Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Akhirnya masalah di antara Melodi dan Kenzo selesai juga. Para sahabat mereka ikut senang melihat mereka berdua berbaikan. Kenzo dan Melodi sepakat untuk bertunangan dulu, dengan begitu mereka sudah terikat satu sama lain.


" I love you " ucap Kenzo.


" I love you more sayang" balas Melodi.


" Udah mesra-mesraannya" kata Gian.


" Iya, kami laper nih" kata Tristan.


" Kalau laper makan dong Tian" kata Kenzo.


" Makanya buruan kita cari makan" kata Tristan.


" Lagian lo kalau khilaf terus meluk Melodi, bisa-bisa kalian berdua dinikahkan" kata Gian.


" Bagus dong" kata Kenzo santai.


" Ck.. yang ngebet banget pengen dikawinin" kata Gian.


" Jadi pergi makan nggak nih?" tanya Tristan.


" Jadi dong"


Ketiga pasangan itu memutuskan untuk pergi ke restoran, karena perut mereka sudah meronta minta diisi.


" Tunggu!" kata Keyra.


" Apaan lagi sih honey?" tanya Gian.


" Aku baru ingat sesuatu"


" Apa?"


" Tadi Tristan bilang kamu sering kempisin. Emang kempisin apa?"


Mampus! kenapa dia masih ingat aja sih.


" Tristan nggak pernah ngomong itu honey, kamu salah denger kali?"


" Nggak ya, kuping aku masih bisa mendengar dengan baik"


" Udah, mending kita pergi cari makan ya" bujuk Gian.


" Nggak! bilang dulu"


" I love you, udah kan?" kata Gian.


" Bukan itu Bee"


" Terus apa?"


" Itu lho yang di bilang sama Tian tadi?"


Gian menatap Tristan, mengharap bantuan dari biak kerok itu. Tapi yang di tatap malah cuek-cuek bebek. Gian merasa geram karena Tristan nggak mau membantunya.


" Yuk kita makan dulu honey?" ajak Gian lagi.


" Sebelum kamu bilang, aku nggak mau ngomong sama kamu lagi"


" Kok ngancem nya gitu?"


" Biarin"


Gian meghela nafasnya. Dia tidak ingin kekasihnya itu tau kalau dialah yang mengempiskan ban sepedanya dulu. Tristan tertawa bahagia melihat penderitaan sahabatnya itu.


" Kalau aku bilang kamu jangan marah ya" kata Gian.


" Tergantung"


" Kok gitu"


" Buruan bilang"


" Janji dulu dong?"


" Janji apaan?" tanya Keyra.


" Janji kalau nggak marah"


" Kan udah aku bilang, tergantung"


Melodi dan Dira bingung, mereka berdua tidak tau apa yang di perdebatkan sama Gian dan Keyra.

__ADS_1


" Yank" panggil Melodi.


" Hhhmm"


" Mereka berdua lagi bahas apa sih?"


" Ban sepeda yank"


" Emang kenapa dengan ban sepeda?"


" Dulu Gian modus deketin Keyra dengan cara mengempiskan ban sepeda Keyra"


" Serius?"


" Hhhmm"


" Wah.. bakal rame nih kayaknya" kata Melodi.


" Pastinya yank"


Gian masih memikirkan cara untuk keluar dari situasi ini. Otaknya yang cerdas itu, tidak bisa memikirkan apapun sekarang.


Come on otak berpikirlah.


" Kenapa kamu diem Bee?" tanya Keyra.


" S-sebenarnya yang kempisin ban sepeda kamu dulu, aku yank"


" Apa!"


" Astagfirullah, jangan teriak gitu dong honey"


Kenzo dan Tristan susah payah menahan tawanya melihat ekspresi Gian. Begitu juga dengan Melodi dan Keyra. Kedua cewek itu baru kali ini melihat Keyra marah.


" Kamu nggak mikir sebelum mengempiskan ban sepeda aku"


" Maaf, lagian itu modus aku untuk dekat sama aku honey" kata Gian jujur.


Keyra kaget mendengar ucapan kekasihnya itu. Apa waktu pertama kali bertemu dengannya, Gian sudah suka sama dirinya. Pikirannya menerawang saat pertama kali mereka bertemu. Dimana Gian dengan sok pahlawannya mengantarkan dia pulang. Tapi itu hanya modus untuk mendekatinya.


" Berarti cinta aku nggak bertepuk sebelah tangan waktu itu?"


" Maksud kamu, honey?" tanya balik Gian.


Melodi dan Dira menepuk jidatnya, mereka berdua tidak menyangka Gian tidak mengerti maksud dari ucapan Keyra tadi.


" Benarkah?"


Keyra menganggukkan kepalanya.


" Berarti motor dan sepedalah yang jadi perantara cinta kita" kata Gian.


" Hhmm" kata Melodi sambil mengangguk lagi.


" Berarti nggak marah lagi dong?"


" Masih lha"


" Kok masih"


" Iyalah, karena itu sepeda kesayangan aku"


" Tapi aku cuma kempisin bannya doang, honey"


" Kamu boleh lakukan apapun sama aku, tapi jangan marah sama aku. Karena aku nggak akan kuat kamu diam in aku"


"Huek..huek" Kenzo dan Tristan muntah berbarengan mendengar ucapan Gian tadi.


" Kalian mabuk?" tanya Gian.


" Kita mau muntah mendengar ucapan lo tadi" kata Tristan.


" Ck.. bilang aja lo iri sama gue"


" Kalau iri itu yang berkelas dong? masa iya gue iri sama orang yang dihukum sama pacarnya" kata Tristan tak mau kalah.


" Honey, coba liat sahabat yang nggak ada akhlak itu?" rengek Gian.


" Udah Key tinggalkan aja cowok manja kek gitu"


Pletak.


" Lo kalau ngomong jangan asal, butuh perjuangan nih gue untuk mendapatkan dia" kata Gian setelah memukul kepala Gian.

__ADS_1


" Tu liat Key, sama sahabat sendiri dia kejam kek gitu" kata Tristan.


" Sudah-sudah, cepat selesaikan masalah dapur kalian. Gue udah lapar nih" kata Kenzo.


" Emang mereka lagi berdua lagi masak ya Ken?" tanya Dira.


Tristan menepuk jidatnya. " Ay, jangan ngomong lagi ya" .


" Kenapa? aku kan cuma tanya. Emang salah?"


" Nggak salah, tapi Kenzo lagi malas menjawab pertanyaan kamu"


" Ck..dasar Kenzo beruang kutub" umpat Dira.


" Apa lo bilang tadi?!" tanya Kenzo.


Mampus! kenapa mulut gue bisa keceplosan gini sih.


" Ng-nggak bilang apa-apa. Ia kan Ay" kata Dira yang minta perlindungan dari sang kekasih.


" Iya Ken, kekasih gue nggak ada ngomong apa-apa. Mungkin efek lo lapar, jadi kuping lo juga ikut lapar"


Pletak.


" Gue jelas-jelas denger lo Dira ngomong tadi"


" Gue yang deket sama dia aja, nggak denger dia ngomong apa-apa. Masa lo yang jauh gitu bisa denger" protes Tristan.


" Berarti kuping lo yang bermasalah"


" Stop! ini kok pada emosi semua sih. Mau pada makan nggak nih?" tanya Melodi.


" Mau lha yank" jawab Kenzo.


" Key, Gian masalah kalian sampai sini aja. Lagian ban kempis itu membawa berkah untuk hubungan kalian berdua" kata Melodi.


Gian dan Keyra menganggukkan kepala mereka tanda setuju. Karena apa yang di bilang Melodi itu memang benar. Kalau ban kempis itu membawa berkah untuk mereka berdua.


Sayang gue galaknya sama kek mommy.


" Sekarang kita pergi cari makan " kata Melodi sambil berlalu dari rooftop. Diikuti sama Kenzo dan yang lainnya di belakang.


Di tempat lain.


Anggun, Kiran dan mamanya sedang berbelanja di mall. Tadi Anggun mendapatkan telepon dari sang Oma minta di temani membeli seserahan untuk pertunangan adiknya.


" Mommy, adek mau ke sana dulu ya"


" Kemana?"


" Toko mainan di seberang sana lho mommy"


" Adek perginya jangan jauh-jauh ya sayang"


" Siap mommy"


Anggun mengambil lima lembar uang seratus ribu dari dompetnya. Dia tau putrinya ingin membeli sesuatu di toko mainan itu.


" Nih untuk adek" kata Anggun sambil memberikan uang yang di ambil dari dompetnya tadi.


" Ini banyak sekali mommy, satu aja cukup" kata Kiran sambil mengambil satu lembar uang seratus ribu.


" Adek yakin itu cukup?"


" Iya mommy"


" Baiklah, kalau sudah selesai beli mainannya balik kesini lagi"


" Siap mommy"


Kiran bergegas menuju toko mainan. Ini kali pertama Kiran di perbolehkan belanja mainan sendiri oleh sang mommy. Gadis kecil itu sampai di depan toko mainan itu.


" Selamat datang adek kecil" sapa sang pelayan toko.


Kiran langsung melangkahkan kakinya memasuki toko mainan itu. Mata Kiran berbinar melihat mainan-mainan yang ada di sana.


" Waktunya berburu mainan" ucap gadis kecil itu.


Kiran bingung harus pergi ke mainan yang mana dulu. Karena terlalu bersemangat Kiran tidak sengaja menabrak seseorang.


" Kita bertemu lagi gadis kecil" ucap orang yang ditabrak Kiran.


To be continue.

__ADS_1


Kira- kira siapa ya?


Happy Reading 😚😚


__ADS_2