
Setelah Dona dan Luna dibawa masuk kedalam mobil, kemudian polisi itu undur diri untuk membawa Luna dan Dona kekantor dan akan segera diproses.
" Terimakasih atas kerjasama nya Pak ucap Anggun dan diikuti sama yang lainnya."
" Sama-sama nona itu sudah menjadi tugas kami ucap Rangga komanda polisi."
Mobil polisi pun melaju meninggalkan gudang tua itu.
" Akhirnya selesai juga ucap Anggun."
" Sayang lain kali jangan tertawa seperti tadi lagi ucap Vandy."
" Kenapa?."
" Aku takut mendengarnya jawab Vandy."
"Hehehe ternyata CEO Arrogant seperti kamu bisa takut juga ucap Anggun sambil terkekeh. "
Anggun jalan menghampiri Marko dan kedua sahabatnya.
" Makasih ya kak, saat Anggun disini kalian sudah mau memberi Anggun makanan yang enak, dan seperti janji Anggun kemarin, kalian bertiga akan kerja di perusahaan Wiguna ucap Anggun."
" Tidak usah nggun, kami tidak pantas mendapatkan pekerjaan diperusahaan keluarga kamu ucap Marko."
" Loh kenapa?."
" Karena kami sudah jahat dan sudah berani menculik putri mereka ucap Aryo."
Anggun pun tersenyum mendengar ucapan Marko dan Aryo, dan Anggun pun semakin yakin untuk mempekerjakan mereka di perusahaannya.
" Selama Anggun disini kalian tidak pernah menyakiti Anggun, bahkan kalian ngasih Anggun makanan yang enak ucap Anggun sambil tersenyum."
Vandy yang melihat Anggun tersenyum pada tiga cowok itu pun merasa kesal dan berjalan berlalu meninggalkan Anggun.
Aldi yang melihat Vandy pergi dengan wajah lesu pun hanya tersenyum." Dasar tukang ngambek gumam Aldi."
"Kamu kenapa sih Bee ketawa begitu tanya Sinta."
" Itu Honey, Vandy cemburu liat Anggun senyum sama cowok lain jawab Aldi."
Sinta pun ikut tertawa mendengar ucapan Aldi. Sinta pun menghampiri Anggun dan berbisik ditelinga Anggun.
"Nggun, Vandy pergi, kayak nya dia ngambek."
Anggun melihat sekeliling ruangan dan benar Vandy sudah tidak ada disana.
" Bentar ya kak Anggun tinggal dulu sebentar, kalian ngobrol-ngobrol dulu ya ucap Anggun."
Anggun pun berlalu pergi dan mencari Singa Arrogant nya yang lagi ngambek. Setelah lama mencari akhirnya Anggun menemukan Singa Arrogant nya. Anggun pun menghampiri Vandy.
" Bunny ngapain disini?."
Vandy yang mendengar suara kekasihnya pun menoleh sekilas dan menatap langit kembali.
" Bunny."
Vandy cuma diam.
" Mungkin Bunny nggak ada disini ucap Anggun."
Saat Anggun akan pergi Vandy menahan tangan nya.
" Mau kemana?."
" Mau masuk kedalam nemuin yang lain."
" Disini aja temanin aku."
Anggun pun tersenyum dan duduk disamping Vandy.
" Aku nggak suka liat kamu senyum sama cowok lain."
" Eh.. kaget Anggun."
Hening..
__ADS_1
" Bunny."
" Hhmmm."
" Apa Bunny cemburu sama kak Marko?."
" Sangat, berjanjilah kalau kamu tidak akan tersenyum manis lagi pada cowok lain."
" Promise, sekarang kita masuk yuk kasian yang lain udah nungguin."
Anggun dan Vandy pun berjalan dengan bergandengan tangan masuk kedalam menemui para sahabatnya mereka.
Sesampai didalam Aldi pun melihat Vandy dan Anggun jalan bergandengan.
" Cie yang udah nggak ngambek lagi ucap Aldi."
Vandy yang mendengar ucapan Aldi sontak menatap tajam pada Aldi.
Aldi yang mendapat tatapan tajam dari Vandy pun terdiam.
" Nggun sekarang kita mau ngapain tanya Sisil."
" Karena masalah nya sudah selesai, kita pulang jawab Anggun."
" Gimana dengan mereka tanya Gio."
" Mereka akan ikut kita, nggak apa-apa kan Bunny ucap Anggun."
" Nggak apa-apa ucap Vandy."
Mereka pun masuk kedalam mobil, Vandy duduk dikursi kemudi dan Anggun duduk dikursi sebelah kemudi dan yang lain duduk dibelakang, perlahan mobil itu pun meninggalkan gudang tua dan pergi menuju kediaman Anggun.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit akhirnya mereka sampai didepan gerbang rumah Anggun.
Marko dan kedua sahabatnya begitu takjub melihat pintu gerbang rumah Anggun yang begitu megah dan tinggi. Pintu gerbangnya aja sudah semegah ini apalagi rumahnya fikir mereka bertiga.
Vandy pun membunyikan klakson mobilnya, pak Ujang yang mendengar suara klakson mobil pun membuka pintu gerbang.
Setelah pintu gerbang terbuka mobil Vandy pun perlahan masuk kedalam. Saat menuju pintu utama rumah Anggun, Marko dan kedua sahabatnya dibuat takjub kembali sama perkarangan rumah Anggun yang begitu luas dan disana banyak ditanam aneka bunga juga.
Mereka pun sampai didepan pintu utama rumah Anggun dan mereka pun turun dari dalam mobil.
Ting nong.
Bik Ijah yang mendengar suara bel berbunyi pun membuka pintu.
Ceklek..
"Assalamualaikum bik ucap Anggun dan diikuti sama yang lain."
" Wa'alaikumsalam jawab Bik Ijah."
Mereka pun masuk kedalam rumah Anggun dan duduk disofa.
" Bik tolong bikinin minum buat teman-teman Anggun yah kata Anggun."
" Baik non ucap bik Ijah sambil berlalu kedapur untuk membuatkan minum buat tamu nona muda nya."
" Kalian tunggu disini dulu ya, aku mau panggil papa dulu ucap Anggun."
Anggun pun berlalu menuju kamar orangtua nya.
Tok tok tok
Mama Anggun yang baru selesai mandi dengan handuk kecil yang masih menempel dikepalanya dan mendengar suara pintu diketuk pun berjalan membuka pintu.
Ceklek
" Eh sayang kapan datang nya?."
" Baru aja nyampe mah jawab Anggun sambil mencium tangan mama nya."
" Tumben anak mama kesini?. "
" Maaf ya mah Anggun kemarin sibuk banget, papa mana mah."
__ADS_1
" Papa dikebun belakang sama adek."
" Anggun ketempat papa dulu deh mah, soal nya ada hal penting yang mau Anggun bicarain."
" Ya udah, kamu duluan kesan ntar mama nyusul."
" Ok mah."
Anggun pun berlalu meninggalkan kamar mama nya. saat mau kembali keruang tamu Anggun berpapasan dengan bik Ijah.
" Bik minum nya bawa kekebun belakang aja."
" Oh iya non."
Sesampai diruang tamu.
" Guys kita kekebun belakang aja yuk, papa ku ada disana ucap Anggun."
Mereka pun pergi menuju kebun belakang rumah Anggun.
Dikebun belakang.
Wiguna yang sedang asyik membersikan kebun buah dan memangkas dahan-dahan pohon mangga, sedangkan Aska membantu menyiram sayuran yang ada disana.
Anggun dan para sahabatnya sampai dikebun belakang rumahnya.
Dari kejauhan Anggun melihat papa nya, Anggun pun berlari kearah papa nya dan itu tidak luput dari pandangan para sahabatnya.
" Papa, adek pangil Anggun."
" Udah gede gitu tapi kelakuannya masih aja kayak bocah gumam Vandy sambil tersenyum."
Wiguna yang mendengar suara anaknya pun menoleh, Wiguna pun melihat anaknya yang berlari kearah nya pun tersenyum.
" Kesayangan papa udah pulang ucap Wiguna sambil memeluk anaknya."
" Anggun kangen banget sama papa."
Wiguna pun tersenyum melihat tingkah anak nya, walaupun Anggun sudah berumur 20 tahun tapi bagi Wiguna anaknya itu tetap masih gadis kecil yang akan selalu dia manja.
Vandy yang melihat keakraban Anggun dan papa nya pun ikut bahagia melihatnya.
"Eheem.., disini masih ada aku dan yang lainnya loh sayang ucap Vandy."
Anggun yang mendengar suara Vandy pun tersadar dan membuat wajah Anggun memerah seketika.
" Sorry Bunny ucap Anggun dengan nada malu-malu."
Vandy yang melihat calon mertua nya pun menghampiri nya dan memberi salam.
" Apa kabar Om ucap Vandy" sambil mencium tangan Wiguna dan diikuti sama yang lainnya.
" Alhamdulillah seperti yang kamu lihat van ucap Wiguna sambil tersenyum kepada calon mantu nya."
" Kita duduk dulu yuk ucap Anggun."
Mereka pun duduk dikursi yang ada disana, bik Ijah pun menarok minuman dan kue kering disana. Setelah itu bik Ijah pamit pergi kedapur.
" Silahkan diminum dan dicicipi kue nya ucap Wiguna."
Mereka pun meminum serta mencicipi kue yang dibawakan bik Ijah tadi.
" Pah sebenarnya ada yang mau Anggun bilang sama papa ucap Anggun."
Sebelum Wiguna menjawab, tiba-tiba pak Ujang datang dengan nafas yang masih terengah-egah.
" Tuan didepan gerbang ada perempuan yang ngamuk-ngamuk mau ketemu tuan ucap pak Ujang."
Siapakah perempuan itu...????
To be continue..
Jangan lupa dukungan nya Readers ku tersayang.
Vote... Vote.... dan Vote...
__ADS_1
HAPPY READING GUYS... 😉😉😉