
Pagi ini Vandy akan pergi kekantor. Karena sudah beberapa hari libur untuk menemani sang istrinya dirumah. Vandy turun kebawah untuk sarapan bersama istri tercinta.
" Morning sayang" mengecup kening sang istri.
" Mornig Mas."
Anggun mengambilkan nasi beserta lauk untuk suaminya. Anggun begitu telaten melayani suaminya dimeja makan.
" Sayang kamu yakin hari ini mau kekantor?" tanya Vandy.
" Yakin Mas. Aku juga tidak mual-mual lagi kok" jawab Anggun.
" Tapi kerjanya jangan terlalu diforsir ya sayang."
" Iya Mas. Aku berangkat kerja bareng Sinta dan Sisil ya Mas."
" Nggak boleh kamu istri aku jadi berangkatnya harus sama aku. Lagian mereka itu baru menikah jadi butuh banyak waktu untuk berdua."
" Iya juga sih."
Anggun dan Vandy melanjutkan sarapan mereka dengan hikmat tanpa bersuara. Selesai sarapan mereka pun berangkat kekantor.
Ditempat lain.
Sinta menyiapkan pakaian untuk suaminya. Setelah itu Sinta turun kebawah untuk menyiapkan sarapan untuk dia dan suami. Walaupun sudah ada pembantu untuk mengerjakan itu semua, tapi Sinta juga ingin suaminya makan masakan buatan dia.
Aldi sudah siap dengan pakaian kantor yang disiapkan istrinya tadi. Aldi turun kebawah untuk ikut sarapan bersama sang istri.
" Pagi Honey" mengecup kening istrinya.
" Pagi Bee."
Sinta melayani suaminya dengan mengambilkan nasi serta lauk buat Aldi. Sinta sangat telaten melayani suaminya. Aldi merasa senang karena pelayanan istrinya itu. Mereka pun menikmati sarapan dengan hikmat. Selesai sarapan Aldi dan Sinta pun berangkat kekantor.
Tidak jauh berbeda dengan Anggun dan Sinta. Sisil juga melakukan hal yang sama untuk suaminya. Mulai dari menyiapkan pakaian dan sarapan untuk sang suami.
" Morning Sweety" mengecup kening sang istri.
" Morning Oppa."
Sisil mengambilkan nasi serta lauk untuk sang suami. Sisil melayani suaminya dengan baik. Gio dan Sisil menikmati sarapan mereka dengan hikmat. Setelah sarapan mereka berangkat kekantor.
Dwipangga Group.
Anggun dan suaminya sampai dikantor. Vandy merangkul pinggang istrinya dan masuk kedalam kantor. Saat melewati para karyawan lain seperti biasa mereka akan menundukan kepala mereka untuk memberi hormat pada pasutri itu. Anggun merasa tidak nyaman dengan itu.
" Kamu kenapa sayang."
" Itu karyawan mu setiap aku lewat selalu saja menundukkan kepala."
" Bagus dong itu tandanya mereka menghormati kamu sayang."
" Iya tapi aku risih Mas."
" Ya udah biarkan saja mereka itu. Kamu liat Mas aja jangan pedulikan yang lain."
__ADS_1
Anggun dan Vandy ikut mengantri di lift karyawan. Karena dia ingin mencoba bagaimana rasanya naik lift karyawan. Kehadiran Vandy disana sontak membuat para karyawan senang karena CEO tampan mereka ada disana. Banyak karyawan yang curi-curi pandang pada CEO tampan itu. Tapi Vandy tidak menghiraukan mereka, Vandy hanya fokus pada istrinya.
Ting
Pintu lift terbuka para karyawan belum ada yang yang berani masuk. Karena tidak ada karyawan yang masuk Vandy membawa istrinya masuk kedalam lift. Saat pintu lift mau tertutup tiba-tiba Cindy dan Lira menerobos masuk kedalam lift. Karyawan lain kaget melihat Cindy dan Lira masuk kedalam lift bersama CEO dan istrinya.
" Mereka cari mati" kata karyawan A.
Pintu lift pun tertutup.
Didalam lift Cindy mencuri-curi pandang pada Vandy. Cindy tidak tau kalau Vandy CEO mereka. Karena Cindy karyawan baru diperusahaan Vandy.
Vandy yang jijik ditatap sama Cindy langsung merangkul pinggang istrinya. Vandy tersenyum kepada istrinya itu. Cindy dan Lira kaget melihat Vandy merangkul pinggang dan tersenyum pada Anggun.
Ting
Pintu lift terbuka Cindy dan Lira keluar dari lift, begitu juga dengan Anggun dan Vandy. Mereka berjalan keruang desain. Sampai didepan pintu ruang kerja istrinya Vandy memeluk Anggun dan mencium bibir istrinya sekilas.
" Mas pergi dulu ya. Ingat kerjanya jangan terlalu diforsir."
" Iya Mas."
" Mas keruangan dulu ya. Love you my Wife."
" Love you more Hubby."
Vandy pun pergi dari ruang kerja istrinya. Setelah suaminya pergi Anggun pun masuk kedalam ruangannya. Anggun berjalan menuju meja kerjanya. Tak berapa lama kedua sahabat Anggun datang.
" Tumben kalian telat datang" kata Anggun.
" Bukan kita yang telat tapi lo yang datangnya kecepatan" ucap Sinta.
" Kerja aja belum udah ngomongin makan aja lo Sil" ucap Sinta.
" Gue setuju ide lo Sil sekalian kita ajak laki kita kesana" ucap Anggun.
" Setuju sekarang kita kerja dulu" kata Sinta.
Mereka pun memulai pekerjaan mereka supaya bisa makan siang bersama suami mereka.
Diruang CEO.
Vandy sedang memeriksa dokumen kerja sama yang diajukan perusahaan Sinar Jaya Group. Vandy melihat dengan detail isi dokumen itu. Vandy mencari info tentang perusahaan Sinar Jaya Group. Jari jemari Vandy sangat lihai memainkan setiap tombol dikeyboard komputernya. Kening Vandy tiba-tiba berkerut saat melihat informasi yang ada di layar komputernya.
Setelah melihat informasi tentang perusahaan Sinar Jaya Group. Vandy menghubungi Aldi.
" Al keruangan gue sebentar?!."
Tidak berapa lama Aldi datang. Dia pun masuk keruangan Vandy. Aldi duduk di sofa yang ada ruangan itu.
" Ada apa lo manggil gue keruangan lo."
" Siapa yang menerima dokumen kerja sama dengan perusahaan Sinar Jaya?."
" Gue. Dokumen itu di bawa sama sekretarisnya."
__ADS_1
" Lo nggak selidiki dulu perusahaan itu?."
" Belum sempat. Kemarin kan gue Honeymoon. Emang ada masalah dengan perusahaan itu?."
" Nggak juga.Tapi gue liat disini banyak investor yang menarik modal mereka kembali."
" Apa alasan mereka menarik modal mereka?" tanya Aldi.
" Gue juga nggak tau pasti sih. Tapi disini gue liat alasan investor itu menarik modal mereka karena nggak puas dengan hasil kerja perusahaan Sinar Jaya."
" Kok bisa. Bukan kah hasil kerja perusahaan mereka bangus."
" Bagus. Gue rasa ada orang yang mau bikin perusahaan itu bangkrut" kata Vandy.
" Terus apa yang bakal lo lakuin?" tanya Aldi.
" Gue tau kinerja orang-orang diperusahaan itu dan gue nggak tega melihat banyak karyawan yang akan berhenti bekerja gara-gara ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Jadi terima tawaran kerja samanya."
" Siap Bos."
Aldi benar-benar beruntung mempunyai sahabat seperti Vandy. Walaupun temannya itu terlihat seperti cowok yang Arrogant, tetapi hatinya baik bahkan terlalu baik. Dia teman serta sahabat terbaik yang dimiliki Aldi dan Gio. Itulah yang Aldi rasakan selama kenal dan bersahabat dengan seorang Vandy Putra Dwipangga.
" Al istri lo uda hamil belum?."
" Ya belum lah lagian gue nikah nya baru 1 minggu. Kenapa?."
" Nggak apa-apa. Istri gue ngidam nya aneh-aneh terus."
" Aneh-aneh gimana maksud lo."
" Beberapa hari yang lalu gue disuruh pakai daster kepasar sama dia."
Aldi menahan tawanya mendengar ucapan Vandy.
" Terus lo pake dasternya."
" Gue pake lah."
Sontak tawa Aldi pun pecah mendengar ucapan Vandy.
" Nggak kebayang gue kalau seorang cowok datar kek lo pake daster."
" Sialan lo bilang gue datar. Lo aja yang bilang gitu tapi ibuk-ibuk disana bilang gue cantik."
" Gue harus kasih penghargaan buat istri lo. Karena cuma dia yang bisa bikin harga diri lo jatuh."
" Lo emang benar Al cuma dia yang bisa bikin gue kayak gitu."
" Ya udah gue mau balik keruangan gue dulu."
" Iya gue juga mau lanjutin pekerjaan gue."
Aldi berlalu pergi meninggalkan ruangan Vandy dan balik keruangannya. Setelah Aldi pergi Vandy pun melanjutkan kerjaannya kembali.
To be continue..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author dengan cara Like, Komen, dan Vote nya juga ya..😉😉
Happy Reading Guys.. 😉😉