
Vandy dan rombongannya sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta. Mereka semua keluar dari mobil secara bergantian.
Mereka menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di bandara. Terutama para papa-papa muda itu. Walaupun sudah tidak muda lagi, namun pesona mereka tidak kalah dari anak-anak mereka.
Vandy dan rombongannya tidak pergi dengan pesawat jet pribadi milik keluarganya. Karena sang istri ingin menikmati naik pesawat dengan yang lain.
Rangga berjalan menghampiri para orang tua Kenzo cs. Rangga tidak menyangka Kenzo cs akan mengajak orang tuanya.
" Hallo tuan, dan nyonya" sapa Rangga pada para orang tua Kenzo cs.
" Hallo juga Rangga" balas Anggun.
" Kamu ikut juga?" tanya Vandy pada Rangga.
" Tentu saja saya ikut tuan, karena saya tidak akan membiarkan model saya pergi tanpa saya" kata Rangga.
" Tugas kamu serahkan saja sama saya" kata Vandy.
" Nggak usah dengarkan omongan suami saya ya Rangga" kata Anggun.
" Tidak apa-apa nyonya. Kenzo, Gian, Tristan yuk kita pergi ke ruang tunggu" kata Rangga.
" Bentar Om, kita nunggu pacar kita dulu" kata Gian.
Akhirnya yang di tunggu datang juga. Melodi cs turun dari mobil, mereka bertiga berjalan menghampiri kekasih mereka. Kenzo cs terpesona melihat kecantikan kekasih mereka.
" Cantik" puji Kenzo cs pada kekasih mereka.
" Terima kasih" ucap Melodi cs.
Melodi bersalaman dengan para orang tua kekasih mereka. Anggun dan kedua sahabatnya sangat senang bisa pergi bersama dengan calon mantu mereka.
Mereka semua masuk kedalam boarding room. Tapi sebelum itu mereka melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Kenzo cs berjalan beriringan dengan pasangan mereka masing-masing. Begitu juga dengan para orang tua mereka.
" Tuan, hanya anda yang belum ada pasangan" kata asisten Rangga.
" Diam!. Kalau kau bicara lagi, ku potong gaji kau 50 persen" kata Rangga pada sang asisten.
Mereka pun mendengar pengumuman bahwa pesawat yang akan mereka tumpangi akan segera take off.
Mereka semua masuk dalam pesawat kelas bisnis. Harga tidak masalah bagi mereka, yang terpenting adalah kenyamanan.
Jarak tempuh Jakarta ke Korea memakan waktu lebih kurang 5 jam. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat.
Pesawat pun lepas landas meninggalkan bandara internasional Soekarno-Hatta. Para wanita cantik itu sangat senang karena sebentar lagi mereka akan bertemu dengan Oppa-Oppa kesayangan mereka.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 5 jam pesawat mendarat dengan sempurna di bandar udara internasional Incheon.
Akhirnya mereka menginjakkan kaki juga di negara yang terkenal dengan sebutan negeri ginseng itu.
Kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para wanita cantik beda usia itu. Mereka bergegas keluar dari bandar udara internasional Incheon. Para suami hanya menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan istri mereka.
" Dari sini kita udah bisa mencium aroma Oppa-Oppa tampan" kata Anggun.
" Benar sekali, jadi pengen ngajak bobok" kata Sinta.
" Nggak sabar ngajak mereka pergi kencan" kata Sisil.
__ADS_1
Melodi cs hanya tersenyum mendengar ucapan calon mertua mereka. Melodi cs tidak menyangka kalau calon mertua mereka seantusias itu, tapi mereka juga ikut senang.
Mereka berangkat menuju hotel tempat mereka menginap. Vandy terpaksa menyamakan hotel tempat mereka menginap dengan Rangga. Karena mereka akan melihat acara pemotretan Kenzo cs besok pagi.
Mereka naik taxi menuju hotel tempat mereka menginap. Kenzo cs semobil dengan Rangga. Sedang Melodi cs di taxi berikutnya, karena tidak muat kalau satu taxi dengan Kenzo cs.
Melodi cs sangat menikmati perjalanan mereka menuju hotel. Keyra tidak menyangka bisa mewujudkan salah satu impiannya. Apalagi dia juga pergi dengan orang yang dia cintai.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit, mereka semua sampai di hotel. Vandy mewakili rombongannya menemui meja resepsionis untuk melakukan check in.
Rangga melakukan check in untuk dia, Kenzo cs dan sang asisten. Ya Kenzo berangkat mewakili perusahaannya, jadi dialah yang harus memesan dan membayar biasa kamar Kenzo cs.
Vandy memberikan kunci kamar kepada sahabat dan juga pada Melodi cs. Setelah mendapatkan kunci, mereka langsung menuju kamar masing-masing.
Kenzo sampai didepan pintu kamar mereka. Gian mengetuk cardlock pada kotak sensor yang ada di pintu kamar tersebut.
Klik.
Pintu kamar pun terbuka. Ketiga cowok tampan itu masuk kedalam kamar presidential suite. Kenzo dan Gian langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk itu.
" Ah, nyamannya" kata Kenzo.
" Siapa yang mau mandi duluan?" tanya Tristan.
" Lo duluan" jawab Kenzo dan Gian.
" Ok gue duluan" kata Tristan sambil berlalu pergi menuju kamar mandi.
Kenzo mengambil ponselnya, kemudian mencari nomor kontak sang kekasih. Setelah ketemu dia langsung medeal nomor itu.
" Hallo Assalamualaikum yank" terdengar suara dari seberang sana.
" Wa'alaikum salam, lagi apa yank?"
" Rajin banget calon istri aku"
" Harus dong, kamu lagi apa?"
" Lagi telponan aja, sambil nunggu nomor antrean mandi"
" Aku lanjut nyusun pakaian dulu ya"
" Ok yank"
Panggilan pun berakhir.
Kenzo meletakkan ponselnya di atas nakas.
" Ian, Lo yakin mereka bertiga tidak akan menemui Oppa-Oppa itu?" tanya Kenzo pada Gian.
" Gue nggak yakin, secara mereka bertiga sama kek nyokap kita" kata Gian.
" Apa kita karungin aja mereka bertiga" kata Kenzo.
" Sepertinya begitu. Karena kalau tidak mereka bertiga pasti akan meresahkan kita" kata Gian.
" Gue nggak suka aja, mereka bertiga lebih terus memandangi Oppa-Oppa gaje itu"
" Gue juga nggak suka. Apa kita bikin mereka buta sesaat" kata Gian.
__ADS_1
" Ditambah lagi nyokap kita" kata Kenzo.
" Kalau nyokap kita sudah punya pawang sendiri" kata Gian.
Kenzo dan Gian menghela nafas panjang. Mereka harus cari cara supaya kekasih mereka tidak menemui Oppa-Oppa.
Di kamar lain.
Melodi dan kedua sahabatnya sedang memilih baju yang akan mereka pakai besok, untuk bertemu dengan Oppa kesayangan mereka.
" Apa mereka bertiga akan mengizinkan kita pergi?" tanya Dira.
" Tentu saja tidak" jawab Melodi.
" Terus gimana dong" kata Keyra.
" Kita perginya sembunyi-sembunyi" kata Melodi.
" Apa kita nggak akan ketahuan?" tanya Keyra.
" Kita perginya saat mereka sedang melakukan pemotretan" kata Melodi.
" Setuju, dengan begitu mereka tidak akan tau" kata Dira.
" Tante Anggun juga sudah membuat janji sama Oppa kesayangan kita itu" kata Melodi.
" Wah..calon mertua Lo emang keren" puji Keyra.
" Gimana nggak keren, dia orang terkaya nomor satu di Asia" kata Dira.
" Kira-kira Om Vandy tau nggak?" tanya Keyra.
" Ya kagak, kalau Om Vandy tau bisa terjadi perang dunia ke 10" kata Melodi.
Mereka bertiga tertawa membayangkan Vandy yang marah tingkat dewa. Tapi mereka juga takut kena amukan kekasih mereka nanti. Karena sudah berani menemui Oppa-Oppa.
To be continue..
Kenzo.
Melodi.
Gian.
Keyra.
Tristan.
Dira.
__ADS_1
Happy Reading 😚😚