
" Jangan sentuh istriku!!" teriak Vandy.
Para lelaki dan wanita itu menoleh kearah suara bariton tadi. Semua tamu begidik ngeri karena melihat tatapan membunuh Vandy.
" Mereka telah berani membangunkan singa tidur" ucap Aldi.
" Benar bro. Gue kasihan melihat mereka" kata Gio.
" Diam!. Sekarang kita akan melihat pertunjukan yang menarik" ucap Sinta.
aldi dan Gio pun diam dan memilih untuk melihat pertunjukan yang paling seru.
" Berani sekali tangan kotor kalian mau menyentuh istriku?!."
" Kenapa kalian diam saja cepat seret wanita miskin ini keluar!!."
Saat para bodyguard itu mau menyentuh tangan Anggun lagi-lagi aksi mereka terhenti, tapi kali ini bukan suara bariton lagi melainkan tangan Vandy yang memegang tangan mereka sangat kencang dan kuat.
" Sudah saya bilang jangan pernah menyentuh istri saya dengan kedua tangan kotor kalian, tapi kalian tidak mendengarkan saya."
Para bodyguard itu menahan sakit yang teramat karena cengkraman Vandy sangat kuat. Anggun masih dalam mode santai. Dia masih asik memakan buah yang ada dipiringnya.
" Siapa Lo berani ikut campur urusan gue?!."
Vandy menatap tajam pada wanita itu. Mata Vandy seperti mengisyaratkan tunggu giliran mu. Namun wanita itu tidak takut dengan tatapan mata Vandy.
Dari kejauhan Wiguna dan Dwipangga hanya melihat saja pertunjukan yang akan mereka saksikan.
" Van apa kamu mau berlama-lama. Papa sudah mulai bosan nih" teriak Wiguna.
" Papa tenang saja sebentar lagi aku akan kasih yang lebih menarik" balas Vandy.
Vandy mulai memelintir tangan kedua bodyguard itu kebelakang sehingga terdengar bunyi tulang patah. Tamu yang berada dekat dengan Anggun pun kaget mendengar bunyi tangan patah itu. Susah payah tamu itu menahan salivanya. Anggun tersenyum kearah tamu tersebut.
" Inilah akibat karena berani mengusik keluarga singa" gumam tamu itu.
Anggun merasa kasihan kepada dua bodyguard itu. Buah yang ada dipiring Anggun pun sudah habis. Anggun berjalan menghampiri suaminya dan mencoba meredahkan emosi suaminya itu.
" Sudah cukup my Hubby aku nggak mau melihat kamu menjadi seorang kriminal."
Vandy melepaskan kedua bodyguard itu dan seketika tubuh para bodyguard itu tertunduk lemas meratapi tangan mereka yang patah. Vandy menoleh kearah istrinya. Anggun pun tersenyum lembut kepada suaminya itu.
" Sekarang Mas duduk dulu ya biar aku yang menyelesaikan sisanya" bisik Anggun.
" Tapi sayang" nada manja.
Anggun pun menatap tajam suaminya itu. Vandy yang mendapat tatapan tajam dari istrinya pun diam dengan memberi gerakan seperti mengunci mulut dengan tangannya.
Anggun berjalan menghampiri wanita yang angkuh itu. Anggun melihat wanita itu dari atas sampai bawah seperti yang dilakukan wanita itu pada Anggun.
" Kau berasal dari keluarga mana nona" ucap Anggun.
" Gue berasal dari keluarga terkaya dikota C."
" Owwhh benarkah. Kalau boleh tau apa nama perusahaan keluarga anda."
" Perusahaanku nomor 5 terbesar diasia yaitu perusahaan Sinar Group."
" Ck.. hanya perusahaan kecil tapi sudah berlagak sombong. Mari kita lihat apa yang akan terjadi dengan keluarga kau. Apa setelah itu kau akan bisa sombong seperti ini."
" Bisakah kau menyuruh orangtua mu datang kesini nona?."
__ADS_1
" Untuk apa lo menyuruh orangtua gue datang kesini."
" Tentu saja untuk mengganti gaun anda yang mahal ini beserta bonusnya."
" Lo pikir mampu mengganti gaun gue yang mahal ini."
" Saya tidak suka mengulang ucapan saya nona."
" Ck... orang miskin berlagak sok kaya."
Wanita itu pun melakukan juga apa yang disuruh oleh Anggun.
" Silakan duduk dan nikmat cake ini dulu nona sambil kita menunggu orangtua anda datang."
Vandy yang melihat istrinya yang santai dan juga tenang pun bertanya pada istrinya.
" Sayang sebenarnya apa yang kamu rencana kan?."
" Aku tidak merencanakan apa-apa" jawab Anggun sambil tersenyum menggoda.
" Jangan tersenyum seperti itu nanti aku bisa memakan mu disini sayang" bisik Vandy.
Seketika senyum Anggun pun hilang mendengar ucapan suaminya tadi. bagaimana tidak Anggun sudah tau apa kata memakan yang diucapkan suaminya itu.
Setelah menunggu selama 10 menit orangtua wanita itu pun datang. Mereka langsung menghampiri anaknya. Betapa kagetnya Bayu melihat kedua bodyguard anaknya sudah terkapar tidak berdaya.
" Siapa yang telah berani melakukan ini" teriak Bayu.
Semua tamu yang ada disana kaget mendengar suara Bayu.
" Pelankan suara anda tuan jangan berteriak seperti dihutan" ucap Anggun.
" Kau!! berani sekali Kau berbicara seperti itu kepada ku. Apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun oleh orangtua mu?!."
" Jangan pernah menghina orangtua saya. karena kalau anda berani menghina mereka lagi anda akan tau akibatnya" ucap Anggun.
Seketika tawa Bayu pun pecah memenuhi ruangan itu.
" Emang kau siapa berani mengancam ku seperti itu. Huh."
" Saya malaikat maut anda tuan."
" Mungkin kau benar-benar dilahirkan dari keluarga gil* sehingga kau berani bermimpi terlalu tinggi seperti ini."
Anggun yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya menatap Bayu dengan tajam. Bayu yang mendapat tatapan tajam dari Anggun pum begidik ngeri. Vandy yang berada didekat istrinya merasakan hawa yang sangat menyeramkan. Bagaimana tidak tatapan istrinya itu sudah seperti tatapan singa yang akan menerkam mangsanya.
" Sayang tatapan kamu itu membuat aku takut saja. Aku janji nggak akan pernah membuat kamu marah sayang" batin Vandy.
" Ternyata anda tidak mendengarkan ucapan saya. Jadi jangan salahkan saya kalau perusahaan anda akan hancur malam ini."
Anggun berjalan menuju tempat duduknya tadi dan mengambil HP nya. Anggun menelpon seseorang.
" Eksekusi perusahaan Sinar Group sekarang!!."
Anggun pun mematikan sambungan teleponnya. Anggun berjalan kembali menghampiri keluarga Bayu.
" Kau tidak akan bisa melakukan itu."
" Kita lihat dan tunggu saja."
Tak berapa lama HP bayu berbunyi. Bayu melihat nama yang tertera dilayar HPnya. Saat tau asistennya yang menelpon dengan cepat bayu mengangkat telpon itu.
__ADS_1
" Halo Pak. Perusahaan kita akan bangkrut." terdengar suara diseberang telpon.
" Apaa!!!. Bagaimana bisa."
" Para investor menarik semua modal mereka. Bahkan modal terbesar yang ditanam oleh perusahaan Wiguna pun ditarik kembali oleh mereka Pak."
Bayu pun mematikan sambungan telponmya.
" Si-siapa kau sebenarnya."
" Apa anda benar-benar ingin tau siapa saya. Baiklah dengarkan ucapan saya ini baik-baik. Nama ku Anggun Ariana Wiguna putri dari Arga Wiguna."
Deeerrr
Bagai disambar petir di Siang hari Bayu dan sang istri mendengar ucapan Anggun tadi. Dia merutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana bisa dia menghina putri orang yang paling berkuasa.
" Nona maafkan saya" ucap Bayu sambil berlutut dihadapan Anggun.
" Papa apa yang papa lakukan? kenapa Papa berlutut dihadapan wanita miskin ini" ucap Laura.
" Diam kau anak Bod*h. Sekarang kau juga harus berlutut."
" Tidak!!. Aku tidak akan pernah berlutut pada wanita miskin itu."
Plaak
Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Laura. Sontak semua tamu yang berada disana kaget karena tiba-tiba saja nyonya Wiguna sudah berada disana. Ya yang menampar Laura tadi adalah Kiara istrinya Wiguna atau lebih tepatnya Mama Anggun.
" Berani sekali mulut kotormu itu menghina putriku?!."
Plaak...
Belum sempat Laura menjawab satu tamparan lagi mendarat dipipinya.
" Berani sekali kau menghina menantu kesayangan ku?!."
Lengkap sudah yang dirasakan oleh Laura malu dan pipi yang terasa begitu sakit. Laura tidak menyangka akan mendapatkan perlakuan semacam ini.
" Kalian sebagai orang tua telah gagal merawat dan membesarkan anak seperti dia" ucap Kiara.
" Anda benar nyonya saya telah gagal menjadi orangtua. Mungkin saya terlalu memanjakan dia makanya dia bersifat angkuh seperti itu" ucap istri Bayu.
" Sekarang kalian pergi dari sini. Karena kalau tidak saya akan lakukan yang lebih dari yang Mama saya lakukan" ucap Vandy.
" Baik tuan kami akan pergi dari sini. Maaf telah membuat kekacauan disini" ucap Bayu.
Keluarga Bayu pun meninggalkan kediaman Pak Rahman. Keluarga Wiguna dan Dwipangga pun meminta maaf kepada keluarga Pak Rahman karena telah membuat acaranya pertunangan anaknya menjadi kacau.
" Maaf ya Rahman acaranya jadi kacau" ucap Wiguna.
" Nggak apa-apa Arga lagian acara intinya sudah selesai" kata Rahman.
" Aku bakal ganti rugi kerugian acara kamu" ucap Wiguna.
" Nggak perlu Ga seperti sama orang lain aja."
Para tamu undangan pun meninggalkan kediaman Rahman karena acara sudah selesai. Kini yang tinggal hanya keluarga Wiguna dan Dwipangga.
To be continue...
Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya Readers.. 😉😉😉
__ADS_1
Happy Reading Guys... 😉😉😉.