Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kediaman Walikota.


Para pelayan sedang sibuk dengan kerjaan mereka masing-masing. Ya mereka sedang mempersiapkan untuk acara pesta ulang tahun nona muda mereka yang akan di laksanakan nanti malam.


Seorang gadis pusing melihat para pelayan yang dari tadi tak henti-hentinya berlalu lalang. Gadis itu hanya di perbolehkan melihat saja, dia tidak di perbolehkan mengerjakan apapun sama mamanya.


" Huh!, bosan banget" kata Gadis itu.


Gadis itu pun memutuskan untuk menonton Drakor kesukaannya. Gadis itu menyalakan televisi yang ada di ruang keluarga. Setelah itu dia mencari siaran yang akan menayangkan Drakor kesukaannya itu.


🌷🌷🌷


Malam hari.


Melodi sedang bersiap mau pergi ke pesta. Malam ini Melodi tidak mengikat rambutnya. Dia membiarkan rambutnya tergerai dengan indahnya.


Setelah semua selesai, Melodi turun kebawah untuk berpamitan kepada kedua orang tua nya. Sampai diruang keluarga, Melodi melihat mami dan papi nya sedang bersantai.


" Mih, Pih"


" Kamu udah mau berangkat sayang?" tanya mami Melodi.


" Iya Mih"


Melodi mencium tangan mami dan papi nya secara bergantian.


" Berangkat dulu ya Mih, Pih. Assalamualaikum"


" Wa' Alaikum salam, hati-hati bawa mobilnya"


"Hhmm"


Melodi berjalan menuju pintu utama, Melodi tersenyum melihat mobil kesayangannya sudah terparkir cantik di depan pintu utama. Tanpa menunggu lama, Melodi langsung masuk kedalam mobil.


Mobil yang di kendarai Melodi pun melaju meninggalkan kediaman Agatha. Melodi akan menjemput sahabatnya. Melodi menyetel musik untuk menemani dia di perjalanan.


Akhirnya mobil yang dikendarai Melodi sampai di rumah sahabat nya. Melodi keluar dari mobil, dia tersenyum melihat sahabatnya sedang duduk di kursi di bawah pohon mangga. Dia pun menghampiri sahabatnya itu.


" Sorry lama" kata Melodi.


" Nggak kok" kata Keyra.


" Kita berangkat sekarang" ajak Melodi.


" Yuk"


Keyra berpamitan sama orang tua nya, setelah itu mereka berdua masuk kedalam mobil. Melodi melajukan mobilnya menuju rumah Walikota.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka pun sampai di rumah walikota. Melodi memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.


Melodi dan Keyra turun dari mobil. Setelah Itu mereka berjalan masuk kedalam. Tapi sebelum masuk Melodi di hadang sama dua orang security.


" Maaf, boleh lihat kartu undangan nya nona"


Melodi mengambil undangan yang ada di tasnya. Kemudian memberikan pada security itu.


" Terima kasih nona kerja samanya, silakan masuk"


" Sama-sama Pak"


Melodi dan Keyra pun masuk kedalam. Sampai di dalam Melodi dan Keyra takjub melihat taman yang sudah di dekorasi dengan sedemikian rupa.


Taman itu juga dihiasi dengan lampu kelap-kelip sangat indah. Melodi dan Keyra tidak ikut membaur dengan tamu yang lain, karena Mereka berdua tidak mengenal tamu undangan yang lain.


Melodi dan Keyra memilih duduk di kursi yang sudah di sediakan di sana.


" Mel"


" Hhmm"


" Orang yang berulang tahunnya mana ya" kata Keyra.


" Gue juga nggak tau Key"

__ADS_1


Tak berselang lama tampaklah seorang gadis cantik dengan memakai mahkota bunga di atas kepala nya. Gadis itu tersenyum kearah Melodi dan juga Keyra.


" Dia senyum ke kita Mel"


" Iya Key"


Gadis itu berjalan menghampiri Melodi dan juga Keyra. " Hai, kenapa kalian berdua disini?" tanya gadis itu.


" Karena disini lebih asik" jawab Keyra asal.


" Yuk gabung sama yang lain" ajak gadis itu sambil menarik tangan Keyra dan juga Melodi.


Melodi dan Keyra pun pasrah tangan mereka di tarik sama gadis cantik itu. Gadis itu membawa Melodi dan Keyra berbaur dengan yang lain.


Gadis itu memperkenalkan Melodi pada teman-temannya. Ternyata teman-teman gadis itu tidak seburuk yang Melodi dan Keyra bayangkan. Teman-teman gadis itu sangat baik dan juga ramah. Melodi dan Keyra pun asik mengobrol dengan teman-teman gadis itu.


Di tempat lain.


Gian dan Tristan sudah selesai bersiap. Mereka berdua langsung pergi menuju rumah Kenzo. Karena malam ini mereka akan berangkat dengan mobil Kenzo.


Mereka berdua pun berjalan kaki ke rumah Kenzo. Sampai di pintu gerbang rumah Kenzo, Pak satpam pun membukakan pintu untuk mereka berdua.


" Makasih Pak" ucap Gian dan Tristan.


" Sama-sama Aden"


Setelah pintu gerbang terbuka, mereka berdua masuk kedalam. Gian dan Tristan baru pertama kali berjalan kaki ke rumah Kenzo.


" Ternyata jauh juga ya jarak pintu gerbang sama rumah utama" kata Tristan.


" Tau nih Om Vandy bikin rumah jauh banget kedalam" gerutu Gian.


Mereka berdua pun sampai di pintu utama. Tanpa menunggu lama Gian dan Tristan langsung masuk kedalam rumah.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, eh kalian berdua kenapa ngos-ngosan begitu?" tanya Kenzo.


" Bagi minum dulu napa" kata Tristan.


" Tau Lo. Tamu kalau datang itu di kasih minum dulu, ini malah di interogasi" kata Gian.


" Ya elah Munaroh gitu aja ambekan. Bentar ya gue ambilkan dulu, duduk yang manis di sini" kata Kenzo.


" Airnya yang ada warna ya. Gue nggak terima air putih" teriak Gian setelah Kenzo sampai di dapur.


Kenzo kembali dengan membawa nampan yang berisi dua gelas air sirop. Kenzo meletakkan gelas berisi air sirop itu di atas meja.


" Silakan di minum" tawar Kenzo.


" Lo nggak kasih sianida kan dalam air sirop nya"


" Enggak, cuma racun tikus tadi" kata Kenzo.


" Berasa kek lebaran ya kalau minum sirop kek gini" kata Tristan.


" Ck.. norak banget sih Lo Tian " kata Gian.


" Sembarangan Lo kalau ngomong, gue bukan norak, tapi gue ngomong apa yang gue rasakan"


" Sudah-sudah, cepat habiskan minumannya. Setelah itu kita berangkat" kata Kenzo.


" Siap bos" kata Gian dan Tristan.


Gian dan Tristan langsung menenguk sirop yang di buatkan anak sultan tadi.


" Abang Tian" panggil Kiran.


" Uhuk..uhuk" Tristan tersedak sama minumannya.


" Hati-hati dong Tian" kata Kenzo sambil menepuk pelan punggung Tristan.


" Abang Tian kenapa?" tanya Kiran tanpa dosa.

__ADS_1


" Karena adek" jawab Kenzo.


" Adek kan nggak ngapa-ngapain" kata Kiran dengan polosnya.


" Iya, tapi suara cempreng adek itu mengganggu Abang Tian" kata Kenzo.


" Benarkah?" kata Kiran


" Enggak, Abang Ken bohong itu" kata Tristan.


" Abang udah pinter bohong ya, ntar adek adukan sama mommy loh?" ancam Kiran.


" Ck...anak kecil ini, sudah berani mengancam Abang nya" kata Kenzo.


" Iya dong" kata Kiran dengan bangga.


" Abang Tian punya sesuatu ni untuk princess" kata Tristan.


" Apa itu?" tanya Kiran antusias.


Tristan mengambil sesuatu dari dalam saku celananya. Kemudian memberikannya pada Kiran.


" Wow.. bangus banget. Terima kasih Abang Tian " ucap Kiran sambil mencium pipi Tristan.


" Sama-sama princess"


" Adek Abang berangkat dulu ya" kata Kenzo pada adiknya itu.


" Hati-hati dijalan" kata Kiran sambil mencium tangan Kenzo, Tristan dan Gian secara bergantian.


" Abang jalan dulu, Assalamualaikum"


" Wa' alaikum salam"


Kenzo cs pun masuk kedalam mobil, saat Kenzo akan melajukan mobilnya Anggun dan Vandy pun datang entah darimana.


" Abang pamitan sama mommy dan Daddy dulu" kata Anggun.


Kenzo pun turun dari dalam mobilnya. Kemudian dia mencium tangan mommy dan Daddy nya bergantian.


" Jalan dulu ya mom and dad. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan"


" Hhhmm"


Kenzo masuk kembali kedalam mobilnya. Kenzo memasang seatbelt, setelah itu dia pun melaju kan mobilnya menuju rumah Walikota.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit mereka pun sampai di rumah walikota. Kenzo memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang ada di sana.


Mereka bertiga berjalan menuju pintu masuk tempat pesta. Sama seperti Melodi dan Keyra tadi, Kenzo cs pun di periksa sama security yang bertugas.


" Maaf, bisa perlihatkan kartu undangannya tuan" kata security itu.


Kenzo mengambil kartu undangan yang ada di saku jasnya. Kemudian memberikan pada security itu.


" Silakan masuk"


" Terima kasih" ucap Kenzo.


Mereka bertiga pun masuk kedalam. Seperti biasa mereka menjadi pusat perhatian. Kenzo cs berjalan dengan cool nya, mereka tidak menghiraukan tatapan cewek-cewek itu.


Dari jauh gadis yang berulang tahun itu tersenyum, karena tamu yang dia tunggu-tunggu sudah datang. Dia berjalan menghampiri ketiga cowok tampan itu.


" Hai" sapa gadis itu.


" Gadis aneh " kaget Tristan.


To be continue..


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian ya..😉😉


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2