan?"


" Sudah sayang, Mas mau melanjutkan kerjaan Mas dulu ya"


Vandy mencium kening sang istri. Setelah itu Vandy keluar dan melanjutkan kerjaan nya yang tertunda tadi.


Saat Vandy sedang mengerjakan tugasnya, Vandy ingin memakan buah rambutan. Vandy menghubungi asistennya.


" Al keruangan gue, sekarang!"


Seperti biasa, belum sempat Aldi menjawab Vandy sudah mematikan sambungan telponnya.


" Ck.. Mr Arrogant ini selalu saja seperti ini" kesal Aldi


Walaupun kesal Aldi tetap melaksanakan titah sang bos. Aldi segera pergi keruangan Vandy, karena dari nada nya bicara tadi seperti nya ada yang penting.


Sampai diruangan Vandy, Aldi langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Itu juga kebiasaan Aldi. Main masuk tanpa permisi.


" Ada perlu apa lo manggil gue"


" Beliin gue rambutan"


" Apa! lo nggak salah nyuruh gue"

__ADS_1


" Nggak"


" Tapi sekarang kan nggak lagi musim rambutan, gue mau cari dimana coba"


" Terserah lo mau cari dimana, kalau lo nggak bisa nemuin siap-siap gaji lo dipotong"


" Mana bisa begitu" kesal Aldi


" Bisa dong, gue kan bos nya disini"


" Ck.. dasar bos laknat loe" umpat Aldi


" Cepat Al"


" Baiklah "


Aldi segera pergi dari ruangan Vandy dan bergegas pergi membeli rambutan untuk bos nya yang Arrogant itu.


Aldi melajukan mobilnya menuju supermarket. Sampai disupermarket Aldi langsung mencari buah yang diinginkan Vandy tadi, tapi sayang nya buah yang dia cari sudah nggak ada.


Aldi langsung pergi dan mencari kesupermarket yang lain, tapi hasilnya tetap nihil. Karena sekarang memang bukan musim nya.


" Kemana lagi gue mau mencari nya ya tuhan, kalau nggak dapat bisa-bisa bos Arrogant itu memotong gaji hamba"


Aldi sudah pasrah kalau gaji nya dipotong, karena dia sudah mencari disemua supermarket, tapi tetap aja tidak menemukan buah yang berambut itu.


Saat Aldi sudah mulai putus asa, tiba-tiba dia melewati rumah yang ada pohon rambutannya. Aldi langsung menepikan mobilnya kepinggir jalan.


" Alhamdulillah uang gaji terselamatkan"


Aldi turun dari mobil. Aldi langsung menemui sang pemilik rumah. Aldi melihat ibu-ibu sedang menyapu halaman rumah itu.


" Assalamualaikum. Permisi Buk"


" Wa'alaikum salam, ada perlu apa ya Nak"


" Ini Buk, teman saya lagi ngidam dan pengen memakan buah rambutan. Apa Ibuk mau menjual nya sedikit"


Ya tuhan maafkan hamba telah berbohong.


" Silakan ambil aja Nak, tak perlu bayar" kata Ibuk itu


" Makasih Buk"


Aldi mengambil buah rambutannya, beruntung pohonnya rendah dan buah nya juga lebat, jadi Aldi tak perlu susah manjat. Setelah dirasa cukup Aldi pun menyudahi nya.


" Sekali lagi terimakasih ya Buk, saya permisi dulu. Assalamualaikum"


" Sama-sama Nak. Wa'alaikum salam"


Aldi melajukan mobilnya kembali menuju kantornya. Mobil Aldi pun sampai dikantor, Aldi memarkir kan mobilnya ditempat biasa.


Aldi langsung masuk kedalam lift menuju lantai 30. Lift pun terbuka Aldi segera berjalan keruangan Vandy.


" Nih rambutan nya"


" Makasih Al, lo emang teman terbaik gue" puji Aldi


" Kalau ada mau nya baru muji gue" kesal Aldi


" Ya udah gue tarik lagi omongan gue"


" Ck.. lo itu ya, jadi gaji gue aman kan?" tanya Aldi


" Aman, ntar gue kasih bonus gaji 1 bulan"


" Beneran, kalau gitu sering-sering aja nyuruh gue cari rambutan ya" ucap Aldi


" Eleh tadi aja ngumpatin gue, giliran dengar bonus aja ijo tu kuping" ucap Vandy


" Wajar dong Van, gue lagi banyak kebutuhan sekarang"


" Ya udah lanjutkan kerjaan lo sana!"


" Siap bos Arrogant"


Aldi pun kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaan nya. Sedangkan Vandy menikmati rambutan yang ada didepan matanya.


To be continue


Jangan lupa Vote nya ya Readers, supaya Author semangat nulis nya... 🙏🙏🙏

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2