Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Gara-Gara Tato


__ADS_3

Marko dan kedua sahabatnya pun tersenyum mendengar ucapan Wiguna.


" Bagaimana om tau kalau ini tato palsu tanya Marko."


"Hanya orang bodoh yang tidak bisa membedakan mana tato asli dan mana tato palsu. Kamu mau lihat tato asli tanya balik Wiguna."


" Mau Om jawab Marko."


" Robert lihatkan tato yang kamu punya ucap Wiguna."


Robert pun melihatkan tato yang dia miliki kepada Marko.


Marko dan yang lainnya pun sangat bersemangat ingin melihat tato asli milik asisten Wiguna yang sangat ditakuti itu.


Robert pun membuka sedikit baju nya, sehingga Marko dan kedua sahabatnya bisa melihat perut asisten Robert.


Alangkah kaget nya Marko dan kedua sahabatnya saat melihat perut Robert.


" Om i.. ini ucap Marko gugup."


Robert pun mengerutkan keningnya melihat ekspresi Marko dan kedua sahabatnya.


" Kalian kenapa tanya Robert."


Bukannya menjawab pertanyaan Robert Aryo malah bertanya balik kepada Robert. " Om apa ini bentuk tato terbaru tanya Aryo."


Robert pun makin tidak mengerti sama ketiga anak muda yang ada didepannya itu.


Vandy yang melihat Robert seperti orang kebingungan pun menghampiri Robert.


" Om itu bukan tato tapi itu bekas luka bakar ucap Vandy."


Semua yang ada disana pun tertawa mendengar ucapan Vandy tadi, kecuali Robert.


" Aduh kok bisa salah liatin sih, bikin malu saja, hilang sudah harga diri ku gumam Robert meratapi kebodohannya."


" Eheem..!!! Wiguna berdehem, Robert aku menyuruh mu melihatkan tato bukan bekas luka mu..!? ucap Wiguna."


" Maaf tuan saya salah, saya fikir itu tato yang asli ucap Robert sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal."


" Sebenarnya om punya tato nggak tanya Vandy."


" Tentu saja punya, kau meremehkan aku anak muda jawab Robert."


" Ck... tadi saja om melihatkan bekas luka bukannya tato."


" Tenang saja kali ini akan aku perlihatkan tato asliku ucap Robert."


Robert pun membalikkan badannya dan melihatkan pungungnya, dan terlihatlah gambar ular naga yang lumayan gede terukir indah disana.


" Waah keren banget tato nya om puji Marko."


" Tentu saja ucap Robert dengan nada sombongnya."


" Ck.. sombong sekali ucap Vandy."


" Mama Anggun juga punya tato yang indah ucap Wiguna."


" Apaa..!!, sejak kapan mama punya tato ucap Anggun dengan kagetnya."


" Kamu tidak tau sayang kalau mama kamu punya tato tanya Wiguna."


" Jangan dengerin papa kamu, mana ada mama punya."


" Jangan bohong sayang, padahal setiap malam loh aku membuat tato ditubuh kamu ucap Wiguna."


Seketika itu pun wajah Kiara memerah karena menahan malu, bagaimana tidak Kiara sangat mengerti tato yang dimaksud suami nya itu. Dengan gamblang nya dia membicarakan itu didepan putri nya.


" Papa malam ini papa tidur diluar ucap Kiara berlalu meninggalkan suaminya."


Deg

__ADS_1


Wiguna pun tersadar akan kebodohan yang telah dia lakukan.


" Mah maafin papa, jangan suruh papa tidur diluar dong ucap Wiguna sambil mengejar istrinya."


Anggun dan yang lainnya pun tertawa melihat kelakuan Wiguna yang seperti anak kecil yang ditinggalkan ibunya.


" Hancur sudah harga dirimu tuan gumam Robert."


" Sekali lagi makasih yah om untuk bantuannya ucap Anggun."


" Nona tidak perlu berterimakasih itu sudah menjadi tugas saya."


" Saya pamit undur diri dulu nona."


" Oh iya om hati-hati dijalan ucap Anggun."


Robert pun hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya, dan berlalu meninggalkan nona muda dan teman-temannya.


Setelah Robert pergi mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sesekali diselingi dengan candaan.


Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba HP Vandy berbunyi. Vandy pun melihat HP nya dan terlihat tulisan Mom is calling dengan cepat Vandy mengeser tombol hijau nya.


Vandy: " Assalamualaikum mah."


Mama: " Wa'alaikum salam sayang."


Vandy: " Tumben mama telpon aku?."


Mama: " Hari-hari pun mama telpon kamu."


Vandy: " Hehe becanda mah."


Mama: " Van papa suruh kamu kerumah sekalian bawa Anggun."


Vandy: " Apa papa nggak marah lagi sama aku mah."


Mama: " Bukannya kemarin papa udah mulai bicara sama kamu?."


Mama: " Papa kamu udah nggak marah kok, nanti kalau dia marah lagi sama kamu mama bakal tinggalin papa kamu."


Vandy: " Jangan dong ma kasian papa, nanti aku coba ngomong sama Anggun deh ma, kalau Anggun mau ntar aku kabarin mama."


Mama: " Ok sayang mama tunggu kabarnya, bye bye Assalamualaikum ."


Vandy: "Wa'alaikum salam."


Panggilan pun berakhir.


" Siapa yang telpon tanya Anggun."


" Mama, dia bilang papa ngajak kamu kerumah jawab Vandy."


" Boleh, kapan kita akan kesana?."


" Aku sih terserah kamu aja sayang."


" Gimana kalau ntar malam kata Anggun."


" Apa kamu nggak capek, kan kamu baru saja diculik sayang ucap Vandy."


" Aku nggak capek kok Bunny, lagian aku juga belum pernah kerumah kamu."


" Ya udah ntar malam aku jemput kamu, sekarang kamu istirahat dulu."


" Kami pamit dulu ya nggun, dan makasih buat bantuan kamu ucap Marko."


" Sama-sama kak, semoga besok kalian bisa bekerja dengan baik dan jangan jadi penjahat amatiran lagi ucap Anggun."


Semua yang ada disana pun tertawa mendengar ucapan Anggun.


" Hehe nggak lagi nggun, yang kemarin itu terakhir kali nya kami jadi penculik ucap Aryo."

__ADS_1


" Semoga cepat melangsungkan acara pernikahannya ucap Marko sambil mengulurkan tangannya kepada Anggun."


" Terimakasih bro ucap Vandy sambil membalas uluran tangan Marko."


Marko, Anggun dan yang lainnya tersenyum melihat tingkah posesif Vandy.


" Belum sah jadi suami Anggun aja udah seposesif itu, gimana kalau udah sah nanti ucap Aldi."


" Kami pamit dulu ya nggun" ucap Marko dan dikuti sama kedua sahabatnya.


" Ok kak, semoga sukses dan hati-hati dijalan ucap Anggun."


Marko dan yang lainnya hanya membalas dengan senyuman, mereka pun berlalu meninggalkan kediaman Wiguna.


Ditempat lain.


Disebuah rumah yang cukup megah terlihat seorang perempuan yang sedang menikmati waktu santainya ditaman bunga. Ya perempuan itu adalah Kia Indriani mantan tunangan Vandy.


Setelah pertemuan terakhirnya dengan Vandy dihotel Dwipangga, Kia tidak diperbolehkan lagi keluar rumah oleh Bryan.


Dari kejauhan Bryan melihat calon istrinya dan sebuah senyum pun lolos dari bibirnya. Bryan menghampiri Kia yang sedang duduk dikursi taman yang ada disana. Sesampai disana Bryan melihat wajah Kia yang pucat.


" Sayang wajah kamu kenapa pucat gitu, apa kamu sakit tanya Bryan beruntun."


Kia pun tersenyum mendengarkan serentetan pertanyaan Bryan. " Aku nggak apa-apa kok jawab Kia sambil tersenyum."


" Kamu yakin, apa mau aku pangilkan dokter?."


" Nggak usah Bryan, aku nggak apa-apa kok ucap Kia meyakinkan Bryan."


" Baiklah, aku mau keluar sebentar, apa ada yang kamu inginkan tanya Bryan."


" Tidak, aku sedang tidak ingin apa-apa sekarang jawab Kia."


" Kalau kamu butuh sesuatu atau menginginkan sesuatu telpon aku atau minta sama bik Jum, aku pergi dulu ucap Bryan sambil mencium pucuk kepala Kia."


" Iya, kau cerewet sekali, hati-hati dijalan ucap Kia."


Bryan pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda dia akan hati-hati dijalan.


Bryan pun melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya.


Setelah mobil Bryan tak telihat lagi, Kia pun masuk kedalam rumah, saat Kia akan menaiki tangga tiba-tiba kepala nya terasa pusing.


Pelayan yang melihat nyonyanya berjalan seperti orang linglung pun dengan cepat menghampiri nya.


" Nyonya kenapa tanya bik Jum."


" Nggak tau bik, tiba-tiba kepala saya pusing jawab Kia."


" Kita duduk dulu nyah, ucap bik Jum."


Saat mau berjalan kesofa Kia sudah tidak dapat menahan pusingnya dan tiba-tiba.


Bruuuukkk


Seketika tubuh Kia sudah jatuh kelantai.


" Nyonya, bangun nyah ucap bik jum sambil menepuk pelan pipi Kia".


To be continue....


Holla kesanyangan Author semua mohon dukungan kalian yah untuk karya Author dengan cara Like, Komen dan Vote..


Buat kalian yang nggak ngerti cara Vote ini Author kasih caranya.



Terimakasih sebelumnya...🙏🙏🙏


HAPPY READING GUYS... 😉😉😉

__ADS_1


__ADS_2