
Malam sudah larut, Aldi belum juga bisa tidur karena baby nya masih rewel. Aldi menggendong baby nya tapi masih aja nangis. Aldi melihat istrinya tertidur dengan lelap tidak terbangun karena suara tangis sang baby.
" Istri gue tidur nya kek keb* banget ya, masa anaknya nangis dia masih tidur dengan pulas nya. Mungkin kalau ada gempa pun dia juga nggak akan terbangun"
Aldi mencoba membangunkan istrinya, dengan cara menepuk pelan pipi sang istri.
" Ma bangun, baby nya haus nih"
" Tinggal susuin dong Pa, masa gitu aja nggak ngerti"
Dia kata susu nya ada digue.
" Ma cepatan bangun ini baby nya nangis, apa mama nggak kasihan"
" Kamu itu gimana sih Pa, bikin aja yang bisa, giliran diamin baby nggak bisa" gerutu Sinta
" Ya baby nya kan haus Ma"
" Kalau dia haus kasih minum, beres kan"
" Iya, tapi minuman nya ada sama mama dan nggak ada sama yang lain"
" Kok bisa" ucap Sinta
" Ya bisalah, orang kamu itu mama nya. Maka nya kalau ngomong itu dibuka mata nya. Yang lapar itu baby kita, cepat bangun"
Sinta membuka mata nya, dan benar saja baby nya itu sedang menangis. " Kok nggak bilang dari tadi sih Pa"
" Papa udah bilang dari tadi, mama aja yang ngomong sambil tidur" kesal Aldi
" Begini nih sifat suami kalau udah punya anak, giliran anak nangis istri yang dibangunin. Mau nya yang enak-enak aja"
" Kok kesan nya jadi papa yang salah"
" Emang, masa diemin baby aja nggak bisa"
" Baby nya haus tadi makanya dia rewel"
" Eleh alasan saja kamu Pa"
" Bener Ma, bukti nya pas mama susuin dia berhenti nangis"
Sinta melihat kearah baby nya, benar saja sekarang baby nya itu sudah kembali tertidur karena perutnya sudah kenyang. Sinta menaruh kembali baby nya didalam box bayi.
__ADS_1
Setelah baby nya tidur, Aldi pun merasa legah itu artinya dia bisa tidur sekarang, karena matanya sudah ngantuk dari tadi. Aldi berjalan kearah sofa untuk mengistirahatkan tubuhnya.
" Papa mau kemana?"
" Tidur Ma"
" Enak aja mau tidur habis bangunin mama, sekarang papa harus temenin mama nonton"
" Apa!! Papa udah ngantuk banget Ma"
" Nggak ada cerita, salah sendiri kenapa papa bangunin mama"
Nasib-nasib, kalau tau begini mending gue tidur dirumah tadi.
" Buruan Pa nyalain tv nya"
" Iya Ma" pasrah
Aldi menyalakan tv dan mencari acara kesukaan sang istri, apalagi kalau bukan drakor. Aldi berbaring disebelah sang istri, karena rasa kantuk yang teramat sangat akhirnya Aldi pun terlelap.
Sinta yang melihat suami nya terlelap pun tak tega untuk membangunkan suaminya itu. " Pasti kamu kelelahan banget ya Bee" ucap Sinta sambil membelai rambut sang suami.
Pagi hari Aldi sudah terbangun karena mendengar tangis putra nya. Aldi bangun dan menggendong baby Gian. Saat sudah dalam gendongan Aldi merasa kan kalau popok baby nya basah.
Aldi membaringkan tubuh anaknya disofa yang ada diruangan itu. Aldi dengan telaten mengganti popok bayi nya. Baby Gian pun diam karena popok nya sudah tidak basah lagi.
" Nggak sabar nunggu kamu besar Nak"
Aldi melihat jam dinding yang ada diruangan itu, sudah menunjukkan pukul 7 Pagi. Aldi membangunkan sang istri karena dia harus pergi kekantor.
" Ma bangun, papa mau kekantor Ma"
Sinta mengedip-ngedipkan mata nya, mesesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Sinta melihat suaminya tersenyum sambil menggendong anaknya.
Sinta bangun dari tidurnya. " Sini baby Gian nya, papa mandi dulu sana" titah sang istri
Aldi memberikan Gian pada sang istri. Setelah itu dia pergi kekamar mandi yang ada diruangan itu. Aldi bergegas mandi, karena hari ini dia ada temu janji dengan klien dari luar negeri. Karena Vandy belum sadar jadi semua tanggung jawab perusahaan diserahkan kepada Aldi oleh Dwipangga.
Selesai mandi, Aldi memakai pakaian kantornya. Sekarang Aldi sudah siap untuk berangkat kekantor. Aldi menghampiri istri dan anaknya.
" Papa berangkat dulu ya Ma" ucap Aldi sambil mencium kening istri nya, setelah itu beralih kepipi anaknya
" Hati-hati Pa, ntar jangan lupa makan siang nya"
__ADS_1
" Siap Ma, papa pergi dulu. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Setelah berpamitan dengan sang istri, Aldi berangkat kekantor meninggal kan istri dan anaknya.
***
Dokter sedang memeriksa keadaan Vandy, selesai melakukan pemeriksaan Dokter keluar dari kamar itu.
" Bagaimana mana Dok?" tanya Anggun
" Masih sama nona tidak ada perkembangan" jawab sang Dokter
" Apa tidak ada cara lain untuk membangunkan nya?" tanya Anggun lagi
" Sebelum nya mohon maaf nona kalau perkataan saya menyinggung nona. Sebenarnya tuan bisa bertahan hanya karena alat medis yang menempel ditubuh nya." jelas sang Dokter
" Maksud Dokter suami saya sudah meninggal?" tanya Anggun
" Kurang lebih seperti itu nona" jawab Dokter
" Jika hanya karena alat itu suami saya bertahan, maka biarkan alat itu tetap menempel disana"
" Tapi nona"
" Terimakasih atas bantuan Dokter hari ini"
" Huh?! baiklah saya permisi dulu"
Dokter itu pun pamit pergi. Setelah Dokter itu pergi, Anggun masuk kedalam ruangan suaminya, Anggun menghampiri suami nya.
" Mas, Dokter itu bohongkan sama aku? kamu belum meninggal kan Mas" ucap Anggun sambil menangis. " Mas, apa kamu nggak kasihan sama aku dan Kenzo. Kami masih membutuhkan kamu Mas. Aku muhon bangun" Isak Anggun
Anggun menciumi seluruh wajah suaminya. " Aku tinggal sebentar ya Mas, aku mau lihat Kenzo dulu"
Anggun pergi meninggalkan suaminya. Sepeninggal Anggun, Vandy mengeluarkan air mata nya.
To be continue
Jangan lupa mampir dinovel Author yang baru ya, minta saran untuk visual cewek dinovel terbaru Author ya.. 🙏🙏
__ADS_1
Happy Reading Guys.. 😉😉