
Selesai makan malam, mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Kenzo duduk terpisah dari orangtua mereka.
" Ken"
" Mel"
" lo duluan" kata Kenzo.
" Nggak, kamu duluan " kata Melodi.
" Baiklah. Apa ini penampilan asli lo, ma-maksud gue, apa ini penampilan lo saat di rumah?" tanya Kenzo.
Melodi tersenyum mendengarkan pertanyaan Kenzo. " Iya ini penampilan aku kalau lagi di rumah"
" Kenapa lo menyembunyikan kecantikan lo dari orang lain"
" Sama seperti kamu, yang menyembunyikan status keluarga kamu. Aku pun begitu, menyembunyikan wajah dan identitas ku"
Kenzo pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
" Ken"
" Hhmm"
" Bisakah kamu ubah panggilan antara kita?" tanya Melodi.
" Maksud lo?" tanya balik Kenzo.
" Maksud aku, jangan panggil lo gue lagi. Tapi aku kamu. Bisakah?"
" Akan gu.., maksudnya aku coba" kata Kenzo sambil tersenyum.
Deg.
Jantung Melodi berdetak cepat lagi dari biasanya. Senyuman Kenzo itu membuat jantungnya tidak sehat.
Beruang madu kenapa senyum mu manis sekali.
" Aku nggak nyangka ternyata kamu anak orang berpengaruh di kota ini" kata Kenzo.
" Sama, aku juga nggak nyangka kamu anak orang terkaya di Asia" kata Melodi.
" Emang tampang aku nggak cocok ya, untuk jadi anak orang terkaya"
" Cocok kok, banget malah" kata Melodi.
" Ck..ternyata kamu pintar ngegombal juga ya" kata Kenzo.
Dari jauh Anggun dan Tiara tersenyum melihat Kenzo dan Melodi yang sedang asik mengobrol. Jadi mereka tidak perlu susah payah untuk mendekatkan mereka.
" Pesona anak Jeng memang tidak di ragukan lagi" puji Tiara.
" Begitu juga dengan kecantikan anak Jeng" puji Anggun.
" Pih, kita harus cepat memberikan label pada Kenzo, kalau tidak dia bisa hilang " canda Tiara.
" Sepertinya begitu Mih, bagaimana menurut anda tuan Vandy?" kata Reynan.
" Lebih baik kita biarkan mereka saling mengenal dulu. Setelah itu mereka tidak akan menolak satu sama lain" usul Vandy.
" Iya, kalau mereka sudah dekat, jadi kesannya kita tidak seperti menjodohkan" kata Anggun.
" Mereka juga tidak akan menyalahkan kita nantinya" kata Vandy.
" Baiklah, kita memberi labelnya pada orangtua Kenzo aja dulu Mih" kata Reynan.
__ADS_1
Mereka semua pun tertawa bersama. Vandy dan Reynan sangat senang melihat keakraban anak-anak mereka.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, mereka pun harus berpisah, karena besok anak-anak mereka akan sekolah.
Mereka berjalan bersama menuju parkiran. Sampai di parkiran mereka berpamitan satu sama lain. Begitu juga dengan Kenzo dan Melodi.
" Aku masuk dulu ya" pamit Melodi.
" Hhmm"
Melodi pun masuk kedalam mobil. Saat mau masuk kedalam mobil, Melodi ingat sesuatu.
" Ken, minta nomor ponsel kamu dong?"
Kenzo mengambil ponselnya di saku celananya, kemudian dia memberikan pada Melodi. " Nomor kamu aja tulis di sini "
Melodi pun mengetik nomornya di ponsel Kenzo, setelah itu dia memanggil nomornya melalui ponsel Kenzo.
" Sudah" kata Melodi sambil memberikan ponsel Kenzo.
Kenzo menyimpan kembali ponsel ke dalam saku celananya, tapi sebelum itu dia menyimpan nomor Melodi dulu.
" Sampai jumpa besok " kata Melodi.
" Hhmm, hati-hati di jalan" pesan Kenzo.
Melodi pun masuk kedalam mobil. Setelah itu mobil keluarga Agatha pun berlalu pergi meninggalkan keluarga Anggun.
" Abang ayok masuk, adek udah ngantuk " kata Kiran.
Kenzo masuk kedalam mobil, setelah semuanya masuk ke dalam mobil, kang Tito pun melajukan mobilnya meninggalkan restoran itu.
" Gimana menurut abang?" tanya Anggun.
" Apa?" tanya balik Kenzo.
" Cantik, baik dan juga pintar. Kenapa emangnya Mom"
" Nggak apa-apa, mommy cuma minta pendapat abang aja. Apa kalian mempunyai hubungan?"
" Tidak, Melodi sahabat abang di sekolah"
Awalnya memang sahabat, lama-lama nanti kalian akan jatuh cinta, batin Anggun.
Mereka pun sampai di rumah utama. Anggun dan suaminya turun dari mobil, begitu juga dengan Kenzo dan Kiran. Mereka pun masuk kedalam rumah.
Kenzo langsung menuju kamarnya, begitu juga dengan Kiran. Karena mereka sudah mengantuk dan besok mereka harus sekolah.
Sampai di kamar, seperti biasa sebelum tidur Kenzo menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.
Setelah selesai, Kenzo membaringkan tubuhnya di atas kasur. Saat Kenzo akan mematikan lampu kamarnya, ponsel Kenzo berbunyi.
Kenzo mengambil ponselnya, Dia melihat ada pesan masuk dari Melodi. Kenzo pun membaca pesan dari Melodi itu.
Isi pesan.
Melodi: " Aku udah sampe di rumah. Kamu?"
Kenzo: " Syukurlah, Aku juga sudah sampe"
Melodi: " Aku tidur dulu ya"
Kenzo: " Selamat tidur, semoga mimpi indah"
Melodi: " Makasih, kamu juga"
__ADS_1
Pesan pun berakhir.
Kenzo meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Setelah itu dia mematikan lampu kamarnya, dan menggantinya dengan lampu tidur.
Kenzo memejamkan matanya. Tidak butuh waktu lama Kenzo sudah berada di alam mimpi.
Pagi hari.
Matahari sudah menampakkan dirinya. Perlahan cahaya matahari itu masuk di sela kain gorden yang ada di kamar itu. Sehingga memaksa sang empunya kamar bangun dari mimpinya.
Kenzo mengejam-ngejamkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk melalui retina matanya. Setelah matanya sudah bisa menyesuaikan cahaya, barulah Kenzo bangun dari tidurnya. Kenzo berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan dirinya.
Setelah 10 menit, Kenzo keluar dari kamar mandi. Kenzo berjalan menuju walk in closet miliknya. Kenzo mengambil seragam, kemudian memakainya.
Setelah semuanya selesai, Kenzo mengambil tas, ponsel dan juga kunci motornya. Kenzo turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtua dan adiknya.
Di meja makan kedua orangtua dan adiknya sudah menunggu kedatangan Kenzo.
" Morning Mom, Dad, adek"
" Morning abang" balas Anggun dan Kiran.
Mereka sarapan mulai menyantap sarapan mereka masing-masing. Tidak ada yang bersuara mereka makan dengan sangat hikmat.
Selesai makan Kenzo berpamitan bersama kedua orangtuanya. Kenzo mencium tangan mommy dan daddy nya secara bergantian.
" Abang berangkat dulu. Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam. Hati-hati di jalan" pesan Anggun.
Kenzo melajukan motornya meninggalkan rumahnnya. Saat Kenzo keluar dari gerbang rumahnya. Gian dan Tristan pun beru keluar dari rumah mereka.
Mereka bertiga pun langsung menuju sekolah. Tristan memimpin jalan, sedang Kenzo berada di urutan terakhir.
Saat melewati halte, Gian tidak sengaja melihat Melodi sedang menunggu bus. Gian melihat Kenzo masih di belakang, ide jahil Gian pun muncul. Gian memberhentikan motornya di depan Melodi.
" Hai Mel "
" Eh Gian"
" Mau berangkat bareng nggak?" tawar Gian.
" Boleh"
Gian pun memberikan helmnya pada Melodi.Dari jauh Kenzo yang melihat Melodi akan naik motor Gian pun, mempercepat laju motornya. Kenzo turun dari motornya dan menarik tangan Melodi.
" Ikut sama aku aja"
" Hei bro, gue yang duluan ngajak Melodi" kata Gian.
" Nggak bisa, Melodi akan ikut gue. Cepat naik" titah Kenzo.
" Maaf ya Ian"
" Nggak usah minta maaf segala" kata Kenzo sambil melajukan motornya meninggalkan Gian.
Gian hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian Kenzo. Gian pun melajukan kembali motornya menuju sekolahnya.
Sampai di gerbang sekolah, lagi-lagi siswi cewek di buat shock sama Melodi. Karena Melodi bisa berboncengan sama cowok tertampan di SMA Taruna.
Melodi tersenyum melihat wajah siswi cewek itu. Ada kesenangan tersendiri dalam dirinya melihat ekspresi siswi cewek itu.
Gue di bonceng Kenzo aja ekspresi kalian sudah seperti itu, apalagi kalau nanti kalian mendengar gue pacaran sama Kenzo. Bisa-bisa kalian kena serangan jantung.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading😚😚